
Pov Kang Ha Joon
Ahkirnya aeyong tertidur , beginikah rasanya jatuh cinta , hanya dengan menatapnya saja sudah membuatku bahagia .
Lihatlah betapa cantiknya dia bahkan saat sedang tertidur seperti ini , ingin rasanya setiap hari , aku dapat melihatnya . Sebelum tidur hingga aku kembali terbangun , sederhana tapi membayangkan saja membuat tersenyum .
Kurapikan selimut yg membalut tubuh aeyong , akan ku buat senyaman mungkin , agar dia tak pergi . Aku berjalan ke menuju sofa tak jauh dari tempat aeyong tidur .
" Arrrhh...sakitt..."
Aku terbangun mendengar teriakan aeyong ,
Aeyong telah meringkuk dibawah tempat tidur , badannya bergetar hebat .
segera ku angkat ia kembali ke tempat tidur , 'astaga kenapa tubuh aeyong begitu dingin'
aeyong nampak begitu kesekitan , aku mencari ponselku , namun tangan dingin aeyong menahannya dengan mata terpejam dia menggeleng pelan . Aku mengerti , dia tak ingin orang lain tau .
ku letakkan ponselku kembali , dengan handuk kecil kubasuh berlahan keringat dingin aeyong . Melihat aeyong yg seperti ini dadakupun terasa sesak .
"Jika ada yg bisa aku lakukan untukmu , bicaralah , akan aku lakukan ," bisikku di telinga aeyong .
"Peluk aku ha joon ," ucapnya , suaranya bergetar seperti menahan hawa dingin .
Aku tak percaya dengan apa yg aeyong ucapkan barusan , matakku membulat sempurna , otakku masih mencerna kata-katanya barusan . " cepat ha joon," ulangnya , bahkan ia berusaha bangun untuk memelukku .
"Astaga , ini bukan mimpi kan , aeyong berinisiatif memelukku ,"
Aku semakin yakin jika ada garis takdir untuk kami , aku pun semakin yakin jika rasa yg aku rasakan untuk aeyong lebih dari sekedar rasa suka .
Berlahan aku membalas pelukan aeyong , " kapanpun jika ini membuatmu nyaman , lakukanlah ," bisikku sembari membelai rambut panjangnya .
Berlahan aku merebahkan tubuh aeyong ke tempat tidur , ia masih memelukku bahkan lebih erat dari sebelumnya .
Untuk pertama kalinya aku tidur dengan wanita nampun tak ada kegiatan *** .
Timbul rasa jahilku , segera kuraih ponselku , sengaja aku mengambil beberapa foto untuk ku pamerkan pada dong ming juga yeong sik . Aku tersenyum penuh kemenangan , bayangkan primadona kampus tengah tertidur lelap dalam pelukanku , seprti sepasang kekasih .
" kang dae hyung,"
ponsel yg kupegang langsung terjatuh mendengar igauan aeyong . Ada rasa tak suka ketika aeyong menyebut nama pria lain bahkan dalam mimpinya sekalipun , aeyong hanya boleh menyebutkan namaku .
Rona kemerahan mulai muncul , wajahnya tak sepucat tadi , bahkan suhu tubuhnya pun mulai ikut menghangat . Ku amat-ti lekat-lekat wajah aeyong .
'siapa kang dae hyung? kamu hanya boleh jadi milikku aeyong , jangan harap bisa pergi dariku ,' bisikku dalam hati .
Aku selalu mendapatkan apa yg aku inginkan , dan bagaimanpun caranya pasti akan aku lakukan untuk mendapatkannya .
Masih dengan posisi yg sama , aku pun terlelap dalam pelukan aeyong .
......................
__ADS_1
Pov Kim Aeyong
Aku terbangun karna suara dengkuran halus disampingku ,
aroma musk menusuk indra penciumanku , ku buka mataku
deg...
untuk beberapa detik aku terpukau ,
ha joon nampak tertidur lelap disebelahku bahkan tangannya yg kekar melingkar dipinggulku .
Astaga , dia cukup tampan , hidung yg mancung dipahat sempurnah oleh sang pencipta . Garis wajah yg tegas , bibirnya sedikit tebal namun membuatnya semakim rupawan bahkan di saat tertidur seperti ini dia cukup tampan untuk dilihat .
Jarak kami begitu dekat , hanya beberapa cm saja , aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya . Sakit yg aku rasakan telah hilang , bahkan fikiranku yg kacau menjadi tenang . ' siapa kamu ha joon ? Kamu nampak berbeda dari manusia lainnya , seakan aku membutuhkanmu untuk menawar rasa sakitku .'
Berlahan kelopak mata ha joon terbuka ,
" Kau sudah bangun ?"
aku hanya mengangguk , ha joon tersenyum sebelum mempererat pelukannya bahkan wajahku terbenam dalam dadanya yg bidang , "Aku tak ingin bangun hari ini , mari tidur lagi ," ocehnya .
