
Pov Park ji su
Aku masih tak bisa memejamkan mataku , bahkan setelah bertemu dengan Aeyong tetep saja ada rasa khawatir yg tak wajar .
Aku bukan orang yg kolot , aku pernah jatuh cinta beberapa kali namun tak satupun seperti ini , ada rasa egois yg sudah tertanam dalam diriku yg harus mendapatkan aeyong . " apa perlu konsuktasi ke psikiater " fikirku .
Mata yg sulit terpejam hingga membuatku enggan kembali ke rumah . Ahkirnya sembari menunggu pagi datang , aku putuskan jalan-jalan di sekitaran sungan han .
Cukup sepi karna hampir pukuk 03.00 pagi , Namun masih ada beberapa pemuda yg duduk-duduk di sekitar sini .
" seonsaengnim........ "
sebuah suara sangat pelan seperti suara bisikan . Aku melihat ke sekeliling , tak ada satupun orang disekitarku . Baru beberapa langkah aku berjalan ,
" .seonsaengnim..... seonsaengnim " suara itu kembali terdengar semakin jelas .
Aku menghela nafas panjang , seperti ada kekuatan yg menuntunku , aku memejamkan mataku , ku fokuskan fikiranku pada suara itu , aku melihatny . Segera aku membuka mataku , kemudan sedikit berlari ke tempat tersebut . Disebuah pohon Hackberry yg cukup besar , sesosok anak usia 9/12 tahun nampak berdiri di bawahnya . " apa yg dilakukan anak kecil di sini dini hari begini ," karna penasaran aku mendekati anak tersebut , siapa tau dia membutuhkan pertolongan .
Semakin dekat aku dapat melihatnya dengan jelas , " astagaa mahkluk apa ini ," beberapa kali aku mengucek mataku memperjelas pandanganku namun apa yg kulihat tetep sama . Mahkluk itu memiliki mata sedikit lebih besar dibanding mata manusia lainnya , dengan bola mata hitam bulat , hidung runcing yg panjang . Telinga mereka seprti telinga kelelawar . Dan satu hal yg ku yakini sekarang , mahkluk ini bukan anak kecil .
Aku menelan ludah dengan susah payah , clingak-clinguk melihat apakah ada orang di sekitarku . Bagitu aku mendekat raut wajag mahkluk ini begitu ceria , dia terseyum dan melambai ke arahku , seperti kami pernah bertemu sebelumnya .
" Ahkirnya seonsaengnim telah kemabali , tak sia-sia saya menanti anda disini ," ucapnya dengan mata berkaca-kaca seakan kami telah lama tak berjumpa . Aku sedikit mundur beberapa langkah karna takut .
" tidak , jangan takut seonsaengnim , ini saya *Yang* penjagamu . Tidakah anda mengingatnya ?? "
Mahkluk ini sepertinya mengetahui isi hatiku.
Dengan sangat hati-hati aku mendekati mahkluk itu .
" sii...ssiiaappa kamu ? Mengapa memanggilku seonsaengnim ?" tanyaku dengan suara terbata-bata karena takut .
" Ternyata benar , anda sudah berreinkarnasi tapi anda sudah melupakan semuanya ." jawabnya dengan wajah kecewa .
" Saya adalah Yang . Penjaga anda , namun karna saya melakukan kesalahan anda mengikat saya di pohon ini ,"
__ADS_1
" simpul itu , anda yg mengikatnya . Dan hanya anda pula yg dapat membukanya ," ucapnya sembari menujuk ke sebuah simpul tali yg terikat di salah satu dahan pohon ini .
" aku berreinkarnasi ??? "
Ragu-ragu aku meraih simpul tali tersebut namun karna rasa penasaranku cukup besar aku mulai melepas satu persatu ikatan pada simpul itu sampai pada ikatan yg terahkir , sebuah cahaya yg cukup terang bahkan sangat menyilaukan berwarna kuning kehijauan . hampir 5 menit pohon itu bercayahaya dan mahkluk yg bernama "Yang" juga ikut bercahaya , sebelum ahkirnya cahaya tersebut benar- benar menghilang .
Mahklum itu tersyenyum ke mudian berjalan ke arahku .
" Terimakasih telah membebaskan saya seonsaengnim ," katanya sambil menundukkan badan .
" Aku tak mengerti mengapa bisa ? Aku ? "
aku masih cukup bingung dengan apa yg terjadi .bagimana bisa mahkluk ini ada dan simpul tali itu bukanlah simpul yg sulit bagiku tapi mengapa tak ada yg membukanya ???
" Saya tau , anda pasti penasaran dengan apa yg terjadi ." ucapnya .
" Saya ingin bercerita tentang semuanya tapi itu akan melanggar kehendak tuhan dan dewa pasti akan menghukum saya , jadi saya hanya dapat mengatakan bahwa anda adalah mahkluk yg spesial , dan dulu saya adalah pelayan ada . Jadi izinkan saya mengikuti seonsaengnim kembali seprti dulu . " jawabya dengan hati-hati .
" mengikutiku ??? tidak mungkin . maksudku.. " belum semapai aku menyelesaikan kalimatku mahkluk itu pun tersenyum kemudian dengan sekejab penampilannya pun berubah .
Penampilannya sekarang memang hampir menyerupai manusia pada umumnya hanya saja tubuhnya masih terbilang pendek dibanding manusia pada umumnya dan telinganya masih sedikit runcing .
" Dan lagi tidak semua orang dapat melihat saya kecuali jika seonsaengnim mengizinkannya ," lanjutnya .
