
Pov Kang ha joon
Ingin rasanya langsung ku utarakan perasaanku pada aeyong , baru satu minggu kami bertemu dia telah membuatku gila , sikapnya yg terkesan acuh membuatku kian ingin memilikinya . Baru kali ini seorang Kang Ha joon diabaikan serang wanita .
Fikiranku gusar jika sudah memikirkan aeyong , apa yg tengah dia perbuat sekarang , memikirkannya membuatku bersemangat pergi ke kampus , "sayang ini masih pagi , kamu hendak kemana ? ,"
ah sial aku lupa jika tengah bersama rachel saat ini . Rachel pacar baruku , dia begitu manja membuatku muak , " aku ada kelas pagi ," bohongku .
Menghabiskan malam bersama rachel tapi wajah aeyong selalu terbayang , membayangkan wajah aeyong nafsuku kembali naik , sebuah pelukan hangat juga kecupan di leher mebuat gairahku naik . Segera aku berbalik kucium bibir rachel dengan kasar namun ia malah mendesah menikmati sentuhanku . Tanganku mulai aktif ke bagian tubuh rachel yg sensitif , rachel memang paling bisa memancing gairahku . Kami melakukannya sekali lagi pagi itu . Jika bukan karna ingin segera betemu aeyong , pasti akan ku buat rachel tak berdaya .
......................
Dicaffetaria kampus masih sepi , mungkin banyak yg masih mengikuti pelajaran . Bahkan aku belum melihat yong sik dan dong ming , aku yg datang terlalu pagi atau memang mereka suka datang terlambat . Kelas pertamaku dimulai 1jam lagi , jadi kuhabiskan waktuku bersantai di sini .
"hyeong ,pagi sekali kau datang ," mark lee nampam sumringah duduk disampingku .
"Memangnya aku tak boleh datang pagi ,"
"Tentu saja bukan begitu , hanya saja tak seperti biyasanya kau nampak bersemangat berangkat sepagi ini ," lanjutnya .
" Aku hanya ingin , " pungkasku .
Mark lee salah satu juniorku di sini , kelompokku sebenarnya ada bebedapa orang hanya saja yg lain berbeda semester bahkan berbeda fakultas denganku . Sebenarnya aku berada di fakultas teknik hanya saja karna Aeyong aku mengambil tambahan kelas matematika yg sama dengan aeyong .
Itu dia Aeyong yg ku tunggu . Dia nampak cantik hari ini , nampak casual nampun tetap terlihat feminim . Saat dia memasuki caffetaria semua mata pria tertuju padanya . Bahkan mark lee pun tak berkedip mentapnya berjalan .
"Heh . Apa yg kau lihat ," ucapku kesal karna mark lee menatap aeyoung sedari tadi .
"Hehehe pemandangan indah bagaimana bisa kulewatkan hyeong ," katanya sembari menyruput americano coffe .
__ADS_1
Aku semakin kesal menatap mark lee , bener saja Aeyong sangat cantik , bukan hanya mark lee tapi aku yakin semua pria disini akan terpesona dengan aeyong .
Aeyong berada di sebrang mejaku , ia hendak duduk namun tiba-tiba entah dari mana datangnya seorang pria datang menghampirinya , kulihat aeyong nampak terkejut dengan kehadiran pria itu . Pria itu duduk disebelah aeyong , entah apa yg dia bicarakan tapi kulihat aeyong tak nyaman berada di dekat pria itu . Saat aeyong hendak pergi tangan laki-laki itu mencengram tangannya , sontak darahku mengalir deras , tanpa fikir panjang lagi aku menghampiri mereka . Ku tarik Aeyong ke sebelahku .
" Apakah kau tak tau dia merasa tak nyaman berada di dekatmu , kenapa kau memaksanya ," aku tak dapat menahan amarahku terhadap pria ini .
"Tolong jaga sikap mu ," kataku sembari menarik aeyong keluar caffetaria .
Astaga tangan aeyong begitu halus ditambah aroma chamellia yg lembut perpaduan yg sangat sempurna .
"cukup," aeyong berheti di ujung koridor . Ia melepaskan gengaman tanganku .
"terimakasih , dan tolong jangan lakukan itu di lain hari ," katany . Ia hendak pergi namun segera kutahan , " tunggu aeyong , bukankah ini pertemuan ke 3 kita ? tidak kah kau ingin berkenalan denganku secara resmi ," godaku . Aeyong hanya tersenyum sembari menampik tanganku ,"bukankah kau sudah tau namaku , jadi untuk apa sebuah formalitas lagi ," ucapnya dingin sembari berjalan meninggalkanku .
