Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
13.


__ADS_3

Pov author


Sementara itu di kediaman park ji su


" ji su , makanan apa yg disukai kekasihmu ,"


ibu ji su namapk bersemangat , bagaimana tidak , putra kesayangannya ahkirnya memiliki kekasih , ya walaupun itu hanya karangan ji su saja .


" Emmm ... Anu... ," ji su namapak bingung , ia lupa jika hari ini harus membawa aeyong kerumah untuk berpura-pura menjadi kekasihnya .


" Ada apa ji su ? " tanya tuan park yg menyadari gelagat aneh puranya .


"Em.. Sebenarnya , ji su dan aeyong tengak bertengkar sekarang ," bohongnya .


" Aeyong masih salah faham dengan han ji yong tempo hari . " jelas ji su , yaa setidaknya dia harus punya alasan yg tepat untuk menghidar kali ini .


"Astaga , bagaimana bisa ? apakah ibu perlu menjelaskan pada kekasihmu , jika semua ini adalah salah kami ," ibu ji su nampak begitu khawatir .


" Ah .. Tidak .. Tidak perlu ibu , biar nanti pelan-pelan aku berbicara lagi dengannya , untuk sekarang biarlah dia meluapkan kekesalannya dulu ," entah sejak kapan ji su mahir berbohong . Apa boleh buat ini yg terbaik untuk sementara waktu , jika nanti ji su tetap didesak dia akan mengarang cerita jika mereka telah putus . Tapi tanpa ji su sadari dia telah menyebut nama aeyong tanpa sadar , dan pasti masalah kali ini akan menjadi rumit .


......................


Aeyong turun dari mobil hitamnya , sesekali dia merapikan tatanan rambutnya 'Tungguu !!!! Sejak kapan aku perduli dengan penampilanku ," fikirnya .


Siang itu kelas yg diikuti aeyong sudah cukup ramai , ya .. Tentu saja , semenjak park ji su menjadi dosen , banyak mahasiswi yg bersemangat untuk mengikuti pelajaran yah walaupun hanya untuk melihat paras ji su .


Min ji yg melihat kedatangan aeyong langsung melambaikan tangan , aeyong pun langsung berlari kecil ke arah mi ji ,


" Kemana sodam ? " tanya aeyong setelah duduk di samping min ji .


" Tadi ada , tapi neneknya menelfonnya jadi dia izin ," jelas min ji .


" Eh ngomong-ngomong aeyong , apa yg terjadi ?" selidik min ji , sesembari tersenyum ke arah aeyong .


" Hah ..??? Apa ... Apa yg kau maksud ?" tanya aeyong bingung .


" wajahmu merona , seprtinya kau sedang bahagia ," goda min ji .


" Ah .. Tidak kok , aku biyasa saja ," elak aeyong .


" Benarkah , ?? "


" Iya , tentu saja ," aeyong sedang berbohong , bukan hanya min ji tapi juga dirinya sendiri .


Aeyong memfokuskan diri pada buku yg ada di depannya , namun konsentrasinya buyar ketika ha joon duduk tepat di depannya .

__ADS_1


Dengan senyum hangatnya dia menyapa aeyong . " fokus sekali ," katanya .


Aeyong menoleh ke arah ha joon , dan disitulah jantung aeyong berdebar , mukanya terasa memerah .


" Apa yg kau lakukan disini ?" cletuk min ji yg memang kurang suka dengan ha joon .


Aeyong menoleh ke arah min ji ,


" Yg pasti aku hanya ingin menyapa aeyong , tidak ada urusannya denganmu ," balas ha joon tak kalah ketus .


"Sebaiknya kau pergi , pak park sudah datang ," entah sejak kapan sodam sudah berdiri di samping mereka .


Dengan kesal ha joon pun pergi ke kursi belakang . Tak beberapa lama park ji su memasuki kelas .


Raut wajah sodam sedikit menegang , entah apa yg telah terjadi . Aeyong dan min ji pun saling bertukar pandang . Park ji su fokus menerangkan materi hari ini dan aeyong fokus memikirkan momen yg dia alami bersama ha joon kemarin , sesekali aeyong terseyum kecil sembari mukanya memerah , aeyong sama sekali tak memperdulikan sekitarnya . Tanpa aeyonh sadari diam-diam ji su memperhatikannya .


"Bisakan nona aeyong menjawab pertanyaan yg ada di depan ?" ucap ji su lantang . Entah mengapa melihat aeyong seperti itu membuat hati ji su gelisah .


sontak semua mata menuju pada aeyong .


Dengan kesal aeyong berjalan ke arah ji su ,


tentu saja pertanyayan yg demikian sudah berkali-kali aeyonh jawab , dengan cepat dia menyelesaikannya .


" Lain kali jika sedang ada di kelas saya , fokus lah dengan materi ," ucap ji su yg masih tak bisa menutupi rasa kesalnya .


