
Pov Author
Park ji su membawa yang ke sebuah apartemen di dekat universitasnya mengajar, walaupun tak ada orang yg dapat melihat yang selain dirinya namun ji su tak ingin memgambil resiko .
" Untuk sementara kamu tinggallah disini , aku akan sering datang mengunjungimu ," kata ji su beranjak pergi , bagaimanapun ini sudah siang dan dia harus pergi mengajar .
" Bisakan saya ikut anda ," yang memohon agar ikut dengan ji su .
Ji su sedikit kesal dibuatnya . Ahkirnya ji su menyetujuinya dengan berat hati .
Hanya butuh waktu 20menit mereka sudah sampai di kampus . Ji su segera bergegas menuju kelas , yang dengan setia mengikutinya . Memang benar apa yg dikatakan yang hanya ji su yg dapat melihatnya .
Ji su memasuki kelas ,
" selamat pagi semua ," sapa ji su .
" Pagi pak park ," jawab antusias para mahasiswa .
Ji su fokus menerangkan materi , sedangkan yang tujuan awalnya ikut ji su karna ada yg ingin dia temui dan tatapannya saat ini tertuju pada salah satu mahasiswi di barisan ke dua .
Interakasi yg dibangun ji su dengan para mahasiswanya cukup bagus , tak ada rasa canggung di antara mereka semua , namun tetep mereka menghormati ji su sebagai dosen mereka , sesekali humoran receh ji su sematkan dalam penyampaian materi agar para masiswanya tak jenuh . Di saat para mahasiswa lain tertawa bersama hanya aeyong yg tak bereaksi dia hanya diam .
Kelas ahkirnya berahkir dan para mahasiswa pun mulai meninggalkan kelas tak terkecuali aeyong .
" hey aeyong , mau kemana ? " teriak sodam mengejar aeyong .
Sementara min ji terlihat tak perduli .
" Mengapa tak menyusul temanmu ," ji su menghampiri min ji yg tampak tak perduli pada aeyong seperti biyasanya .
" Paling-paling juga buru-buru karna ingin bertemu pacar barunya ," cletuk min ji kesal .
" Memang kau yakin kalau aeyong benar-benar berkencan dengan ha joon?"
" Tentu saja , spertinya anda harus benar-benar kecewa kali ini pak ," min ji menatap ji su dengan tatapan prihatin .
" Ah.. Benarkan memang dari mana kau begitu yakin ," tanya ji su penasaran .
" Aku dan sodam melihatnya , " min ji diam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya .
" pagi ini aku dan sodam melihat ha joon dan aeyong berangkat ke kampus bersama dan sepertinya ha joon cukup akrab dengan keluarga aeyong ."
Ji su terdiam sesaat senyumnya menghilang , " apakah sudah tidak ada kesmpatan untukku ,"
__ADS_1
" Lebih baik bapak lupakan saja aeyong sepertinya memang benar yg diucapkan security itu jika aeyong sudah bertunangan dan dia adalah ha joon ," min ji menepuk pundak dosennya sebelum pergi meninggalkan kelas yg sudah kosong .
" Masih ada kesempatan seonsaengnim , jangan menyerah begitu saja ."
Ji su menoleh kepada yang , dia nampak snagat yakin dengan ucapannya .
" Benarkah ?" ji su mulai memancing yang .
Yang tersenyum licik . " saya berjanji demi kesetiaan saya pada anda , saya akan membuat gadis itu dapat bersama anda apapun resikonya ," katanya yakin .
Ada rasa khawatir dalam diri ji su tapi ia tepis semua itu karna egonya yg ingin mendapatkan aeyong .
......................
Sementara itu aeyong yg melihat kehadiran yang bersama ji su semakin yakin jika kang dae hyun telah bereinkarnasi menjadi park ji su , jika yang sudah hadir dan ada bersama ji su , maka mala petaka itu akan terjadi kembali , tidak ! Seharusnya aeyong yg lebih dulu menyadarinya tapi mengapa harus seperti ini . Terlambat bagi aeyong sekarang . Aeyong terus berjalan hingga tak menyadari jika sodam sudah berada di sebelahnya .
" Mengapa kau terus menghindariku ?" sodam nampak marah pada aeyong karna aeyong selalu menghindarinya bahkan dia menutupi hubungannya dengan ha joon .
" Aku tak ingin berbedat denganmu kali ini sodam ," aeyong yg gusar tak dapat menahan lagi luapan emosinya .
" oh . Begitukah setelah kau diam-diam bertunangan dengan ha joon kau menjadi angkuh seprti ini ," nada bicara sodam mulai meninggi .
Aeyong menatap sodam lekat-lekat . Dia tak habis fikir sodam menuduhnya seperti itu , atau mungkin memang dia yg sedikit keterlaluan tapi bagaimanapun sodam tak akan mengerti apa yg aeyong rasakan .
Pagi ini sengaja sodam dan min ji ingin memastikan keadaan aeyong setelah vidio mereka ramai diperbincangkan di forum diskusi . Namun apa yg dia lihatnya di rumah aeyong tadi pagi , sudah cukup membuktikan jika aeyong dan ha joon memang memiliki hubungan khusus . Terlebih adik aeyong yg terkesan cuek tersenyum sambil merangkul pundak ha joon , ditambah lagi kehadiran nenek aeyong (Aeyong memang pernah bercerita jika sesekali nenek *mago* datang menungunginya ) nampak sangat senang melihat aeyong dan ha joon yg pergi bersama tadi pagi .
