
Pov Kang Ha Joon
Bahkan sampai pagi datang , dia tak kunjung kembali .
cahaya matahari mulai memasuki ruangan , semuanya menjadi nampak jelas namun tidak dengan hubungan kami . Aku sangat yakin tidak melakukan kesalahan apapun , pagi itu kami berangkat bersama bahkan di sepanjang jalan tangan kami saling berpegangan seakan tak ingin melepaskan satu sama lain , namun kenyataannya dia mempermaikan ku lagi . Bisa-bisanya dia pulang bersama dosen itu . Sungguh hebatnya aeyong , jelas-jelas sudah mempermainkanku tapi aku masih berharap dia segera menemuiku dan menjelaskannya . Awalnya dong min berhasil membujukku untuk melupakan aeyong , aku sempat bersenang-senang dengan pacar-pacarku namun sialnya , aku masih saja tak bisa lepas dari bayangan aeyong . Mungkin benar cinta akan membuatmu menjadi bodoh .
" tuan , apakah mau saya siapkan sesuatu ?" tanya salah satu maid .
" tidak , " jawabku singkat . Aku lelah semalaman terjaga menunggunya kembali , dengan langkah gontai aku menuju kamar aeyong .
Begitu memasuki kamarnya aroma camelia begitu kental tercium , aroma yg selalu tercium dari tubuh aeyong . Bodoh memang sangat bodoh , banyak perempuan yg rela melakukan apapun untukku tapi aku malah menunggu orang yg telah mencapakkanku . Bahkan ketika aku bersama perempuan lain pun , fikiranku hanya dipenuhi oleh bayangan aeyong .
Emosiku tak terbendung melihat aeyong asyik berbelanja dengan ibu ji su , bahkan bisa-bisanya dia membelikan hadiah untuk pria tua yg tak laku itu . Dan lagi percakapannya dengan ibu ji su membuat emosiku makin memuncak . Bodohnya aku yg punya banyak kesempatan namun tak memanfaatkannya hanya karna tak ingin aeyong meninggalkanku , tapi tetap saja aeyong pergi dan melakukannya dengan orang lain . " Memang apa bagusnya pria tua itu , selain tua dia juga tukang sabotase tentu aku jauh lebih baik darinya . " umpatku dalam hati .
sudah pukul 09.00 pagi dan aeyong belum kembali kerumah . Ahkirnya aku tak kuasa menahan rasa kantukku hingga aku tertidur di kamar aeyong .
......................
" maafkan aku ha joon "
Suara aeyong terdengar lirih , mungkin aku sedang bermimpi .
Aku yakin itu suara aeyong , aku membuka mataku dan ini bukanlah kamar aeyong , sebuah tempat asing yg bahkan aku tak tau ini dimana . Hutan yg cukup lebat dengan pohon-pohon besar yg menjulang tinggi , hingga sinar mantahari sulit menembus ke dalamnya .
Tak ada siapa-siapa disini kecuali aku , aku memcubit lenganku dengan keras berharap segera terbangun dari tidurku .
" aw..sakit ," tapi sepertinya ini bukan mimpi . Tanpa tau harus kemana aku tetus memutar mencari jalan keluar dari hutan ini , sesekali aku menoleh ke belakang seperti ada seseorang yg mengawasiku .
Rasanya hampir 1jam aku berputar-putar namun tetap tak kutemukan jalan keluar , " sebenarnya ini tempat apa ??"
cit..cit..cit..cit
Sekumpulan kelelawar terbang ke arahku , dengan cepat aku menundukkan kepala .
Astagaa .. Tempat apa ini . Baru beberapa langkah aku berjalan sesosok anak kecil beediri sakitar 500m dari posisiku berderi , aku mengarutkan dahi . " apa yg dilakukan anak kecil disini ? Apa dia sama denganku tersesat disini ,"
Anak kecil itu berjalan mendekatiku , aku pun refleks berjalan juga ke arahnya , semakin dekat dapat kulihat jelas itu bukan anak kecil tapi monster bertubuh kecil , bentuknya sulit aku diskripsikan , aku mundur beberapa langkah , sialnya aku terjatuh . Moster kecil itu terus mendekat ke arahku , tubuhku kaku tak dapat bergerak .
" seharusnya manusia sepertimu tak menganggu urusanku ," suaranya begitu kencang hingga burung-burung di pepohonan berterbangan .
" si..siapa kamu?apa..appa maumu ?"
aku tergagap , sungguh hal diluar logika , mahkluk apa ini sebenarnya .
" hahahaha manusia hina sepertimu tak pantas untuk tahu indentitasku ," ejeknya .
__ADS_1
Dari salah satu tangannya mengekuarkan cahaya kemerahan , cahaya itu membesar menjadi seperti bola kasti , mahkluk itu mengangkat gumpalan cahaya itu kemudian melemparnya ke arahku
Dan...
Brakkk...
Tubuhku tersungkur ke tanah . dan beberapa kali aku memuntahkan darah segar dari mulutku seakan ada organ dalam tubuhku yg hancur , aku berusaha untuk duduk namun sayang , tubuhku berasa tak bertenaga sama sekali . Monster itu kembali mendekatiku , senyumannya cukup membuat aku bergidik ngeri . Ketika jarak kami semakin dekat satu lagi muncul mahkluk yg sama dengan persis dengan moster yg menyerangku .
