
Pov kim Aeyong
Sesaat setelah ibu park Ji su pergi , aku menarik ji su menjauh dari park sodam yg sebenarnya juga menati penjelasanku .
" Sebenarnya apa yg anda katakan ke pada ibu anda ? "
" Emm..seperti yg kau ketahui sebelumnya , orangtuaku memaksaku untuk dekat dengan han ji yong , dan saat itu ada kau di dekat kami jadi yaa bisa dibilang aku memanfaatkanmu , " ji su menarik nafasnya dalam-dalam sebelum melanjutkan penjelasannya .
" Aku minta maaf untuk ini , aku tak ada niat melibatkanmu hanya saja ji yong terlanjur tahu identitasmu membuatnya semakin rumit , awalnya ahkir pekan kemarin aku ingin kau menemui orangtuaku , setelah itu kita berpura-pura hubungan kita telah berahkir , tapi kau menolaknya . Dan aku beralasan bahwa kita sedang tidak baik-baik saja , alhasil orangtuaku terus mengorek informasi hingga ibukku menemui sodam pagi ini . " ji su menjelaskan .
Astaga kenapa dia selalu menyeretku dalam masalah .
" Aku benar-benar minta maaf untuk kali ini , " lanjutnya .
" Hanya satu bulan , dan aku harap tidak ada satu orangpun dikampus yg tau tentang kesepakatan kita ," ujarku dingin .
Ji su hanya mengangguk tanda setuju .
Aku meninggalkan ji su berjalan keluar gedung kampus . Banyak sorot mata tertuju padaku , bisikan-besikan mereka mencibirku dapat kudengar dengan jelas . Yah ,, tentu saja saat ini aku sangat membenci kemampuanku .
Sampai diluar gedung , langit tampak menghitam , hembusan angin seakan berkata akan ada rubah yg mati , dapat kucium aroma tubuh hae jung dari kejauhan . Pasti Hae jung sedang menuju keseoul . Dengan sedikit berlari aku meuju ke arah mobil yg terpakrir di halaman kampus .
'apa yg terjadi , ?' sebisa mungkin aku berkomunikasi dengan hae jung namun dia tak meresponnya . Aku hanya dapat melihat dia dengan cepat melesat ke arah tengah kota . Aku pun , memacu mobilku lebih cepat ke arah yg hae jung tuju .
Namun baru beberapa ratus meter mobilku melaju , sebuah mobil suv merah melaju kencang ke arahku , aku yg kehilangan fokus segera membanting stir ke arah kiri jalan namun ...
Brraakkk....duarr
Dentuman cukup keras membuat pengguna jalan ikut berhenti . Mobilkku terseret mobil suv tersebut hingga 2meter .
Aku berdecak kesal , segera kubuka safety belt , kemudian bergegas keluar mobil , diluar sudah banyak orang yg berkerumun di sekitar mobil suv juga mobilku ,
melihatku keluar dari mobil beberapa orang menghampiriku , " apakah anda baik-baik sjaa ?"
" Bagaimana kondisi anda ?"
begitu banyak pertanyaan dari mereka , aku melirik ke arah mobilku ," aigoo.. pantas saja dentuman itu terdengar cukup keras , nyaris sisi kanan mobilku tak berbentuk karna tabrakan ini,"
Melihatku yg sedikit syok seorang perempuan paruhbaya menghampiriku ,
" Minumlah , tenangkan dirimu dahulu ," ucapnya sembari mengelus punggungku dengan lembut .
Suasana semakin ramai , bhakan sebuah ambulance dengan sirenenya mulai terdengar , beberapa tenanga medis datang menghampiriku , dengan cepat mereka memeriksa keadaanku . Aku sedikit curi pandang ke arah suv merah yg menabrakku , sepertinya pengemudi mobil itu tak sadarkan diri , nampak beberapa orang membopongnya ke arah ambulance .
" kita harus ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anda ," ucap seorang tenanga medis , yg selesai memeriksa keadaanku .
" Tidak perlu , aku baik-baik saja ."
"Anda yakin ? Tapi bagaimanapun anda harus pergi kerumah sakit !" bujuknya .
Belum sempat aku membalas ucapan tananga medis tadi aku menciuam aroma musk yg cukup familiar ,
__ADS_1
"Aeyong ,, astaga ,, bagaimana bisa ?? Bagaimana keadaanmu sekarang ? Mana yg terluka ?" Ya aroma musk yg manis itu milik kang ha joon , dia nampak cukup panik . Entah bagiamana dia bisa berada disini ?
" Ah ,, ha joon , aku tak apa ." ucapku berharap dia tak menghawatirkanku .
Namun , ha joon malah memelukku , ya pelukan hangat ,pelukan ha joon yg membuat hatiku tenang .
" Ayo aku antar kerumah sakit ," katanya sembari melepaskan pelukannya , namun tangannya yg hangat beralih menggenggam tanganku .
" Tidak usah , aku hanya butuh istirahat ," jawabku .
" Bagaimana bisa kamu berkata begitu , kita harus ke rumah sakit untuk memastikannya ," kekuhnya .
Astaga bagaimana bisa ha joon seimut ini saat khawatir . Aku tersenyum sembari melepaskan gengaman salah satu tanganku , ku usap pelan rambut ha joon .
" Tenanglah , aku baik-baik saja ," aku menegaskan . Secara refleks menarik ha joon dalam pelukanku , yah yg aku fikirkan saat ini hanyalah ingin dalam pelukan ha joon . Ha joon pun membalas pelukanku sembari mengelus punggungku .
Untuk sesaat aku merasa tenang , sebelum pandanganku menatap lurus kedepan , dimana lee yeong sik , mark lee dan choi dong ming nampak heran menatap ke arah kami . Segera aku melepaskan pelukanku .
