Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
27 .


__ADS_3

Pov Kang Ha Joon


Bahkan sampai pagi datang , dia tak kunjung kembali .


cahaya matahari mulai memasuki ruangan , semuanya menjadi nampak jelas namun tidak dengan hubungan kami . Aku sangat yakin tidak melakukan kesalahan apapun , pagi itu kami berangkat bersama bahkan di sepanjang jalan tangan kami saling berpegangan seakan tak ingin melepaskan satu sama lain , namun kenyataannya dia mempermaikan ku lagi . Bisa-bisanya dia pulang bersama dosen itu . Sungguh hebatnya aeyong , jelas-jelas sudah mempermainkanku tapi aku masih berharap dia segera menemuiku dan menjelaskannya . Awalnya dong min berhasil membujukku untuk melupakan aeyong , aku sempat bersenang-senang dengan pacar-pacarku namun sialnya , aku masih saja tak bisa lepas dari bayangan aeyong . Mungkin benar cinta akan membuatmu menjadi bodoh .


" tuan , apakah mau saya siapkan sesuatu ?" tanya salah satu maid .


" tidak , " jawabku singkat . Aku lelah semalaman terjaga menunggunya kembali , dengan langkah gontai aku menuju kamar aeyong .


Begitu memasuki kamarnya aroma camelia begitu kental tercium , aroma yg selalu tercium dari tubuh aeyong . Bodoh memang sangat bodoh , banyak perempuan yg rela melakukan apapun untukku tapi aku malah menunggu orang yg telah mencapakkanku . Bahkan ketika aku bersama perempuan lain pun , fikiranku hanya dipenuhi oleh bayangan aeyong .


Emosiku tak terbendung melihat aeyong asyik berbelanja dengan ibu ji su , bahkan bisa-bisanya dia membelikan hadiah untuk pria tua yg tak laku itu . Dan lagi percakapannya dengan ibu ji su membuat emosiku makin memuncak . Bodohnya aku yg punya banyak kesempatan namun tak memanfaatkannya hanya karna tak ingin aeyong meninggalkanku , tapi tetap saja aeyong pergi dan melakukannya dengan orang lain . " Memang apa bagusnya pria tua itu , selain tua dia juga tukang sabotase tentu aku jauh lebih baik darinya . " umpatku dalam hati .


sudah pukul 09.00 pagi dan aeyong belum kembali kerumah . Ahkirnya aku tak kuasa menahan rasa kantukku hingga aku tertidur di kamar aeyong .


......................


" maafkan aku ha joon "


Suara aeyong terdengar lirih , mungkin aku sedang bermimpi .


Aku yakin itu suara aeyong , aku membuka mataku dan ini bukanlah kamar aeyong , sebuah tempat asing yg bahkan aku tak tau ini dimana . Hutan yg cukup lebat dengan pohon-pohon besar yg menjulang tinggi , hingga sinar mantahari sulit menembus ke dalamnya .


Tak ada siapa-siapa disini kecuali aku , aku memcubit lenganku dengan keras berharap segera terbangun dari tidurku .


" aw..sakit ," tapi sepertinya ini bukan mimpi . Tanpa tau harus kemana aku tetus memutar mencari jalan keluar dari hutan ini , sesekali aku menoleh ke belakang seperti ada seseorang yg mengawasiku .


Rasanya hampir 1jam aku berputar-putar namun tetap tak kutemukan jalan keluar , " sebenarnya ini tempat apa ??"


cit..cit..cit..cit


Sekumpulan kelelawar terbang ke arahku , dengan cepat aku menundukkan kepala .


Astagaa .. Tempat apa ini . Baru beberapa langkah aku berjalan sesosok anak kecil beediri sakitar 500m dari posisiku berderi , aku mengarutkan dahi . " apa yg dilakukan anak kecil disini ? Apa dia sama denganku tersesat disini ,"


Anak kecil itu berjalan mendekatiku , aku pun refleks berjalan juga ke arahnya , semakin dekat dapat kulihat jelas itu bukan anak kecil tapi monster bertubuh kecil , bentuknya sulit aku diskripsikan , aku mundur beberapa langkah , sialnya aku terjatuh . Moster kecil itu terus mendekat ke arahku , tubuhku kaku tak dapat bergerak .


" seharusnya manusia sepertimu tak menganggu urusanku ," suaranya begitu kencang hingga burung-burung di pepohonan berterbangan .


" si..siapa kamu?apa..appa maumu ?"


aku tergagap , sungguh hal diluar logika , mahkluk apa ini sebenarnya .


" hahahaha manusia hina sepertimu tak pantas untuk tahu indentitasku ," ejeknya .

__ADS_1


Dari salah satu tangannya mengekuarkan cahaya kemerahan , cahaya itu membesar menjadi seperti bola kasti , mahkluk itu mengangkat gumpalan cahaya itu kemudian melemparnya ke arahku


Dan...


Brakkk...


Tubuhku tersungkur ke tanah . dan beberapa kali aku memuntahkan darah segar dari mulutku seakan ada organ dalam tubuhku yg hancur , aku berusaha untuk duduk namun sayang , tubuhku berasa tak bertenaga sama sekali . Monster itu kembali mendekatiku , senyumannya cukup membuat aku bergidik ngeri . Ketika jarak kami semakin dekat satu lagi muncul mahkluk yg sama dengan persis dengan moster yg menyerangku .