" apa aku akan mati sekarang ," aku membatin . Namun anehnya mahkluk itu bukan menyerangku , melaikan menyerang balik moster yg pertama .
" Beraninya ikut campur urusanku ," hardik moster yg pertama .
" Sudah kewajibaku melindungi dia yg tidak bersalah ," seklias ia menatapku penuh rasa iba .
" Berhentilah mengejar ambisimu sebelum kau akan benar-benar hancur ," lanjutnya , cahaya putih kebiruan mulai bermunculan entah dari mana datangnya , bertubi-tubi menyerang ke arah moster itu .
" aarrgh ,,, rubah si*lan . Beraninya menyerangku diam-diam ,"
" pergi kau dari sini . Ini bukan wilayahmu , jika tidak ingin musnah ditanganku , segera tinggalkan tempat ini ,"
sebuah suara berat penuh wibawa terdengar namun aku tak melihat wujud pemilik suara itu namun aku sangat yakin suara itu nampak tak asing bagiku .
Seperti kilat yg menyambar mahkluk kedua itu sudah berada di depanku , ia membantuku berdiri dan memapahku berjalan meninggalkan tempat ini .
Aku hendak menoleh ke arah moster yg menyerangku tadi namun mahkuluk ini melarangku .
Mahkluk itu menuntunku menuju ke sebuah cahaya putih kecil yg kian lama semakin membesar , sinar putihnya semakin terang ketika kami semakin dekat ,
sanggat menyilaukan hingga aku menutup kedua mataku .
Dan....
" ha joon , sadarlah ,"
" ha joon ,"
sebuah tangan lembut menepuk-nepuk kedua pipiku , suara yg sangat kurindukan ahkirnya terdengar juga .
Aku membuka mataku dan benar saja aeyong sudah berada di sini , dapat kulihat dia begitu lega melihatku terbangun .
" Ahkirnya , , " ia tak melanjutkan kata-katanya namun ia menangis .
Sepontan aku menggenggam tanggannya .
" Aku ... tak apa ,,, jangan khawatirkan aku ,"
__ADS_1
ucapku tebata-bata , jika apa yg baru saja ku alami adalah mimpi tak mungkin tubuhku terasa begitu sakit , bahkan dadaku masih terasa sesak untuk berbicara pun sulit rasanya .
Bukannya diam , aeyong malah menangis semakin kencang , seperti anak kecil yg kehilangan permennya .
" Aih .. Nuna kau berisik sekali , sakit telingaku medengar tangisanmu yg jelek itu ,"
oh , ternyata hae jung juga ada disini .
Tunggu , suara tadi , sangat mirip dengan suara hae jung . Aku menoleh ke arah hae jung , hae jung pun menatapku .
" Apa ?" ucapnya dingin .
" Apa , yg terjadi padaku sebenarnya ?" tanyaku ragu .
Hae jung hendak menjawab namun aeyong mengalihkan pembicaraan ,
" sudahlah ha joon , akan kami jelaskan nanti sekarang pulihkan dulu kondisimu ," ucapnya .
Hae jung mengendus kesal ,
" Lihatlah masalah yg kau buat , berhentilah bersikap konyol , kali ini beruntung kekuatan yang belum sepenuhnya pulih , " hae jung dengan kasar menutup pintu kamar aeyong .
Aku menatap aeyong penuh tanda tanya . Aeyong hanya menunduk lesu penuh penyesalan .
" kau bisa duduk ? " dia mencoba mengalihkan fikiranku .
Aku mengangguk dan berlahan duduk bersandar pada headboard , aeyong pun membantu menata bantal penyangga punggungku .
" mau minum ?" tanyanya , aku mengangguk , ia segera mengambilkan gelas berisi air yg ada di narkas .
" Apa yg kamu sembunyikan aeyong ?" tanyaku tak sabar , terlalu benyak pertanyaan yg ada dalam benakku sekarang .
" ha joon , belum saatnya kamu mengetahui semuanya , tunggulah sampai kamu pulih , aku berjanji akan menceritakan semuanya padamu ," jawabnya .
" Lalu , kemana kamu pergi beberapa hari ini ? Kamu pergi bersama pak park ? " desakku .
" iya ," jawabnya singkat tanpa rasa bersalah .
" oh , sudah sedekat itu kalian rupanya ," sindirku sinis .
" lantas , bagaimana denganmu ? Bukankah kamu juga cukup bersenang-senang dengan kekasihmu ?"
"Yah ,, aku memang bersenang-senang itu pun juga karna kamu yg tiba-tiba pergi bersama pak park ," jawabku sedikit kikuk , aku tak menyangka jika aeyong akan bertanya seperti itu .
" Baguslah jika kamu cukup bersenang-senang ," jawabnya acuh , aeyong segera beranjak meninggalkan kamar ,
__ADS_1
" akan ku siapkan makan untukmu tunggulah sebentar ," pamitnya sebelum ia menutup pintu kamar .
" Apa aku melakukan kesalahan ??? Bukannya dia duluan yg memulai , mangapa aku yg sekarang merasa bersalah padanya , lagipula hubungan kami tak jelas seperti apa " fikirku frustasi .