Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
08.


__ADS_3


Pov Kim Aeyong


Sebenarnya aku enggan mengikuti kelas hari ini , jika bukan karna telah berjanji dengan sodam mungkin aku akan bolos .


Aku berjalan dengan enggan menghampiri sodam yg tengah asyik berbicara dengan min ji .


" Tumben sekali mukamu masam ," min ji menatapku dari atas ke bawah dengan tatapan penuh ke ingin tahuan .


" Aku kurang tidur semalam ," jawabku asal .


mungkin karna terlalu kesal aku tak memperhatiakan sekitar . Ku fokuskan pandanganku ke arah mahasiswi yg sudah memenuhi kelas , tak biyasanya mereka terlihat lebih cantik dari biasanya .


Dan benar saja kelas yg biasanya masih sepi hari ini nampak ramai bahkan mungkin hampir semua mahasiswa telah hadir .


'ada apa ya?'


ku lirik min ji , tak biyasanya dia datang lebih awal ah dia bahkan memoles sedikit make up di wajahnya .


" kenapa ?" tanyanya menyadari tatapanku .


" Hanya heran saja , kau nampak bersemangat pagi ini , bahkan sempat berdandan juga ," ejekku .


" Siapa suruh kemarin kau meninggalkan kelas , jadi kau tak tau jika pak Oh telah resmi berhenti dan digantikan pak park. "


jelas min ji .


" kau sih , bukankah kemarin kau berjanji bertemu dengan pamanku , malah pergi begitu saja ," sodam nampak masih kesal dengan kejadian kemarin .


" mianhaeyo , aku benar-benar asa urusan mendadak kemarin .Bagaimana jika hari ini kita menemui pamanmu itu ," bujukku .


"Hem .. Tak perlu , setelah ini kau juga akan bertemu dengan pamanku ,"


"hah?" aku tak mengerti apa maksud sodam .


" Aeyong sayang , paman sodam yg akan menggantikan pak Oh , " min ji menjelaskan .


Ah jadi demikian . Sodam masih nampak kesal , entah mengapa dia sangat ingin aku bertemu dengan pamannya itu .


"Aigoo bukankah itu Kang ha joon ?" tiba-tiba sodam berteriak .


Disusul teriakan histeris mahasiswi lain di belakang kami .


Astaga , ada apa dengan mereka semua , namun hanya min ji yg diam tanpa exspresi .


Desiran angin itu datang lagi , angin lembut yg membuat hatiku tenang . Berlahan aku mengikuti arah angin itu dan pria itu berjalan dengan santainya .


'kang ha joon,' bisikku , sesaat mata kami saling bertemu , dia tersenyum ke arahku .

__ADS_1


Aku masih terpaku menatapnya hingga dia berlalu dan duduk di kursi belakang .


"Heh Aeyong , " sodam mengguncang kasar bahuku membuatku tersadar .


"Hemm .. Aapa ?" aku masih tergagap , bahkan tanganku bergetar hebat .


" kau tak apa ?" min ji memastikan .


" Iya , aku baik saja ." bohongku , walaupun aku tau mereka menyadarinya .


Pria itu bernama Ha joon entah nama itu seperti tak asing bagiku.


Aku masih berfikir tentang Ha joon hingga sebuah suara berat berwibawa terdengar .


"Selamat pagi semua , senang bertemu kalian hari ini ,"


" selamat pak park ," teriakan para mahasiswi yg cukup antusias .


' astaga pria itu paman sodam ,'


......................


Pov Author


Kim aeyong nampak terkejut dengan kehadiran Ha joon dikelasnya , ditambah lagi pria mesum yg tiba-tiba menciumnya adalah paman sodam sekaligus dosennya .


Ji su mulai mengabsen satu persatu mahasiwanya .


"Kim Aeyong ," panggilnya , jantungnya kembali berdetak lebih cepat , sorot matanya mengamati , dia benar-benar penasaran siapa aeyong itu , hanya dengan mendengar atau menyebut namanya saja membuatnya seperti ini.


kim aeyong pun mengacungkan tangannya " hadir pak ," jawabnya singkat .


Mata ji su hampir loncat dari tempatnya ,


'gadis itu aeyong ,' senyum simpul menghiasi wajah ji su melihat ke arah aeyong .


Dan tentu saja dari kejauhan ha joo menatap ji su dengan tatapan tak suka .


Kelas telah berahkir , para mahasiswa pun bergegas keluar kelas tak terkecuali Aeyong , dia nampak buru-buru ingin meninggalkan kelas , mebuat kedua temannya penasaran .


" Hey aeyong , kau mau kemana ?" teriak sodam yg ingin menagih janjinya .


" Aku ada janji dengan adikku , ku telfon nanti ya ," aeyong sedikit berlari meninggalkan kan kelas . " kenapa dengannya hari ini ?" min ji yg nampak heran dengan sikao aeyong hari ini . Sodam hanya mengangkat bahu .


