
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, keluarga fandy dan sarah pun memulai acara dinner bersama keluarga .
Mereka semua sudah berkumpul dimeja makan yang begitu luas.
"Jangan sungkan ,silakan dimakan pak buk sarah juga" ucap bu mery mempersilakan.
"Iya terima kasih atas perjamuan nya" balas bu wati sambil mengambil piring .
Semua keluarga tengah menyantap makanan mereka masing masing. dan tak lain fandy dan sarah duduk bersampingan. mereka saling melihat satu sama lain. mereka berdua amat senang kedua keluarga nya sangat harmonis dan damai.
Tidak seperti biasa keluarga diluaran sana, entah pasti ada masalah perselisihan antara kedua belah keluarga jika sudah mau menjadi besanan.
Fandy yang melihat sarah menatap nya dengan senyuman, fandy pun menyodorkan sendok berisi makanan milik fandy kemulut sarah, sarah pun menyambut dengan mulutnya dan melahap makanan yang di berikan fandy .
Tak sengaja bu mery yang melihat kedua pasangan muda sedang melakukan adegan romantis didepan kedua keluarga.
Sarah dan fandy tak sadar jika mereka berdua dari tadi tengah bermesraan didepan keluarga nya, spontan sarah tiba tiba tersedak ketika melihat bu mery dan pak herman sedang menatap mereka berdua.
"Uhuk,,uhuk,,!!"
"Minum dulu ini" ucap fandy menuangkan air minum dan memberikan pada sarah.
"Emm,,makasih mas" ucap sarah meletak kan gelas minum nya .
"Kenapa kok bisa tersedak gitu?" tanya fandy panik.
"Enggak papa kok mas" jawab sarah menatap bu mery yang tersenyum ke arah nya.
"Pelan pelan mangkanya kalo makan" ucap fandy cemas.
"Iya mas" sahut sarah tersenyum malu. karena dari tadi keluarga nya dan keluarga fandy tengan melihat mereka berdua.
Selesai makan malam mereka pun kembali duduk diruang tamu, ruang tamu rumah fandy sangat lah luas, bisa menampung 15-20 orang . jika dibandingkan dengan milik sarah tidak ada setengahnya.
"Oh ya nak rio tinggal dengan nenek dan kakek nya sejak usia berapa?" tanya pak putro.
"Oh ya saya dari kecil sudah ikut kakek nenek" jawab rio tersenyum.
"Oh gitu, dan sekarang sudah lulusan mau kuliah disini, kenapa tidak disana sekalian nak rio?, karena terkadang anak yang sudah terbiasa hidup bersama kakek nenek nya tidak mau ikut orang tua karena sudah nyaman disana" ucap pak putro.
"Iya saya cuma gak mau ngerepotin kakek nenek lagi, soalnya mereka semakin lama juga bertambah tua,tidak mungkin saya disna terus malah jadi beban nantinya ,harus membuat kan sarapan dan lainnya om, saya juga ingin sekali berkumpul dengan orang tua rio sudah lama rio tidak bersama papa dan mama, dan kak fandy" jawab rio dengan suara pelan.
__ADS_1
Setelah kedua keluarga itu selesai bercerita panjang. Sarah yang biasa tidur tidak terlalu malam ia merasa kantuk. Sarah pun tak sengaja memejamkan matanya dan menyender kan kepala disofa.
"Sarah kamu udah ngantuk ya?" tanya bu mery yang melihat sarah, tak ada sahutan dari sarah. Fandy pun mendekati sarah mencoba membangun kan nya.
"Sayang kamu mau tidur dikamar ku" bisik fandy ketelinga sarah. Sarah yang mendengar ucapan fandy langsung membelakan matanya ke arah fandy .
"Udah ngantuk ya, sampe ketiduran disofa" ucap fandy tersenyum meledek.
"Emm,, iya sarah udah ngantuk banget ,biasanya sarah jam segini udah tidur" jawab sarah menggaruk garuk kepal nya .
"Dasar kebo!?" Ucap fandy meledek sambil mengacak rambut sarah.
"Iih,, udah mas malu di liat mereka" sahut sarah menata rambutnya yang berantakan karena fandy.
"Yaudah fandy anter ibu sama bapak pulang naik mobil" Kata fandy
"Ya sudah kalau gitu kami pamit pulang ya bu mery dan pak herman, nak rio" ucap pak putro pada keluarga fandy.
"Ya pak putro jangan sungkan juga main main kesini" sahut pak herman.
