Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 29


__ADS_3

Sore pun tiba waktu jam kerja pun selesai ,sarah yang tengah duduk dikursi kerja nya melihat jam dilingkaran tangan nya.


"Akhirnya pulang juga, capek banget hari ini" Gumamnya. Sarah berjalan ke arah pintu keluar, tapi belum sempat sarah keluar seseorang dibelakang memanggilnya.


"Sar,tunggu sebentar!?" triak suara seorang prempuan tak asing baginya.


"Iya ada apa?" sahut sarah menengok kebelakang dan betapa kagetnya dia ternyata yang memanggilnya yaitu dewi sahabatnya.


"Kok kamu bisa disini wi?" tanya sarah bingung.


"Bukan nya kamu pas itu bilang mau kerja disini, terus aku ikut kerja kamu aja deh" jawab dewi tersenyum .


"Oh,, tapi aku baru liat kamu disini, kemarin belum ada" kata sarah menggaruk garuk kepala nya.


"Iya lah, aku aja baru daftar kerja disini hari ini abis interview" sahut dewi


"Oh gitu, jadi kamu mulai kerja kapan?" tanya sarah sambil mengobrol keluar dari toko dan duduk dikursi depan toko.


"Mulai hari rabu sar, besok katanya bosnya gak ada ,jadi aku belum bisa masuk kerja" jawab dewi dengan muka masamnya.


"Oke, yuk pulang bareng, lagi pula aku gak bawa motor " ajak sarah.


"Yuk, tumben gak bawa motor" sahut dewi


"Sekarang kan aku berangkat bareng mas fandy,jadi gak bawa motor kalau pulang aku biasa nunggu in dia" kata sarah tersenyum.


"Enak kamu ya udah tunangan ,ada yang jagain ada yang anter jemput udah gak ada yang ngomong in lagi " ucap dewi cemberut.


"Mangkanya cari pasangan dong" ejek sarah tertawa.


"Iih,, kamu dulu polos sar, ehh,, sekarang malah dulu in aku, hahahah" jawab dewi tertawa sarah pun ikut tertawa.


Tidak lama kemudian mereka tiba dirumah sarah. Sarah yang tiba dirumah melihat disekeliling kanan dan kiri tidak orang dirumah.


"Apa ibu sama bapak pergi ya" ucap sarah


"Emang bapak ibu kamu gak bilang kemana" jawab dewi mengernyitkan dahinya.


"Enggak kayanya" sahut sarah lalu mengambil ponselnya didalam tas dan melihat pesan masuk,sarah pun mengerutkan dahinya ternyata ibu dan bapak nya sedang berada dirumah fandy karena diundang makan malam bersama.


"Kenapa sar,muka kok aneh gitu" ucap dewi bingung melihat sahabatnya.


"Ibu mengirim pesan tadi ,ponsel aku silent mangkanya gak kedenger ada pesan, katanya mereka dirumah mas fandy untuk makan malam bareng, aku suruh bareng mas fandy wi" jawab sarah.

__ADS_1


"Asik dong makan dirumah mewah" sahut dewi mengejek.


"Asik lah, aku udah pernah makan bareng keluarga nya mas fandy kok" ucap sarah bahagia.


"Iya iya yang udah punya camer ni" ledek dewi mengacak rambut sarah.


"Apa an si kamu wi, berantakan ni rambutku" ucap sarah sewot.


"Ya udah aku pulang dulu, kamu siap siap sana nanti calon suami mu jemput belum siap, bye!?" ucap dewi lalu pergi kerumahnya yang tak jauh dari rumah sarah ,hanya terletak sekitar 3rumah dari rumah sarah. Sarah pun masuk kerumah untuk mandi dan tengah memilih pakain yang cocok untuknya.


Fandy yang tiba dirumah sarah tidak lqngsung mengetuk pintu, dia tau jika dirumah hanya ada sarah. fandy pun menyelonong masuk rumah tanpa permisi dan duduk dikuris tamu menunggu sarah.


Sarah keluar kamar pun sempat kaget ada laki laki sedang duduk di kursi tamu, dia pun masuk lagi kedalam kamar dan mengintip dari pintu . tak lama fandy yang merasa dirinya dari tadi dipandang. dia pun menghampiri sarah dikamarnya.


Sarah sontak kaget dan menutup pintu kamarnya.


 


"Mau berapa lama lagi didalam sana" ucap fandy didepan pintu kamar sarah.


