
Mita menarik Anan dan menunjukkan kejahatan kepala sekolah SMA Abadi Jaya dan keluarganya. Nyonya Santina menginginkan sekolahnya menjadi nomor satu dan bisa meraup pundi-pundi kekayaan dari praktek pesugihannya tersebut.
Oleh karena itu, sang iblis meminta tumbal berupa anak-anak pandai yang dapat dia hisap aura kehidupannya. Iblis Devila mengurung semuanya di ruang kosong lantai empat. Sementara itu, jasad mereka telah dilahap olehnya.
Hanya Mita yang masih bergentayangan keluar dari ruang kosong karena jasadnya disimpan oleh Burhan. Mita sendiri merupakan saudara tiri dari Burhan, hasil pernikahan Tuan Sutomo Karmorejo dan Nyonya Larson. Dia ditumbalkan oleh ayahnya sendiri atas permintaan sang Ratu Iblis Devila.
Anan lantas melihat Dita yang sedang berjuang melepaskan diri dari cengkeraman Devila. Pemuda itu mendekat dan berusaha menolong gadisnya.
"Woi, Mak Lampir! Lepasin cewek gue!" seru Anan.
Dita sempat terperangah mendengar penuturan Anan. Cengkeraman itu mengendur, membuat Dita terjatuh duduk ke lantai. Devila mengeringai menatap Anan.
"Hmmmm, anak dari Aiko ini berani menantangku rupanya." Devila makin mendekat.
"Kenapa elu tahu nama nyokap gue? Temen arisan nyokap gue luh?" sungut Anan.
Devila menyentuh kepala Anan dengan dua tangan menekan. Anan melihat berbagai gambaran kekerasan dan kekejaman dari para penghuni sekte sesat tersebut. Anan jadi memgetahui kalau perkumpulan sekte sesat itu ternyata berteman dengan ibunya Anan. Mereka akan menumbalkan Dita yang merupakan siswa paling pandai di sekolah. Iblis Devila akan menghisap aura kehidupan Dita dan membuatnya mati, tetapi Burhan juga menginginkan tubuh Dita sama seperti dia mendapatkan Mita. Anan mengetahui hal tersebut dan akan mati-matian menolong Dita.
"Gue nggak akan biarkan elu menguasai Dita," ucap Anan mendorong Devila. Pemuda itu lalu memghampiri Dita yang masih lemas dan mencoba untuk bangkit.
"Elu pergi dari sini, Ta!" titah Anan.
"Kita pergi sama-sama, Nan." Dita menyentuh tangan Anan dan berusaha menarik pria itu.
"Iya, kita pergi dari sini. Tapi gue mau nahan si Mak Lampir itu dulu."
"Dia terlalu kuat untuk dilawan, Nan. Ayo, kita pergi dari sini!" Dita mulai panik.
"Ta, gue suka sama elu." Anan menatap lekat mata lentik nan cantik di hadapannya itu.
"Hah? Kenapa bilang kayak gitu, sih?"
"Jawab pertanyaan gue, Ta."
__ADS_1
"Emang kamu nanya? Kamu kan lagi buat pernyataan kalau kamu suka sama aku. Aku juga suka sama kamu, Nan," ucap Dita.
Anan lantas memeluk Dita dengan erat. Dia mengecup kening gadis itu dengan lembut.
"Maafin gue, Ta. Gue berharap pengorbanan gue bisa buat elu selamat. Gue sayang banget sama elu, Ta." Anan mengecup kembali kening Dita lalu memeluknya lagi.
"Kamu kok ngomong gitu, sih?"
"Maaf ya, Ta."
Iblis Devila menghempas tubuh Anan. Menjauhkannya dari Dita. Namun, berkali-kali Anan kembali. Dan kali ini, Anan mendorong Devila dengan sisa kekuatannya.
Namun sayangnya, Anan terjatuh dari lantai empat dan langsung tewas saat menolong kekasihnya itu.
"ANAAAAAAAN!"
Teriakan Dita menggema kala melihat Anan jatuh dari lantai empat. Darah mengalir dari tempurung belakang miliknya yang pecah. Kaki dan tangannya juga terlihat patah. Dita menjerit dan menangis histeris.
"Kau harus membakarnya, Cah Ayu," titah Sang Ratu.
Dita berusaha berlari ke lantai bawah demi mencari sesuatu yang dapat dia gunakan untuk membakar Iblis Devila. Dita menuju pantry. Berbekal doa yang dia rapalkan, Dita menyusuri pantri dan berhasil mendapatkan korek gas.
