
Dewi pun yang mendengar bahwa pak fandy memberi kan bekalnya pada sarah pun tak percaya bahwa sahabat nya itu sedang didekati oleh gurunya.
"Aku juga bingung wi kenapa pak fandy baik banget sma aku", kata sarah .
"Sudah lah pelajaran sudah dimulai nanti guru akan marah jika kita ngobrol trus", jawab dewi sambil mengambil buku dimeja nya.
Setelah pelajaran pun selesai akhirnya semua murid pun kluar kelas untuk pulang, dan mereka pun pergi menaiki kendara an mereka masing-masing.
Sudah 1bulan berlalu akhirnya UN\(ujian nasional\) pun dimulai semua murid pun sudah mempersiapkan diri untuk melewati ujian itu, termasuk sarah dan dewi , dan 1bulan belakangan ini sarah dan pak fandy sudah akrab satu sama lain ,sarah juga sudah sering belajar bersama pak fandy dirmh nya, ya mereka sudah tau rumah masing\-masing dan belakangan ini sarah merasa ada yang berbeda dengan diri nya.
__ADS_1
"Wi,, kok akhir-akhir ini aku merasa
ada yang aneh sama aku??", tanya sarah pada dewi sahabatnya itu, "Aneh knpa sar,,??" jawab dewi bingung, "Ya aneh akhir-akhir ini aku mulai nyaman sama pak fandy wi", kata sarah yang memegang tangan dewi.
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja sar, kalo kamu nyaman knapa kamu gak bilang aja sama pak fandy", jawab dewi sambil memgang bahu sarah. Tak berapa lama bel masuk berbunyi tanda ujian akan segera dimulai.
Dikelas semua hening tanpa ada suara bising yang mengganggu, tak berapa lama bel berbunyi ujian pun selesai. Dan semua murid pun pergi berhamburan untuk pulang. disela sarah kluar gerbang tiba-tiba ada yang memanggilnya, "Saraahhh..!!" Suara laki-laki yang tak asing baginya ,ya itu suara pak fandy gurunya, "Ada apa pak fandy memanggil saya??", tanya sarah dengan menuntun sepeda motornya, "Sarah nanti jam 2 datanglah kerumah saya?!", pinta pak fandy , "Maksudnya pak , sya harus kerumah bpak dengan dewi untuk belajar ya pak??" , tanya sarah kebingungan, "Bukan sarah, sya hanya minta kamu saja yang datang", kata pak fandy. "Baik lah pak", jawab sarah sambil mengangguk dan bersalaman pada fandy layaknya guru dan murid.
Setiba nya dirumah gurunya Pak fandy sarah pun langsung mengetuk pintu rumah yang sedang tertutup itu, tidak berapa lama pun pak fandy membuka kan pintu untuk sarah, dan pak fandy mempersilakan sarah untuk masuk kedalam rumahnya, ya pak fandy adalah orang berada, semua orang dan tetangganya pun selalu menghormati kluarga nya.
__ADS_1
Setiba nya didalam rumah pak fandy sarah pun canggung karna hanya mereka berdua yang ada didalam rumah itu, "Kok bengong aja ,silakan duduk dlu mau minum apa sar??" tanya pak fandy , "Tidak usah repot repot pak, lagi pula bpak kan guru saya, tidak sopan jika sya meminta untuk mengambilkan air." jawab sarah dengan wajah yang melihat ke kanan dan kekiri , dia merasa canggung dan takut jika ada orang yang tau hanya ada dua orang laki laki dan prempuan didlam rumah.
Sepontan pak fandy duduk disamping sarah tepat disebelahnya, "Pak fandy kenapa duduk disamping saya??", tanya sarah sambil menggenggam erat buku yang ada di tangannya, " Saya hanya ingin melihat betapa takutnya kamu saat saya dduk dekat dengan kamu", kata pak fandy sambil mengacak puncak kepala sarah. "Pak fandy ada yang mau saya tanya kan??" , kata sarah sambil memandang pak fandy dengan serius, "Mau tanya apa sar??" tanya nya . "Pak jika ada seorang murid mengatakan cinta nya pada bapak ,apa yang bpak lakukan??", tanya sarah yang spontan menunduk an kepala. "Hmmm,, kenapa kamu tanya seperti itu " jawab pak fandy . Tiba tiba sarah memeluk pak fandy dengan eratnya seperti tidak ingin kehilangan nya, pak fandy pun bingung dengan muridnya itu , "Kenapa kamu memeluk saya", tanya pak fandy sambil melepaskan pelukan sarah perlahan. "Pak,,!! saya mencintai bapak ,selama ini sya nyaman sma bapak, apakah bapak tidak pernah merasakan nya??" jawab sarah dengan lantang, pak fandy pun kaget atas pengakuan muridnya itu.
"Sarah,, dengarkan saya, kita ini hanya sekedar guru dan murid saja, sya menyayangimu tapi layaknya seorang murid sma seperti yang lain", jawab pak fandy sambil memegang kedua tangan sarah, "Pak fandy bohong, pak fandy tidak mungkin menganggap aku sma seperti yang lain, jika pak fandy tidak mencintai ku kenapa pak fandy selalu baik sma aku,, dan selalu mendukung aku dan selalu mensuport aku pak,kenapa?!?!,," Sahut sarah dengan nada tinggi dan menangis. " Karna kamu beda dengan yang lain sar, tolong mengerti lh,," kata pak fandy sambil memandang sarah.
"Sudah lah lebih baik pak fandy gak usah peduli lagi sma aku, aku udah cukup tau pak fandy hanya menganggapku mainan saja", kata sarah sambil meninggalkan pak fandy yang terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1