"I,,yaa tunggu sebentar" jawab sarah dengan suara terbata bata. Fandy yang mendengar sarah seperti itu membuat fandy ingin tertawa.


"Dulu yang mulai duluan siapa,kok sekarang ketakutan banget" Gumam fandy menahan tawanya.



"Kenapa mas,jelek ya" ucap sarah memastikan penampilannya.


 "Enggak kok, cantik banget malahan" jawab fandy tersenyum manis.


"Ya udah yuk buruan pergi, nanti keburu malem ,nanti mereka semua nunggu in" kata sarah beranjak berjalan keluar, tetepi fandy menarik tangan sarah hingga kini mereka saling berhadapan , wajah mereka begitu dekat hanya jarak 3jari. Sepontan fandy pun mencolek hidung sarah.


Sarah yang tadinya terdiam menjadi canggung dan buru buru menjauh dari fandy. Fandy yang melihat sarah bertingkah seperti itu membuat nya semakin gemas kepada tunangannya yang lucu dan polos itu. Fandy pun menyusul sarah keluar sarah mengunci pintu rumahnya agar aman.


"Ayuk buruan sayang, malah berdiri aja disitu kaya patung" ucap fandy menepuk dahinya melihat tingkah sarah yang begitu lucu.


"Emm,,mas fandy kenapa si kaya nya dari tadi liatin aku terus" ucap sarah menunduk .


"Iya kamu cantik si, mangkanya aku liatin terus deh" jawab fandy kembali memperhatikan jalan, fandy sepulang dari mengajar dia pulang kerumah dan bersiap menjemput sarah menggunakan mobil mamanya. Ditengah jalan sarah menerima panggilan masuk, yang tertulis dilayar ponselnya yaitu "Ibu ku" .


"Siapa yang telfon?" tanya fandy.


"Ibu mas, aku angkat dulu ya" ucap sarah.

__ADS_1


"Iya oke" jawab fandy santai .


Sarah pun mengangkat telfon dari ibunya.


"Ada apa bu?" tanya sarah pada ibunya ditelfon


"Kamu sama nak fandy sampai mana sar?" tanya ibu sarah.


"Ini masih dijalan bu,bentar lagi juga nyampe" ucap sarah.


"Iya ibu tunggu dirumah nak fandy" jawab ibu sarah langsung mematikan telfonnya.


  Tak lama kemudian sarah dan fandy tiba dirumah. Semua keluarga sudah berkumpul.


  "Dari mana aja si lama banget kalian?!" Tanya rio yang sewot menunggu lama mereka berdua datang.


"Tadi macet dijalan" sahut fandy.


"Macet apa pacaran dulu ditaman" ucap rio menggoda abangnya.


"Macet lah, ada ada aja pacaran ditaman yang dirumah udah nunggu in masak iya pacaran dulu" jawab fandy kesal karena adiknya terus menggodanya didepan keluarga.


"Awas aja kamu nanti" batin fandy.


Mereka sekeluarga pun berkumpul diruang tamu. dan membicarakan tentang kelanjutan hubungan sarah dan fandy. Mereka pun saling bertukar cerita seperti keluarga besar yang bahagia.


"Oh ya nak sarah bagaimana kerja anmu?" tanya pak herman papa fandy.


 "Ya begitu lah om, baik baik aja" jawab sarah tersenyum sopan.


"Kamu kerja sebagai desainer katanya fandy, ditoko dekat sekolah kamu dulu" ucap pak herman.


"Iya om, masih awalan tapi tadi saya bikin karya model gaun baru buat setok keluaran tahun ini om, masih mau dirancang sama yang buat gaunnya , ya semoga aja pengunjung setia toko itu suka dan pemilik toko bisa suruh saya bikin lebih banyak karya model gaun baru lagi" ucap sarah dengan senang dan bersemangat.


"Hebat kamu nak, baru lulusan tapi karya baru sudah mau dirancang sebagai pengeluaran baru ,saya doa in semoga sukses dikedepannya kamu juga bisa kerja sebagai desainer diperusahaan om" Kata pak herman bangga mempunyai calon mantu yang begitu semangat dalam meraih cita citanya.


"Iya om terima kasih" ucap sarah mengangguk .


"Jangan lupa in yang disini juga " Sahut fandy dengan wajah masam.


"Iya pasti papa dukung kamu dan rio juga"jawab pak herman.


 

__ADS_1


__ADS_2