
Pov Kim Aeyong
Sepertinya mago benar-benar marah kepadaku , salahku .. Jika dari awal aku jujur tentang liontinku yg hilang mingkin semua ini dapat dicegah . Sementara adikku telah kembali ke wilayahnya , aku sendirian sekarang , tak ada yg ku ajak berbicara .
Aku berguling-guling di atas tempat tidur seperti anjing kecil yg sedang menarik perhatian pemiliknya . hari masih pagi dan aku tidak ada kelas hari ini jadi aku bisa bermalas-malasan seharian ini , baru saja aku ingin memejamkan mataku ponselku bergetar . sebuah panggilan dari nomor yg tidak ku kenal .
"📞 yeoboseyo ? "
"📞 Aeyong , sedang apa ?" suara ibu park ji su terdengar dari sebrang sana .
"📞 oh , eomma .. saya sedang bersantai saja . Ada yg bisa saya bantu ?" aku memang tak suka basabasi , ah iya .. Semenjak kemarin ibu park ji su memintaku memanggilnya eomma agar kami semakin akrab .
"📞 Ahh...kebetulan sekali , bagimana kalau kita pergi berbelanja ," ajaknya .
"📞 Emm...baiklah eomma . Saya akan bersiap-siap sekarang ,"
" 📞 oke 20 menit lagi eomma akan menjemputmu ."
dan panggilan pun berahkir .
Aku melirik jam dindingku , masih punya waktu sebelum ibu ji su menjemputku.
cukup lama aku memilah baju dan sepatu yg akan ku kenakan hari ini .
Ahkirnya aku memutuskan menggunakan baju turtle neck berwarna hitam dipadu trench coat berwarna abu-abu , sedangkan untuk bawahan aku lebih memilih menggunakan skinny jeans berwarna hitam dengan tambahan sepatu boots berbahan bulu berwarna abu-abu . Hidup berbaur dengan manusia membuatku mencintai fashion .
__ADS_1
Selsai berganti pakaian , aku mengoleskan sedit make up untuk menyempurnakan penampilanku.
" Nona , " pak jang menghampiriku .
Aku menoleh kearahnya , " iya pak jang ."
" Bawalah ini sebagai penangkal mantra yang , setidaknya anda masih bisa mengontrol kekuatan anda saat berada di sekitar yang ," ia menyerahkan bungkusan kain berwarna merah kepadaku .
Aku terseyum lega , setidaknya peri sial*n itu tak dapat mengontrolku terus menerus .
" oh iya nona , pesan mago jangan lupa memberi kabar tuan muda ha joon ," sabung pak jang . Ha joon , memang benar setelah pulang dari kampus kemarin aku tak mengabarinya sama sekali , dia pun demikian , aku sedikit cemas tapi terlalu gengsi untuk mengabarinya terlebih dahulu , aku menatap pak jang sekilas dia seperti memberikan kode kepadaku , entah aoa yg dilakukan pria itu sekarang hatiku sedikit sakit merasakan dia seakan bersama perempuan lain .
Ibu ji su pun telah samapai , kami pun segera berangkat menuju ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di seoul . Disepanjang jalan ibu ji su selalu mengajakku berbicara hingga aku tak sempat memantau dimana keberadaan ha joon . Bagimanapun aku tak tega mengabaikan ibu ji su yg sangat baik kepadaku , sekali lagi hae jung benar , hatiku mulai melunak , aku bahkan punya rasa belas kasihan , rasa empati dan rasa perdululi sama seperti manusia .
Sampai di pusat perbelanjaan tersebut ibu ji su mengajakku ke sebuah boutique . Sepertinya ibu ji su adalah pelanggan tetap disini terbukti para karyawan disana segera menghampiri ibu ji su dan tentu saja dengan bangga ibu ji su memperkenalkanku sebagai menantunya .
" sebenarnya saya masih ada beberapa pakaian yg belum sempat saya pakai eomma
, jadi saya tidak memerluka pakain baru untuj saat ini ," aku sebisa mungkin menolak permintaan ibu ji su tanpa harus melukai perasaannya .
