
Ditaman mulyajati
Setelah mereka saling bertemu satu sama lain.
"Hai sar,, cantik banget kamu pake baju warna merah keliatan lebih cerah aja" ,kata pak fandy yang tersenyum melihat kecantikan sarah, "Bapak bisa aja, bapak juga keren" ,jawab sarah yang pipi nya memerah karna malu dipuji cantik oleh gurunya itu.
"Kalok diluar panggilnya mas aja,jangan bapak gak enak kan kalok sampe didenger orang, nantik dikira bapak sama anaknya lagi", sahut fandy sambil berkedip sebelah matanya ke arah sarah. Sarah yang tadinya tersenyum langsung tertunduk karna merasa malu, "Mau duduk dimana, sebelah air mancur apa dideket tukang bakso?", tanya fandy ,"Terserah bap,,, ehh, mas" ,jawab sarah yang malu karna harus memanggil gurunya dengan sebutan mas.
"Biasa aja sar ,, gak papa juga manggil mas karna umur kita gak jauh beda, kamu umur 18 kan??", tanya fandy ,"Iya mas,, 18 jalan 19", jawab sarah.
"Oke, ya udah kita duduk dideket tukang bakso aja ,lagi pula saya blum makan siang abis pulang dari sekolah langsung mandi ganti baju langsung kesini nunggu in kamu" kata fandy yang merasa lapar, "Kenapa gak makan dulu mas, nanti malah sakit saya yang salah,gara gara nunggu in saya", kata sarah yang cemas.
__ADS_1
"Lagi pula tadi saya blum lapar, nyampe sini langsung lapar sar?!",jawab fandy langsung menggandeng tangan sarah.
"Kamu duduk sini dulu, kamu mau bakso juga?",tanya fandy ,"Tidak usah mas, saya tadi dirumah makan dulu baru kesini", jawab sarah.
"Oke,, mang baksonya 1mangkok ya", Triak fandy pada tukang bakso. Setelah berbincang bincang bakso yang dipesan fandy datang, lalu fandy pun langsung melahap nya seperti tak makan 2 atau 3 hari.
"Pelan\-pelan mas makannya nanti tersedak", kata sarah yang memperhatikan fandy dengan lahapnya memakan bakso nya, "Kamu tidak mau sar,, ini enak lo?",tanya fandy sambil mengunyah bakso dalam mulut nya, "Udah makan dulu pelan pelan, jangan bicara mas,, saya sudah kenyang" jawab sarah yang menggeleng geleng kan kepalanya karna melihat fandy makan dengan lahapnya.
"Sar, kamu setelah lulus nanti mau kerja ,apa kuliah dulu??",tanya fandy. "Saya mau langsung kerja mas, karna mau bantu ekonomi keluarga, bapak saya sudah bertambah tua , jika saya kuliah malah nanti menambah biaya,nanti bapak malah repot sendiri mas." jawab sarah dengan prihatin atas kesehariannya.
"Sar,, yang namanya orang tua pasti mau yang terbaik buat anaknya, kalau kamu mau kuliah pasti orang tua kamu malah setuju, orang tua hanya ingin anaknya sukses dikedepannya sar, mau sesulit apa pun itu untuk membiayai kehidupan anaknya pasti tetap dilakukan demi anaknya bahagia dan sukses." jawab fandy memberi kan penjelasan pada sarah.
"Iya mas, saya tau itu tapi saya tidak mau menyusahkan orang tua lagi, biar lah saya bekerja untuk meringankan beban orang tua saya", kata sarah dengan tegas, "Baiklah ,jika itu sudah menjadi pilihanmu sar, pesan saya hanya satu, jaga diri baik baik, dan tetap hormati orang tua kamu jika nanti kelak kamu sukses." jawab fandy sambil memegang bahu sarah.
__ADS_1
"Terus bagaimana kelanjutan hubungan kita??" tanya fandy sambil tersenyum, "Ya itu terserah mas", jawab sarah . "Kita jalanin seperti ini dulu ya sar" , kata fandy sambil menatap mata sarah, "Emm,, iya mas" ,jawab sarah sambil tersenyum.
Sudah hampir 3jam mereka mengobrol, akhirnya sarah pun tersadar akan hari sudah mulai petang.
"Mas, sudah mau jam 5 ni nanti kalau lama lama bisa dicari in ibu saya mas", kata sarah yang panik, "Ya sudah kita lanjut kan besok ,besok kan sudah libur sampai keluar hasil kelulusan." kata fandy, "Iya mas" jawab sarah mengangguk mengerti.
"Oh iya dari tadi ngobrol sampe lupa mai minta nomer kontak kamu sar, biar enak komunikasinya", kata fandy sambil menyodorkan handphone nya pada sarah, "Ini sudah saya simpan" , sahut sarah sambil mengembalikan handphone fandy.
Kemudian mereka pun pulang dengan arah yang berbeda, disepanjang jalan sarah menyanyi riang ,karna bahagia bisa jalan dengan gurunya itu.
Sesampainya dirumah sarah, "Dari mana ni sore baru pulang, gak biasanya ", tanya seorang prempuan ya itu dewi sahabat sarah, "Cuma dari toko buku, abis beli buku cerita" ,jawab sarah sambil tersenyum lebar.
"Itu mah bukan beli buku cerita, abis bikin cerita iya!?" , batin dewi melenggang pergi.
__ADS_1
"Kenapa ya anak itu, kesambet apa an", batin sarah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal .