
Setelah mereka berbincang bincang mereka berdua pun semakin akrab dan tak seperti biasa yang hanya bertengkar melain kan rio semakin baik dan lembut pada dewi.
"Udah malem juga ni, aku pulang dulu ya gak enak sama tetangga" ucap rio sembari melihat keluar.
"Iya kalau gitu hati hati dijalan ya" jawab dewi tersenyum. dia pun merasa sedikit lega karena sudah menceritakan masalah nya pada seseorang.
"Kamu jaga diri baik baik oke" ucap rio memegang bahu dewi.
"Oke" sahut dewi.
Rio akhirnya pulang, dewi merasa dirinya agak aneh tadi .
"Kenapa aku tadi bisa cerita sama dia, bukannya sama sahabat aku sarah" Gumam nya.
"Ahh,, sudah lah dia juga ternyata baik dan perhatian juga" Ucap dewi tersenyum senang.
Sesampainya rio dirumah rio melihat fandy tengah berdiri dipintu.
"Dari mana saja kamu?" tanya fandy
"Gak penting" sahut rio singkat lalu masuk ke dalam rumah .
"Kamu dari mana jawab aku jujur" ucap fandy dengan nada tinggi.
"Aku dari rumah dewi,puaass!!" jawab rio dengan nada keras. Fandy yang mendengarnya pun kaget.
"Kenapa kamu kesana?" tanya fandy kembali.
"Aku cuma mastiin dia tadi nangis bukan gara gara aku" sahut rio dengan nada rendah .
"Kamu suka sama dia" ucap fandy memastikan, "Entah lah, perasaan apa tapi aku selalu memikirkan dewi saat melihat dia tadi sore menangis, jadi aku kerumah nya saja memastikan" jawab rio menjelaskan .
"Hemm,, adik abang udah mulai suka lagi sama cewek ni, tapi jangan dipermain kan hati nya" ucap fandy menggoda adiknya.
"Apa an si enggak, aku cuma khawatir dia nangis gara gara aku nanti orang tua nya kan bisa marah ke aku" ucap rio beralasan agar kakak nya itu tidak mencampuri urusannnya .
"Oke oke, kalau gitu ayo makan malam mama dan papa sudah menunggu dimeja makan" ucap fandy merangkul rio.
"Ya oke" sahut rio berjalan bersama fandy.
Walaupun mereka terpisah oleh jarak dulunya, tapi sekarang mereka tidak akan menyia nyiakan waktu bersama keluargannya.
__ADS_1
DIKEDIAMAN SARAH
****
Sarah tengah duduk diruang tv bersama ibunya.
"Bu sarah mau tanya sama ibu?" tanya nya.
"Mau tanya apa nak?" ucap bu wati mengelus kepala sarah.
"Bu, tadi pulang kerja aku sempet sama dewi, terus dia mukannya cemberut terus aku tanya in ada masalah apa malah dia nangis, ibu tau gak masalah keluarga apa tentang keluarga nya bu suci" Ucap sarah bingung.
"Ibu si belum tau betul nak, tapi udah 3hari ibu jarang liat bu suci sekarang dirumah, kayanya malah jarang pulang kali ya" jawab bu wati .
"Iya bu dewi bilang ada masalah keluarga taoi dia juga bilang sama aku , belum saat dia cerita sama aku" ucap sarah .
"Oh kalau gitu biar lah tunggu saja dewi cerita baru kamu bisa membantunya memberi solusi dia kan sudah ibu anggap keluarga kita sendiri" ucap bu wati tersenyum.
"Iya bu " sahut sarah.
DIKEDIAMAN FANDY
****
"Apa aku udah ada perasaan sama dia" Batin nya.
"Oh ya aku harus kasih tau kak sarah ,apa dia belum tau ya" ucao rio sendiri .
"Aku harus tanya dulu sama kak sarah" ucap nya lalu keluar dari tempat tidurnya lalu menghampiri fandy didalam kamarnya.
Rio sudah biasa masuk tanpa bilang fandy, lalu dia menyelonong masuk saja ke dalam betapa terkejutnya fandy dan rio bersamaan saat melihat fandy masih telanjang bulat karena bari selesai mandi.