" Sodam , aku dan ha joon memang dekat tapi bukan seprti yg kamu dan min ji fikirkan ," aeyong mulai melunak , ia tak ingin sahabatnya itu salah faham .
" Lantas seprti apa ? " ji su tiba-tiba saja sudah ada di belakang aeyong .
Sodam dan aeyong pun beralih pandang ke arah ji su , dimata sodam ji su nampak berbeda biyasanya . Aeyong segera mundur karna melihat kehadiran yang dibelakang ji su , yang tersyum ke arah aeyong membuat aeyong takut .
" Kenapa diam ? Jika tidak seperti yg kami fikirkan , jelaskanlah ," min ji pun ikut mendesak aeyong .
" Aku dan ha joon berteman , adikku juga mengenalnya makannya dia meminta bantuan ha joon saat aku sakit kemarin ," kebohongan yg begitu mudah terucap dari bibir aeyong . saat ini itu adalah yg terbaik , aeyong tak ingin yang tau tentang ha joon yg sebenarnya bagaimanapun yang tak akan pernah berubah .
" sudahlah , saat ini aku banar-benar tidak ada waktu , aku harus menemui seseorang ," aeyong tak berbohong , dia memang ingin segera menemui adiknya .
" benarkah ? , bagaimana kalau ku antar ," ji su nampak antusias dari biyasanya .
" Tidak usah pak , anda pasti sibuk ," tolak aeyong .
" Tentu tidak , jika ha joon bisa mengenalmu lebih jauh , maka aku juga ingin lebih mengenalmu dan lain kamu tak lupa dengan kesepakatan kita kan ," ji su sedikit memaksa .
__ADS_1
" Tapi .. "
belum sempat aeyong menolak ajakan ji su , ji su dengan lembut mengandeng tangan aeyong . " sudahlah lagi pula kamu tidak ingin temanmu salah faham kan , jika denganku aku yakin tak akan terjadi masalah ," rayu ji su .
Sodam dan min ji saling bertukar pandang . Ada yg berbeda dari ji su . namun itu cukup bagus bagi min ji , jika ji su dan aeyong bersama makan sudah pasti ha joon akan sakit hati dan itu yg sebenarnya min ji inginkan .
Aeyong ingin menolak namun yang memberikan mantra padanya sehingga dia menurut pada ji su , ditambah lagi kekuatan aeyong semakin melemah semenjak dia kehilangan liontin bunga lotusnya , tentu saja yang sudah mengetahui hal itu .
Ahkirnya aeyong pun pasrah pergi bersama ji su namun ia menepis tangan ji su yg ingin mengenggam tangannya . Merka berjalan beriringan , sodam dan min ji pun hanya diam terpaku melihat kepergian ji su dan aeyong . Baru setelah aeyong dan ji su telah menghilang , mereka berdua baru bisa berbicara .
" mengapa paman lebih agresif ?"
" wajar lah , mungkin dia tak ingin aeyong menjadi milik orang lain ," min ji yakin jika ji su mengubah taktik agar bisa diterima aeyong . Mungkin aeyong lebih suka pria agresif seperti ha joon .
Namun tidak bagi sodam yg mengenal ji su sedari kecil , ia yakin jika ada sesuatu telah berubah dari pamannya itu . Sodam pun memutuskan untuk mengikuti aeyong dan ji su , min ji enggan menemani kali ini , karna baginya aeyong dan ji su butuh waktu untuk berdua .
......................
Di perjalanan aeyong masih diam tak berbicara satu kata pun . Ia bingung , tak mungkin aeyong membawa ji su dan yang untuk bertemu hae jung namun ia tak bisa mengendalikan dirinya sekarang , aeyong sangat yakin jika yang telah memantrai dirinya dia pasti sudah tau jika aeyong telah kehilangan liontinnya .
Aeyong masih berusaha berkomunikasi dengan hae jung namun seperti ada kekuatan yg membatasinya . Dari kaca depan mobil aeyong menatap ke arah yang , dia tersenyum licik ke arah aeyong ," Sialan kau " umpat aeyong , yang hanya tertawa melihat kemarahan di mata rubah cantik itu .
Ji su cukup puas ahkirnya bisa pergi bersama aeyong . Ia mereasa tertolong dengan kehadiran yang di sampingnya , bagaimanapun aeyong yg biyasanya cukup dingin dan mengabaikan ji su mulai menurutinya .
" Mau makan siang dulu aeyong ," kata ji su yg mencoba mencairkan suasana .
sekali lagi aeyong ingin mengatakan tidak namun mulutnya terkunci .
" Baiklah , lagi pula adikku mungkin sedang sibuk sekarang ," sekali lagi yang mengendalikan aeyong dengan mantra-mantranya
Ji su bersorak gembira , ia tak menyangka jika hari ini datang juga , ia sangat berterimakasih pada yang sekarang .
" Oh benarkan , bagaimana jika kerumahku , ibukku selalu menanyakanmu , mungkin dia akan senang jika kita makan siang bersama kali ini . " ajak ji su antusias .
aeyong hanya mengangguk kecil .
. " Dasar peri licik , tunggu sampai kekuatanku kembali " tegur aeyong dengan telepati yg hanya didengar oleh yang saja .
" Bukankah seharusnya kau berterimakasih , berkatku , kau dan kekasihmu lebih dekat sekarang ," yang menjawab penuh percaya diri .
Mengetahui semua ingatan dae hyung telah terhapus membuat yang semakin berani , ia harus segera menyatukan aeyong dan dae hyung kembali . Bahkan jika dewa hades ikut campur dia yakin dae hyung akan melindunginya .
...----------------...
__ADS_1