
Waktu berjalan dengan cepat, sarah dan fandy menyadari hari semakin sore, mereka harus pulang tepat waktu, walaupun mereka sudah punya ikatan tapi fandy tetap tidak akan merasa lega jika membawa sarah pergi terlalu lama apalagi mereka belum menikah.
"Yuk pulang udah sore ni" ajak fandy yang langsung berdiri dari duduknya.
"Iya mas, lagi pula aku juga belum menyelesaikan desain untuk besok ditoko"
"Kalau gitu kita samperin dewi sama rio dulu" kata fandy sambil meraih tangan sarah dan menggandeng nya.
Dewi dan rio tetap sama seperti awal datang ditaman, hanya memainkan ponsel mereka masing masing. tak ada obrolan diantara mereka berdua.
"Kalian dari tadi cuma main hp aja, gak bosen apa?" tanya sarah
"Bosen si,tapi dia nya aja gak mau ngajak ngobrol" sindir dewi pada rio.
"Yo gimana si kamu, ada cewek di diemin" ucap fandy menggeleng geleng kan kepalanya.
"Cewek nya kaya gitu ogah banget" sahut rio tetap menatap ponselnya.
"Belagu banget si jadi cowok!!" ucap dewi menginjak kaki rio.
"Aduuhh,, gila ya ni cewek kasar banget" ucap rio mengelus elus kakinya.
"Kasaran mulut lo" sahut dewi dengan kesal.
"Udah udah jangan berantem terus, apa gak cape si kalian brantem mulu" ucap sarah memegang kepalanya dengan kedua tangan karena merasa pusing dan heran kepada dewi dan rio kenapa satu menit saja tidak bisa tidak ribut. Mungkinkah mereka berdua jodoh.
Akhirnya mereka semua menuju jalan pulang kerumah sarah. setiba nya dirumah sarah dewi turun dari motor rio dan langsung pergi pulang kerumahnya tanpa berkata sepatah katamu.
"Kenapa tu dewi?" tanya fandy bingung
"Entah lah mas, bingung aku sama mereka berdua" jawab sarah.
"Emm,, besok kan kerja mau dijemput apa berangkat bareng aku" ucap fandy tersenyum manis.
"Bareng dewi aja deh, gak enak bareng mas terus nanti dikira sama tetangga matre lagi" ucap sarah berbisik.
"Bisa cepet dikit gak si,cape ni jadi nyamuk" triak rio.
"Sabar geh, bentar lagi kalau mau pulang dulu juga gak papa" ucap fandy menoleh arah rio
"Dasar abang jahat" sahut rio membunyikan klakson nya berulang ulang agar fandy cepat selesai dan pulang.
"Bisa matiin gak motor kamu!" bentak fandy
"Mangkanya cepetan!" sahut rio
__ADS_1
"Iya" jawab fandy malas.
Akhirnya fandy dan rio pun pulang kerumah mereka. Mereka tiba dirumah dan masuk kekamar mereka masing masing.
Ke esokan hari fandy seperti biasa tengah bersiap siap pergi ke sekolah untuk mengajar.
Dan rio pun juga tengah bersiap pergi kekampus, dia sudah mendaftar kuliah dinkampus lain, bukan kampus yang dia inginkan. tapi mau bagaimana sudah nasib rio kuliah dikampus yang kedua orang tuanya mau.
Dirumah sarah juga tengah membereskan tas dan kertas kertas berisi kan gambar desain baru yang digambar olehnya. dia harus bekeja semalaman hanya untuk menyelesaikan tugas dari tempat kerjanya.
Tak lama kemudian terdengar dari luar rumah sarah suara dewi yang memanggilnya untuk berangkat bersama.
"Sar, berangkat yuk! ,udah agak telat ni" triak dewi .
"Ya sebentar, aku pamit dulu" sahut sarah dari dalam rumah.
Kemudian mereka berdua berangkat bersama naik motor milik dewi.
Sesampainya ditoko betapa kaget nya sarah dan dewi melihat sesosok laki laki yang tak asing baginya.
"Loh kok kak sarah disini?" tanya laki laki yang tak lain adalah rio.
"Ini kan toko kak, ya aku mau jaket lupa bawa jaket males mau balik lagi" ucap rio.
