
Pov Author
Hujan turun cukup deras dari siang hari hingga menjelang senja ,
orang mengatakan jika rubah sedang menangis maka akan ada hujan deras yg turun .
Aeyong menatap ke langit yg gelap dari balik jendela , ia tak lagi merasakan sakit di sekujur tubuhnya seperti sebelumnya , namun hatinya yg terluka membuatnya tubuhnya mati rasa . Ia bahkan tak sadar jika salah satu ekornya telah menghilang .
Ji su yg menemani aeyong sedari tadi tak dapat berbuat apapun . Ji su langsung kembali ke rumah setelah mendapat kabar dari ibunya jika aeyong sakit . Setibanya di rumah , beginilah keadaan aeyong , tatapan matanya menatap ke luar jendela dan tak berbicara satu kata pun . Ji su mengajak aeyong untuk pergi kerumah sakit namun aeyong hanya menggelengkan kepalanya .
" Apa yg sebenarnya terjadi ?" kata ji su yg menyadari kehadiran yang di antara mereka .
" Dia hanya sedih . ," jawab yang asal , bagaimanapun dia tak mungkin bercerita kepada ji su jika aeyong telah kehilangan salah satu ekornya . yang sama sekali tak menyangka jika aeyong akan lemah seperti ini , sebenarnya akan lebih bagus jika aeyong menjadi lemah namun jika aeyong kehilang ekornya satu persatu maka dia akan menjadi manusia biasa dan tentu aeyong tk akan berguna lagi baginya .
" Seonsaengnim ajaklah aeyong pergi berlibur , dia pasti akan senang ," saran yang . Sebelum terlambat yang harus benar-benar menyatukan aeyong dang reinkarnasi kang dae hyung ( park ji su )
" Aku tak yakin jika dia setuju ,"
" Saya yakin sekali jika kali ini aeyong tak akan menolaknya , percayalah pada saya ," yang terus saja meyakinkan ji su .
Ji su mengangguk dan mulai berjalan ke arah aeyong .
" Aeyong , karna aku tak cukup pandai memahami perasaanmu , bagaimana jika kita pergi keluar ," diam sejenak , mengamati aeyong .
" aku bingung harus bagaimana , aku tak ingin kamu sedih . jadi , ayo kita pergi keluar kota , mencari ketenangan ,"
Lanjut ji su .
Ji su benar , saat ini yg aeyong butuhkan adalah menjauh dari ha joon , melupakan sejenak sakit hatinya .
" iya , " jawab aeyong singkat tanpa menoleh ke arah ji su .
......................
Pov Kim Aeyong
Pagi berikutnya aku dan ji su sudah berada di busan . yaa hanya kami berdua tanpa ada yang diantara kami . Entah apa yg direncanakan peri licik itu , yg pasti aku pun sudah memiliki rencanaku sendiri .
Aku sebenarnya tak terlalu menyukai aroma asin air laut , namun tak ada salahnya mengubah kebiasaan lamaku . Biyasanya aku akan menghabiskan waktuku di tempat hae jung , hanya kali ini aku tak ingin bertemu dengannya untuk sementara waktu .
Berbeda denganku , sepertinya ji su sangat menyukai tempat ini bahkan ia melepaskan sepatunya agar leluasa bermain air .
__ADS_1
" Ayolah aeyong , jangan berdiam diri saja , ini sangat menyenangkan ," teriak ji su .
Aku tak yakin ini bukan ide yg bagus , aku pandai dalam segala hal tapi tidak untuk berenang , kami para rubah sejujurnya tidak terlalu suka dengan air . Aku melepas sepatuku , butiran-butiran halus pasir membuatku bergidik geli . dengan sedikit berjinjit aku berjalan ke arah ji su berada .
Riakan ombak membahasi kakiku yg sudah berada di bibir pantai , benar , , rasanya tidak terlalu buruk walaupun tetap aku tak menyukainya . Aku menatap hamparan laut yg luas , air yg biru berkliau karna terkna cahaya matahari "cantik" bisikku .
Aku memperhatikan ji su yg menikmati dunianya sendiri . " dia adalah tujuan awalku , walaupun sudah terlambat mencegahnya bertemu dengan yang namun aku masih bisa melalukan cara lain ," aku berusaha menguatkan hatiku sendiri .
" Apa ? Mengapa menatapku seperti itu ? Apa aku aneh ? " ucap ji su yg sadar jika aku memperhatikannya .
" Jika aku berkata bahwa bapak cukup tampan , apakah bapak percaya ?" godaku , sepertinya aku mulai tertular penyakit penggombal dari ha joon . Mendengar ucapanku muka ji su berkerut heran , ia berjalan mendekatti ku ,
" apa kamu yakin kita tidak butuh ke dokter ? " katanya sembari menyentuh keningku . Sialan ... bisa-bisanya pria ini menganggapku sakit .
" Lupakan , rubah tidak butuh dokter ," hardikku kesal , aku segera membalikan badan namun sebelum aku melangkah ji su mengenggam tanganku .
" haha , aku hanya bercanda . Jangan seperti itu ,"
" lagi pula ini bukan dikampus tak seharusnya kamu memanggilku secara formal begitu ," keluhnya .
