
Pov Kim Aeyong
Cukup lama aku tertidur hingga aku terbangun pukul 02.00 dini hari .
Dapat ku rasakan hae jung masih terjaga diluar sana juga Mago yg nampak masih fokus dengan kertas-kertasnya dan ha joon tengah tertidur lelap di kamar tamu .
Bunga lotus merah sudah berada di atas meja riasku . Aku tersenyum tipis . Walaupun mago selalu menyebalkan tapi dia cukup perhatian .
Aku berjalan tanpa alas kaki menuju dapur , tenggorokanku terasa sedikit kering . Rumah ini memang selalu sepi di malam hari , karna aku sengaja meminta para maid pulang di waktu malam . Hanya security yg berada di depan gerbang juga pak jung yg tinggal di paviliun kecil di belakang rumah utama ini yg tersisa .
Aku membawa segelas air kembali ke kamar , lantai marmer yg dingin membuatku enggan berlama-lama berdiri tanpa alas kaki . Sengaja aku nyalakan lampu kamar ku agar suhu diruangan ini lebih hangat lagi , walaupun sudah ada pemanas ruangan tapi aku lebih nyaman jika lampu menyala , seakan menandakan adanya kehidupan disini . Aku mengecek ponselku .. cukup banyak pesan yg masuk hari ini , bahkan beberapa pesan dari nomor tak dikenal .
satu persatu aku membaca pesan tersebut . " pesan sampah " keluhku . Bagaimana tidak sampah , semua hanya menanyakan hubunganku dengan ha joon . Apakah otak manusia sedangkal itu , mereka menyimpulkan hanya dari satu sudut pandang saja . Namun pesan min ji cukup membuatku terkejut , tak banyak kata seperti halnya teman kampusku yg lain min ji hanya menuliskan kata-kata yg ambigu .
#📨 min ji shin :
aku sama sekali tak menyangka , selamat aeyong # .
Aneh sekali min ji , apa dia juga mengambil kesmpulan yg sama dengan anak-anak lain , tapi aku merasa dia sangat kecewa denganku . Ingin sekali aku menghubungi min ji sekarang namun mengingat sekarang waktunya tak tepat lebih baik besok aku menemuinya di kampus .
# 📨sodam park :
heh , nona aeyong rahasia apa yg kau sembunyikan dari kami . Aku cukup kecewa denganmu , kamu sellalu membuatku menunggu dan luar biasa hari ini kamu menjadi topik perbincangan di kampus . #
Tentu saja semua akan heboh melihatku dibopong ha joon kemarin tapi siapa perduli .
Sebelum aku meletakkan ponselku kembali ke atas meja sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk .
#📨 apakah kau baik-baik saja , keluarlah sebentar , aku ingin melihat keadaanmu #
"ji su"
Aku mengambil sweater yg tergantung di belakang pintu kemudian membawa alas kaki dengan motif kelinci berwarna biru ,
Benar saja saat aku membuka pintu utama di sebrang jalan nampak terparkir mobil ji su disana .
" apa dia gila , apa dia tak butuh tidur ,"
Melihatku keluar ji su pun keluar dari dalam mobil , senyum nya mengembang melihatku berjalan ke arahnya .
__ADS_1
" Bagaimana keadanmu ? " segera ji su menghampiriku .
" Aku jauh lebih baik sekarang pak ,
apa yg bapak lakukan disini ?" tanpa mengurangi rasa hormatku sebagai mahasiswinya aku sengaja memangiilnya begitu .
" Tentu aku menghawatirkanmu aeyong , apalagi dalam vidio kamu terlihat cukup lemah ," ji su menjelaskan .
" Ah ,, itu pak . Saya hanya kekurangan darah saja kok , seperti yg anda lihat , saya sudah lebih baik sekarang ,"
Ji su menatapku dari atas ke bawah kembali lagi ke atas . Tatapan yg membuatku sedikit kurang nyaman .
" Iyaa sepertinya demikian ,"
" aku lega sekarang , kemablilah beristirahat ." ucapnya .
" Eh iya masalah vidio di forum diskusi mahasiswa tidak udah khawatir para dosen sudah menghapusnya dan memberikan klarifikasi jika ha joon hanya menolongmu yg sedang sakit ," jelasnya . Aku tersenyum kecut mendengarnya , yaa anggaplah para mahasiswa percaya seperti itu .