"Masih ada kelas ?" ji su menghampiri sodam dan min ji .


" Tak ada , harusnya kami pergi nonton , tapi salah satu teman kami sepertinya ada kencan mendadak ," jawab min ji asal .


Ji su nampak terkejut dengan ucapan min ji , dia sangat yakin jika teman yg dia maksud adalah Aeyong tapi apakah benar aeyong telah memiliki kekasih .

__ADS_1


" hah? Sejak kapan ? ," sodam berteriak histeris hingga membuat mahasiwa lain menoleh ke arah mereka .


"heh kecilkan suaramu ," bisik min ji .


" serius , apa kau yakin aeyong pergi kencan ?" sodam kembali memastikan .


" hehehe , ngak tau juga sih , tapi dia aneh dua hari ini selalu menghilang begitu saja bahkan telfon pun jarang diangkatnya," jelas min ji . Ada perasaan lega dari ji su mendengar penjelasan min ji , harusnya dia masih punya kesempatan untuk dekat dengan aeyong .


"Sialan kau , bikin aku kaget saja , kufikir aeyong benar-benar berkencan."


"Sudahlah jika tak ada kelas lagi , ayo ku traktik kalian makan siang ," ajak ji su .


Tanpa diajak dua kali dua gadis ini langsung mengiyakan ajakan dosen tampan itu , kapan lagi ditraktir makan sama dosen .


......................



Di koridor menuju lantai dua . Aeyong tengak duduk menyendiri menghindari temen-temannya . Wajahnya yg cantik nampak lelah hari itu , terlalu banyak hal yg mebuatnya syok hari ini , walaupun ia hidup ratusan tahun tapi tak dapat dipungkiri ahkir-ahkir ini terlalu banyak kejadian yg membuatnya gelisah .


Sebenarnya bukan hae jung saja yg merasakan firasat buruk , aeyong pun juga merasakan hal yg sama . Namun ia enggan bercerita dengan hae jung karna tak ingin adiknya itu kawatir .


Aeyong meraba lehernya , 'Astaga liontinku '


kenapa dia begitu ceroboh hingga tak menyadari jika liontin itu telah hilang .


Itu bukan sekedar liontin biasa , liontin perak dengan motif lotus itu juga jimat dari leluhurnya . Aeyong bergegas pergi meninggalkan kampusnya . Akan sangat berbahaya jika liontin itu jatuh ke tangan manusia , karna sekuat apapun aeyong dia tak akan bisa melawan si pemengang liontin lotus itu , dia akan tunduk padanya .


Aeyong memejamkan matanya menelusuri jalan-jalan yg telah ia lewati , hingga sampai pada satu gang di tengah kota . Gang kecil dimana ia menyelamatkan seorang gadis . Rupanya liontin itu terlepas ketika aeyong menyerang para brandalan jalanan itu .


Dengan cepat Aeyong mengemudikan mobilnya menuju gang tersebut .


Sesamlainya di gang itu , aeyong segera turun dari mobil , ia nampak celingkuan mencari liontin itu , namun rasanya liontin itu tak ada disana .


Aeyong kembali memejamkan matanya , dengan kekuatannya dia mencari keberadaan liontin itu , dan benar saja gadis itu yg telah menemukannya . keringat dingin mulai membanjiri wajah aeyong , hanya potongan itu yg dia dapatkan . Ia semakin khawatir , dari bayangan yg aeyong lihat sebuah rumah mewah tempat tinggal gadis itu dan aeyong tak dapat mendeteksi lagi apa yg terjadi dirumah itu .


Dengan langkah guntai aeyong berjalan keluar gang kecil itu . Berkali kali ia berkomunikasi dengan adiknya namun tak ada jawaban dari adiknya .


Aeyong duduk di sebuah taman di kawasan tersebut , hingga sore aeyong enggan meninggalkan tempat itu .


Taman yg tadinya sepi kini telah ramai , banyak anak kecil yg bermain disana , nampak sepasang suami istri dengan kedua anak mereka tertawa bersama menikmati indahnya sore hari di musim gugur ini .


'sebuah keluarga yg sempurna ,' bisik aeyong entah sejak kapan dia merasa iri dengan keadaan itu , hati kecilnya ingin memiliki sebuah keluarga . Memiliki pasangan juga anak-anak yg menggemaskan .


Air matanya kembali menetes , dia ditakdirkan terlahir sebagai rubah , ia menghabiskan waktunya untuk menjadi penjaga gunung , ketika ia memiliki pasangan dan memiliki anak , anak-anak itu akan berwujud rubah dan harus menjalankan tugas sebagai penjaga gungung juga . Itulah alasannya mengapa Aeyong begitu iri melihat semua itu , ia selalu kesepian . Mata aeyong kembali membelalak 'sejak kapan aku memiliki perasaan seperti ini ',


Aeyong kembali berfikir , mungkin benar apa yg dikatakan adiknya . Mulai saat ini dia harus menjaga jarak dari manusia .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2