Dewi hanya terdiam, "Kenapa si harus ketemu dia lagi, bikin mood ancur aja" batin dewi , seketika rio mendekati dewi, "Woy ,jangan melamun kesambet lu " ucap rio mengagetkan dewi.
"Udah udah,, yuk masuk kamu pilih pilih aja dulu jaket yang cocok" sahut sarah lalu masuk ke dalam toko rio pun mengikuti sarah masuk dan dewi juga.
Didalam toko sangat lah luas rio bingung mencari keberadaan kusus jaket laki laki.
"Kak kusus jaket belah mana si?" tanya rio pada sarah.
"Aku anterin ikutin aja" sahut sarah .
"Aku ke kasir duluan sar" ucap dewi
"Oke" jawab sarah menujukan tempat kusus jaket pria. Lalu rio pun memilah milih jaket yang cocok untuk nya.
"Kakak ngapain masih disini" ucap rio bingung kenapa sarah masih menunggunya.
"Ya kirain harus ditunggu in" sahut sarah.
__ADS_1
"Kaya anak kecil aja ditunggu in, gak bakal nyasar kali kak" ucap rio fokus memilih jaket.
"Ya udah aku mau ke ruang kerja dulu.
"Oke" sahut rio santai.
"Kalau mau bayar ke kasir aja, yang nunggu dewi lo" ledek sarah lalu kabur ke ruang kerja nya.
"Biarin " sahut rio singkat
"Jangan terlalu benci sama dia, nanti jadi suka lo" sahut sarah lalu pergi dengan cepat keruangannya.
"Ya ampun calon kakak ipar jahat ngeledekin calon adek ipar nya terus ya" ucap rio kesal.
Ditengah kesibukan dewi rio datang dengan membawa jaket dan sepatu.
"Berapa ni totalnya?" tanya rio pada dewi.
"Entar!!" sahut dewi ketus
"Jadi pegawai kasir kok ketus, aku laporin bos kamu biar dipecat" ucap rio mengancam.
"Silakan aja bilangin, toh bos juga tau aku pegawai sopan" sahut dewi menjulurkan lidah nya meledek rio.
"Awas aja kamu" ucap rio melotot kearah dewi.
"Ni semua total 500rb" kata dewi sambil memberikan backpaper berisi kan jaket dan sepatu.
"Cuma segitu ,nih sisanya ambil aja" sahut rio memberikan uang lebih. Dewi mengembalikan uang lebih itu .
"Gua bukan orang yang bisa lu jatuhin harga diri nya seperti cewek lain" ucap dewi penuh penekanan. Rio lalu pergi keluar toko mendengkus kesal.
"Apa an si dewi, gua ngasih uang bukannya diterima malah songong banget" ucap rio kesal.
Disisi lain fandy yang telah masuk keruang kelas untuk mengajar. disela murid mengerjakan soal yang diberikan fandy, fandy tak sengaja melihat ponsel layar walpapernya terlihat foto fandy dan sarah saat wisuda kelulusan sarah. fandy pun berniat mengirim pesan pada sarah.
"Semangat kerja nya sayang, lagi sibuk ya" Pesan fandy. Sarah yang mendengar ponselnya berbunyi langsung membukanya dia pun tersenyum bahagia orang dia tunggu tunggu dari semalam mengirim pesan untuknya.
"Oke, enggak sibuk kok ni aja masih bingung mikir gambar desain baru lagi,mas nya gak ngajar dikelas kok bisa chat aku?." Balas sarah lalu mengirimkan pada fandy. Fandy pun membukanya lagi lagi dia pun tersenyum lebar melihat balasan sarah.
"Masih ngajar kok, tapi aku tinggal duduk anak anak masih ngerjain soal dari aku" Balas fandy.
"Kalau gitu semangat juga mengajarnya ya sayang, aku mau lanjut kerja dulu nanti gak fokus deh kerja nya gara gara bales chat kamu terus" Balas sarah .
"Oke sayang, makasih suport nya, eemmuuachh" Balas fandy menggunakan emoticon cium.
__ADS_1
"Iya emuuaacch" Balas sarah lalu meletakan ponselnya ditas.