Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
12.


__ADS_3

Pov Kang Ha Joon


Ahkirnya aeyong tertidur , beginikah rasanya jatuh cinta , hanya dengan menatapnya saja sudah membuatku bahagia .


Lihatlah betapa cantiknya dia bahkan saat sedang tertidur seperti ini , ingin rasanya setiap hari , aku dapat melihatnya . Sebelum tidur hingga aku kembali terbangun , sederhana tapi membayangkan saja membuat tersenyum .


Kurapikan selimut yg membalut tubuh aeyong , akan ku buat senyaman mungkin , agar dia tak pergi . Aku berjalan ke menuju sofa tak jauh dari tempat aeyong tidur .


" Arrrhh...sakitt..."


Aku terbangun mendengar teriakan aeyong ,


Aeyong telah meringkuk dibawah tempat tidur , badannya bergetar hebat .


segera ku angkat ia kembali ke tempat tidur , 'astaga kenapa tubuh aeyong begitu dingin'


aeyong nampak begitu kesekitan , aku mencari ponselku , namun tangan dingin aeyong menahannya dengan mata terpejam dia menggeleng pelan . Aku mengerti , dia tak ingin orang lain tau .


ku letakkan ponselku kembali , dengan handuk kecil kubasuh berlahan keringat dingin aeyong . Melihat aeyong yg seperti ini dadakupun terasa sesak .


"Jika ada yg bisa aku lakukan untukmu , bicaralah , akan aku lakukan ," bisikku di telinga aeyong .


"Peluk aku ha joon ," ucapnya , suaranya bergetar seperti menahan hawa dingin .


Aku tak percaya dengan apa yg aeyong ucapkan barusan , matakku membulat sempurna , otakku masih mencerna kata-katanya barusan . " cepat ha joon," ulangnya , bahkan ia berusaha bangun untuk memelukku .


"Astaga , ini bukan mimpi kan , aeyong berinisiatif memelukku ,"


Aku semakin yakin jika ada garis takdir untuk kami , aku pun semakin yakin jika rasa yg aku rasakan untuk aeyong lebih dari sekedar rasa suka .


Berlahan aku membalas pelukan aeyong , " kapanpun jika ini membuatmu nyaman , lakukanlah ," bisikku sembari membelai rambut panjangnya .


Berlahan aku merebahkan tubuh aeyong ke tempat tidur , ia masih memelukku bahkan lebih erat dari sebelumnya .


Untuk pertama kalinya aku tidur dengan wanita nampun tak ada kegiatan *** .


Timbul rasa jahilku , segera kuraih ponselku , sengaja aku mengambil beberapa foto untuk ku pamerkan pada dong ming juga yeong sik . Aku tersenyum penuh kemenangan , bayangkan primadona kampus tengah tertidur lelap dalam pelukanku , seprti sepasang kekasih .


" kang dae hyung,"


ponsel yg kupegang langsung terjatuh mendengar igauan aeyong . Ada rasa tak suka ketika aeyong menyebut nama pria lain bahkan dalam mimpinya sekalipun , aeyong hanya boleh menyebutkan namaku .


Rona kemerahan mulai muncul , wajahnya tak sepucat tadi , bahkan suhu tubuhnya pun mulai ikut menghangat . Ku amat-ti lekat-lekat wajah aeyong .


'siapa kang dae hyung? kamu hanya boleh jadi milikku aeyong , jangan harap bisa pergi dariku ,' bisikku dalam hati .


Aku selalu mendapatkan apa yg aku inginkan , dan bagaimanpun caranya pasti akan aku lakukan untuk mendapatkannya .


Masih dengan posisi yg sama , aku pun terlelap dalam pelukan aeyong .


......................

__ADS_1


Pov Kim Aeyong


Aku terbangun karna suara dengkuran halus disampingku ,


aroma musk menusuk indra penciumanku , ku buka mataku


deg...


untuk beberapa detik aku terpukau ,


ha joon nampak tertidur lelap disebelahku bahkan tangannya yg kekar melingkar dipinggulku .


Astaga , dia cukup tampan , hidung yg mancung dipahat sempurnah oleh sang pencipta . Garis wajah yg tegas , bibirnya sedikit tebal namun membuatnya semakim rupawan bahkan di saat tertidur seperti ini dia cukup tampan untuk dilihat .


Jarak kami begitu dekat , hanya beberapa cm saja , aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya . Sakit yg aku rasakan telah hilang , bahkan fikiranku yg kacau menjadi tenang . ' siapa kamu ha joon ? Kamu nampak berbeda dari manusia lainnya , seakan aku membutuhkanmu untuk menawar rasa sakitku .'


