
Pov Kim Aeyong
Sebenarnya aku enggan mengikuti kelas hari ini , jika bukan karna telah berjanji dengan sodam mungkin aku akan bolos .
Aku berjalan dengan enggan menghampiri sodam yg tengah asyik berbicara dengan min ji .
" Tumben sekali mukamu masam ," min ji menatapku dari atas ke bawah dengan tatapan penuh ke ingin tahuan .
" Aku kurang tidur semalam ," jawabku asal .
mungkin karna terlalu kesal aku tak memperhatiakan sekitar . Ku fokuskan pandanganku ke arah mahasiswi yg sudah memenuhi kelas , tak biyasanya mereka terlihat lebih cantik dari biasanya .
Dan benar saja kelas yg biasanya masih sepi hari ini nampak ramai bahkan mungkin hampir semua mahasiswa telah hadir .
'ada apa ya?'
ku lirik min ji , tak biyasanya dia datang lebih awal ah dia bahkan memoles sedikit make up di wajahnya .
" kenapa ?" tanyanya menyadari tatapanku .
" Hanya heran saja , kau nampak bersemangat pagi ini , bahkan sempat berdandan juga ," ejekku .
" Siapa suruh kemarin kau meninggalkan kelas , jadi kau tak tau jika pak Oh telah resmi berhenti dan digantikan pak park. "
jelas min ji .
" kau sih , bukankah kemarin kau berjanji bertemu dengan pamanku , malah pergi begitu saja ," sodam nampak masih kesal dengan kejadian kemarin .
" mianhaeyo , aku benar-benar asa urusan mendadak kemarin .Bagaimana jika hari ini kita menemui pamanmu itu ," bujukku .
"Hem .. Tak perlu , setelah ini kau juga akan bertemu dengan pamanku ,"
"hah?" aku tak mengerti apa maksud sodam .
" Aeyong sayang , paman sodam yg akan menggantikan pak Oh , " min ji menjelaskan .
Ah jadi demikian . Sodam masih nampak kesal , entah mengapa dia sangat ingin aku bertemu dengan pamannya itu .
"Aigoo bukankah itu Kang ha joon ?" tiba-tiba sodam berteriak .
Disusul teriakan histeris mahasiswi lain di belakang kami .
Astaga , ada apa dengan mereka semua , namun hanya min ji yg diam tanpa exspresi .
Desiran angin itu datang lagi , angin lembut yg membuat hatiku tenang . Berlahan aku mengikuti arah angin itu dan pria itu berjalan dengan santainya .
'kang ha joon,' bisikku , sesaat mata kami saling bertemu , dia tersenyum ke arahku .
__ADS_1
Aku masih terpaku menatapnya hingga dia berlalu dan duduk di kursi belakang .
"Heh Aeyong , " sodam mengguncang kasar bahuku membuatku tersadar .
"Hemm .. Aapa ?" aku masih tergagap , bahkan tanganku bergetar hebat .
" kau tak apa ?" min ji memastikan .
" Iya , aku baik saja ." bohongku , walaupun aku tau mereka menyadarinya .
Pria itu bernama Ha joon entah nama itu seperti tak asing bagiku.
Aku masih berfikir tentang Ha joon hingga sebuah suara berat berwibawa terdengar .
"Selamat pagi semua , senang bertemu kalian hari ini ,"
" selamat pak park ," teriakan para mahasiswi yg cukup antusias .
' astaga pria itu paman sodam ,'
......................
Pov Author
Kim aeyong nampak terkejut dengan kehadiran Ha joon dikelasnya , ditambah lagi pria mesum yg tiba-tiba menciumnya adalah paman sodam sekaligus dosennya .
Ji su mulai mengabsen satu persatu mahasiwanya .
"Kim Aeyong ," panggilnya , jantungnya kembali berdetak lebih cepat , sorot matanya mengamati , dia benar-benar penasaran siapa aeyong itu , hanya dengan mendengar atau menyebut namanya saja membuatnya seperti ini.
kim aeyong pun mengacungkan tangannya " hadir pak ," jawabnya singkat .
Mata ji su hampir loncat dari tempatnya ,
'gadis itu aeyong ,' senyum simpul menghiasi wajah ji su melihat ke arah aeyong .
Dan tentu saja dari kejauhan ha joo menatap ji su dengan tatapan tak suka .
Kelas telah berahkir , para mahasiswa pun bergegas keluar kelas tak terkecuali Aeyong , dia nampak buru-buru ingin meninggalkan kelas , mebuat kedua temannya penasaran .
" Hey aeyong , kau mau kemana ?" teriak sodam yg ingin menagih janjinya .
" Aku ada janji dengan adikku , ku telfon nanti ya ," aeyong sedikit berlari meninggalkan kan kelas . " kenapa dengannya hari ini ?" min ji yg nampak heran dengan sikao aeyong hari ini . Sodam hanya mengangkat bahu .
"Masih ada kelas ?" ji su menghampiri sodam dan min ji .
