
Pov park ji su
Saat dikampus aku mencari keberadaan aeyong . Bukan tanpa alasan , ibu menintanya datang untuk makan malam besama kami .
Hingga siang aku tak dapat menemukan aeyong , bahkan kelas yg dia absen dari kelasku juga . Baik sodam juga min ji juga tak tau kemana aeyong .
Aku memberanikan diri menanyakan aeyong pada mahasiswa lain , mana tau salah satu dari mereka mengetahui keberadaam aeyong . Aku merasa sedikit khawatir walaupun sodam bilang sudah biasa aeyong menghilang seperti ini , namun rasanya aku tak bisa tenang begitu saja sebelum benar-benar ada kabar darinya .
" kim aeyong ? aku tak yakin dia dapat masuk dalam beberapa hari ini pak , kemarin saat pulang saya melihat mobil aeyong diderek , sepertinya dia mengalami kecelakaan ," jelas seorang mahasiswa yg aku temui .
" kecelakaan ? Dimana ? Apakah parah ? ," tak dapat kesembunyikan rasa khawatirku .
" saya kurang tau pak , saya hanya melihat mobilnya rusak cukup parah , namun untuk keadaannya saya kurang tau ,"
" Baiklah , terimakasih ,"
Aku bergegas menghubungi park sodam , namun entah mengapa ponselnya selalu sibuk . Hingga aku menemukannya bersama min ji di caffetaria . Benar dugaanku mereka juga tak tau kondisi aeyong sekarang , dengan sedikit memaksa aku mengajak mereka ke rumah aeyong .
Saat kami berada di parkiran .
" park sodam ,"
kami bertiga terhenti sejenak . seorang pria berjalan ke arah kami lebih tepatnya untuk menghampiri sodam .
pria ini sedikit tak asing , tentu saja dia pasti salah satu mahasiswaku .
" Bisa kita bicara sebentar sodam ,"
kata pria itu setelah jarak kami sudah dekat .
" Pentingkah ? Aku sedang buru-buru,"
Pria itu nampak melirik ke arahku dan min ji sebentar .
" Aku tak bisa bicara disini , ikutlah denganku sebentar ."
" ck , kang ha joon jangan buang-buang waktuku . " dengan kasar sodam mendorong pria itu .
__ADS_1
" Ayo , jangan perdulikan dia ," ajak sodam yg sudah berjalan mendahului kami .
" Jika kau buru-buru karna ingin bertemu dengan aeyong , dia sedang ada diluar kota sekarang , percuma kalian kerumahnya ," ucapan pria itu membuat langkah kami bertiga kembali terhenti .
" Jangan bicara omong kosong , kau fikir kau siapa bisa yakin seperti itu , bahkan pak park yg notabennya adalah kekasih aeyong saja tak pernah sekonyol dirimu ," nada sodam meninggi memaki pria itu . Aku yakin pria itu cukup terkejut , wajahnya pun berubah seketika .
" Dia kekasih aeyong ?" pria itu menunjuk ke arahku seakan tak percaya ucapan sodam ,
min ji yg berdiri di sebelahku pun tak dapat menutupi rasa terkejutnya .
" Nah , kau tau kan sekarang , jadi jangan sok tau soal aeyong , apalagi kau tak pantas dekat dengan temanku , tau dirilah sedikit ," astaga kata-kata sodam cukup pedas .
"Oh , begitukah . Jika kalian tidak percaya datanglah sendiri dirumahnya . " ucapanya sembari pergi meninggalkan kami .
Tanpa memperdulikan pria itu kami bergegas menuju kerumah aeyong .
......................
Melihat kedatangan kami salah satu security menghampiri kami , dia membuka kan gerbang untuk kami .
" Maaf nona sodam , tapi nona aeyong sedang tidak berada di rumah ." katanya .
" Apakah aeyong berada di rumah sakit ? " tanya sodam . security itu sedikit bingung dengan perkataan sodam .
" Tentu saja tidak , nona aeyong sedang menyelesaikan pekerjaannya diluar kota mungkin akan kembali 4-7hari lagi ," jelasnya .
" Apa ? Bukankah aeyong kemarin kecelakaan ? bagaimana dia bisa pergi keluar kota ," min ji tak kalah terkejut dengan pernyataan security itu .
Secutity itu namapak mengerutkan kening .
" Tidak nona , kemarin memang nona aeyong bersama tuanangannya tapi sepertinya mereka baik-baik saja , bahkan sepertinya mereka tengah membahas hal yg penting hingga tua muda hae jung datang kemari ."
Mataku mebelalak , " Aeyong sudah punya tunangan ,?" sungguh tak dapat kusembunyikan rasa kaget sekaligus kecewa .
