
Pov author
Park ji su dan teman-teman aeyong sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan . Menurut sodam aeyong memiliki beberapa clothes shop di sini .
cukup lama mereka ber tigga berbincang dengan karyawan aeyong namun dari informasi yg mereka dapat bahwa aeyong sudah sebulan ini tak datang mengujungi mereka , bahakan laporan keuangan hanya dikirim lewat email saja .
Sodam tak menyerah ia masih mencari informasi tentang adik aeyong . Hanya alamat yg ditulis pada secarik kertas yg berhasil di dapatkan .
Mereka bertiga memutuskan untuk singgah di coffe shop yg ada di sana untuk berdiskusi .
" sodam ," lee tea min kakak senior mereka menyapanya dari kejauhan . Dengan senyum yg membuat hati sodam luluh , lee tea min menghampiri mereka bertiga . Min ji yg paham dengan perasaan sodam hanya tersenyum penuh arti .
" Aku tak menyangka kalian disini , boleh aku bergabung ,"
" silahkan ," ji su mengisyaratkan agar tea min duduk di sampingnya .
" kau sedang apa disini ?" tanya sodam pada tea min .
" Aku hanya mencari beberapa buku , " jelasnya sembari menunjukkan kantung belanjaannya .
" oh , iya . Bagaimana keadaan aeyong sekarang ?" tanya tea min yg membuat mereka bertiga bingung ingin menjawab apa .
" Entah lah , dia sulit sekali dihubungi . Tunggu ,, bagaimana kau tau tentang aeyong ?" min ji mewakli sodam dan ji su menjawab pertaan tea min .
" Oh , kemarin aku tak sengaja bertemu lee yeong sik . Dia bercerita bahwa acaranya batal karna ha joon menemani aeyong yg cedera karna kecelakaan ," jelasnya .
" kang ha joon?" sodam , min ji dan ji su saling bertukar pandangan .
" apa tunangan aeyong adalah ha joon?"
fikiran mereka bertiga sepertinya sama .
" Apalagi yg yeong sik ceritakan padamu tentang aeyong ," selidik min ji penuh rasa ingin tahu .
" Yeong sik tak bercerita apapun selain itu."
__ADS_1
" Eh tunggu spertinya mereka sempat mengatakan jika aeyong sering tinggal di apartemen ha joon," lanjutnya .
" Apa ??" ji su tersentak ,tak dapat lagi dia menutupi rasa terkejutnya .
" Paman ," sodam berusaha menahan amarah ji su .
" Emm itu pak , mungkin itu hanya candaan ha joon , kerna setauku ha joon memang tengah mendekati aeyong , tapi ...ya kalian semua tau lah sifat aeyong , jika mungkin ha joon menemani aeyong kemarin mungkin karna dia sedang berusaha lebih keras untuk mendapatkan hatinya aeyong ." tea min nampak salah tingkah melihat reaksi ji su , dia tak menyangka jika pak dosen tersebut juga ada perasaan pada bunga kampus tersebut .
" Mungkin memang begitu , aku harap ," cletuk min ji . ada rasa tak suka mendengan aeyong dekat dengan ha joon .
Melupakan aeyong dan ha joon . Merka berempat asik berdiskusi tentang kegiatan mereka dikampus. Namun , notif dari ponsel mereka ber empat berbunyi di waktu yg bersamaan .
Di forum diskusi mahasiswa , vidio ha joon menbopong aeyong telah tersebar bahkan banyak komentar yg ditinggalkan para mahasiswa disana .
Ditambah kehadiran hae jung juga ada disana namun malah membiarkan aeyong bersama ha joon membuat sodam bertanya-tanya . Walaupun sodam tak seberapa paham sifat hae jung tapi dia akan selalu marah jika aeyong dekat dengan pria . namun dari vidio ini nampak berbeda .
min ji meremas ujung tasnya , dia cukup kecewa dengan aeyong , mengapa harus ha joon , ada ratusan pria yg mengejarnya mengapa harus kang ha joon . Dengan gusar min ji meninggalkan sodam dan yg lainnya .
Berbeda dengan ji su , dia masih mengamati vidio tersebut . Sudah pasti ji su sakit hati melihat itu namun pandangannya pada hae jung , ji su meliat ada kilatan cahaya merah menyerupa i ekor di bagian belakang tubuh hae jung .