" Tak ada , harusnya kami pergi nonton , tapi salah satu teman kami sepertinya ada kencan mendadak ," jawab min ji asal .
Ji su nampak terkejut dengan ucapan min ji , dia sangat yakin jika teman yg dia maksud adalah Aeyong tapi apakah benar aeyong telah memiliki kekasih .
__ADS_1
" hah? Sejak kapan ? ," sodam berteriak histeris hingga membuat mahasiwa lain menoleh ke arah mereka .
"heh kecilkan suaramu ," bisik min ji .
" serius , apa kau yakin aeyong pergi kencan ?" sodam kembali memastikan .
" hehehe , ngak tau juga sih , tapi dia aneh dua hari ini selalu menghilang begitu saja bahkan telfon pun jarang diangkatnya," jelas min ji . Ada perasaan lega dari ji su mendengar penjelasan min ji , harusnya dia masih punya kesempatan untuk dekat dengan aeyong .
"Sialan kau , bikin aku kaget saja , kufikir aeyong benar-benar berkencan."
"Sudahlah jika tak ada kelas lagi , ayo ku traktik kalian makan siang ," ajak ji su .
Tanpa diajak dua kali dua gadis ini langsung mengiyakan ajakan dosen tampan itu , kapan lagi ditraktir makan sama dosen .
......................
Di koridor menuju lantai dua . Aeyong tengak duduk menyendiri menghindari temen-temannya . Wajahnya yg cantik nampak lelah hari itu , terlalu banyak hal yg mebuatnya syok hari ini , walaupun ia hidup ratusan tahun tapi tak dapat dipungkiri ahkir-ahkir ini terlalu banyak kejadian yg membuatnya gelisah .
Sebenarnya bukan hae jung saja yg merasakan firasat buruk , aeyong pun juga merasakan hal yg sama . Namun ia enggan bercerita dengan hae jung karna tak ingin adiknya itu kawatir .
Aeyong meraba lehernya , 'Astaga liontinku '
kenapa dia begitu ceroboh hingga tak menyadari jika liontin itu telah hilang .
Itu bukan sekedar liontin biasa , liontin perak dengan motif lotus itu juga jimat dari leluhurnya . Aeyong bergegas pergi meninggalkan kampusnya . Akan sangat berbahaya jika liontin itu jatuh ke tangan manusia , karna sekuat apapun aeyong dia tak akan bisa melawan si pemengang liontin lotus itu , dia akan tunduk padanya .
Aeyong memejamkan matanya menelusuri jalan-jalan yg telah ia lewati , hingga sampai pada satu gang di tengah kota . Gang kecil dimana ia menyelamatkan seorang gadis . Rupanya liontin itu terlepas ketika aeyong menyerang para brandalan jalanan itu .
Dengan cepat Aeyong mengemudikan mobilnya menuju gang tersebut .
Sesamlainya di gang itu , aeyong segera turun dari mobil , ia nampak celingkuan mencari liontin itu , namun rasanya liontin itu tak ada disana .
Aeyong kembali memejamkan matanya , dengan kekuatannya dia mencari keberadaan liontin itu , dan benar saja gadis itu yg telah menemukannya . keringat dingin mulai membanjiri wajah aeyong , hanya potongan itu yg dia dapatkan . Ia semakin khawatir , dari bayangan yg aeyong lihat sebuah rumah mewah tempat tinggal gadis itu dan aeyong tak dapat mendeteksi lagi apa yg terjadi dirumah itu .
Dengan langkah guntai aeyong berjalan keluar gang kecil itu . Berkali kali ia berkomunikasi dengan adiknya namun tak ada jawaban dari adiknya .
Aeyong duduk di sebuah taman di kawasan tersebut , hingga sore aeyong enggan meninggalkan tempat itu .
Taman yg tadinya sepi kini telah ramai , banyak anak kecil yg bermain disana , nampak sepasang suami istri dengan kedua anak mereka tertawa bersama menikmati indahnya sore hari di musim gugur ini .
'sebuah keluarga yg sempurna ,' bisik aeyong entah sejak kapan dia merasa iri dengan keadaan itu , hati kecilnya ingin memiliki sebuah keluarga . Memiliki pasangan juga anak-anak yg menggemaskan .
Air matanya kembali menetes , dia ditakdirkan terlahir sebagai rubah , ia menghabiskan waktunya untuk menjadi penjaga gunung , ketika ia memiliki pasangan dan memiliki anak , anak-anak itu akan berwujud rubah dan harus menjalankan tugas sebagai penjaga gungung juga . Itulah alasannya mengapa Aeyong begitu iri melihat semua itu , ia selalu kesepian . Mata aeyong kembali membelalak 'sejak kapan aku memiliki perasaan seperti ini ',
Aeyong kembali berfikir , mungkin benar apa yg dikatakan adiknya . Mulai saat ini dia harus menjaga jarak dari manusia .
...----------------...
__ADS_1