" Apa ?? Sejak kapan aeyong bertunangan ? " Emosi sodam tak dapat dibendung lagi .
__ADS_1
" Sudah lah sodam , ayo kita kembali saja , yg penting aeyong tidak apa-apa!" kataku menenangkan , tentu saja aku tak ingin sodam keceplosan tentang hubungan ku dengan aeyong yg sodam tau kami sedang berkencan .
" Tapi paman , aeyong tidak bisa seperti ini , ini sangat tidak adil ," rengek sodam tak rela .
" Pak , apakah anda yakin jika itu adalah tunangan aeyong ?" min ji mencoba memastikan .
" Sebenarnya saya juga tak begitu faham , tapi kemarin malam saya sempat berbincang dengan tuan muda hae jung , dia bilang jika dia adalah tuan rumah di rumah ini jadi kami harus sopan padanya , bahakan pak jung kepala pelayan telah menyerahkan kunci cadangan kepadanya tadi pagi , " jelasnya .
Astagaa , hatiku seperti dihantam beton pulihan kg , baru saja aku ingin lebih dekat dengan aeyong namun kenyataannya seperti ini . Tentu saja aeyong pasti sudah punya kekasih , mustahil gadis secantik dia tak memiliki kekasih , namun aku tak menyangka dia sudah bertunangan .
" Baiklah kalau begitu , pak terimakasih kami permisi dulu ." aku segera menarik sodam pergi , sebelum kejadian semakin rumit karna aku sangat faham temprament sodam . Sebelum kami keluar dari halaman rumah aeyong aku dapat melihat seseorang memperhatikanku , sekilas aku menoleh ke arah tersebut namun aku tak melihat seorangpun disana namun firasatku sangat yakin jika ada yg sedang mengawasiku .
Sodam masih terus saja mengomel dalam perjalanan .
" Bagaimana bisa dia bisa mempermainkanmu paman , bahkan nenek sangat berharap pada aeyong ,"
" sejak kapan aeyong dan pak park berkencan ? Mengapa kau tak memberitahuku ?" min ji sedikit merajuk pada sodam .
" Entahlah , hanya nenekku bercerita jika paman punya kekasih bernama aeyong , dia dari jurusan matematika dan satu semester denganku , aeyong siapa lagi . Awalnya aku tak yakin jika itu aeyong kita tapi nyatanya memang benar sepertinya ada hubungan di Antara mereka berdua " sodam sengaja memperjelas ucapannya kata terahkirnya untuk menyindirku .
" Kau salah faham sodam , kau tau aku sedang mendekati aeyong . Aku tak sengaja bertemu aeyong saat mengindari han ji yong . Karna itu ji yong menadu pada ibu , jadilah keslaah fahaman ini , hanya saja aku tak sampai berfikir jika ibu benar-benar nekat menemumui aeyong di kampus , makannya aku dan aeyong sekapat untuk berpura-pura berkencan . Yah awalnya aku fikir dengan berpura-pura akan banyak waktu untuk kami berdua tak kusangka aeyong sudah punya tunangan ." aku mencoba menjelaskan agar sodam tak meluapkan emosinya pada aeyong , bagaimanapun aeyong tak bersalah .
" Astaga , jadi semua ini hanya kebohonganmu paman ? Bagaimana jika nenek tau ? Dia saangat berharap pada aeyong padahal ," sodam sangat terkejut dengan penjelasanku , ya..mau bagiamana lagi inilah kenyataannya .
" Nanti akan pelan-pelan kujelaskan pada ibu ," hiburku .
" siapa tuanangan aeyong , kemanap kita tak pernah tau ? " min ji masih penasaran dengan tunangan aeyong .
" Pasti perjodohan , kau tak dengar tadi security itu menyebut nama adik aeyong , dia sangat jarang sekali ke seoul jika tak ada urusan yg sangat penting , pasti ada kesepakatan antar keluarga. " sodam menyimpulakan .
" Sok tau sekali kau sodam ," min ji mengejek teori sodam .
" Aku serius min ji , kau tau kan aeyong selalu dingin pada pria , dia juga tak perduli dengan apapun , jika saat ini dia bertunangan pasti ada unsur keterpaksaan . Apalagi kau tau kan jika keluarga aeyong cukup kaya , pasti untuk menstabilkan kekayaan mereka pasti mereka akan melakukan perjodohan ditambah lagi orantua aeyong sudah tak ada , pasti aeyong terpaksa melakukannya ," imbuh sodam .
Aku hanya terdiam medengarkan perdebatan sodam dan min ji , fikiranku kacau munafik jika ku bilang tak sakit hati . Jika benar itu adalah perjodohan maka aku masih ada kesempatan untuk mendapatkan aeyong .
...----------------...
__ADS_1