Dita akhirnya dapat memusnahkan Iblis Devila dan membakar seluruh gedung sekolah atas perintah Ratu Kencana Ungu. Bukan hanya gedung yang terbakar tetapi juga rumah besar milik Keluarga Karmorejo. Nyonya Santina yang sedang terlelap mencium asap yang membuat saluran pernapasannya terganggu.
Asap hitam sudah membumbung tinggi. Menutup akses pandangan jernihnya. Santina tahu kalau Devila pasti kalah. Suaminya masih tergeletak di atas ranjang. Santina memutuskan untuk kabur sendiri meninggalkan suaminya yang cacat dan merepotkan. Namun, dia tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya sendiri. Nyonya Santina tewas bersama suaminya. Hanya Burhan yang masih selamat dari peristiwa kebakaran itu karena berhasil melarikan diri.
***
Dita masih menangis sesenggukan setelah berlari menuju ke tubuh Anan. Dipangkunya kepala Anan yang bersimbah darah. Teriakan memanggil nama Anan terdengar menyayat dari bibirnya. Cinta pertamanya itu telah meninggal dunia.
Cahaya keunguan berpendar. Ratu Kencana Ungu hadir di hadapan Dita. Sosok penjaganya itu memberikan penawaran pada Dita yang terpuruk karena kehilangan Anan.
"Mau apa kamu?" tanya Dita seraya terisak.
__ADS_1
"Nduk, sekrang kamu tahu kalau aku akan selalu menjadi penjagamu, kan?"
"Aku tak butuh penjaga."
"Nduk, butuh atau tidak butuh, aku akan tetap menjagamu. Ayo, lekas pergi dari sini sebelum sang raja merah melalap semua bangunan termasuk kamu di dalamnya.
"Biar saja! Rasanya aku pantas mati. Harusnya aku yang mati, bukan Anan!" tukas Dita.
"Baiklah, Nduk, dengarkan baik-baik. Aku akan memberikanmu penawaran untuk menghidupkan Anan kembali, asal...."
Wanita cantik itu tersenyum.
"Syaratnya tidak mudah, Nduk."
"Aku tak peduli! Apapun itu, aku harus menjalani hal utu asal Anan kembali hidup," pinta Dita dengan isak tangis makin kencang.
"Nduk, syaratnya kamu akan kembali ke masa sebelum bertemu dengan Anan. Namun, semua orang yang sudah mati tidak akan kembali, kecuali Anan. Semua orang akan melupakan sosok keberadaanmu, kecuali keluargamu sendiri."
"Melupakan aku?" tanya Dita.
"Iya, Nduk. Begitu juga dengan kamu. Nanti kamu akan melupakan semuanya termasuk kehilangan kemampuan indera keenamnya. Jika kelak kamu melihat Anan, dia tak akan mengenalimu. Begitu juga dengan mu, teman-teman sebayamu. Semua orang itu akan lupa pernah mengingatmu. Apa kamu setuju?" tanyanya dengan senyum semanis madu.
Setelah berpikir cukup lama, Dita akhirnya menyetujui asalkan Anan kembali hidup. Dia hanya bisa berharap semoga kelak kembali berjodoh dengan Anan. Kebakaran di sekolah itu makan lebar. Meluluh lantakkan bangunan sekolah elit tersebut. Dita hanya bisa menangis melihat jasad sang kekasih terbakar.
"Aku pamit dulu ya, Nduk." Ratu Kencana Ungu menghilang meninggalkan cahaya silau yang membuat mata gadis itu memicing.
Dita kembali ke kamarnya. Mendapati sosok Ali yang sedang berulang tahun. Dita juga masih duduk di bangku SMP. Dia akan menjalani hari-harinya dengan lebih baik. Tak ada lagi sosok hantu yang mengganggu karena Dita sudah tak dapat melihat mereka. Namun, dia harus kehilangan Anan, Anita, Devon, dan Tante Dewi yang dipastikan telah melupakannya.
...*** TAMAT ***...
Halo semuanya, terima kasih telah mengikuti kisah Ruang Kosong di Sekolah versi Anan dan Dita. Kisah ini aku tamatkan di sini. Tapi.... Vie bakal bawa cerita tentang Anta dan Arya di novel terbaru.
Nantikan ya, cekidot pokoknya.
__ADS_1