Aku hanya mengangguk pasrah , bagaimanapun aku harus bersamanya jika aku ingin mengetahui semuanya .
" Anda cukup lemah Seonsaengnim , anda harus mendapatkan kekuatan anda kembali ,"
" Aku tak mengerti apa yg kamu maksud ?" tanyaku masih tidak percaya apa yg terjadi hari ini , ini semua nampak nyata tapi sulit untuk diterima logika . Sekeras apapun aku berfikir ini semua tetap tidak masuk akal .
" Tidak apa seonsaengnim saya bersedia membantu anda , mendapatkan kekuatan anda kembali sebagai roh agung penjaga seprti dulu lagi ," ucapnya .
Ahkirnya pagi pun datang , aku mengajak Yang pulang kerumahku . Walaupun aku sedikit tak yakin , namun hati kecilku berkata jika Yang adalah kunci dari semuanya .
......................
__ADS_1
" melihat cahaya kunging kehijauan dari kejauhan , mago dan pak jung menatap penuh cemas , bagamanapun Yang ( pengawal yg setia) telah dibebaskan . Berarti itu menandakan dae hyung telah mendapatkan sepertiga kekuatanya . Takdir memang tak dapat di ubah namun segala upaya akan tetap mereka lakukan untuk menyelamatkan aeyong ."
......................
Pov Author
Kang ha joon sebenarnya telah terbangun dari 30 menit yg lalu namun melihat aeyong yg tertidur pulas disebelahnya membuat sifat c*bulnya muncul . Dengan hati-hati ia memindahkan kepala aeyong ke lengannya , ha joon sangat suka menatap wajah aeyong apalagi wajah aeyong yg polos tanpa polesan make up seperti ini . Dengan ragu ia mengecup kening aeyong , namun aeyong tak berreaksi membuatnya semakin berani . dengan berlahan ia mengangkat dagu aeyong kemudia mengecupnya , hanya kecupan kecil dan tepat saat itu aeyong membuka matanya .
" Dasar pria m*s*m . " teriaknya sembari mendoro tubuh ha joon agar menjauh .
" Mengapa aku , kau yg datang kemari semalam dan tidur di ranjang ini , siapa yg leih m*s*m ." jawab ha joon .
Benar , aeyong yg datang kemari tentu saja bukan keinginannya sendiri tapi percuma berdebat dengan ha joon , dia tidak akan mau percaya begitu saja .
" Aku hanya memastikan kau baik-baik saja ," ucapnya sambil bengkit dari ranjang namun ha joon menahan tangan aeyong sehingga tubuh aeyong kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat di atas tubuh ha joon . Tanpa persetujuan aeyong , ha joon mendaratkan ciuman ke bibir ranum aeyong .
Mata aeyong membelalak lebar , jantungnya berdetak cukup kencang kali ini . Dia tak habis fikir jika ha joon akan berani seperti ini . Aeyong ingin mendorong jauh tubuh ha joon namun rasanya ia tak memiliki kekuatan sama sekali . Ia hanya pesrah dengan apa yg diperbuat ha joon sekarang , melihat aeyong yg diam , ha joon semakin berani , dia mulai ******* bibir bawah aeyong , menghisapnya berlahan dengan lembut . Cukup lama aeyong berdiam sebelum ahkirnya ia merespilon ciuman ha joon . Ia mulai memejamkan matanya membalas ******* ha joon . Merasa ciumannya direspon aeyong , ha joon pun kian berani , ia mendorong tubuh aeyong hingga kini tubuh aeyong berada di bawah tubuhnya . Ha joon ingin melakukan lebih dari ini namun akal sehatnya masih berfungsi bagaimanapun ini adalah rumah aeyong dan masih ada nenek juga adiknya disini jadi ini sudah cukup baginya . cukup lama mereka berciuman hingga aeyong kehabisan nafas dan mendorong ha joon . Rasa cangung diantara mereka membuat mereka terdiam dan hanyut dalam fikiran masing-masing .
" Apa kamu ke akan ke kampus hari ini ," tanya ha joon memecah keheningan .
" Ia , aku harus bertemu dengan min ji . " jawab aeyong.
" Aeyong tunggu ," ha joon menahan tangan aeyong yg hendak keluar kamar.
" Masalah min ji mungkin akan ada kesalah fahaman ," ha joon nampak ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya namun karna tak ingin terjadi kesalah fahaman antara dia dan aeyong dengan berat hati ha joon menceritakan semuanya .
Aeyong hanya diam mendengar penjelasan ha joon , dia sama sekali tak terkejut . Bagi aeyong itu semua adalah masa lalu dan setau aeyong , min ji sudah memiliki kekasih baru hanya saja mungkin min ji masih belum benar-benar bisa melupakan ha joon .
" Itu masa lalumu , tak usah khawatir aku bisa mengatasi min ji ," ucap aeyong penuh percaya diri .
Ha joon masih termemenung menatap pintu yg sudah tertutup kembali , baru kali ini dia melihat perempuan seperti aeyong .
Jelas ada rasa takut akan kehilangan aeyong , namun ha joon sudah bertekat , ia akan berubah demi aeyong bahkan dia rela putus dengan pacar-pacarnya yg lain demi aeyong . Mungkin bagi ha joon ini adalah ahkir perjalanan cintanya dan cukup aeyong adalah yg terahkir ditambah ha joon cukup percaya diri karna mendapat dukungan dari nenek juga adik aeyong .
...----------------...
__ADS_1