Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 31


__ADS_3

DISEKOLAH


Waktu pulang tiba fandy yang tengah duduk dikantor guru sedang membereskan buku buku nya salah seorang guru menghampiri nya.


"Pak fandy ada yang mau saya tanya kan?" tanya seorang guru prempuan yang sama mengajar disekolah dengan fandy.


"Iya bu, mau tanya apa ya" sahut fandy


"Apa benar bapak ada hubungan dengan sarah anak murid alumni tahun ini?" tanya guru itu.


"Sebenarnya bu kalau boleh saya bicara terus terang, saya sudah tunangan dengan sarah murid sekolah ini" jawab nya dengan wajah serius. Guru itu sontak kaget mendengar pengakuan fandy yang jujur.


"Sejak kapan bapak berhubungan dengan sarah?" tanya guru itu lagi karena penasaran.


" Maaf bu, bukan maksud saya mau mempengaruhi sekolah ini ,tapi saya memang ingin serius dengan sarah untuk sejak kapan kita punya hubungan itu tidak penting, yang paling terpenting itu hanya fokus untuk tetap mengajar disekolah ini dan ibu jangan menyangkut pautkan hubungan saya dengan pekerja an saya" jawab fandy terus terang karena dia tidak mau hubungan nya dengan sarah secara diam diam.


Fandy ingin semua orang tau kalau dia sudah bertunangan dengan sarah, dan sebentar lagi dia akan menikah dengan sarah jadi tidak mungkin dia menyembunyikan setatusnya sekarang.


"Baik pak, saya tidak akan menyangkut pautkan pekerja an dengan setatus pribadi bapak, hanya saja jika dilihat murid sekolah ini kan jadi tidak enak, seperti kesannya guru dengan murid masak memiliki hubungan begitu pak" kata bu guru itu. Sebenarnya gutu yang berbicara dengan fandy dia adalah guru yang menyukai fandy dari awal masuk ke sekolah itu, dia guru prempuan yang cantik, dan berwibawa tetapi dia tidak meyangka bahwa guru yang ia idam idam kan sudah bertunangan dengan muridnya sendiri .


"Saya tidak peduli dengan omongan dan pikiran orang orang diluar sana, lagi pula saya juga masih bisa menjaga privasi saya sendiri" sahut fandy dan pergi meninggalkan guru itu. Fandy merasa guru itu tengah mendesaknya karena ia tau guru itu dari awal dia masuk sudah merasa kan ada yang aneh .


DITOKO BUTIK GRESYA.


Sarah dan karyawan lainnya pun keluar dari toko karena sudah waktunya pulang.


"Eh,, sar aku kayanya gak bisa bareng deh kamu pulang naik ojek aja ya" kata dewi


"Memang kamu mau kemana?" tanya sarah.


"Aku mau jemput nenek aku dulu dirumah sakit" jawab dewi .


"Oke deh gak papa" sahut sarah tersenyum.


"Ya udah aku duluan ya sar, bye!?" sahut dewi berjalan kearah motornya dan pergi.


"Emm,, apa aku telfon mas fandy aja ya biar pulang bareng dia aja, biar ngirit ongkos juga, hehe" Gumam sarah tertawa kecil.

__ADS_1


Triiingg,,,!!!!!


Suara ponsel fandy berdering, fandy pun melihat layar ponselnya ternyata "My fiance" Fandy tersenyum dan mengangkat telfon .


"Ada apa sayang?? kangen ya" ucap fandy meledek sarah yang baru saja menelfon.


"Apa sih mas, oh ya mas udah pulang kan jemput aku si" kata sarah memelas.


"La katanya bareng dewi tadi" Ucap fandy


"Dewi pulang duluan mau jenguk neneknya dirumah sakit, jadi aku telfon kamu buat jemput aku, pleass?!" kata sarah memohon agar fandy menjemputnya.


"Oke, tapi ada syarat nya" sahut fandy


"Apa syaratnya?" tanya sarah bingung


"Syaratnya kamu harus kasih uang bensin,gimana??" ucap fandy mengerjai tunangannya.


