
Sesampai nya dirumah fandy melihat heran pintu gerbang yang terbuka, biasa nya tidak pernah terbuka jika fandy belum pulang.
Fandy turun dari mobil langsung masuk ke dalam rumah dan yang mengagetkan nya lagi.
"Hallo sayang, apa kabar?" suara seorang wanita cantik paruh baya.
"Hay baik mam,, kok gak ngabarin fandy kalo pulang, kan fandy bisa jemput mama dibandara", kata fandy pada wanita itu, ya wanita itu adalah mama fandy yang pulang dari luar negeri karena urusan bisnis.
"Tidak usah, mama tau kamu sekarang jadi guru, takutnya ganggu kamu pas lagi mengajar dikelas", jawab mama fandy.
Seluk beluk keluarga fandy berusia 23th, mama nya fandy bernama mery dia berusia 46th tapi masih terlihat muda seperti anak ABG , dan papa fandy bernama herman berusia 56th. orang tua fandy adalah keluarga terhormat semua menghormatinya karena keluarga fandy adalah orang kaya nomor 3 di indonesia.
Seluk beluk keluarga sarah , keluarga sarah adalah keluarga sederhana, tetapi didalam kesederhana an itulah yang membuat keluarga itu tentram, dan bahagia.
Sarah gadis cantik ,polos dan lugu berusia 18th jalan 19, ibu sarah bernama ibu wati berusia 46th sedangkan bapak nya sarah bernama pak putro berusia 56th.
Setelah fandy dan bu mery saling mengobrol menanyakan kabar mereka pun duduk dikursi tamu sambil berbincang bincang untuk melepas rindu.
"Oh ya mama kemarin dapet pesan dari kamu, mau melamar prempuan, apakah dia cantik , atau kah pandai kerja apa dia?", pertanya an yang terus keluar dari mulut bu mery karena penasaran, bahwa anak laki laki nya itu tidak mudah jatuh cinta pada sembarangan wanita. tetapi entah mengapa sekarang anak laki laki nya itu ingin cepat cepat menikah , ibu mery sangat penasaran prempuan mana yang bisa menembus hati paling dalam anaknya itu.
"Ma,, tolong berikan waktu untuk aku menjelaskan", pinta fandy pada mamanya.
"Baiklah,, silakan jelaskan", ucap bu mery .
__ADS_1
"Ma , dia itu prempuan yang cantik dan polos,, dia dari keluarga yang sederhana, namun kesederhan an nya itulah yang membuat aku jatuh hati padanya, dia belum bekerja dia baru lulusan sekolah", kata fandy yang menjelaskan tentang prempuan yang disukai nya.
"Dia baru lulus sekolah, dari mana kamu kenal dia sayang?", tanya mama fandy sambil menyangga dagunya dan mulai mendengarkan fandy berbicara.
"Sebenarnya dia adalah murid disekolahan dimana aku mengajar ma", jawab fandy.
"Apa,,?!?! Kamu mau melamar murid sekolah kamu sendiri", sahut mama fandy dengan kaget.
"Iya ma,, tapi aku juga sudah minta izin pada orang tua nya, dan orang tua nya pun juga merestui hubungan kita" , kata fandy menggenggam tangan mamanya.
"Tapi sayang,, dia muridmu bagaimana bisa seorang guru menikahi anak muridnya, lalu bagaimana tanggapan semua orang pada keluarga kita nanti" ,ucap mama nya yang memegangi keningnya.
"Mama tenang dulu, jika semua orang beranggapan macam macam aku akan jelaskan dan bukti kan bahwa apa yang mereka bicara kan itu salah ma", ucap fandy sambil memohon pada mamanya agar merestui hubungannya dengan sarah.
"Baiklah,, mama akan merestui kalian ,tapi coba kamu tanya kan pada papa mu dulu, apakah dia mau merestui atau tidak", kata mama fandy dan pergi meninggalkan fandy diruang tamu.
Dirumah sarah yang bergembira karena esok adalah hari terpenting dalam hidupnya. dia membantu ibu membuat kue kue untuk tamu penting besok pagi.
"Mas fandy sudah siap belum ya untuk acara besok", batin sarah lalu ia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada fandy.
"Mas, gimana perasaan mas nya sekarang gerogi gak buat acara besok?", tanya sarah lewat pesan .
fandy pun membuka ponselnya karena berbunyi ada pesan masuk. fandy yang membaca pesan dari sarah langsung tersenyum dan membalas pesan itu.
"Enggak dong, kan udah mempersiapkan diri dari dulu".
Tiinnggg,,!!! suara pesan masuk di ponsel sarah. sarah membukanya langsung membacanya.
__ADS_1
"Masak iya mas,, berati udah serius ini", balas sarah pada fandy.
"Iya sayang, kamu juga jangan malu ya jika banyak orang nanti", balas fandy meledek .
"Ya enggak dong ,aku mau keliatan paling bahagia diantara mereka semua", balas sarah sambil memeluk ponselnya dan membayangkan jika mereka berdua sudah menikah dan punya anak, apakah anaknya akan mirip dengan fandy atau dirinya.
"Aku mikirin apa sih, belum juga dimulai acara pertunangannya", batin sarah tertawa geli karena membayangkan hal yang belum pasti .
"Ya sayang gitu dong, jangan kaya tadi disekolah dinyanyi in malah mundur pergi", balas fandy.
"Iya mas, enggak bakal kaya gitu besok", balas sarah kembali.
Fandy tak menyadari bahwa mama dan papa nya memperhatikan nya dari tadi, fandy yang senyum senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"Kamu kenapa fan, senyum senyum sendiri?", tanya papa nya yang tiba tiba muncul duduk didepannya.
"Enggak kok pa, cuma lucu aja ni baca pesan dari temen", jawab fandy dengan suara terbata bata.
"Temen apa temen,, pasti lagi chat an sama pacar kamu?", tanya papa fandy lagi.
"Emm,, iya pa sebenernya aku juga mau tanya sama papa kalau,," belum sempat fandy melanjutkan bicaranya papa fandy langsung menyahut, "Ya papa sudah tau ,tadi mama sudah cerita pada papa" , "Lalu apakah papa merestui nya?", tanya fandy gelisah.
"Papa akan merestui nya jika sudah bertemu langsung dengan orangnya", jawab papa fandy.
"Tapi pa, besok acara pertunangan nya, bagaimana bisa menentukan nya pada saat itu juga", kata fandy sambil mengusap usap kepalanya itu.
"Ya kita lihat saja besok, dan kamu pergi lah sekarang dengan mama kamu ke mall untuk membeli seserahan untuk besok", ucap papa nya pada fandy.
__ADS_1
"Baik pa", jawab fandy yang tak bisa apa apa karena keputusan ada ditangan papa nya besok.