
Ke esokan harinya acara pun tiba , acara pertunangan sarah dan fandy. Keluarga sarah sudah mulai berkumpul sanak keluarga dan tetangga sudah mulai berdatangan.
Tak lama kemudian rombongan keluarga fandy datang dengan mobil. Setibanya dirumah sarah papa fandy tak asing oleh rumah yang mereka datangi ini.
"Sepertinya saya pernah kesini sebelumnya", batin pak herman.
"Ada apa pa?, kok melamun aja ayuk masuk", kata bu mery istri pak herman.
Setelah keluarga fandy tepat didepan pintu rumah sarah. keluar lah pak putro menyambut kedatangan calon menantu dan calon besannya. tapia pak putro tiba tiba kaget apa yang dia lihat.
"Loh,, pak herman", kata pak putro
"Pak putro, apa kabarnya sudah lama kita tidak bertemu bertahun tahun lamanya", kata pak herman dan merangkul bahu pak putro.
Mereka dulu adalah teman sekolah semasa SMP\(sekolah menengah pertama\), dan terakhir bertemu pada saat acara pernikahan pak putro dengan bu wati, pak herman sudah menikah pada waktu itu dan sudah memiliki anak fandy , saat itu fandy masih berusia 5th , masih sangat kecil dan masih lucu. sekaranh fandy sudah tumbuh menjadi pria tampan dan tangguh.
__ADS_1
"Ternayata fandy ini anak kamu yang dulu aku gendong saat acara pernikahan ku dengan ibunya sarah, dia dulu masih kecil sekarang sudah dewasa dan tampan, mangkanya saya tidak mengenalinya", kata pak putro yang mengingat betul masa terakhir bertemu dengan teman SMP nya dulu.
"Iya ini fandy anak satu satunya yang dulu kau gendong , sekarang dia sudah jadi pria sejati ,buktinya dia baru mempunyai hubungan belum lama sudah langsung melamar saja" ,ucap pak herman.
"Ya sudah kita masuk dulu, kita bicara kan nanti saja setelah acara selesai", jawab pak putro.
"Berarti papa merestui ku dengan sarah?", tanya fandy berbisik kepada papa nya.
"Ya,,", jawab papa fandy dengan santai
Setelah acara pertunangan selesai mereka sekeluarga berbincang bincang dan menentukan hari untuk acara akad nikah mereka berdua diadakan.
"Jadi ini temen papa yang selalu papa ceritain sama mama?",tanya bu mery pada suaminya.
Mereka pun asyik mengobrol, sarah dan fandy memilih mengobrol diluar rumah.
"Mas yuk keluar aja, gak enak ngobrol disini, banyak keluarga juga", ajak sarah pada fandy.
"Oke ,kamu duluan aja nanti aku nyusul",jawab fandy.
Sarah pun keluar dari rumahnya dan memilih duduk diteras depan rumah. tak lama fandy menyusul kedepan.
"Enak ya disini , anginnya kenceng kaya AC , dirumah ku aja ada AC gak sedingin disini", kata fandy yang menikmati udara didepan rumah sarah.
__ADS_1
"Iya mas, mangakanya aku ajak keluar biar gak engap didalem terus", jawab sarah memandangi wajah fandy.
"Kamu kenapa sayang ngeliatin akunya sampe kaya gitu, liat tu ngences nanti liat kegantengan aku", ucap fandy menunjuk ke mulut sarah.
"Emang ganteng banget", gumam sarah.
"Tuh kan, ketau an kalo lagi liatin ke gantengan aku", kata fandy tak sengaja mendengar gumaman sarah.
"Apa an si mas, enggak ya biasa aja tu", jawab sarah merasa malu karna fandy mendengar ucapannya tadi.
Ditengah pembicaraan sarah dan fandy dari tadi ada yang memperhatikan mereka terus. siapa orang itu?
"Kok bisa ya, sarah anak sekolah baru lulus , bareng sama anak saya kok langsung dilamar, apa lagi yang melamar gurunya sendiri, ada yang aneh", kata seorang wanita dengan tetangga lain sedang membicarakan sarah.
"Iya apa mungkin sarah hamil diluar nikah, mangkanya buru buru tunangan trus nikah", sahut tetangga yang ikut bergosip.
"Enggak mungkin sarah begitu, saya kenal dia dari kecil, dia anak nya pendiem, lugu dan polos man mungkin dia hamil duluan, mungkin saja itu perminta an orang tua sarah", ucap salah satu wanita , wanita itu adalah ibunya dewi, ibu dari sahabatnya sarah sejak kecil.
__ADS_1