
Sekumpulan ibu ibu yang sedang bergosip di depan rumah bu suci, bu suci adalah ibu dewi sahabat sarah kecil. tiba tiba munculah dewi dan menyahut obrolan ibu ibu itu.
"Maaf ya ibu ibu, saya disini sebagai sahabat nya sarah tau betul dengan sifat nya sarah, sarah tidak mungkin hamil diluar nikah apa lagi seperti yang ibu ibu bilang, karena orang tua nya, orang tua sarah mana mungkin menjodohkan anaknya yang masih muda dan pintar seperti sarah, sarah dan pak fandy itu memang belum kenal lama, tetapi yang nama nya jodoh itu udah ada yang atur, jadi jangan pada sembarangan kalo ngomong", ucap dewi dengan tegas.
Dewi tak mau sahabatnya itu jadi bahan omongan orang, makanya dia membela dan menjelas kan jika sarah itu tidak seperti apa yang mereka katakan.
"Oh jadi begitu, ya sudah kita bubar aja gak enak tau nanti didenger sama keluarga pak putro", jawab salah seorang ibu ibu.
Akhirnya mereka pun semua bubar. dan tinggal ibu inah dan dewi.
"Apakah benar nak, sarah dilamar gurunya hanya karena mereka sudah serius mau menjalani hubungan lebih serius?", tanya bu suci pada dewi anaknya itu.
"Benar bu, sarah yang menceritakan nya sendiri sama aku, kalo dia dilamar sama gurunya setelah wisuda, trus tadi aku juga sempat melihat kedua keluarga sarah dan pak fandy sepertinya pak putro itu teman masa SMP nya pak herman bapaknya pak fandy buk", jawab dewi menjelaskan.
"Oh,, jadi begitu huh,, tadi para ibu ibu kepo semua membicarakan tentang sarah", kata bu suci.
"Ya begitulah yang nama nya ibu ibu tukang gosip", kata dewi
"Tapi ibu bukan termasuk loh", jawab bu suci sambil tertawa.
Dirumah Sarah
Semua keluarga pun pulang kerumah masing masing.
"Ternyata fandy itu anaknya herman teman bapak SMP", kata pak putro pada sarah dan ibu wati .
"Iya pak sarah aja baru tau tadi, soalnya papa dan mama nya mas fandy itu sedang ada urusan bisnis diluar negeri setiap sarah masih kerja kelompok sama dewi dirumahnya, orang tua mas fandy tidak pernah ada, cuma ada pembantu nya saja", jawab sarah sambil manggut manggut.
"Apakah dia tidak pernah menceritakan orang tua nya pada kamu?", tanya bapak sarah.
"Ya cerita pak, tapi aku tidak pernah menanyakan nama orang tuanya, dia hanya menceritakan kedua orang tuanya itu sedang ada bisnis diluar negeri", Kata sarah .
"Rencana untuk acara pernikahan aku sama mas fandy sudah ditentukan kapan pak?" ,tanya sarah pada bapaknya.
__ADS_1
"Bapak si berfikir mungkin tahun depan saja, agar kamu bisa bekerja dulu menikmati hasil jerih payah mu sendiri", ucap bapak sarah tersenyum melihat anak gadis kecilnya itu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan baik.
"Baiklah pak, itu urusan bapak dan semua keluarga yang menentukan, saya hanya yang menjalani", kata dewi tersenyum lebar.
Siang pun berganti malam. Sarah yang sedang membaringkan tubuhnya ditempat tidur sambil melihat lihat ponsel nya apakah ada pesan masuk, ternyata tidak ada pesan 1pun dari fandy.
Sarah beniat ingin menelfon fandy, tapi belum sempat sarah menekan nomor fandy, suara pesan masuk.
Tiiingg,,!!! Sarah pun membukanya ternyata pesan dari dewi sahabat sarah.
"Sar udah tidur belum?", pesan dewi
"Belum, ada apa wi?", balas sarah bertanya.
"Aku mau tanya ni soal kamu sama pak fandy, gimana kalian bisa saling suka?", pesan lagi dari dewi.
"Hey,, anda kepo sekali ya", balas sarah singkat.
"Pelit amat punya temen gak mau berbagi pengalaman kek", balas dewi malas.
"Dasar kebo, baru jam segini dah tidur", ucap dewi kesal.