" oh iya aeyong ini untukmu , lekaslah sembuh dan kembali ke kampus ,"
ji su memberikanku buket bunga cantik berwarna putih .
Aku menerima buket yg ji su berikan .
sebelum pergi ji su sempat mengelus ujung kepalaku lembut .
" Aku pulang ya ," pamitnya .
" Hati-hati ," jawabku singkat .
Aku pun segera kembali masuk ke dalam rumah . Tanpa menoleh lagi kebelakang .
Begitu memasuki rumah sebuah botol plastik malayang ke arahku .
" Rubah yg tak pernah belajar dari kesalahan ," mago menuruni tangga dengan ekspresi yg cukup mengerikan .
" Apa ??? "
__ADS_1
" aku hanya menemui dosen . Lagi pula kami tak melakukan apapun ," belaku .
" aw .. Aw .. Aw aduh nenek sakit ," keluhku telingaku rasanya mau copot karna tarikannya .
" Bisa-bisanya hal seperti itu kau anggap sepele . Dia menyukaimu , kau ini rubah yg sudah memiliki pasangan jadi harus ada batasan antara kau dan pria itu ," jelasnya marah .
" Lalu aku harus bagaimana ? Aku hanya menghormatinya . bagaimanapun dia dosen di kampusku , dan lagi dia sudah cukup lama menungguku disana , aku hanya .... " belum sempat aku menyelesaikan kalimatku mago memotongnya .
" Dari rasa kasian menjadi rasa simpati , dari rasa simpati akan timbul rasa di hati ,"
Mago menarik nafas dalam-dalam sebelum berlahan menghembuskannya .
" Aeyong , kau sudah berikrar , walaupun ha joon belum tau soal ini tapi dewa telah mencatatnya , behentilah berbuat koyol atau kau lebih baik kau kembali bersamaku saja ,"
" Lain kali aku akan lebih menjaga diri , " jawabku lirih .
" Aku paham kau sulit menerima ha joon tapi ini sudah terjadi , tidurlah di kamar ha joon . tebus kesalahanmu ,"
Mago memnatap tajam ke arah buket bunga pemberian ji su dan blamm bunga itu langsung menjadi debu .
Mago kembali ke ruang kamarnya tanpa memperdulikanku yg mematung di depan pintu .
Dengan malas aku berjalan ke kamar tamu dimana ha joon tidur .
Berlahan-lahan aku membuka pintu agar ha joon tak terbangun . Bukan tanpa alasan aku enggan tidur disini , ini adalah rumahku aku berhak tidur dimanapun . Tapi kali ini ada ha joon di sini dan apa yg akan ha joon fikirkan besok jika melihatku tidur dengannya . Tapi jika aku menolak keinginan mago tentu akan lebih fatal akibatnya .
Aku melirik ha joon yg telah tertidur lelap . Tak kusangka di mes*m ini sangat menggemaskan ketika terlelap .
Tiba-tiba bayang dae hyung muncul , aku mundur beberapa langkah menjauh dari ha joon , air mataku mengalir begitu saja . Bagiana jika reinkarnasi dae hyung telah terlahir kembali . Jika ingatan dan kekuatanya pulih apa yg harus aku jelaskan .
Apakah dia akan menerimanya .
kembali aku menatap ha joon , dia manusia usianya tak akan lama . Aku hanya berharap ketika dae hyung terlahir kembali , sudah tak ada lagi ha joon disampingku . Aku hendak tidur di sofa yg ada di kamar tersebut tapi kakiku sulit untuk digerakkan dan lagi kepalaku terasa berat . Si*lan sekali nenek tua itu , bahkan dia masih memantauku dari jauh . Tangan dan kakiku bergerak dengan sendirinya . Dan ahkirnya tubuhku berahkir di ranjang yg sama dengan ha joon .
" Apakah kau sudah puas nenek tua" kataku kesal , tentu saja dengan bahas telepati kami .
" tidurlah yg nyenyak , jika bisa buatkan cucu rubah yg cantik sepertimu ," jawab mago tak tau malu .
Benar-benar nenek tua yg menyebalkan . Aku harus keluar dari rumah ini segera jika tak ingin mago terus menerus mengaturku seperti ini .
__ADS_1
...----------------...