Berlahan kelopak mata ha joon terbuka ,


" Kau sudah bangun ?"


aku hanya mengangguk , ha joon tersenyum sebelum mempererat pelukannya bahkan wajahku terbenam dalam dadanya yg bidang , "Aku tak ingin bangun hari ini , mari tidur lagi ," ocehnya .


"Aw..."


dengan refleks dia melepaskan pelukannya .


"Apa shiomu anjing ? Kau pintar sekali menggit ," omelnya .


" Kau sangat cantik ketika tertawa seperti itu ," pujinya lagi , dia pun bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelahku .


Aku terdiam sejenak , aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya .


" Aku harus pulang ," kataku .


" Baiklah , akan ku minta choi chin melepas infusnya . " ha joon segera pergi keluar kamar .


Tak beberapa lama choi chin datang , dengan cekatan dia melepaskan slang infus yg terpasang di tanganku .


" Bagaimana perasaan ada sekarang ? Apakah lebih baik ?" tanyanya .


" Berkat bantuan anda dan ha joon , saya merasa lebih baik , Terimakasih ,"


" Tuan muda pasti sangat menyayangi anda ,"


" Sebelumya tuan muda tidak pernah membawa gadis lain ke kamar ini ," lanjutnya .


Ah benar saja , aku samapi lupa siapa ha joon sebenarnya .


" Anda terlalu berfikir berlebihan , saya dan ha joon hanya berteman saja ," kataku menjelaskan .


" Benearkah , tapi nampaknya tuan muda tidak menggangpnya demikian nona , bahkan tuan memasak sendiri makanan anda semalam ," jelas choi chin .

__ADS_1


Ada sedikit rasa bangga dalam hatiku diperlakukan spesial oleh ha joon . Tapi tetap saja mengingat ha joon yg playboy pasti dia sangat mahir merebut hati wanita .


Selesai melakukan tugasnya , choi chin mempersilahkan aku mandi dan menggati pakaian , bahkan ha joon telah menyiapkan pakaian baru untukku .


......................



" Ayo makan , kau pasti lapar ," teriak ha joon yg melihatku keluar dari kamar .


" Kau yg memasak ?" tanyaku .


" Tentu saja , kau fikir aku tak bisa melakukannya ?"


" Aku percaya , choi chin yg bilang ,"


" Hemm...bigitu ya , padahal aku berharap kau akan terkesan ," ucapnya sembari tersenyum .


"Makanlah sebelum dingin ,"


Kang ha joon cukup berbakat dalam hal memasak , apapun yg dia olah terasa enak dan sesuai seleraku . Sebenarnya aku bukan tipikel yg pilih-pilih saat makan , ya kecuali aku tak bisa memakan ayam .


Kami hanya diam sembari menghabiskan sarapan . Usai makan segera kuambil semua piring kotor , ya ha joon sudah susah payah memasak untukku , mungkin aku bisa membantunya mencuci piring kotor .


Saat aku sibuk dengan piring kotor yg penuh busa ha joon menghampiriku , " perlu bantuan ?"


"tidak , aku bisa menanganinya ,"


ha joon tersemyum menatapku , diusapnya lembut rambutku . " Harusnya kau memakai penutup rambut , agar busa sabunnya tak mengotori rambutmu ," ucapnya .


"Ah... Tak masalah , aku bisa mencuci rambutku nanti dirumah ," jawabku sedikit salah tingkah .


" Dimana rumahmu , biar aku antar !"


"Tak perlu , aku tinggal di sekitar sini ," tolakku .


"Benarkah , tetep saja aku harus mengantarmu , orangtuamu mungkin akan khawatir ," ucap ha joon sedikit memaksa .


Aku mengendus kesal , betapa keras kepala anak ini .


" Tidak usah , aku sudah merepotkanmu semalam , kau juga butuh istirahat kan , " aku berusaha menolaknya . Rubah tidak ingin punya hutang budi , begitupun aku , terlalu banyak hutang budi akan membuatku bingung untuk membalasnya nanti .


" Ayolah , bagaimana jika sakitmu kambuh lagi , biar ku antar ya ,"


" Baiklah ," dan ahkirnya aku kembali menuruti permintaannya . Nampak senyum kemenangan di wajah ha joon .


Aku dan ha joon berjalan beriringan , di sepenjang jalan banyak orang yg memperhatikan kami sambil berbisik , ' apa ada yg salah ?' fikirku . Aku melirik ha joon dia hanya senyam senyum sambil terus berjalan .


Oh..my god , betapa terkejutnya aku melihat pantulan tubuhku di kaca sebuah mobil yg sedang terparkir . Pantas saja semua orang menatap kami , tentu saja ha joon yg menyiapkan pakaian ini , siapa sangka ternyata ini adalah stelah couple yg sama dengan ha joon gunakan sekarang .


" YAH ... KANG HA JOON ," terikakku kesal , ha joon hanya tertawa sembari berlari-lari kecil menghindariku .

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2