Dikediaman fandy.
Fandy yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri ia melihat layar diponsel tidak ada pesan dari sarah 1pun, hanya ada pesan dari guru guru sekolah semua.
Fandy merasa bosan lalu ia menelfon sarah. tak lama kemudian sarah mengangkat telfon , tetapi sarah tidak melihat lihat dulu siapa yang menelfonnya, tiba tiba sarah bicara dengan nada membentak.
"Ngapain sih nelfon.!!! dibilang aku ngantuk mau tidur kok malah nelfon.!!" ,
Tersentak fandy kaget apa yang diucapkan sarah , lalu dia langsung bicara .
"Galak amat ya calon bini aku, kalo lagi marah kaya macan beranak", ucap fandy yang meledek sarah sambil tertawa dengan kerasnya. sampai sampai sarah pun kaget dengan suara yang dia dengar bukan lah suara prempuan, melain kan suara tunangannya . Sarah pun langsung melihat ke layar ponselnya , " Ya ampun,, ternyata mas fandy aku ni bodoh gak liat liat dulu siapa yang telfon", batin sarah sambil mengusap usap matanya yang merasa kantuk itu.
"Maaf mas,, aku kira tadi dewi, kan tadi aku abis chat an sama dia aku bilang mau tidur, ehh ada telfon aku kira dia" , ucap sarah dengan suara mengecil.
__ADS_1
"Apa kamu gak liat dulu nama siapa yang telfon", ucap fandy
"Enggak mas, aku udah tidur tadi ngantuk banget terus mau buka mata aja susah", jawab sarah dengan suara manjanya.
"Iya iya sayang aku percaya, tapi kamu baru jam segini kok tidur, apa kurang enak badan", kata fandy cemas.
"Enggak mas, cuma ke cape an aja kemarin abis bantu bantu ibu bikin kue, terus tadi acara cape banget pokoknya", ucap dewi sambil memejam kan matanya yang kembali kantuk.
"Iya nanti kalo kita sudah menikah aku pijitin deh kalo cape, sambil bikin dede", kata fandy tertawa.
Sarah yang mendengar perkata an fandy langsung membelakan matanya karena terkejut fandy bisa bicara seperti itu.
"Mas jangan ngomong gitu geh, jadi malu aku kalo ke inget itu", jawab sarah malu pipinya pun memerah.
"Itu apa yang, udah gak usah diinget lagi, sekarang kita fokus aja buat kedepannya", ucap fandy menasehati tunangannya itu.
"Iya mas, kata bapak aku harus kerja dulu mas biar aku juga ngerasain nyari uang mas", kata sarah memeluk guling disampingnya.
"Iya itu terserah kamu, dan yang penting kita harus jaga komitmen kita", kata fandy mengingatkan .
"Iya mas pastinya", jawab sarah tersenyum bahagia karena dia tidak salah pilih laki laki, dia sudah memberikan mahkota paling berharga nya kepada fandy. laki laki yang ia cintai dan sayangi begitu pun sebaliknya. Sarah merasa beruntung bisa memiliki nya. Sarah tidak akan melepasnya sampai kapan pun.
"Besok siang ada rencana pergi atau kemana gitu gak?", tanya fandy.
"Enggak mas, kenapa emangnya mas?", jawab sarah kembali bertanya.
"Aku mau jemput kamu untuk main kerumah aku sayang, tapi setelah aku pulang mengajar", ucap fandy .
"Iya mas aku mau, tapi apa boleh sama bu meri ibu mas?", tanya sarah menggigit jari telunjuknya.
"Pasti boleh dong, yang minta kamu kesini itu mama", jawab fandy memastikan.
"Oh iya mas,, aku tunggu besok dirumah"
"Iya sayang, ya udah aku mau makan dulu. kalo kamu mau lanjutin tidurnya gak papa, aku juga abis makan mau mengerjakan dokumen sekolah lagi", ucap fandy
"Iya mas ,bye sayangku", ucap sarah yang tak sengaja memanggil fandy dengan sebutan sayang.
"Iya sayang ,emuaachhh,," sahut fandy sambil memberi kiss
__ADS_1
Sarah pun langsung mematikan telfon dari fandy, dan dia mendengar kata kata fandy terakhir yang memberi dia kiss ,sarah merasa agak canggung mendengarnya.