Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 25


__ADS_3

Pagi hari fandy sedang bersiap untuk pergi ke sekolah sebelum ke sekolah fandy harus menjemput sarah dulu karena sarah ingin mendaftar kerja didekat sekolahnya dulu.


Sarah yang tau dirinya mau berangkat bersama fandy, dia bersiap siap lebih awal sebelum fandy tiba.


Tidak lama kemudian fandy tiba dirumah sarah dengan motor kesayangannya.


Tok..tok.. sarah yang mendengar ketukan pintu langsung pergi untuk membukanya.


"Pagi sayang, udah siap berangkat?" sapa fandy tersenyum manis.


"Pagi sayang,sudah mas" jawab sarah membalas senyum an fandy.


"Ya udah yuk berangkat" ajak fandy.


"Bentar mas, aku pamit dulu sama bapak ibu" sahut sarah.


Setelah itu mereka berangkat bersama , ditengah perjalanan tidak ada yang bebicara sama sekali.


Puukkk,,,!!!


Tangan fandy menepuk kaki sarah .


"Ada apa mas?" tanya sarah yang kaget karena fandy menepuk kaki nya.


"Gak papa ,aku kira gak orangnya diem aja dari tadi" jawab fandy tertawa kecil.


"Ada lah mas, kamu kira aku apa?" sahut sarah mengerucutkan bibirnya.


"Hehe,, ya kirain ketinggal tadi" jawab fandy meledek.


"Ya gak lah, mas fandy lo tau kalo aku dah naik" jawab sarah melihat kaca sepion wajah fandy yang tersenyum.


Tiba tiba fandy melaju cepat . sarah yang kaget fandy tiba tiba mengendarai dengan cepat dia langsung reflek memeluk pinggang fandy. Fandy pun tersenyum bahagia karena sarah memeluknya dengan erat.


"Takut ya?" tanya fandy tertwa meledek sambil melihat sepion wajah sarah yang ketakutan.


"Mas fandy ni ,ya takut lah nanti kalo jatuh gimana, aku gak mau mati kaku" jawab sarah dengan wajah marah.


"Hahaha" suara fandy yang tertawa keras.


"Ada ada aja mati kaku, namanya mati ya kaku dong sayang, kalau gak kaku namanya mati lunak" kata fandy tertawa terpingkal pingkal.


Sarah yang mendengar fandy tertawa bebas ia merasa senang karena bisa membuat fandy bahagia dengan tingkah kecilnya.


 


Sesampainya di toko dekat sekolah, tempat sarah akan mendaftar kerja.


"Semangat ya sayang" Suport dari fandy


"Iya makasih mas" jawab sarah tersenyum lebar.


"Ya udah aku ngajar dulu ya sayang, nanti sore mau bareng apa mau pulang sendiri?" tanya fandy mengelus kepala sarah dengan lembut.

__ADS_1


" Terserah mas aja , tapi kalo pulang bareng masnya kan pulang sore kalau aku mungkin siang mas" jawab sarah


"Ya sudah kalo kamu pulang duluan naik ojek aja ya ,gak usah nunggu in aku" kata fandy tersenyum.


"Iya mas" jawab sarah.


Setelah itu fandy mencium kening sarah lalu pergi ke arah sekolah.


Mereka berdua pun saling berpisah dan melakukan aktifitas nya masing masing.


Sore hari pun fandy sudah keluar dari ruang kelas, dan akan segera berkemas membereskan barang barang dan segera pulang.


Fandy pun menaiki motornya dan segera keluar dari gerbang sekolah, didepan gerbang fandy melihat seseorang yang tak lain ialah sarah yang tengah duduk didepan kursi toko. kelihatan sarah tengah menunggu seseorang. fandy pun langsung menghampiri nya.


"Kamu nunggu in siapa?" tanya fandy pada sarah yang tengah duduk sendiri an didepan toko.


"Nunggu in mas fandy lah, nunggu siapa lagi" jawab sarah


"Kan aku bilang gak usah nunggu in aku, kamu pulang duluan aja, aku full day hari ini terus kenapa kok kaya nya belum mulai kerja ya" ucap fandy menuruni motornya .


"Ya kan hari ini mendaftar ,mulai kerja besok mas" jawab sarah .


"Oh iya udah pulang yuk, pasti kamu cape nunggu in aku dari tadi" ajak fandy langsung menggandeng tangan sarah.


Tak jauh dari sebrang jalan raya ada seorang yang terus melihat mereka berdua. Sosok prempuan ya itu seorang guru satu sekolah dengan fandy. prempuan itu melihat dengan terus mengingat ingat siapa prempuan yang bersama fandy, dia pun ingat dia adalah murid lulusan tahun ini bernama sarah anak kelas 12A dari jurusan kesenian.


