Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
19.


__ADS_3

Pov author


Park ji su dan teman-teman aeyong sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan . Menurut sodam aeyong memiliki beberapa clothes shop di sini .


cukup lama mereka ber tigga berbincang dengan karyawan aeyong namun dari informasi yg mereka dapat bahwa aeyong sudah sebulan ini tak datang mengujungi mereka , bahakan laporan keuangan hanya dikirim lewat email saja .


Sodam tak menyerah ia masih mencari informasi tentang adik aeyong . Hanya alamat yg ditulis pada secarik kertas yg berhasil di dapatkan .


Mereka bertiga memutuskan untuk singgah di coffe shop yg ada di sana untuk berdiskusi .


" sodam ," lee tea min kakak senior mereka menyapanya dari kejauhan . Dengan senyum yg membuat hati sodam luluh , lee tea min menghampiri mereka bertiga . Min ji yg paham dengan perasaan sodam hanya tersenyum penuh arti .


" Aku tak menyangka kalian disini , boleh aku bergabung ,"


" silahkan ," ji su mengisyaratkan agar tea min duduk di sampingnya .


" kau sedang apa disini ?" tanya sodam pada tea min .


" Aku hanya mencari beberapa buku , " jelasnya sembari menunjukkan kantung belanjaannya .


" oh , iya . Bagaimana keadaan aeyong sekarang ?" tanya tea min yg membuat mereka bertiga bingung ingin menjawab apa .


" Entah lah , dia sulit sekali dihubungi . Tunggu ,, bagaimana kau tau tentang aeyong ?" min ji mewakli sodam dan ji su menjawab pertaan tea min .


" Oh , kemarin aku tak sengaja bertemu lee yeong sik . Dia bercerita bahwa acaranya batal karna ha joon menemani aeyong yg cedera karna kecelakaan ," jelasnya .


" kang ha joon?" sodam , min ji dan ji su saling bertukar pandangan .


" apa tunangan aeyong adalah ha joon?"


fikiran mereka bertiga sepertinya sama .


" Apalagi yg yeong sik ceritakan padamu tentang aeyong ," selidik min ji penuh rasa ingin tahu .


" Yeong sik tak bercerita apapun selain itu."

__ADS_1


" Eh tunggu spertinya mereka sempat mengatakan jika aeyong sering tinggal di apartemen ha joon," lanjutnya .


" Apa ??" ji su tersentak ,tak dapat lagi dia menutupi rasa terkejutnya .


" Paman ," sodam berusaha menahan amarah ji su .


" Emm itu pak , mungkin itu hanya candaan ha joon , kerna setauku ha joon memang tengah mendekati aeyong , tapi ...ya kalian semua tau lah sifat aeyong , jika mungkin ha joon menemani aeyong kemarin mungkin karna dia sedang berusaha lebih keras untuk mendapatkan hatinya aeyong ." tea min nampak salah tingkah melihat reaksi ji su , dia tak menyangka jika pak dosen tersebut juga ada perasaan pada bunga kampus tersebut .


" Mungkin memang begitu , aku harap ," cletuk min ji . ada rasa tak suka mendengan aeyong dekat dengan ha joon .


Melupakan aeyong dan ha joon . Merka berempat asik berdiskusi tentang kegiatan mereka dikampus. Namun , notif dari ponsel mereka ber empat berbunyi di waktu yg bersamaan .


Di forum diskusi mahasiswa , vidio ha joon menbopong aeyong telah tersebar bahkan banyak komentar yg ditinggalkan para mahasiswa disana .


Ditambah kehadiran hae jung juga ada disana namun malah membiarkan aeyong bersama ha joon membuat sodam bertanya-tanya . Walaupun sodam tak seberapa paham sifat hae jung tapi dia akan selalu marah jika aeyong dekat dengan pria . namun dari vidio ini nampak berbeda .


min ji meremas ujung tasnya , dia cukup kecewa dengan aeyong , mengapa harus ha joon , ada ratusan pria yg mengejarnya mengapa harus kang ha joon . Dengan gusar min ji meninggalkan sodam dan yg lainnya .


Berbeda dengan ji su , dia masih mengamati vidio tersebut . Sudah pasti ji su sakit hati melihat itu namun pandangannya pada hae jung , ji su meliat ada kilatan cahaya merah menyerupa i ekor di bagian belakang tubuh hae jung .


