Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 38


__ADS_3

Setelah rio mendapatkan nomor dewi dia pun berniat menghubungi nya untuk menanyakan keadaannya.


"Gimana keadaan kamu sekarang?, ini aku rio save ya" Pesan rio. Dewi tengah menonton tv sendirian dia merasa kesepian tanpa hadirnya ibu suci, apa lagi dari dia sekolah bapak nya sudah pergi untuk merantau, tapi pada akhirnya timbul masalah.


Dewi tak menyadari ponsel berbunyi tanda pesan masuk. "Kenapa si gak dibales, apa dia sedih sampe sampe gak pegang ponselnya" Batin rio cemas.


Dewi yang merasa kesepian berniat untuk menghubungi sarah untuk menemani nya dirumah, belum sempat dewi menghubungi sarah dia melihat pesan masuk. Dia bingung siapa yang chat malam malam. Betapa kaget bercampur bahagia perasaan nya sekarang entah kenapa dia begitu senang mendapat pesan dari rio. dewi pun tersenyum dan mengurungkan niatnya untuk menghubungi sarah.


"Baik baik aja kok, iya aku save tapi aku kasih nama si brengsek ya ,hehe" Balas dewi dengan tersenyum bahagia.


"Akhirnya dia bales juga, huuhh,, lega banget" Gumam rio merasa lega.


"Kamu bisa keluar malem ini gak ,aku mau ajak kamu biar gak jenuh dirumah terus" Balas rio sambil memegang erat ponsel nya.


"Udah malem, gak bisa deh kayanya emm,, besok kan ajak kita jalan juga sama mas fandy sekalian" Balas dewi merasa bingung apakah sarah belum memberi tahu fandy jika besok ada rencana jalan jalan.


Setelah lama mereka saling berbalas pesan, akhirnya mereka pun mengakhiri nya karena dewi merasa kantuk.


Disisi lain sarah tengah berbaring ditempat tidur memikirkan besok mereka berempat akan berencana pergi ke mana.


"Emm,,telfon mas fandy aja deh" Gumam sarah.


Triinngg,,!!!


Ponsel fandy berdering diatas meja , fandy tengah sibuk mengoreksi hasil tugas murid didik nya. fandy yang menyadari ada telfon masuk dia pun mengangkat nya.


"Halo, kenapa sayang telfon" ucap fandy mengawali pembicaraan.


"Emang gak boleh telfon ya, aku cuma kangen sama calon suami aku" ucap sarah merayu fandy.


"Eh,, boleh dong sayang, sejak kapan ni manggil calon suami" Sahut fandy merasa senang karena sarah memanggilnya suami.


"Emm,, oh ya mas jadi besok kan libur terus aku si rencana nya mau ajak mas sama rio jalan keluar buat santai hari libur" ucap sarah menjelaskan .


"Oh gitu, si dewi gak kamu ajak" jawab fandy membaringkan tubuh ke tempat tidurnya.


"Ajak lah, kalau gak diajak rio sama siapa" sahut sarah .


"Iya iya, jam berapa besok biar aku jemput sama rio" Ucap fandy.


"Jam 10 an ya , biar aku selesai kerjaan dirumah mas" ucap sarah .


"Oke siap tuan putri" sahut fandy meledek.


"Iya pangeranku, haha" sahut sarah sambil tertawa.


Ke esokan hari nya tepat pukul 10 pagi rio dan fandy tengah bersiap siap untuk menjemput pasangan mereka masing masing.


"Keren amat hari ini" Ucap fandy pada rio.


"Iya dong" sahut rio memakai hair oil didepan kaca.


"Udah ganteng , buruan nanti mereka kelamaan nunggu kita" ucap fandy bergegas menuju motornya.


"Iya tunggu" sahut rio lalu menuju motornya juga.


Setiba nya dirumah sarah, yang pertama kali rio lihat adalah dewi, dia pun menghampiri dewi.

__ADS_1


"Udah lama nunggu" ucap rio pada dewi.


"Enggak kok" jawab dewi tersenyum.


"Cie,, yang udah akrab sekarang, gak berantem lagi" ledek sarah.


"Apa an si sar, nama nya juga perlu waktu untuk berteman" Sahut dewi malu.


"Berteman apa pacar" ledek sarah menyenggol bahu dewi.


"Udah ayuk jadi pergi gak ni" ucap fandy yang tetap duduk dimotornya.


"Iya iya , ya udah jalan ke taman xxx aja" ucap sarah.


"Jalan" Sahut semua orang disana.


Kemudian mereka pun mulai berangkat ke tempat yang direncana kan dirumah sarah tadi. Ditengah perjalanan rio menatap wajah dewi lewat sepions motornya. dia tersenyum melihat wajah dewi.


"Liat geh yang ,rio liatin dewi terus" ucap fandy .


"Emm,, iya mungkin dia udah mulai suka sama dewi, aku si setuju aja mereka pacaran yang penting rio bisa jaga dewi jangan sampe bikin dewi sakit hati" ucap sarah manggut manggut.


