Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 32


__ADS_3

Tak terasa waktu semakin petang, fandy yang tengah duduk melihat jam tangan nya dia pun berdiri dan pamit pulang.


"Aku pulang ya ,udah mau magrib soalnya" kata fandy


"Iya mas, aku antar kedepan" sahut sarah tersenyum. fandy berjalan keluar rumah sarah mengikuti dari belakang.


"Ya udah besok berangkat bareng, apa berangkat sama dewi?" tanya fandy berbalik badan menghadap sarah yang berada dibelakangnya.


"Nanti aku kabarin mas, soalnya dewi belum tay mau bareng apa gak" jawab sarah .


"Oke ,kalau gitu aku pulang, bye!?" ucap fandy mencium kening sarah lalu berjalan kearah mobil dan pergi.


DIKEDIAMAN FANDY


Sesampainya dirumah fandy mengetuk pintu rumahnya tak ada orang yang membuka, lalu ia mencari kunci cadangan untung saja dia membawa kunci cadangan. fandy langsung membuka pintu dan masuk tidak ada orang sama sekali dirumah.


"Pada kemana si" Gumam nya.


Fandy masuk ke dalam kamar untuk mandi,karena sudah merasa sangat gerah dan risih. Sebuah motor yang tak lain yaitu motor hitam besar berhenti didepan rumah fandy yang mengendarai yang tak lain dan tak bukan adalah adiknya rio.


"Sial banget si hari ini, mau nabrak orang ehh,,malah ban bocor jadi telat ngambil formulir buat daftar kuliah hadeh apes apes,," gerutu rio yang baru saja pulang.


"Kenapa tu muka lecek amat" ucap fandy yang tiba tiba muncul keluar rumah.


"Tadi pagi aku dapet informasi kalau mau daftar kuliah di Xxx harus ambil formulir sore jam 3 an, nah aku berangkat agak telat terus dijalan malah mau nabrak cewek ,ban bocor pula, nyampe kampus udah tutup kan sial banget!!" ucap rio kesal sendiri dengan nya hari ini.


"Mangkanya kalau ada kepentingan tu disiplin berangkat lebih awal jangan terlambat" sahut fandy menasehati adiknya.


"Ini tu gara gara cewek galak itu, jadi terlambat ambil formulir" ucap rio menyalahkan cewek yang hampir bertabrak an dengannya.


"Jangan nyalahin orang, koreksi diri kamu sendiri dulu " sahut fandy melenggang masuk kerumah.


"Malah aku jadi yang salah" Batin rio kesal.


"Setelah hari ini aku pokoknya jangan nyampe ketemu cewek galak itu" Gumam rio seraya berjalan masuk kerumah.


Setelah beberapa minggu fandy dan sarah semakin tahu satu sama lain. mereka juga berniat menjodohkan dewi dengan rio adik fandy, mereka berdua belum pernah bertemu dan belum mengenal satu sama lain.


Disuatu hari sarah mengajak dewi makan bersama karena hari ini libur kerja. Sarah berniat mempertemukan kedua nya direstoran makan agar dapat saling mengenal.


Sarah tengah bersiap siap untuk pergi, dia pun berfikir. " Jika dewi berangkat dulu, dan aku suruh mas fandy jemput aku biar rio berangkat dulu kan mereka bisa ketemu" ucap sarah menjentikan jarinya seraya setuju dengan idenya. Sarah mengirim pesan pada fandy.


Kliinngg,,!!!


Fandy yang mendengar pesan diponselnya langsung membukanya.


"Mas fandy jemput aku ya, biar dewi aku suruh berangkat duluan rio juga biar mereka berdua ketemu dulu, dan saling mengenal" pesan sarah.


"Oke deh sayang" balas fandy dengan emoticon love.


Fandy pun keluar kamar dan memanggil rio.

__ADS_1


"Ada apa si triak triak" ucap rio tengah merapikan bajunya.


"Kamu berangkat duluan aja naik motor kakak, kunci ada atas meja kita ketemu direstoran xxx , aku mau jemput kakak ipar dulu oke" ucap fandy lalu masuk kamar untuk menghubungi sarah jika dia sudah menyuruh adiknya berangkat dulu.


"Derita jones ini mah" gumam rio. lalu mengambil kunci motor yang dikatakan fandy dan lalu pergi ke tempat yang disarankan fandy.


"Aku udah suruh rio berangkat,mungkin dia udah jalan sekarang, kamu bisa bilang ke dewi sekarang" pesan fandy.


"Oke siap" balas sarah tersenyum.


Tak lama dewi datang kerumah sarah.


"Kamu berangkat dulu aja ya wi naik ojek, kita ketemu ditempat janjian, aku nyusul nanti perutku agak sakit nih, lagi pula mas fandy juga mau jemput aku, biasa nya kamu gak mau jadi nyamuk kan" kata sarah memelas pada dewi agar dia berangkat duluan.


"Oke, tapi aku tunggu jangan lama lama" sahut dewi lalu pergi .


"Iyaa" jawab sarah lalu masuk kerumah dan menelfon fandy.


Kriinng,,!!!