" apa aku akan mati sekarang ," aku membatin . Namun anehnya mahkluk itu bukan menyerangku , melaikan menyerang balik moster yg pertama .


" Beraninya ikut campur urusanku ," hardik moster yg pertama .


" Sudah kewajibaku melindungi dia yg tidak bersalah ," seklias ia menatapku penuh rasa iba .


" Berhentilah mengejar ambisimu sebelum kau akan benar-benar hancur ," lanjutnya , cahaya putih kebiruan mulai bermunculan entah dari mana datangnya , bertubi-tubi menyerang ke arah moster itu .


" aarrgh ,,, rubah si*lan . Beraninya menyerangku diam-diam ,"


" pergi kau dari sini . Ini bukan wilayahmu , jika tidak ingin musnah ditanganku , segera tinggalkan tempat ini ,"


sebuah suara berat penuh wibawa terdengar namun aku tak melihat wujud pemilik suara itu namun aku sangat yakin suara itu nampak tak asing bagiku .


Seperti kilat yg menyambar mahkluk kedua itu sudah berada di depanku , ia membantuku berdiri dan memapahku berjalan meninggalkan tempat ini .


Aku hendak menoleh ke arah moster yg menyerangku tadi namun mahkuluk ini melarangku .


Mahkluk itu menuntunku menuju ke sebuah cahaya putih kecil yg kian lama semakin membesar , sinar putihnya semakin terang ketika kami semakin dekat ,


sanggat menyilaukan hingga aku menutup kedua mataku .


Dan....


" ha joon , sadarlah ,"


" ha joon ,"


sebuah tangan lembut menepuk-nepuk kedua pipiku , suara yg sangat kurindukan ahkirnya terdengar juga .


Aku membuka mataku dan benar saja aeyong sudah berada di sini , dapat kulihat dia begitu lega melihatku terbangun .


" Ahkirnya , , " ia tak melanjutkan kata-katanya namun ia menangis .


Sepontan aku menggenggam tanggannya .


" Aku ... tak apa ,,, jangan khawatirkan aku ,"

__ADS_1


ucapku tebata-bata , jika apa yg baru saja ku alami adalah mimpi tak mungkin tubuhku terasa begitu sakit , bahkan dadaku masih terasa sesak untuk berbicara pun sulit rasanya .


Bukannya diam , aeyong malah menangis semakin kencang , seperti anak kecil yg kehilangan permennya .


" Aih .. Nuna kau berisik sekali , sakit telingaku medengar tangisanmu yg jelek itu ,"


oh , ternyata hae jung juga ada disini .


Tunggu , suara tadi , sangat mirip dengan suara hae jung . Aku menoleh ke arah hae jung , hae jung pun menatapku .


" Apa ?" ucapnya dingin .


" Apa , yg terjadi padaku sebenarnya ?" tanyaku ragu .


Hae jung hendak menjawab namun aeyong mengalihkan pembicaraan ,


" sudahlah ha joon , akan kami jelaskan nanti sekarang pulihkan dulu kondisimu ," ucapnya .


Hae jung mengendus kesal ,


" Lihatlah masalah yg kau buat , berhentilah bersikap konyol , kali ini beruntung kekuatan yang belum sepenuhnya pulih , " hae jung dengan kasar menutup pintu kamar aeyong .


Aku menatap aeyong penuh tanda tanya . Aeyong hanya menunduk lesu penuh penyesalan .


" kau bisa duduk ? " dia mencoba mengalihkan fikiranku .


Aku mengangguk dan berlahan duduk bersandar pada headboard , aeyong pun membantu menata bantal penyangga punggungku .


" mau minum ?" tanyanya , aku mengangguk , ia segera mengambilkan gelas berisi air yg ada di narkas .


" Apa yg kamu sembunyikan aeyong ?" tanyaku tak sabar , terlalu benyak pertanyaan yg ada dalam benakku sekarang .


" ha joon , belum saatnya kamu mengetahui semuanya , tunggulah sampai kamu pulih , aku berjanji akan menceritakan semuanya padamu ," jawabnya .


" Lalu , kemana kamu pergi beberapa hari ini ? Kamu pergi bersama pak park ? " desakku .


" iya ," jawabnya singkat tanpa rasa bersalah .


" oh , sudah sedekat itu kalian rupanya ," sindirku sinis .


" lantas , bagaimana denganmu ? Bukankah kamu juga cukup bersenang-senang dengan kekasihmu ?"


"Yah ,, aku memang bersenang-senang itu pun juga karna kamu yg tiba-tiba pergi bersama pak park ," jawabku sedikit kikuk , aku tak menyangka jika aeyong akan bertanya seperti itu .


" Baguslah jika kamu cukup bersenang-senang ," jawabnya acuh , aeyong segera beranjak meninggalkan kamar ,

__ADS_1


" akan ku siapkan makan untukmu tunggulah sebentar ," pamitnya sebelum ia menutup pintu kamar .


" Apa aku melakukan kesalahan ??? Bukannya dia duluan yg memulai , mangapa aku yg sekarang merasa bersalah padanya , lagipula hubungan kami tak jelas seperti apa " fikirku frustasi .


__ADS_2