" Tetap saja , anda dosen saya , jadi saya harus sopan kepada bapak ."
" haha lucu sekali , jika kamu memanggilku bapak , haruskan aku memanggilmu leluhur ? " jawab ji su sembari tertawa terbawak .
" Baiklah ji su , terserah kau saja ," ahkirnya aku menyerah .
Ji su menggandeng tanganku , membawaku berjalan menyusuri tepian pantai .
Aku tak nyaman sebenarnya diperlakukan ji su seperti ini , bagaimanapun aku masih terikat dengan ha joon .
" kamu tau aeyong , rasanya aku ingin sekali kembali ke masa lalu , ya walaupun aku tak pernah tau masa lalu ku seperti apa , tapi aku yakin jika saat itu , semua tak serumit ini ," kata ji su tiba-tiba .
" Yang bilang jika kita dulu sangat bahagia , " ji su menatapku lembut , tatapan yg sama seperti tatapan dae hyung dulu , tatapan yg ratusan tahun aku rindukan . Aku tersenyum getir menyadari kenyataan yg menyakitkan ini . Aku menghela nafas panjang , sekali lagi aku menatap wajah ji su .
" Ayo kita mulai semuanya dari awal ,"
Ji su mentapku dengan tatapan tidak percaya tapi kemudia dia mengangguk sembari tersenyum .
Yah , aku sudah melanggar semuanya , bahkan jika mago turun tangan kali ini , aku pun sudah tak perduli lagi .
Aku punya rencana sendiri dan semakin sedikit yg tahu akan rencanaku , akan semakin mudah bahiku untuk melakukannya . Yanh bukan lagi yang lemah dulu , aku yakin setelah ratusan tahun berlalu kekuatananya akan semakin bertambah .
Walaupun yang bukan penyenab dae hyung terbunuh dulu namun yang sebenarnya turut serta dalam pemberontakan yg dilakukan penyihir hitam pada kami di masa lalu .
__ADS_1
" Jadi , mulai hari ini kita resmi berkencan nona kim ?" tanya ji su yg masih nampak malu-malu .
" Tentu saja ," jawabku bersama deburan ombak yg ngehantam tubuh kami yg berada di bibir pantai . Aku sangat paham jik mago menentang keputusanku .
ji su tersenyum kemudian menarikku dalam pelukannya , tak perduli dengan ombak yg menghantam tubuh kami berdua .
Tubuhku dan ji su telah basah oleh air laut dan aku tak nyaman dengan kondisi ini , aku mendorong berlahan tubuh ji su agar sedikit menjauh dariku ,
" spertinya kita harus mandi , " ajakku dan kemudian aku menarik tangan ji su menjauh dari pantai .
" maafkan aku ha joon , " nyaris air mataku menetes namun kutahan semampu .
Ratusan tahun yg lalu dae hyung telah berkorban untukku , dan sekarang adalah saatnya aku yg berkorban untuk membalasnya . Aku hanya berharap sebelum aku benar-benar musnah dae hyung mampu mengalahkan kekuatan hitam itu . Dan jika aku bersama ji su sekarang , akan mudah bagiku untuk mengawasi yang .
'BERHENTILAH BERBUAT HAL BODOH KIM AEYONG !!!!'
Hae jung maraha kepadaku , bener dugaanku bagaimanapun mago dan hae jung masih mengawasiku .
' aku punya rencaku sendiri , jadi tolong biarkan aku menyelesaikannya sendiri kali ini,' jawbaku .
'Kembalilah ke seoul segera , kau tak ingin membuat mago murka kan , ingatlah ha joon bisa dicelakai yang kapan saja ,' balas hae jung .
Langkah kakiku tehenti , bodohnya aku , bisa-bisanya aku lupa dengan yang tak berada di sampinh ji su sekarang . Aku yakin jika yang punya alasa khusus untuk menetap di seoul .
" Ji su , ayo kembali ke seoul sekarang ," ajakku pada ji su .
" lha ??? Bukankah kita sedang berlibur sekarang mengapa harus secepat ini kembali ..."
Cup ...
Aku sengaja mengecup bibirnya agar ji su tak banyak bicara . dan cara itu cukup efektif membuatnya diam .
" Ayolah oppa , ada yg harus kukerjakan disana ," rengekku manja , aku bemar-benar gila sekarang , bisa-bisanya melakukan hal konyol seperti ini .
" oppa ?? " tanyanya kaget lihatlah betapa lucunya ekspesi ji su sekarang , padahal dia bukan lagi remaja tangung yg baru mengenal cinta . " ba..baikalah tapi biarkan aku beristirahat sebentar , semalaman kita tak tidur ," lanjutnya .
Ji su benar , dia sama sekali belum istirahat . Namun aku yg terlanjur khawatir dengan ha joon , kuekuh harus kembali ke seoul sekarang .
" Biar aku yg mengemudi ," jawabku dingin .
" yah.. bagaimana bisa kamu yg mengemudi , biar aku saja ," bujuk ji su .
Aku tak ingin mengambil resiko , aku menatap ke sekitar . setelah memastikan tak ada orang di sekitar kami , aku menatap lekat-lekat ji su dan jadilah ji su yg penurut .
__ADS_1
...----------------...