Fandy pun berjalan ke arah kamar untuk mengambil jaket nya, dan kearah depan untuk mengantar keluarga sarah . Bu wati dan pak putro duduk di belakang sedangkan sarah duduk didepan samping fandy.
Sarah merasa sangat kantuk akhirnya dia pun tertidur dimobil fandy. Tak lama mereka pun sampai dirumah sarah.
"Nak fandy bisa bantu bapak,tolong angkat sarah ke kamarnya" pinta pak putro tersenyum.
"Pas banget si bapak pengertian banget sama aku" Batin fandy tersenyum lebar.
Fandy pun menggendong sarah dan membaringkan ditempat tidur sarah. setelah itu fandy berpamitan untuk segera pulang agar tidak terlalu larut sampai rumah.
Sesampainya dirumah fandy membuka pintu kamar dan masuk untuk tidur.
Pagi hari fandy pun bersiap siap untuk berangkat mengajar. dia biasa menjemput sarah terlebih dahulu.
Setiba nya fandy dirumah sarah melihat dewi anak muridnya dulu.
"Kamu disini wi" kata fandy menyapa dewi dengan senyuman.
"Iya pak, pak fandy pagi pagi kenapa kesini?" tanya dewi penasaran.
"Saya biasa jemput sarah untuk berangkat bareng" jawab fandy santai
__ADS_1
"Oh, tapi apa sarah enggak ngomong sama bapak kalau dia hari ini mau bareng saya berangkatnya" ucap dewi memastikan.
"Emm,, sarah enggak ngomong sama saya, mungkin tadi malam dia lupa karena ketiduran, kalau gitu salamin aja sama sarah saya berangkat duluan" kata fandy .
"Iya pak" sahut dewi.
Fandy lalu pergi meninggalkan dewi, menuju sekolah. Sarah pun keluar dan melihat dewi tengah melamun melihat mobil yang tak asing baginya.
"Liat apa melamun?" tanya sarah.
"Ehh,, sarah lama banget si!?" sahut dewi
"Iya tadi bantu ibu bentar didapur, oh ya tadi kamu liatin mobil siapa kayanya gak asing aku sama mobil itu" ucap sarah menatap dewi.
"Oh iya tadi pak fandy kesini mau jemput kamu, terus aku bilang aja kamu mau berangkat bareng aku, jadi pak fandy titip salam terus pergi" jawab dewi
"Oh gitu pantes aja gak asing sama tu mobil" ucap sarah menggut manggut.
Mereka berdua pun berangkat untuk menuju toko tempat kerja nya. Sesampainya ditoko sarah masuk dahulu karena dia buru buru untuk menyiapkan desain barunya pada pemilik toko itu.
Sedangkan dewi masuk ke ruangan sebagai kasir disana , padahal mereka berdua sekolah dengan jurusan yang sama tetapi dewi lebih memilih ditempatkan dikasir. Sebenarnya ia tidak terlalu suka kesenian hanya karena ibunya yang ingin anak nya masuk jurusan seni.
Semua karyawan bekerja dengan masing masing tugasnya. Siang hari waktu istirahat bagi semua pekerja untuk menikmati waktu santainya. Sarah menghampiri dewi dengan membawa bekal ditangannya.
"Makan dulu yuk wi!?" ajak sarah
"Iya bentar" sahut dewi menutup loker tempat penyimpanan uang toko.
Mereka berdua duduk diruang makan kusus karyawan toko.
"Gimana hubungan kamu sama pak fandy sar?, udah nyampe mana ni?" tanya dewi penasaran dengan kisah cinta sahabatnya itu.
"Kepo banget si kamu wi" sahut sarah menyenggol bahu dewi.
"Ya kepo lah, aku ni yang jomblo biar jadi pengalaman" jawab dewi tersenyum lebar sambil mengangkat alis nya .
"Aku kenalin sama adik nya mas fandy mau gak?" ucap sarah
"Emang pak fandy punya adik" ucap dewi
"Punya, adiknya tinggal sama kakek nenek jadi aku juga baru tau kemarin pas adiknya pulang kesini wi" kata sarah menjelaskan.
"Oh gitu,, boleh aja tapi kalau ganteng ya" ucap dewi tertawa dengan kerasnya.
__ADS_1
"Berisik!! bisa diem gak si kamu wi, ya pasti ganteng lah kakak nya aja ganteng" sahut sarah ikut tertawa terbahak bahak.
Mereka berdua saling bertukar cerita dan tertawa bersama. setelah selesai makan mereka pun bekerja lagi seperti biasa karyawan lainnya.