Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
16.


__ADS_3

Pov Author


Pagi-pagi sekali aeyong meninggalkan kediamannya tanpa sepengetahuan ha joon .


Sebelum pergi aeyong berpesan pada maid yg telah berada di kediamannya untuk menyiapkan segela keperluan ha joon .


para maid nampak terkejud mendengar perintah aeyong , karna sebelumnya aeyong tak pernah sekalipun membawa teman prianya kemari , apalagi sampai menginap .


Ha joon terbangun ketika matahari sudah meninggi , ia kelur kamar mencari aeyong .


" Maaf tuan , nona aeyong sudah pergi dari tadi pagi ," salah satu maid menjelaskan .


" apa aeyong bercerita dia pergi kemana ? " tanya ha joon .


" Tidak tuan , nona hanya berpesan menyiapkan keperluan tuan saja ." jelasnya.


Ha joon hanya mengangguk .


Saat ha joon akan meninggalkan kediaman aeyong seorang pria berusia 40th berlari ke arah ha joon , setelah memberi hormat pada ha joon pria tersebut menyerahkan sebuah remot kecil dan secarik kertas . " Sebelum pergi nona meminta saya memberikan ini kepada anda , dan juga password pintu utama saya tulis disini ," ujarnya .


" Aeyong minta saya untuk menyimpannya ?" tanya ha joon yg keheranan .


" Iya benar tuan , sebelum pergi nona meminta saya menyerahkanya pada tuan ," jelasnya .


Ha joon memeperhatikan pria itu , raut wajahnya cukup ramah namun telinganya nampak berbeda dengan telinga manusia pada umumnya , pria ini memiliki telinga yg sedit runcing , ukuran tubuhnya pun tak lebih dari 130cm , dan pria ini juga selalu menghindari kontak mata dengan ha joon . Menyadari ha joon memperhatkannya pria itu segera berpamita pada ha joon .


" Tunggu pak , apakah anda tau kemana aeyong pergi ?" ha joon menghalangi langkah pria tersebut .

__ADS_1


" Nona pergi mengurus dokumen tuan , saya tidak bisa memberitahukannya pada anda . Tapi anda bisa mengunjungi tuan muda hae jung di Provinsi Gangwon-do ," pria itu pun berjalan melewati ha joon .


Ha joon nampak gembira menerima pemberian pria itu , itu berarti aeyong telah menerima kehadiran ha joon , " tapi,,, kemana aeyong pergi , mengapa tak berpamitan kepadaku ? Sebegitu pentingkah yg dia kerjakan saat ini ? " ha joon pergi meninggalkan kediaman aeyong menuju ke kampusnya . Ha joon masih terus berfikir tentang kejadian-kejadian yg dia alami bersama aeyong , mulai dari kecelakaan yg cukup parah namun aeyong hanya mengalami sedikit luka , gereja tua yg cukup megah itu , mengingat gereja itu ha joon pun memutar arah ia menuju gereja itu . Ia berusaha mengingat jalan menuju gereja tersebut namun sayang sekali ia tak dapat mengingatnya , bahkan hampir dua jam dia hanya berputar-putar dikawasan tersebut . Benar saja aeyong yg mempimpin jalan kemarin , jadi ha joon semakin yakin jika ada sesuatu yg serius sedang aeyong sembunyikan .


Ha joon menatap jam tangannya , ia harus segera ke kampus . " Mungkin sodam bisa menceritakannya ," .


......................



Aeyong telah berada di sebuah gedung yg hanya dapat dikunjungi oleh mahkluk supranatural seprti dirinya . Di tempat inilah Mago tinggal . Baru saja aeyong memasuki bangunan tersebut sebuah suara telah menyapanya , " Seharusnya kau menikmati masa indahmu dengan pasanganmu , bukankah baru kemarin aku memberkatimu sebuah pernikahan ,"


" Aku tak bisa berasama manusia itu ," suara aeyong bergetar . " Dia bukan kang dae hyung ," lanjutnya .


" Aeyong , sedari awal saya sudah memperingatkanmu , jangan menunggu sesuatu yg tidak pasti , aku tau kau sangat berhutang nyawa pada dae hyung , tapi kau tak seharusnya menetap di alam manusia selama itu . "


" Mungkin ini sudah menjadi kehendak dewa untukmu , kau bisa tetap membalas budi pada reinkarnasi dae hyung tapi ingatlah posisimu saat ini ."


