Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
02.


__ADS_3


Pov kang ha Joon 


Aku berjalan ke arah kantin bersama dua komedian yg selalu bersamaku . 


Hampir 6 tahun lamanya aku berteman dengan mereka . 


Suansana cafetaria hari cukup sepi dari biyasanya . 


"Pesanlah , " ucapkuu singkat . 


Yeong sik bergegas pergi memesan makanan untuk kami bertiga , dong ming sibuk dengan ponselnya , sedangkan aku mengamati mahasiswa yg berlalu lalang . Seklebat bayangan Aeyong muncul kembali . 'Sial , dia benar-benar cantik . Bahkan kekasihku saat ini tak sebanding dengannya ' , gerutuku . 


" sstt..sstt.." 


Aku menoleh ke arah dong ming , mataku terfokus pada telunjuk tanggannya , benar saja yeong sik bukannya memesan makanan untuk kami malah asyik mengobrol dengan seseorang . 


" kau sajalah yg pesan , nunggu dia keburu tutup ini kampus , lagian gak kapok juga tu anak habis digampar senior ," omelku . 


" mana ada ceritanya dia kapok , sama aja kayak kau , lihat bening dikit nyleot ," berjalan menuju arah yeong sik . Aku hanya terenyum tipis menanggapinya , sebenarnya aku bukan playboy , hanya saja aku tak tahan mengabaikan gadis-gadis cantik disekitarku , apalagi wajah tampanku yg sayang untuk tidak dimanfaatkan . 


" sialan kalian berdua , ngak bisa lihat temennya seneng dikit ," yeong sik menggerutu sembari duduk di sebelahku .


" salah kau sendiri , kita nunggu malah enak-enakan godain betina , " timpal dong ming yg kesal . " hehe ya maaf , yg penting kan bentar lagi makanan datang , " kilahnya . 


" eh itu park sodam bukan sih ?  " tanya dong ming . 


" yg mana ? " tanyaku penasaran .


 " itu tuh yg barusan masuk bareng shin min ji ," menunjuk arah depan . 


Ekor mataku mengkuti arah yg ditunjuk dong ming . 

__ADS_1


'Siallll' gerutuku ,, di tempat yg begitu luas kenapa harus bertemu min ji disini . 


Menyadari ekspresiku , yeong sik mencoba mencairkan suasana . 


" Pura-pura ngak kenal aja lah , " bisiknya . Shin min ji adalah mantan ke 77 ku , kami putus setelah hari jadi kami yg ke 100 . Dan salahku yg memang berselingkuh darinya . Setelah itu aku sama sekali tak pernah berkomunikasi lagi ditambah kami yg telah lulus sma pada saat itu , hanya saja sekarang aku tak menyangka dia satu universitas denganku . Sedangkan park sodam adalah mantan kekasih kakak dong ming , aku mengenalnya ketika menghabiskan liburan musim panas dua tahun  lalu . Bisa-bisanya mereka berdua berteman .


Jujur aku tidak terlalu suka dengan min ji sikapnya yg overprotektif membuatku tak nyaman . Sedangkan park sodam aku tak terlalu mengenalnya karna kami hari beberapa hari bertemu .


Rasa laparku hilang seketika melihat


meraka berdua , sedangkan dong ming juga yeong sik sibuk dengan pesanan masing-masing . Aku fokus dengan ponselku , tiba - tiba sebuah tangan menepuk pundakku . 


" ternyata sesempit ini ya dunia ini, buktinya masih aja ketemu bandit disini ," 


" dih , udah tau sempit , ngapain kau dekat-dekat ," menghempas tangan min ji dengan kasar . 


" Balik aja yuk . Mendadak rasa laparku hilang nih ," kataku , berdiri hendak pergi . 


" YAH , KANG HA JOON LIHAT SEBERAPA BER*NS*KNYA DIRIMU ,"  min ji berteriak cukup kencang hingga membuat beberapa orang menoleh ke arah kami .


" sialan anak ini , tak bosan-bosannya mencari masalah denganku " keluhku jengkel .


Spontan aku berhenti , menoleh ke arahnya " hay nona tidak tau malukah dirimu berteriak seperti itu , ah.. Aku tau , kau mungkin rindu belaianku sehingga membuatmu frustasi seperti itu , " bisikku . 


Raut wajah min ji berubah merah seketika , mungkin dia tak menyangka aku akan mengatakan itu . Dan aku tak perduli , aku hanya ingin menjauh darinya .  


