Rela Ku Lakukan Demi Dia

Rela Ku Lakukan Demi Dia
Bab 24


__ADS_3

Setibanya fandy dirumah nya dia langsung masuk ke kamarnya untuk mandi menyegarkan diri. Setelah selesai mandi fandy keluar kamar untuk makan siang, karena disekolah dia belum sempat makan siang karena terburu buru pergi ke rumah sarah.


 


"Kamu baru pulang nak?" tanya mama fandy.


 "Ya ma, fandy laper mau makan dulu" jawab fandy.


"Oke makanlah dulu" sahut mama fandy.


Fandy langsung menyantap makanan dan setelah makan dia langsung masuk lagibke kamarnya karena lelah dia mau istirahat siang dulu, nanti malam dia akan menyelesaikan urusan dokumen sekolah.


 


Waktu menunjukan pukul 4 sore fandy yang tengah tertidur tiba tiba terbangun mendengar suara memanggilnya.


 


"Sayang kamu belum bangun" suara mama fandy dari luar kamar.


"Apa si ma, fandy cape ni baru aja tidur" jawab fandy malas dan melanjutkan tidurnya.


"Kamu tau sekarang jam berapa?" triak mama fandy. Fandy tak menjawab mama nya pun langsung masuk ke kamar fandy untuk membangunkannya karena sudah mulai petang tidak boleh tidur pada sore hari menjelang malam.


"Anak ini paling susah kalo dibangunin, harus pake cara yang unik" batin mama fandy berinisiatif untuk mengerjai anak malasnya itu.


"Oh gak mau bangun ya sudah sarah mama suruh pulang aja ya karena kamu gak mau bangun" ucap mama fandy menahan tawa nya.


"Apa ma!!,, mana sarah jangan suruh pulang dulu dong ma fandy mau ketemu dulu" sahut fandy langsung pergi keluar mencari sarah yang datang kata mama nya.


"Mana ma sarahnya?" tanya fandy yang mengusap usap matanya yang masih kantuk itu.


"Mangkanya kalo dibangunin tu bangun, gak malah molor lagi, kena tu omongan mama" kata mama fandy sambil tertawa terbahak bahak karena tingkah anak nya itu yang mudah dibohongi.


"Mama bohong ya sama fandy,kok gitu si ma ahh,, jadi males aku " jawab fandy melenggang pergi meninggalkan mamanya.

__ADS_1


 


Malam hari fandy sedang menyelesai kan tugas tugas dari sekolah , untuk mengoreksi pelajaran muridnya.


Fandy merasa lapar karena tadi siang dia hanya makan sedikit karena sudah merasa sangat lelah, ia pun menuju dapur untuk mengambil makanan.


"Sayang mama mau bicara sama kamu" kata mama fandy .


 


"Mau bicara apa ma?" tanya fandy


"Duduk lah dulu jika orang tua ngomong" printah mama fandy.


"Iya ma, mama mau ngomong apa sama fandy?" tanya fandy sambil menyendokan makanan ke mulutnya.


"Gini nak setahun yang akan dateng adik kamu akan pulang kesini, karena dia sudah lulus sekolah, dan dia ingin menyambung kuliahnya disini, bagaimana kamu setuju?" ucap mama fandy bertanya.


"Iya itu terserah dia ma, mau pulang kesini ya gak papa aku si gak masalah malah ada temennya kalo dirumah" jawab fandy tetap fokus memakan makanannya.


"Ya disini dong ma, aku tinggal disana gak enak lah ma, harusnya istri yang ikut suami bukan suami ikut istri" jawab fandy


"Iya bukan begitu, sarah kan anak satu satunya pak putro, apakah dia mau melepaskan anak satu satunya jauh darinya" ucap mama nya cemas.


"Itu sudah menjadi kewajiban aku ma bawa sarah, karena nanti dia kan istri aku, dia harus nurut sama aku" ucap fandy tegas.


"Baiklah kalo gitu, tapi yang mama bingung nanti adik mu disini dan kamu sudah menikah dengan sarah apa tidak sebaiknya kamu beli rumah saja fan, rumah ini buat adikmu saja" kata mama nya.


"Itu nanti aku bahas sama sarah ma" jawab fandy.


 


Setelah fandy selesai makan ia langsung pergi ke kamarnya untuk menelfon sarah untuk membicarakan hal yanh tadi ia bicara kan dengan mamanya.


 

__ADS_1


Kriinnggg,,!!!!


Sarah yang mendengar hp nya berbunyi langsung mengangkatnya karena ia yakin yang menelfonnya adalah fandy.


"Hallo mas" ucap sarah menyapa


"Hallo sayang, lagi ngapain nih?" tanya fandy tersenyum senang.


"Lagi tiduran aja mas" jawab sarah


"Kamu udah makan?, oh ya ada yang mau aku omongin sama kamu" tanya fandy


"Udah mas, iya mau ngomong soal apa mas"jawab sarah bingung.


"Aku belum pernha cerita ya kalo aku punya adik laki laki sama kamu" ucap fandy takut sarah marah karena tidak memberitahu nya sejak awal.


"Belum mas, emang kenapa kamu punya adik dimana dia?" tanya sarah kebingungan


"Sebenernya sara, aku punya adik seumuran sama kamu, dia tidak pernah keliatan dirumahku karena dia tinggal bersama kakek nenek ku, dan dia 1th lagi mau pulang kerumah" kata fandy menjelaskan


"Iya bagus dong kalau gitu, mas jadi gak kesepian kalo mama nya mas ke luar negeri" jawab sarah tersenyum.


"Iya bagus, tapi apa kamu tidak keberatan jika nanti kita sudah menikah ,dia juga akan tinggal bersama kita" kata fandy.


"Kenapa harus keberatan, kalau aku si malah seneng mas biar gak sepi aja kalau rumah ditempatin orang 2 aja kan sepi mas" jawab sarah.


"Jadi setelah kita menikah nanti kamu yang harus ikut aku ya sayang" ucap fandy tersenyum


"Iya dong mas, kan aku prempuan harus ikut kemana pun suami pergi" kata sarah tertawa geli mendengar kata suami istri, padahal mereka belum menikah.


"Ya udah aku mau istirahat dulu sayang , aku cape besok mau ngajar full time nih" ucap fandy dengan nada mengantuk.


" Ya udah bye mas sayang" ucap sarah langsung mematikan telfonnya. Fandy pun tersenyum lebar mendengar sarah memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Jarang jarang dipanggil sayang sama dia" batin fandy langsung tertidur dengan nyenyaknya.

__ADS_1


__ADS_2