Fandy mengangkat telfon sarah.


"Gimana udah berangkat si dewi?" tanya fandy


"Iya udah, sekarang kamu jemput aku oke" ucap sarah mengambil tas dan segera keluar.


"Oke sayang" sahut fandy.



Fandy sampai tercengang melihat sarah,dan juga dia tidak pernah merias wajahnya dan sekarang terlihat lebih cantik dengan riasan wajah tipis.


DIRESTORAN XXX


Rio yang tiba lebih awal tengah duduk dikursi dan memesan minuman terlebih dahulu .


Selang beberapa menit kemudian dewi pun tiba manaiki ojek . dewi pun masuk dan memilih tempat duduk dekat dengan jendela agar bisa melihat keluar jika nanti sarah datang. Dewi juga memesan minuman, dari sebarang tempat duduk dewi terlihat laki laki yang menabrak nya minggu lalu, dia merasa risih kenapa bisa bertemu dengannya disaat seperti ini. Dewi diam diam berjalan keluar seperti maling. tanpa dewi sadar laki laki itu sudah berada didepan nya.


"Aduuuhh,, maaf maaf saya gak sengaja" ucap dewi masih menunduk dan berjalan keluar restoran.


"Lu kan cewek yang nabrak gua kan" sahut laki laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah rio adik fandy.


"Apa!!, bisa bisanya ya lu bilang gua yang nabrak, kan lu yang ngebut gak liat liat ada orang mau belok!" ucap dewi dengan suara keras.


"Eh,, emang lu yang salah mau belok gak buruan belok ya ke tabrak lah" jawab rio santai.


"Dasar cowok brengsek!!" ucap dewi menampar wajah rio dengan keras.


"Lu yang salah tetep aja ya nyalahin gua, terserah gua gak mau ribut lagi gak penting ngomong sama cowok brengsek kaya lu ,buang buang waktu aja" ucap dewi lalu pergi meninggalkan rio yang sedang memegangi pipinya yang perih karena tamparan dewi yang begitu keras.


__ADS_1


Dewi merasa kesal kenapa dia sampai bertemu laki laki yang dia tidak suka , padahal itu bukan salahnya. Tak lama sarah dan fandy tiba direstoran , sarah yang melihat dewi berjalan arah keluar pun menghampirinya.


"Kenapa buru buru wi, mau kemana?" tanya sarah yang muncul didepan dewi.


"Pindah tempat aja yuk, aku males makan disini" jawab dewi dengan muka masam.


"Kenapa ,kan kita dari awal dah janjian disini" ucap sarah bingung.


"Aku tadi ketemu cowok yang hampir nabrak aku pas mau jenguk nenek dirumah sakit sar"ucap dewi menjelaskan. Sarah menghela napas panjang.


"Jadi gitu, terus gimana dong adik mas fandy juga dah nyampe sini juga, mau bilang pindah tempat nanti malah marah marah" ucap sarah.


"Ya udah deh gak papa , kalian aja yang makan aku pulang aja" sahut dewi berjalan ,belum sempat dewi pergi sarah menarik tangan dewi.


"Aku sendiri gak seru dong, ikut dong pleaass??" ucap sarah memohon agar dewi tidak jadi pergi .


"Oke demi sahabat ku paling tersegalanya" ucap dewi tersenyum melihat sarah yang memohon padanya.


Mereka bertiga pun masuk kerestoran . tak lama rio yang melihat kakak nya sudah datang ia pun menghampiri nya. Sontak rio kaget melihat yang datang bersama kakaknya itu adalah prempuan yang bertengkar barusan dengan nya.


"Kok lu lagi si" ucap bersamaan rio dan dewi.


"Sar aku gak jadi makan disini deh" ucap dewi cemberut


"Kenapa, oh ya kalian udah saling kenal ya" Ucap sarah memperhatikan keduanya.


"Enggak ,cuma lewat aja terus dia bikin masalah" sahut dewi kesal.


"Ada apa si sebenarnya, kalian udah saling kenal apa gimana?" tanya fandy kebingungan.


"Sebenernya ya kak, dia ni cewek yang aku ceritaan minggu lalu, yang mau nabrak aku" jawab rio.


"Jadi kamu wi yang hampir ditabrak rio" ucap fandy memastikan.


"Kok jadi aku yang nabrak si kak" ucap rio sewot


"Ya emang lu kan!" sahut dewi melotot kearah rio.


"Udah udah maaf an aja biar enak" sahut sarah tersenyum kearah dewi.


"Enggak, dia yang harus minta maaf kan dia yang mau nabrak bukan aku" jawab dewi


"Oke oke, gua minta maaf ,puass?!" ucap rio


"Yang ikhlas geh minta maaf nya" ucap fandy menarik tangan rio ke arah dewi.


"Iya gua minta maaf kalau gua salah" ucap rio menyodorkan tangannya.


"Ya" sahut dewi malas dan menepis tangan rio.


"Dasar kalau bukan karena kakak gua, gak sudi gua minta maaf" Batin rio .

__ADS_1


"Emangnya segampang itu minta maaf" Batin dewi tersenyum licik.


__ADS_2