Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 37


__ADS_3

Pagi hari sarah seperti biasa berangkat kerja bersama dewi. Sarah yang menunggu dewi didepan rumah pun tak lama tiba, akhirnya mereka berdua berangkat ketoko.


Sesampainya ditoko sarah ingin menanyakan masalah dewi yang diceritakan rio padanya tadi malam.


"Wi aku mau tanya sama kamu?" tanya sarah


"Mau tanya apa sar, ayo buruan masuk nanti bos marah" jawab dewi mengalihkan pembicaraan.


"Nanti saja aku tanya nya setelah pulang kerja" Batin sarah, lalu memasuki toko.


Disisi lain fandy tengah sibuk dikantor menyiapkan materi untuk muridnya. Fandy pun teringat ingin menanyakan soal tadi malam untuk apa rio meminta nomer ponsel sarah.


"Tadi malam rio ngomongin apa si sama kamu?" Pesan dari fandy.


Sarah tak sandar jika fandy mengirim pesan padanya karena ponsel sarah dia letakan dalam tas .


"Kenapa si gak dibales" gumam fandy tengah menatap ponselnya tak ada balasan dari sarah. Fandy pun berniat menanyakan pada adiknya itu tapi rio tidak memberi tahu nya .


Waktu pun menunjukan siang hari, dewi dan sarah pun makan bersama diruang istirahat. sarah ingin sekali menanyakan lagi soal yanh dibicarakan rio padanya.


"Wi kamu kenapa si akhir akhir ini beda?" tanya sarah .


"Enggak kok, sama aja kamu aja yang ngerasa aku beda" jawab dewi tersenyum palsu.


"Aku tau masalah kamu wi, kamu gak usah tutup tutupin lagi dari aku" ucap sarah memperhatikan dewi.


"Sar, udah lah aku gak papa kamu gak usah urusin masalah aku"ucap dewi sembari memalingkan wajahnya.


"Wi kita kenal udah lama ,gak cuma 1 atau 2 bulan, aku tau kamu ada masalah sama keluarga kamu, rio udah jelasin semua sama aku" ucap sarah memegang bahu dewi.


"Dasar rio gak bisa jaga rahasia" Batin dewi kesal.


"Kamu kenapa gak cerita sama aku wi, aku mungkin bisa kasih solusi buat kamu" ucap sarah

__ADS_1


"Sebenernya aku mau cerita sama kamu sar, tapi aku fikir kamu udah punya jalan kamu sekarang, dan aku gak mau buat kamu susah dan banyak beban pikiran gara gara aku sar" jelas dewi.


"Wi aku gak akan ngerasa banyak beban, aku malah seneng kalau kamu mau curhat sama aku tentang semua masalah kamu ke aku, karena aku udah anggep kamu keluarga aku sendiri" ucap sarah dan matanya pun memerah karena menahan air mata yang akan jatuh dari pelupuk matanya.


"Makasih sar, kamu udah selalu perhatian sama aku, dan aku juga beruntung banget punya sahabat kaya kamu, dan pasti pak fandy juga bakal beruntung banget bisa punya istri kaya kamu sar, yang pengertian dan lembut" ucap dewi berderai air mata nya , sarah yang melihat dan mendengar kata kata dewi pun menjadi tak kuat membendung air matanya.


Akhirnya lolos lah air mata sarah ,kemudian mereka berdua pun saling memeluk .


"Mulai sekarang, kamu gak boleh menutup nutupi masalah apa pun dari aku" ucap sarah mengusap air mat dipipi dewi.


"Iya makasih sekali lagi sar" sahut dewi tersenyum.


Hari pun semakin sore, dan waktu kerja selesai,sarah dan dewi pun pulang bersama seperti biasa. Sampai dirumah sarah


"Wi besok kan libur ,yuk jalan jalan sekalian ajak rio sama mas fandy" ucap sarah


"Oke, terserah kamu deh yang penting yang happy happy aja" jawab dewi tersenyum lega, karena sarah sudah tau masalah yang dialaminya.


"Ya ampun, mas fandy chat aku tadi pagi gak aku bales" gumam sarah.


"Maaf mas baru bales, soalnya tadi ponsel ku ditas jadi gak tau kalau kamu kirim pesan" Pesan sarah.


Tak lama kemudian fandy membalas dengan cepat.


"Iya aku tau , jadi gimana tadi malem?",


"Gimana apa nya mas?" tanya sarah bingung


"Haduuhh,, rio ngomong apa aja sama kamu" balas fandy.


"Cuma ngomong masalah nya dewi mas, kenapa emang mas nya cemburu" ledek sarah.


"Gak lah sama adik sendiri kok cemburu" Balas fandy sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu, udah gerah" Balas sarah dan meletakan ponselnya ditempat tidur.


Malam hari rio memikirkan dewi , sekarang didalam pikirannya hanya tentang dewi, sampai sampai dia melamun dan membuat fandy heran kenapa dengan adiknya itu.


"Lagi mikirin dewi ya?" ucap fandy mengagetkan rio.


"Enggak kok, cuma lagi mikirin tugas kuliah banyak banget besok" ucap rio beralasan.


"Bukannya besok minggu ya" ucap fandy bingung.


"Emm,, iya harus kerja in besok biar cepet dikumpul gitu" sahut rio terbata bata.


"Ngomong aja mikirin dewi kan" ledek fandy .


"Terserah!! " sahut rio kesal lalu meninggalkan kakak nya itu.


"Dasar anak jaman sekarang" Gumam fandy tersenyum sendiri.


Tak lama rio kembali lagi menghampiri fandy.


"Kenapa balik lagi" ucap fandy heran.


"Kak ada nomer kontak nya dewi gak?" tanya rio malu.


"Huu,, dasar katanya enggak mikirin dewi malah sekarang minta nomernya" kata fandy mengacak rambut rio.


"Iih,, apa an si , cepet mana" pinta rio melihat ponselnya.


"Nih cepet catet terus telfon bebeb lagi apa, hahah" ledek fandy sambil memberikan ponselnya .


"Udah ni makasih lo ya abangku" ucap rio memberikan ponsel fandy.


Fandy punya nomer dewi karena dulu dia guru sekolah dewi juga sarah, maka dari itu fandy menyimpan nomer murid murid nya yang penting saja.

__ADS_1


__ADS_2