Baiklah hanya Aeyong yg berani menolak Kang ha joon , tapi bukan ha joon namanya jika menyerah begitu saja , akan kupastikn untuk memilikimu aeyong .
......................
Pukul 8 lebih aku telah sampai di seoul , aku langsung pergi ke kampus karna ada beberapa tugas yg harus aku salin , sebenarnya sangat muda bagiku untuk melakukan sesuatu hanya saja entah mengapa aku senang melakukan hal-hal sederhana seperti pada manusia pada umumnya , mungkin ini lah yg membuat adikku khawatir jika hatiku telah berbubah .
Aku hendak memasuki lift memuju lantai 3 namun syang pintu lift telah tertutup . Kuputuskan bersantai di caffetaria sembari menunggu park sodam .
Di dalam caffetaria masih nampak sepi , kuputuskan duduk di pojok rungan dekat jendela . Baru saja ku nikmati ice americano pesanku sebuah sapaan mengalihkan pandanganku . Aku menoleh ke arah pria tinggi yg dengan lancangnya duduk disebelahku tanpa seizinku .
" Hay , aku menunggumu , bisakan kita bicara ," katanya .
Aku hanya mengangguk mengizinkan .
" Sebelumnya aku minta maaf atas apa yg aku lakukan padamu tempo hari , aku tak bermaksud melecehkanmu , hanya saja kondisinya mendesak saat itu ," jelasnya .
__ADS_1
"Aku melihatmu jadi sepontan aku bertingkah seperti itu ," lanjutnya .
Tatapan mata pria ini begitu tulus , aku yakin dia pria yg baik sebenarnya .
" Sudahlah , aku sudah melupakannya ," jawbaku pada ahkirnya , pria itu tersenyum , 'ah dia sangat manis ,' bisikku . ditambah matanya berbinar seperti bayi yg mendalatkan ice cream untuk pertama kalinya , sejujurnya dia cukup tampan .
" Terimaksih nona , emm aku tak suka berbasa basi jadi langsung saja ku katakan .
Bisakah anda berpura-pura menjadi kekasihku ahkir pekan ini , hanya untuk bertemu dengan keluargaku . " katanya .
Gilllaa
Baru saja dia meminta maaf dan sekarang memintaku untuk berpura-pura menjadi pasangannya lagi , pria ini benar-benar tak waras . Aku hendak pergi namun pria ini mencegahnya ," tunggu , tolong dengerkan aku , aku akan memberikan kompensasi untukmu ,"
Belum sempat pria ini menyelesaikan kalimatnya , sebuah tarikan membuatku menjauh dari pria gila itu .
"Apakah kau tak tau dia merasa tak nyaman berada di dekatmu , kenapa kau memaksanya," dan begitu mendengar suaranya hatiku yg gusar menjadi sedikit tenang , walaupun pria ini sama menyebalkannya namun setidaknya dia tak pernah bersikap kurang ajar padaku .
"Tolong jaga sikapmu ," setelah memperingatkan pria dia menggengam tangaku dan membawaku keluar caffetaria , bisa kulihat raut wajah tak suka dari pria itu dan hampir semua pasang mata yg ada di caffetaria pagi itu menatapku dan pria ini , entah siapa namanya aku masih belum tau .
Genggaman tangannya membuat hatiku begitu tenang hingga aku mengikuti langkah kakinya . Namun bayangan Dae hyung membuat langkah kakiku terhenti .
"cukup," kataku pada ahkirnya . Ku lepas gengaman tangannya .
"Terimakasih , dan tolong jangan lakukan itu di lain hari ,"
Ia menghalangi jalanku ", tunggu aeyong , bukankah ini pertemuan ke 3 kita ? tidak kah kau ingin berkenalan denganku secara resmi ?" tanyanya . Dasar pria dimana-mana sama saja , bukankah dia sudah tau namaku kenapa harus ada perkenalan lagi . " bukankah kau sudah tau namaku , jadi untuk apa sebuah formalitas lagi ," aku segera pergi dari hadapan pria ini . Yah walaupun aku ingin tau namanya tapi aku mengingat kembali kata-kata adikku , aku tak ingin berahkir menyedikan .
...----------------...
__ADS_1