Memang benar aeyong yg mengatakan akan berbagi kehidupan dengan ha joon kemarin namun ia melakukannya karna ha joon yg seorang manusia tak akan mampu melihat kekuatan mago yg ada di hadapanya , nyawa akan menjadi taruhannya . salahnya telah membawa ha joon kemarin , namun siapa yg sangka jika hae jung mengancaukan pernikahan seekor rubah dengan manusia , bahkan hae jung yg merupakan roh penjaga gunung tak segan menghabisi nyawa rubah itu ditempat . Mago tak dapat berbuat apa-apa karna memang rubah tersebut telah melalukan kesalahan fatal wajar jika hae jung menghabisnya sesuai perintah dewa Hades .


Saat hae jung membawa pasangan rubah itu kembali ke alam manusia , aeyong datang dipapah ha joon , namun ketika aeyong menyadari keberadaan mago , sudah terlambat untuk ha joon pergi . Aeyong pun meminta pada mago mengembalikan kehidupan untuk ha joon dan aeyong siap berbagi kehidupan dengannya . Mago cukup terkejut dengan perkataan aeyong , benar dugaan mago , aeyong mulai mencintai pria manusia itu tanpa ia sadari . Sebagai rubah ekor sembilan yg telah tinggal di alam dewa dia bisa tak perduli dengan manusia apalagi manusia itu sendiri yg suka rela datang ketempat yg tak seharusnya mereka datangi . Namun aeyong dengan sedikit memohon meminta Mago mengembalikan kehidupan pria ini , Mago pun mengabulkan permintaan aeyong dengan catatan karna aeyong sendiri yg telah menawarkan diri untuk berbagi kehidupan dengan pria ini maka selamanya pria ini akah menjadi pasangan aeyong .


" Bagaimana dengan dae hyung saat dia kembali ?" tanya aeyong dengan suara lirih.


" Apalagi , kau hanya perlu mengembalikan manik rubahnya , sedangkan kau harus tetap bersama pasanganmu hingga pasanganmu mati nanti ," Mago mengamati aeyong dengan seksama sebelum dia melanjutkan ucapannya ," jangan pernah menyakiti hati pasanganmu jika kau tak ingin kehilangan salah satu ekormu ," tegas Mago pada aeyong . Tentu Mago tak pernah main-main dengan ucapannya .


......................

__ADS_1


Di kampus sodam yg besama min ji berada di caffetaria tengah keheranan , karna aeyong tak sekalipun menganggkat telfon dari mereka , bahakan hari in sudah dua kelas yg tak ia hadiri . Sodam yg makin kesal karna aeyong masih berhutang penjelasan padanya tentang hubungannya dengan ji su .


" Apa kita kerumahnya saja ?" ajak min ji .


" Jika dia menghilang seprti ini pasti dia juga tak akan ada dirumahnya ," sodam sangat paham tentang kebiyasaan aeyong hampir 3tahun mereka berteman walaupun aeyong terkesan dingin dan tak perduli tapi tidak bagi sodam , aeyong adalah teman terbaiknya .


park ji su yg telah menerima kecelakaan aeyong pun bergegas menghubungi sodam namun sodam sepertinya tangah sibuk menghubungi seseorang sedari tadi . Ji su pun ahkirnya mencari sodam . Hati ji su sangat gelisah ia sangat mencemaskan aeyong , ji su pun mencoba bertanya pada mahasiswanya , dimana keberadaan sodam dan menurut salah satu mahasiswa sodam dan min ji sedang berada di caffetaria .


" Sodam , apakah kau tau kabar tentang aeyong ," ji su dengan wajah paniknya bertanya pada sodam .


" Saya juga dari tadi menghubunginya pak , tapi sama sekali tak ada jawabanndarinya ," sodam pun nampak kebingungan karna aeyong lenyap begitu saja .


" Ayo kita kerumahnya ," ajak ji su .


" Aku tak yakin dia ada dirumah sekrang," jelas sodam .


" ya setidaknya kita harus bertanya pada orang rumahnya dimana aeyong , " desak ji su .


" Astaga paman aku tau kau menyukai aeyong , tapi saat ini aku yakin aeyong sedang tak ingin diganggu siapapun , nanti pasti aeyong akan kembali ," nada bicara sodam sedikit meninggi bahkan dia melupakan formalitas pamannya yg telah menjadi dosennya saat ini.


" Bagaimana kau bisa tenang-tenang saja saat temanmu mengalami kecelakaan ," ji su pun tak kalah kesal dengan sodam .


Betapa kagetnya sodam dan min ji mendengar perkataan ji su ,. " Bagaimana bisa aeyong kecelakaan , pantas saja ji su sangat panik kali ini ," batin sodam .


Ahkirnya mereka ber tiga menuju rumah aeyong untuk memastikan keadaanya .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2