......................
Mago tengah sibuk dengan kertas-kertas dirungannya menghentikan aktifitasnya .
" Aeyong , " bisiknya .
Mago meletakan kertas yg ada di tangannya , ia berjalan ke sebuah pintu penghubung ke alam manusia .
Mago yg tiba lebih dulu di rumah aeyong disambut oleh pak jung , karna memang pak jung juga bukan manusia , diadalah peri rumah yg dulu diselamatkan oleh kang dae hyung juga aeyong , untuk membalas budi pak jung menhabdikan dirinya untuk aeyong .
" Kau sudah bertemu dengannya ?" kata mago .
" Ia , dia sudah kembali ," jawab pak jung .
Tanpa mengucap satu kata pun mago memasuki rumah aeyong , para maid yg ada dirumah itu pun sepertinya paham dengan kehadiran mago , mago selalu mengubah dirinya menjadi seorang nenek tua ketika datang kemari , jadi merka pikir mago adalah nenek aeyong . para maid berbaris rapi menyambut kedatangannya .
__ADS_1
Mago langsung duduk di sofa ruang tamu , tangannya melambai , salah satu maid pun menghampirinya .
" Apakah tuan ha joon dan nona aeyong tidur dalam satu kamar kemarin ?" ucapnya .
Maid itu nampak glagapan mendengar ucapan mago , " tidak nyonya tua , tadi pagi saya melihat merke keluar dari kamar yg berbeda ," jawannya sedikit terbata-bata karna takut salah menjawab .
" dasar rubah tak tau diri , aku sudah menghadiahkan pernikahan untuknya , malah seprerti ini , dia fikir aku tak ingin menimang rubah kecil apa ," mago mengumpat dalam hati .
" Siapkan teh kesukaanku , aku akan menginap disini malam ini ," perintahnya .
para maid pun mengangguk mereka pun pergi meninggalkan mago dan pak jung di ruang tamu .
" Sekarang dia sudah kembali , aku yakin cepat atau lambat kekuatannya pun akan kemabli , terserah kau . Ingin tetap bersama aeyong atau kembali ke tuan lamamu ?" ujar mago .
"Saya ingin tetap bersama dengan aeyong , bagaimanapun aeyong cukup membatu saya selama ini ," jawab pak jung walaupun sebenarnya dia ingin aeyong dan dae hyung bersama seperti dulu . Namun rasanya tidak akan mungkin , karna kemarin mago telah memberkati pernikahan aeyong dengan manusia , itu artinya aeyong tak akan bisa bersama lagi dengan dae hyung .
" Baiklah , setelah ini jaga kedua majikan barumu baik-baik . Laporkan padaku apapun yg terjadi di sini ,"
Pak jung hanya menganggukan kepala .
" Bersiaplah , mereka akan tiba sebentar lagi , ambilak aku lotus merah di halaman belakang , nonamu sedang terluka sekarang ," mago berdiri dari duduknya .
Pak jung bergegas meuju halaman belakang mencari apa yg diperintahkan oleh mago .
Mobil hitam milik ha joon memasuki halaman rumah aeyong . Mobil itu berhenti tepat di hadapan pintu utama rumah .
Hae jung turun dari mobil , disusul ha joon yg segera ke pintu samping untuk membukakan pintu pada aeyong . Aeyong berusaha nangkit sendiri dari tempat duduk namum ditahan oleh ha joon . " Biar aku gendong saja , jangan memaksakan diri ," ucapnya .
Aeyong pun turun dengan dibopong oleh ha joon , sementara hae jung mengawalnya dari berlakang .
" Begitulah jika terlalu keras kepala ," ucapan mago membuat ha joon terkejut ,
Aeyong dan hae jung yg sudah merasakan kehadiran mago hanya tertunduk .
" Bawa aeyong ke kamarnya , hae jung tinggallah disini ," perintah mago .
__ADS_1
Ha joon pun menuruti kata-kata mago membawa aeyong naik ke lantai dua , dimana kamarnya berada . Sedangkan hae jung duduk di samping mago .
Dua orang maid dengan sigap mengikuti aeyong dan ha joon atas perintah mago .