Guru itu pun bingung apa hubungan mereka berdua kenapa mereka begitu dekat seperti pasangan kekasih. Tapi guru itu pun tak mau pikir panjang dia hanya berpikir mereka berdua hanya sebagai sodara.


 


 


"Mampir dulu mas" ajak sarah pada fandy.


"Iya sayang" jawab fandy langsung turun dari motornya.


Mereka pun masuk ke rumah.


"Mau minum apa mas?" tanya sarah memasuki kamarnya untuk meletakan tasnya.


"Air putih aja sar" jawab fandy duduk diruang tamu.


"Nak fandy, kapan datang kesini?" sahut suara ibu sarah .


"Baru saja tiba bu" jawab fandy


"Makan dulu nak, ibu baru selesai masak sayur kesuka an sarah" pinta ibu sarah .


"Ini mas minum nya" ucap sarah meletakkan segelas air putih di meja fandy duduk.


"Trimakasih" balas fandy tersenyum pada sarah.


"Sarah ajaklah nak fandy makan dulu, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri" ucap ibu sarah pergi meninggalkan mereka berdua diruang tamu.

__ADS_1


"Mau makan dulu mas, ibu masak sayur kesuka an ku mas fandy sepertinya juga suka, pas kita makan direstoran mas fandy pesan sayur itu" ucap sarah memikirkan waktu mereka makan bersama dengan calon mertuanya.


"Iya tidak terlalu suka hanya kebetulan ingin makan sayur pada waktu itu" jawab fandy sambil meminum air yang berada didepannya.


"Memang mas fandy suka makanan apa?" tanya sarah serius.


"Kamu mau tau makanan kesuka an ku, karena kamu mau masakin buat nanti pas kita udah nikah" jawab fandy tersenyum meledek.


"Iya dong mas, biar mas fandy betah makan dirumah terus kalo kita udah nikah" balas sarah tersenyum .


Tiingg,,!!! suara ponsel berbunyi


"Suara hp mas tu yang bunyi" sahut sarah menunjuk ponsel fandy yang ada diatas meja.


Fandy pun langsung melihat ponselnya ternyata pesan baru dari mamanya.


"*Sayang, a**dikmu pulang besok, dia baru memberi tahu mama jika dia akan pulang dadakan, karena dia sudah lulus ingin cepat cepat kuliah disini,dan besok mama dan papa ada meeting penting, kamu saja yang jemput ya ,see you sayang*".


 


"Siapa mas?" tanya sarah mendekat ke fandy.


"Mama dia bilang adikku pulang besok, jadi aku suruh jemput dia" jawab fandy tersenyum melihat sarah yang ingin tahu sekali siapa yang mengirim pesan padanya.


"Kamu kenapa kok tiba tiba duduk deket aku, gak percaya kalau yang ngirim pesan mamaku, ni aku tunjukin" ucap fandy memperlihatkan pesan mama nya ke sarah.


Sarah merasa dirinya terlalu ingin tahu siapa yang mengirim pesan dia langsung merasa malu ,kenapa dia berani sekali mendekat ke fandy karena hanya ingin tau.


"Enggak kok" jawab sarah menjauh duduk agak jauh dari fandy.


"Kenapa malah jauh jauh , gak papa kali duduk deket juga" ucap fandy menarik lengan sarah untuk duduk disampingnya.


Sarah pun patuh saja apa yang fandy katakan.


"Besok ikut aku jemput adikku ke terminal yuk!?" ajak fandy


"Boleh mas, tapi besok aku kan sudah mulai kerja ditoko pulang sore jam 4an ,memang mau jemput jam berapa mas?" tanya sarah


"Jam 5 an kok,, soalnya dia berangkat dari sana siangan jadi mungkin sampai sini sore" jawab fandy.


"Ya sudah aku pulang dulu ya yang, udah jam setengah 6 nanti ke maleman juga" kata fandy


"Gak jadi makan mas?" tanya sarah


"Enggak ah,, ke banyakan ngobrol jadi lupa mau makan" jawab fandy tertawa kecil.


"Hehe,, maaf mas gara gara aku ngajak ngobrol banyak jadi lupa mau makan" ucap sarah meminta maaf .


"Enggak papa lagi pula bi inah mungkin sudah masak juga dirumah" jawab fandy langsung mencubit pipi sarah.


"Yaudah aku pulang ya sayang, salam buat ibu bapak" ucap fandy mencium kening sarah lalu pergi.


"Romantis deh mas fandy , belum juga jadi istri udah dibikin seneng ,apalagi kalau udah jadi aduhh,, gak bisa bayangin lagi" batin sarah tersenyum bahagia karena mempunyai tunangan seperti fandy.

__ADS_1


__ADS_2