"Iya aku ikut kamu aja deh , ya gak" sahut fandy tersenyum genit pada sarah.


Paaakk,,!!!


"Aww,, sakit tau " Pekik rio kesakitan.


"Suruh siapa liatin aku sampe kaya gitu" ucao dewi kesal.


"Emang kenapa gak boleh??" ucap rio tersenyum menatap dewi dari kaca sepions.


"Gitu banget si" balas rio


"Biarin" sahut dewi singkat lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


Sesampainya ditaman yang direncana kan, mereka ber empat pun turun dan memarkirkan motor mereka masing masing.


"Makan dulu yuk!?" ajak dewi


"Kamu belum makan apa?" tanya rio cemas


"Belum, soalnya biasa ibu aku yang masak aku mau masak males soalnya mau keluar sekalian makan dulu" Ucap dewi memegangi perutnya yang terasa sangat lapar, sudah jam 10 hampir siang, dia belum makan.


"Kenapa kamu gak bilang kalau belum makan , tadi kan bisa makan dulu tempat aku" sahut sarah.


"Malu lah sar" Ucap dewi menutupi mulutnya.


"Kaya siapa aja, ya udah ke RM itu aja dulu kamu makan biar kenyang sana , biar dianter rio" Ucap sarah menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ya udah yuk aku anter" sahut rio menggandeng tangan dewi.


"Yang bener aja aku digandeng rio, gak mimpi kan" Batin dewi menepuk pipi nya.


"Aduuhh,,, sakit" pekik dewi.


"Kenapa kamu ni, kesambet ya kok mukul pipi kamu sendiri" ucap rio heran melihat dewi bertingkah aneh.

__ADS_1


"Gak papa kok , ya udah cepet keburu laper ni" sahut dewi mengerucutkan bibir nya.


"Imut " Gumam rio.


"Apa , kamu bilang apa ,imut" ucap dewi syok mendengar gumaman rio.


"Enggak kok, cepet ah,," Ajak rio menarik tangan dewi .


Ditempat lain sarah dan fandy tengah duduk dikursi taman tengah menikmati pemandangan yang indah.


"Oh ya sambil nunggu mereka berdua beli barang dulu yuk!?" ajak fandy


"Barang apa?, aku lagi gak pengen beli apa apa mas" ucap sarah bingung.


Fandy menarik nafas dan menghembuskan perlahan.


"Emang beli barang harus nunggu ke pengen apa" ucap fandy .


"Enggak si ,, tapi kalau mas fandy mau beli ya udah aku temenin" kata sarah berdiri dari duduknya.


Sarah melihat kanan dan ke kiri dia tak melihat barang laki laki, tapi yang dilihat nya malah barang milik prempuan.


"Mas ini toko barang barang cewek deh, kata nya mas mau beli barang kok ke kesini" Ucap sarah semakin bingung pada fandy,


"Aku mau beli barang buat tunangan aku lah" Sabut fandy lalu mencubit pipi sarah.


"Auww,, beli barang buat aku buat apa mas?" sahut sarah.


"Aduuhh,, kamu ni bener bener polos banget si , ya tunangan mu ni namanya perhatian pengen beliin barang buat calon istri nya" Ucap fandy gemas dengan sikap sarah yang terlalu polos.


"Em,, tapi kan aku gak pengen apa apa mas" Ucap sarah cemberut.


"Hemm,, emang aku mau beliin kamu harus nunggu kamu pengen dulu apa" sahut fandy kesal.


"Enggak ,, ya udah aku tunggu didepan aja ya mas" Ucap sarah


"Ya kamu tunggu didepan aja dari pada ikut masuk bikin pusing aku" ucap fandy memijat mijat kepalanya.


"Hemm. oke" sahut sarah lalu keluar dari toko.


Disisi lain dewi tengah menikmati makan nya. rio hanya pesan minuman saja karena dia sudah makan pagi dirumah.


"Kamu gak ikut pesen makan?" tanya dewi tengah melahap makanannya.


"Enggak, udah makan tadi dirumah" sahut rio menatap dewi , dia tersenyum melihat dewi makan seperti anak kecil sampai nasi kemana mana.


"Kenapa liatin aku" ucap dewi


"Itu dipipi kamu ada nasi" ucap rio menunjuk pipi dewi.


"Ini,, sebelah mana si" ucap dewi kesal tidak menemukan nasi dipipi nya. Rio pun mengambil nasi yang berada dipipi dewi .


"Ini lo, masak dari tadi gak kena" Ucap rio tersenyum, Dewi merasa malu karena tindakan rio tadi.


"Udah selesai makannya" Rio pura pura mengalihkan pembicaraannya , agar dewi tidak malu lagi.


"Udah, susul mereka ke taman ni?" tanya dewi

__ADS_1


"Iya lah ,emang mau kemana ?" Sahut rio berjalan keluar .


'Perhatian banget sebenernya ,tapi kadang bikin kesel' Batin dewi tersenyum sendiri.


__ADS_2