Aeyong yg tak perduli dengan ucapan ji su hanya mengguk sembari tersenyum kecil .


Kelas park ji su telah berahkir , setelah park ji su meninggalkan kelas . Sodam segera menarik tangan aeyong .


" ikut aku sekrang," ajaknya . Aeyong hanya pasrah mengikuti langkah sahabatnya .


Sodam membawa aeyong ke caffetaria , dimana duduk seorang wanita yg usianya sekitar 57th . Wanita itu terseyum melihat kedatangan aeyong dan sodam .


" Duduklah ," ucapanya mempersilahkan aeyong dan sodam untuk duduk .


" Mau pesan apa ?" tanyanya ramah .


Aeyong yg masih nampak bingung ditambah ekspresi sodam yg sulit diartikan membuatnya hanya bisa diam .


" Tidak perlu nek , sebentar lagi kami ada kelas lain ," tolak sodam ahkirnya


"nenek???" batin aeyong ," jika dia nenek sodam berarti dia ibu ji su ."


Entah mengapa perasaan aeyong menjadi tak enak .

__ADS_1


" Ah .. Benarkah padahak nenek ingin berbincang dengan kalian ," katanya lembut , kemudia dia menatap aeyong lekat-lekat dari atas hingga kebawah , aeyong yg diperlakukan demikian membuatnya tak nyaman , sesekali ia mengubah posisi duduknya karna gelisa .


" Ini pertama kalinya kita bertemu kan nona kim ," ucapnya .


Aeyong yg nampak bingung dengan tujuan pernyataan nenek sodam pun hanya tersenyum kecil mengiyakan .


" Perkenalkan saya ibunya ji su ,"


" Sepertinya terjadi kesalah fahaman antara anda dan purtra saya ," jelasnya .


aeyong menatap sodam , sodam malah melotot ke arah aeyong .


" Emm .. Sebenarnya saya tidak mengerti dengan apa yg anda maksud nyonya park ,"


aeyong belum bisa menebak kemana arah pembicaraan ini , tak mungkin jika ji su menceritakan pada orangtuanya jika dia telah melecehkan aeyong .


Nyonya park meraih tangan aeyong menatapnya penuh rasa sayang , " mungkin ini kesalah kami yg tak mengenalmu sedari awal , sehingga kami spakat menjodohkan ji su dengan ji yong , untuk itu saya minta maaf karna membuatmu dan ji su bertengkar ." jelasnya .


Mata aeyong membukat semurna mendengar penjelasan ibu ji su . Sodam tampak menunggu penjelasan aeyong ,


"sialan , apa yg diucapkan pria cabul itu , tidak bisakah dia tak membuat masalahdenganku ," aeyong mengomel dalam hati .


"Nona kim , itu semua adalah kesalahfahaman , saya yakin nona kim bisa memahami kekhawatiran kami pada ji su , tapi kami berjanji tidak akan memaksa ji su untuk kencan buta lagi dan kami memutuskan memberikan restu padamu dan ji su ," ibu park ji su begitu tulus dengan apa yg ia ucapkan bahkan park sodam yg duduk disamping aeyong nampak syok dengan apa yg diucapkan neneknya tersebut .


" Ah... Itu sebenarnya nyonya park ,.."


belum sempat aeyong menjelaskan pada ibu ji su ,


ji su dudah berdiri di belakanhnya .


" Astaga ibu , untuk apa ibu kemari ?" kata ji su sedikit panik .


" Tentu saja menjelaskan apa yg sebenernya terjadi pada calon menantu ibu , " jawab ibu ji su sedikit lantang yg namapak kesal dengan sikap ji su .


Beberapa mahasiswa yg ada di caffetaria itu kaget mendengar ucapan ibu ji su , mereka saling berbisik .


Mata sodam membulat sempurna sedangkan aeyong ingin sekali rasanya ia mencabik-cabik ji su . Entah apa yg dia ucapkan kepada ibunya sampai terjadi kesalah fahaman seperti ini .


Dengan kesal aeyong berdiri dari tempat duduknya ," mohon maaf nyonya park , seprtinya ada sedikit kesalahfahaman disini . Sebenarnya saya..." belum sempat aeyong menyelesaikan kalimatnya ji su segera menggenggam tangan aeyong .


" Aeyong , aku tau kamu masih marah padaku tapi bukankah ibu sudah menjelaskannya , aku dan ji yong hanya kesalahfahaman saja ." Park ji su nampak memohon pada aeyong , aeyong menatap wanita didepannya , bagaimana bisa aeyong menyakiti wanita ini .


Aeyong ahkirnya mengalah . Ia menoleh ke arah ji su dan terseyum , tentu saja senyuman palsu karna dalam hati dia mengutuk ji su yg seenaknya menariknya dalam masalahnya .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2