"Kamu gak bisa ya ketok pintu dulu" ucap fandy .
"Ya kan biasa si kak aku masuk,ya udah si gak usah gitu juga lagi pula kita sama sama laki laki,mana mungkin aku mau" ucap rio sambil menahan tawa melihat kakaknya sedang kebingungan mencari baju dan masih telanjang terlihat dari belakang badan fandy yang begitu kekar .
"Jadi iri liat kakak punya badan bagus" ucap rio tersenyum tetap fokus melihat kakaknya.
"Aiihh,,liat liat apa kamu , sana keluar dulu apa kamu gay suka liat laki laki" ucap fandy kesal dari tadi rio tengah melihatnya terus membuat fandy risih sendiri.
"Oke oke, aku keluar" jawab rio tertawa lalu keluar dari kamar fandy.
__ADS_1
"Dasar aneh, masak suka liatin cowok telanjang bulat dari pada cewek" ucap fandy merasa heran pada adiknya itu.
Tak lama fandy kelur dari kamarnya.
"Ada apa cari aku" ucap fandy menghampiri rio.
"Aku mau minta nomer kontak kak sarah dong ,pleass??" ucap rio memohon.
"Untuk apa kamu minta nomernya, kamu juga suka sarah tunangan kakak ya?" tanya fandy curiga.
"Aiih,, mana mungkin aku suka sama kak sarah, dia kan udah milik kakak" ucap rio
"Oke, tapi awas jangan aneh aneh" ancam fandy.
"Oke oke, tenang aja" sahut rio santai.
Setelah rio meminta kontak sarah dia pun menghubungi sarah.
"Kak sarah udah tau masalah dewi belum, ni aku rio" Pesan dari rio.
Sarah yang membuka ponselnya pun heran kenapa tidak ada hujan tidak ada angis rio tiba tiba menghubungi nya ,apa lagi menanyakan tentang masalah dewi padahal rio paling tidak bisa jika dengan dewi.
"Belum , ada apa menghubungi ku" Balas sarah dengan perasaan bingung. Tanpa tunggu lama rio yang mendapat balasan dari sarah langsung menelfon nya agar enak untuk menjelaskannya.
Kriinngg,,!!!!
Sarah yang melihat panggilan masuk dari rio pun mengangkat nya lalu masuk kedalam kamarnya agar tidak didengar ibu nya.
"Ada apa , sampai menelfon?" tanya sarah tanpa basa basi.
"Aku mau ngomong soal masalah dewi kak, tadi aku kepikiran sama dia karena liat dia nangis, aku kira dia nangis gara gara aku, tapi aku sore tadi kerumahnya, terus dia sendiri kak dirumah aku tanya dia punya masalah apa, dan untung aja dia mau jawab jujur tentang masalah nya" ucap rio menjelaskan.
"Terus apa masalah yang dewi sembunyiin dari aku" ucap sarah memastikan.
"Gini kak tadi dia cerita sama aku kalau dia tu punya masalah sama keluarga nya, apa bapaknya dewi kerja disebrang" ucap rio .
"Iya bapaknya kerja disebrang semenja dia kelas 2 SMA" jawab sarah.
"Nah,, itu kak dia bilang bapaknya selingkuh terus ibunya tau dari temennya yang bekerja disana juga, satu tempat kerja sama bapaknya terus temennya ibunya dewi sering liat bapaknya jalan bareng prempuan, terus dia selidiki ternyata bener kalau itu pacar bapaknya dewi, terus akhir akhir ini ibunya jarang banget pulang kerumah, jadi dia ngerasa sendiri terus ibu nya juga sering nyalahin dia kak" ucap rio menjelaskan dengab detail.
"Ya ampun,, kenapa dewi gak cerita sama aku apa dia gak percaya sama aku" ucap sarah mulai sedih mendengar cerita rio .
__ADS_1
"Dia bilang dia gak mau kakak terlalu khwatir sama dia, jadi dia gak mau cerita masalah nya ke kakak, dia itu percaya sama kakak tapi dia gak mau buat kakak pusing mikirin masalah nya juga" jelas rio.
"Oke makasih udah kasih tau aku yo, aku bakal tanya sama dewi besok ditoko" ucap sarah lalu mematikan telfonnya.