Tanpa memperdulikan min ji juga sodam yg nampak kebingungan , aku berjalan keluar caffetaria diikuti dua teman-temanku . Sebenarnya tidak semua gadis yg ku kencani pernah ku tiduri , yaa hanya beberapa saja , itu juga tanpa paksaan dari ku , karna aku tak suka memaksa mereka , jadi kami melakukannya atas dasar suka sama suka dan lagi mereka pasti sudah tidak p*raw*n lagi . Jadi jika mereka enggan ya aku bisa cari yg lain . Itu perinsipku . Bagaimanapun aku memiliki seorang adik perempuan , aku sedikit khawatir dengannya . Terlebih sumpah serapa mantan kekasihku yg sakit hati denganku yg mengancam keselamatan adikku .  


Diluar cafetaria mataku tertuju pada gadis yg tengan berjalan berlawanan arah denganku . Ia nampak cantik tanpa polesan make up yg berlebihan , sepontan aku menghentikan langkah kakiku . Samar-samar tercium aroma camellia ketika kami berpapasan , ekor mataku masih mengikuti langkahnya hingga ia masuk caffetaria . 


Aku memang sering melihat gadis cantik ini , bahkan aku sengaja mendekatinya beberapa kali , mencuri perhatiannya namun sama sekali tak ada respon darinya bahkan dia terkesan tak perduli akan kehadiranku , namun itu tak membuatku menyerah , aku semakin bersemangat untuk mendapatkannya . Aku yakin suatu saat nanti aku bisa memilikinya .


" Heh .. Kunyuk . ngapain kamu ngelihatin Aeyong seperti itu ?" lamunaku buyar karna dong ming .

__ADS_1


" Baru nyadar ada anak fakultas matematika secantik dia ," kilahku . 


" dia itu mawar , cantik tapi kalau dekati banyak durinya ," yeong sik ikut berkomentar . 


" Lagi pula dia teman sodam , sodam teman min ji , nah bakalan susah deketin dia , pasti kamu tau lah min ji akan menjadi penghalang terbesarmu . Dan lagi beberapa kali aku sering melihat mereka jalan ber tiga . berhentilah menggapai bulan , bukankah masih banyak gadis lain dikampus ini ," tambahnya . 


' what ?? Dia teman min ji ' 


Kagetku bukan kepalang , 


Memang benar ucapan yeong sik , min ji akan menghalangiku mendekati gadis ini .


" sudahlah , ayo pulang aku ingin tidur siang ," dong ming nylonong pergi meninggalkan kami . 


"Sialan kau , tunggu ," aku berlari mengejar dong ming , disusul yeong sik . 


Di jalan pulang mataku tertuju pada sebuah toko bunga di tepi jalan . Bunga camellia berwarna merah menggodaku untuk memilikinya sama seperti aeyong , ahh .. Dia benar-benar telah mengambil alih fikiranku sekarang . Aku menepikan mobilku , karna terus memikirkan aeyong aku sengaja membeli beberapa bunga camellia , aroma juga kecantikannya membuatku teringat dengan aeyong .


" Apakah anda menginginkan bibit bunga camellia juga ?" tanya si penjual bunga tersebut ,


" Apakah anda menjualnya ? "


" Tentu saja , ada beberapa bibitnya , anda bisa menilihnya sesuai keinginan anda ."


" Baiklah , berikan saya yg terbaik . " ucapku .


Rasanya akan sangat menyenangkan , merawat bunga itu , melihatnya tumbuh dan ahkirnya mekar . Sama halnya dengan rasa sukaku pada aeyong , semoga saja suatu hari nanti dia dapat membalasnya .


Dan aku berjanji pada diriku sendiri jika aeyong telah bersamaku , tak akan ada gadis lain dalam hidupku , hanya aeyong seorang .


Sebuah semyum kecil tersunging di bibirku jika mengingat dan membayangkan aeyong . Namun ketenanganku sedikit terusik , aku samar-samar mendengar lonceng bergemrincing lirih . Bahkan bulu-bulu halus di tibuhku berdiri . Aku melihat ke sekitar toko , sebuah lukisan rubah ekor sembilan berwarna keemasan dengan sorot mata yg tertuju padaku . Bergegas aku membayar apa yg sudah beli tanpa memperdulikan uang kembalian , aura toko tersebut menuatku sedikit tak nyaman walaupun si penjual sangat ramah tapi tetap saja lukisan itu membuatku merasa ngeri jika terus berlama-lama disana .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2