Ha joon nampak kebingungan dengan tingkahku . Mukaku serasa memerah karna malu , bagimana bisa aku melakukannya ditempat umum . Bahkan tenanga kesahatan itu pun masih ada di depanku .
" Nanti saya akan pergi kerumah sakit sendiri , " ucapku padanya yg masih terus memerhatikanku .
" heii. Kau tak dengar apa yg dia ucapkan ?" ha joon memperjelas .
" eh ,, iya , baiklah kalau begitu , saya permisi ," katanya sembari pergi ke arah ambulance .
lee yeong sik , mark lee dan choi dong ming menghampiri kami .
tanya mark lee .
Ha joon menoleh ke arah mereka , " Aku akan menggantarnya pulang , kalian pergi saja dulu ,"
" Apa kau yakin tak perlu ke rumah sakit?" dong ming memastikan .
Aku hanya menggeleng pelan .
" Permisi nona ? Bisakan anda ikut kami sebentar ke kantor polisi untuk memberikan keterangan ?" seorang petugas dengan sopan berbicara kepadaku .
" Apakah anda tidak melihat dia sedang syok ," ha joon nampak kesal ,
" ha joon , sudahlah ," cegahku sembari menggenggam tangannya .
" Iya pak ," jawabku pada para petugas itu .
Diikuti lee yeong sik , mark lee , choi dong ming dan kang ha joon kami berlim pun menuju kantor polisi terdekat dengan dua mobil yg berbeda , tentu saja aku berada satu mobil dengan ha joon , diikuti mereka bertiga di belakang mobil kami .
......................
Pov kang ha joon
Aku menemani aeyong menjalani pemeriksaan , tentu saja
__ADS_1
yeong sik , mark lee dan dong ming juga menemaniku disini .
" Aku masih tak menyangka , kau bisa begitu dekat dengan aeyong ?" dong ming membuka percakapan .
" Bukankah sudah kubilang tadi pagi , " dibanding menanggapi omongan dong ming , aku lebih fokus memikirkan aeyong yg sedang ada di dalam kantor pemeriksaan .
sekitar satu jam kami menunggu , aeyong keluar rungan dengan muka yg tampak begitu lelah .
" Mau ku antar pulang atau ke rumah sakit ?" kataku khawatir .
"Ayo ikut aku menemui seseorang ,"
Aku pun mengangguk setuju .
Ahkirnya kami berlima pun berpisah , aku bersama aeyong , sedang kan mereka ber tiga pergi entah kemana .
Aeyong yg duduk disebelahku terlihat fokus akan sesuatu hanya sesekali dia menunjukkan arah kemana tujuan kami .
Hingga ahkirnya mobilku pun masuk ke sebuah gereja yg cukup clasic namun megah di pinggiran kota seoul .
Aku memapah aeyong berjalan memasuki halaman gereja tersebut . Ada rasa ragu ketika aeyong hendak melangkah memasukinya namun aku mengisyaratkan tak akan terjadi apapun karna aku akan selalu menjaganya .
Gereja itu begitu cantik banyak bunga putih berjajar di sepanjang jalan , seprti ada acara pernikahan namun mengapa begitu sepi , tak ada satupun orang selain kami berdua . Sebuah pintu kayu besar tepat di hadapan kami , awalnya aeyong enggan membuka pintu tersebut , namun pada ahkirnya kami membuka pintu itu bersama-sama .
sebuah altar pernikahan dengan dekorasi berwarna putih , ditambah aroma jasmin yg sangat dominan , kami melangkah masuk ke dalam , semakin kami masuk kedalam rungan itu semakin meningkat pula meningkat tingkat kewaspadaan kami . Entah mengapa bulu-bulu halus di tubuhku berdiri , hawa asing yg membuatku tak nyaman berada disini .
" Keluarlah ha joon , disini bukan tempatmu ,"
" Kita kemari bersama aeyong , jadi kita pergi pun harus bersama ,"
" Mengapa kau keras kepala ha joon , kubilang cepat pergi sebelum pintu di depan sana tertutup ," kali ini aeyong nampak membentakku bahkan dia melepas dengan kasar gengaman tangan kami .
" Ku mohon ha joon , keluarlah , jangan perdulikan aku , " aeyong mulai terisak .
" Aeyong , aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menjagamu , jadi aku tak akan pergi jika tidak bersamamu , aku sudah bersumpah untuk melindungimu ,"
" Janji yg cukup manis ," ucap sebuah suara entah berasal dari mana ,
aku menoleh kesana kemari namun tak dapat kutemukan sumber suara tersebut .
" Seharusnya hari ini akan ada pasangan yg mengikat janji disini , tapi karna rubah sialan itu , semuanya berantakan , "
" Namun siapa sangka , sang kakak dengan kekasih manusianya datang kemari , hahaha bukankah ini suatu keberuntungan untukku ," lanjutnya .
Aku tak mengerti apa yg suara itu maksud ,
Aku hendak membalas sumber suara itu namun aeyong mencegahnya .
" Aku minta maaf atas apa yg telah terjadi disini sebelumnya sejujurnya aku tak ada urusan dengan calon pengantin disini , aku hanya mencari adikku , dan dia bukan kekasihku . " aeyong melangkah satu langkah di depanku .
Tapat saat itu sebuah cahaya putih menyilaukan mataku , cahaya itu membentuk sesosok manusia namun cahaya yg dia pancarkan cukup terang hingga semuanya menjadi gelap . Aku hanya mendengar teriakan aeyong sebelum ahkirnya kesadaranku benar-benar hilang.
__ADS_1
...----------------...