"Aw..."
dengan refleks dia melepaskan pelukannya .
"Apa shiomu anjing ? Kau pintar sekali menggit ," omelnya .
" Kau sangat cantik ketika tertawa seperti itu ," pujinya lagi , dia pun bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelahku .
Aku terdiam sejenak , aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya .
" Aku harus pulang ," kataku .
" Baiklah , akan ku minta choi chin melepas infusnya . " ha joon segera pergi keluar kamar .
Tak beberapa lama choi chin datang , dengan cekatan dia melepaskan slang infus yg terpasang di tanganku .
" Bagaimana perasaan ada sekarang ? Apakah lebih baik ?" tanyanya .
" Berkat bantuan anda dan ha joon , saya merasa lebih baik , Terimakasih ,"
" Tuan muda pasti sangat menyayangi anda ,"
" Sebelumya tuan muda tidak pernah membawa gadis lain ke kamar ini ," lanjutnya .
Ah benar saja , aku samapi lupa siapa ha joon sebenarnya .
" Anda terlalu berfikir berlebihan , saya dan ha joon hanya berteman saja ," kataku menjelaskan .
" Benearkah , tapi nampaknya tuan muda tidak menggangpnya demikian nona , bahkan tuan memasak sendiri makanan anda semalam ," jelas choi chin .
__ADS_1
Ada sedikit rasa bangga dalam hatiku diperlakukan spesial oleh ha joon . Tapi tetap saja mengingat ha joon yg playboy pasti dia sangat mahir merebut hati wanita .
Selesai melakukan tugasnya , choi chin mempersilahkan aku mandi dan menggati pakaian , bahkan ha joon telah menyiapkan pakaian baru untukku .
......................
" Ayo makan , kau pasti lapar ," teriak ha joon yg melihatku keluar dari kamar .
" Kau yg memasak ?" tanyaku .
" Tentu saja , kau fikir aku tak bisa melakukannya ?"
" Aku percaya , choi chin yg bilang ,"
" Hemm...bigitu ya , padahal aku berharap kau akan terkesan ," ucapnya sembari tersenyum .
"Makanlah sebelum dingin ,"
Kang ha joon cukup berbakat dalam hal memasak , apapun yg dia olah terasa enak dan sesuai seleraku . Sebenarnya aku bukan tipikel yg pilih-pilih saat makan , ya kecuali aku tak bisa memakan ayam .
Kami hanya diam sembari menghabiskan sarapan . Usai makan segera kuambil semua piring kotor , ya ha joon sudah susah payah memasak untukku , mungkin aku bisa membantunya mencuci piring kotor .
Saat aku sibuk dengan piring kotor yg penuh busa ha joon menghampiriku , " perlu bantuan ?"
"tidak , aku bisa menanganinya ,"
ha joon tersemyum menatapku , diusapnya lembut rambutku . " Harusnya kau memakai penutup rambut , agar busa sabunnya tak mengotori rambutmu ," ucapnya .
"Ah... Tak masalah , aku bisa mencuci rambutku nanti dirumah ," jawabku sedikit salah tingkah .
" Dimana rumahmu , biar aku antar !"
"Tak perlu , aku tinggal di sekitar sini ," tolakku .
"Benarkah , tetep saja aku harus mengantarmu , orangtuamu mungkin akan khawatir ," ucap ha joon sedikit memaksa .
Aku mengendus kesal , betapa keras kepala anak ini .
" Tidak usah , aku sudah merepotkanmu semalam , kau juga butuh istirahat kan , " aku berusaha menolaknya . Rubah tidak ingin punya hutang budi , begitupun aku , terlalu banyak hutang budi akan membuatku bingung untuk membalasnya nanti .
" Ayolah , bagaimana jika sakitmu kambuh lagi , biar ku antar ya ,"
" Baiklah ," dan ahkirnya aku kembali menuruti permintaannya . Nampak senyum kemenangan di wajah ha joon .
Aku dan ha joon berjalan beriringan , di sepenjang jalan banyak orang yg memperhatikan kami sambil berbisik , ' apa ada yg salah ?' fikirku . Aku melirik ha joon dia hanya senyam senyum sambil terus berjalan .
Oh..my god , betapa terkejutnya aku melihat pantulan tubuhku di kaca sebuah mobil yg sedang terparkir . Pantas saja semua orang menatap kami , tentu saja ha joon yg menyiapkan pakaian ini , siapa sangka ternyata ini adalah stelah couple yg sama dengan ha joon gunakan sekarang .
" YAH ... KANG HA JOON ," terikakku kesal , ha joon hanya tertawa sembari berlari-lari kecil menghindariku .
__ADS_1
...----------------...