" ah .. Begitu .. Bagaimana kalau tas , mungkin juga sepatu ?" astagaa ,, perempuan ini tidak menyerah sepertinya .
Ahkirnya aku membeli sepasang sepatu karna tak enak hati menolak terus permintaannya .
selepas itu kami masih berjalan-jalan di dalam pusat perbelanjaan tersebut , mataku terfokus pada sebuah topi yg dipajang di salah satu toko , " akan sangat bagus jika ha joon mengenakannya ," fikirku , ha joon memang sering menggunakan topi , menurutku dia semakin tampan jika menggunakan topi saat dikampus .
" eomma,,, bisakah anda menunggu saya sebentar , ada sesuatu yg ingin saya beli ," pintaku pada ibu ji su ,
__ADS_1
" baiklah , eomma akan menunggumu di restoran di sebelah sana ,"
Ahkirnya , aku bebas sekarang , aku berlari kecil ke arah toko tersebut .
Aku hendak membayar topi tersebut , namun aku mencium aroma musk yg familiar dan sejujurnya itu adalah aroma musk yg sangat aku sukai sekarang . Aku menoleh ke sekitar mencari pemilik aroma musk tersebut. Tapi senyumanku segera memudar , hatiku benar-benar sakit sekarang bahkan rasanya begitu menyesakkan hingga aku sulit bernafas .
Ha joon nampak mengandeng mesra seorang perempuan , keduanya nampak begitu gembira . Aku ingin menghampiri mereka namun apa yg harus aku katakan .
Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara berlahan , sekarang aku yakin akan perasaanku kepada ha joon , ternyata benar mencintai itu adalah kelemahan terbesar . Aku berbalik arah , aku tak ingin melihat mereka berdua lagi .
Usai membayar topi yg sekarang tak tau akan ku apakan , aku pergi menemui ibu ji su yg sudah menungguku . Di meja sudah tersaji beberapa makanan .
" Ayo makan , keburu dingin ," ajak ibu ji su.
Aku tlah kehilangan nafsu makanku sekarang , aku hanya makan bebrapa sendok saja . " mengapa nak ? Apa makananya tidak sesuai dengan seleramu ?" tanya ibu ji su , mungkin dia heran melihatku yg tak berselera makan ,
" eh .. Tidak eomma , aku menyukainya hanya saja aku merasa sedikit kurang enak badan ," aku berbohong lagi , iya ,, sepertinya aku sangat mahir berbohong sekarang.
" maafkan eomma nak , seharusnya kamu beristirahat sekarang , pasti ji su sangat kasar kemarin sampai kamu kelelahan dan sakit seperti ini ,"
" uhuk ... uhuk ... uhuk ," aku tersedak mendengar ucapan ibu ji su , bagaimana bisa dia berbicara seperti itu di tempat umum , walaupun suara ibu ji su tidak terlalu keras tapi restoran yg sepi membuat beberapa orang yg duduk di sekitar kami mendengarnya , bahkan mereka terkikik sambil melirik ke arahku .
Aku meminum air putih yg diberikan ibu ji su , tenggorokanku masih terasa sakit sekarang .
" eomma , saya permisi ke kamar mandi sebentar ," pamitku dan ibu ji su mengganguk mengerti .
Tapat saat aku berdiri dari tempat dudukku , aku melihat ha joon dan perempuan tadi . Ha joon menatapku dingin , tangannya menggepal seakan hendak menghajarku , mungkin dia mendengar ucapan ibu ji su tadi , namun sebaliknya aku menatap ha joon dengan rasa kecewa . Semua orang dapat melihat kissmask di leher mereka berdua . Aku melewati mereka tanpa perduli seakan aku tak mengenal ha joon , aku benar-benar kecewa saat ini . saat berada di depan cermin di toilet Aku mulai merasakan rasa sakit itu lagi , rasa sakit yg terjadi apabila aku melukai hati ha joon . sebelum sakit ini semakin menjadi aku bergegas kekuar dan mengajak ibu ji su untuk segera kembali kerumah. Tapi sayangnya , alih-alih membawaku pulang kerumah ibu ji su membawaku kembali ke rumahnya .
__ADS_1
...----------------...