......................


Mago tengah sibuk dengan kertas-kertas dirungannya menghentikan aktifitasnya .


" Aeyong , " bisiknya .


Mago meletakan kertas yg ada di tangannya , ia berjalan ke sebuah pintu penghubung ke alam manusia .


Mago yg tiba lebih dulu di rumah aeyong disambut oleh pak jung , karna memang pak jung juga bukan manusia , diadalah peri rumah yg dulu diselamatkan oleh kang dae hyung juga aeyong , untuk membalas budi pak jung menhabdikan dirinya untuk aeyong .


" Kau sudah bertemu dengannya ?" kata mago .


" Ia , dia sudah kembali ," jawab pak jung .


Tanpa mengucap satu kata pun mago memasuki rumah aeyong , para maid yg ada dirumah itu pun sepertinya paham dengan kehadiran mago , mago selalu mengubah dirinya menjadi seorang nenek tua ketika datang kemari , jadi merka pikir mago adalah nenek aeyong . para maid berbaris rapi menyambut kedatangannya .

__ADS_1


Mago langsung duduk di sofa ruang tamu , tangannya melambai , salah satu maid pun menghampirinya .


" Apakah tuan ha joon dan nona aeyong tidur dalam satu kamar kemarin ?" ucapnya .


Maid itu nampak glagapan mendengar ucapan mago , " tidak nyonya tua , tadi pagi saya melihat merke keluar dari kamar yg berbeda ," jawannya sedikit terbata-bata karna takut salah menjawab .


" dasar rubah tak tau diri , aku sudah menghadiahkan pernikahan untuknya , malah seprerti ini , dia fikir aku tak ingin menimang rubah kecil apa ," mago mengumpat dalam hati .


" Siapkan teh kesukaanku , aku akan menginap disini malam ini ," perintahnya .


para maid pun mengangguk mereka pun pergi meninggalkan mago dan pak jung di ruang tamu .


" Sekarang dia sudah kembali , aku yakin cepat atau lambat kekuatannya pun akan kemabli , terserah kau . Ingin tetap bersama aeyong atau kembali ke tuan lamamu ?" ujar mago .


"Saya ingin tetap bersama dengan aeyong , bagaimanapun aeyong cukup membatu saya selama ini ," jawab pak jung walaupun sebenarnya dia ingin aeyong dan dae hyung bersama seperti dulu . Namun rasanya tidak akan mungkin , karna kemarin mago telah memberkati pernikahan aeyong dengan manusia , itu artinya aeyong tak akan bisa bersama lagi dengan dae hyung .


" Baiklah , setelah ini jaga kedua majikan barumu baik-baik . Laporkan padaku apapun yg terjadi di sini ,"


Pak jung hanya menganggukan kepala .


" Bersiaplah , mereka akan tiba sebentar lagi , ambilak aku lotus merah di halaman belakang , nonamu sedang terluka sekarang ," mago berdiri dari duduknya .


Pak jung bergegas meuju halaman belakang mencari apa yg diperintahkan oleh mago .


Mobil hitam milik ha joon memasuki halaman rumah aeyong . Mobil itu berhenti tepat di hadapan pintu utama rumah .


Hae jung turun dari mobil , disusul ha joon yg segera ke pintu samping untuk membukakan pintu pada aeyong . Aeyong berusaha nangkit sendiri dari tempat duduk namum ditahan oleh ha joon . " Biar aku gendong saja , jangan memaksakan diri ," ucapnya .


Aeyong pun turun dengan dibopong oleh ha joon , sementara hae jung mengawalnya dari berlakang .


" Begitulah jika terlalu keras kepala ," ucapan mago membuat ha joon terkejut ,


Aeyong dan hae jung yg sudah merasakan kehadiran mago hanya tertunduk .


" Bawa aeyong ke kamarnya , hae jung tinggallah disini ," perintah mago .

__ADS_1


Ha joon pun menuruti kata-kata mago membawa aeyong naik ke lantai dua , dimana kamarnya berada . Sedangkan hae jung duduk di samping mago .


Dua orang maid dengan sigap mengikuti aeyong dan ha joon atas perintah mago .


__ADS_2