"Nanti dulu aku fikir dulu" jawab sarah memikirkan uang bensin untuk fandy.


"Aduh,, aku kan telfon dia buat jemput aku biar ngirit ongkos malah dia minta duit bensin" Batin sarah kecewa.


"Hahahha,!!!" fandy tertawa terpingkal pingkal.


"Kenapa mas fandy malah ketawa cepet jemput aku" ucap sarah kesal karena fandy malah terawa tak jelas.


"Kamu ni ya emang polos banget, aku cuma bercanda kali sayang, gak mungkin lah aku minta uang bensin sama cewek, aduhh,,, perutku nyampe sakit ketawa gara gara kamu" jawab fandy memegangi perutnya .


"Hem,, aku kira beneran ya udah lah cepet jemput aku cape ni" ucap sarah mematikan telfonnya.


"Belom juga ngomong lagi, udah dimatiin aja" gumam fandy .


Fandy pun naik mobil dan menuju toko disebrang jalan . terlihat sarah tengan berdiri dipinggir jalan menunggunya.


"Cepet naik!?" pinta fandy dari dalam mobil.


"Iya" sahut sarah singkat.

__ADS_1


Disisi lain dewi tengah mengendarai motornya menuju rumah sakit untuk menjenguk nenek nya, tiba tiba dewi berhenti mendadak karena hampir saja bertabrakan dengan motor besar berwarna merah dan seorang laki laki memakai jaket hitam .


"Woyy,!! ati ati dong kalau bawa motor" triak laki laki itu. Dewi pun turun dari motornya dan menendang ban motor laki laki itu.


"Lu yang mau nabrak , gue yang disalahin dasar anehl lu!!" ucap dewi dengan kesal. Laki laki itu pun ikut turun dan membuka helm nya .


"Dasar cewek kalau disalahin emang gak pernah mau ya!!, pengennya paling bener!" jawab laki laki itu menunjuk nunjuk wajah dewi. dewi yang begitu geram langsung menonjok laki laki itu.


"Gila, lu cewek galak amat ya berani nonjok cowok" ucap laki laki itu sambil memegangi pipi nya yang terasa ngilu setelah kena bogeman dari dewi.


"Bodo amat!! gua buru buru" sahut dewi pergi meninggalkan laki laki itu.


"Cewek galak serem juga ya, tapi menarik" batin laki laki itu.


Sarah dan fandy pun sampai dikediaman pak putro. fandy keluar mobil dengan cepat dan membuka kan pintu untuk sarah, sarah yang melihat tingkah fandy yang romantis jadi malu . Sarah pun tak sengaja memukul bahu fandy.


"Aww,, sakit kenapa sih mukul mukul segala" pekik fandy merasa sakit pada bahunya .


" Maaf maaf mas,, aku gak sengaja" ucap sarah mengelus elus bahu fandy.


Fandy yang merasa sarah perhatian dengan nya ia pun tersenyum bahagia karena sarah begitu perhatian padanya. Tak lama pak putro keluar dari rumahnya .


"Ada nak fandy, ayuk masuk dulu" ajak pak putro.


"Iya pak makasih" jawab fandy.


Fandy dan sarah masuk kerumah ,dan fandy duduk diruang tamu, sedangkan sarah masuk kamar untuk meletakan tas kerja nya, dan pergi kedapur untuk membuatkan kopi kesuka an fandy.


"Silakan diminum mas, cuma ada ini aja mas hidangannya" ucap sarah menaruh piring berisi kue buatannya dan ibunya.


"Iya gak papa ini aja udah cukup , oh ya ini kue bikinan kamu ya?" tanya fandy


"Iya mas ,buatan ibu juga" jawab sarah .


"Gimana kegiatan hari ini nak fandy?" tanya pak putro.


"Seperti biasa pak, lancar lancar saja" sahut fandy sambil menyeruput kopi nya.

__ADS_1


"Begitu ya, ya sudah bapak mau pergi ke ladang dulu kalian ngobrol ngbrol aja dulu" ucap pak putro .


"Iya pak " sahut fandy.


__ADS_2