Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
20.


__ADS_3

Pov kang Ha Joon


Begitu sampai di kediaman aeyong , ha joon bergegas membopongnya masuk kedalam rumah .


" Begitulah jika terlalu keras kepala ,"


sambil membopong aeyong aku menoleh ke arah sofa yg ada di ruang tamu aeyong. Seorang wanita yg sudah berusia lanjut namun terlihat masih cukup anggun , tengah duduk santai sambil menyruput secangkir teh .


" Bawa aeyong ke kamarnya , hae jung tinggallah disini ,"


hae jung menyenggolku , " cepat bawa aeyong ke kamarnya , " aku mengguk mengerti .


samapai di depan kamar aeyong , para maid segera membukakakan pintu .



Aku meletakkan berlahan tubuh aeyong di atas tempat tidur . Para maid begegas mabawakan pakaian ganti untuk aeyong .


Aku meninggalkan aeyong yg sedang berganti pakaian dibantu para maid .


Baru saja aku keluar kamar ," Mengapa kamu disini , " astaga , nenek ini benar-benar mengejutkanku .


" Emm , itu nek , aeyong sedang berganti pakaian didalam ," jawabku sedikit gugup .


Nenek tersebut berjalan melewatiku memasuki kamar aeyong .


" mengapa masih berdiri disitu . Ayo masuk ," perintahnya . Dengan was-was aku mengikuti nenek masuk kembali ke kamar aeyong ," apa aeyong sudah selesai ," aku membatin .


" Kalian pergilah , biar aku yg menyelesaikannya . Siapkan saja makan malam untuk kami semua nanti ." perintah nenek itu pada maid yg sedang membantu aeyong . Aeyong terkejut melihat kehadiran nenek sudah barada di kamarnya terlebih aku yg berda tepat di belakang nenek .


" kenapa dia ada disini ," pekik aeyong sambil menatapkku .


Astaga , baju aeyong belum tepasang sempurna memperlihatkan kulitnya yg putih tanpa cacat . Aku menelan ludah dengan kasar melihat bagian dada aeyong yg kubayangkan saja tak pernah tapi sekarang dapat ku lihat dengan jelas . Menyadari tatapanku aeyong segera menarik selimut di dekatnya . " Benaninya kau ," hertaknya marah . Aku yg tersadar dengan cepat menutup mataku dengan telapak tanganku .


" sudahlah , tak usah malu sperti itu , cepat atau lambat dia juga akan melihatnya ," astaga .... nenek itu cukup berterus terang , bahkan aku dapat mendengar tawa para maid yg masih ada di situ .


" Apa yg kalian tertawakan ?? " ucap nenek itu sedikit membentak , membuat kedua maid itu seketika berhenti tertawa .

__ADS_1


" kami permisi ," ucap maid berpamitan .


" Kau bukan anak kecil , pakai pakaianmu sendiri , lagi pula ada ha joon disini mengapa kau meminta yg lain melakukannya ,"


" untuk apa anda kemari ," suara aeyong sedikit meninggi , seprtinya aeyong tak suka dengan kedatangan nenek ini .


tunggu , bagaimana dia tau namaku ?


" Kau masih bertanya mangapa aku kemari , jika bukan karna sikap keras kepalamu itu , aku tak mungkin ada disini , lihat akibatnya sekarang ,," ucapnya sembari berjalan ke arah aeyong .


" Heh ha joon mengapa kau menutup matamu seprti itu . Kemari bantu aku mendisiplinkan anak ini ,"


Mendengar namaku disebut aku menurunkan tanganku , aeyong sudah berpakaian lengkap sekarang , aku berjalan ke arah nenek itu yg tengah duduk di samping aeyong .


" Apa yg membuatmu marah pada aeyong hari ini ? "


Aku sedikit takjub dengan nenek ini , dia tau perasaanku .


" Jangan diam saja cepat jawab !"


" Sebenarnya aku terkejut dengan ucapan salah satu temen aeyong , , , ,"


" Apa hakmu marah padaku , itu kan bukan urusanmu , aku mau mau berkencan dengam siapapum itu urusanmu , aaaaa aauuu sakit " dengan wajah kesal nenek itu menarik telinga aeyong .


" Dasar anak bodoh , kau lupa apa yg kuucapkan kemarin . Haruskan aku mengulanginya agat ha joon mendengarnya juga ,"


Aeyong hanya menggeleng , wajahnya tertunduk lesu .


Kemarin ??? Pasti ada sesuatu yg sengaja diesembunyikan aeyong ,


" Nak , itu semua sudah takdir bahkan tadi pagi pun aku sudah mengingatkanmu . Terima takdirmu jangan mambakang atau akibatnya akan fatal untukmu ," kali ini dengan nada lembut dia menjelaskan pada aeyong , kemudian pandangannya beralih ke padaku .


" Kang ha joon , aku tau kau masih punya beberapa kekasih . jika kau banar-benar menyukai cucuku tinggalkanlah mereka ."


terkejut , tentu saja , bagaimana nenek ini tau ?


dan expresi aeyong dia nampak biasa saja , tak terkejut sama sekali apakah dia mengetahuinya .

__ADS_1


Aeyong tersenyum sinis kepadaku . " lupakan , dia tak akan bisa meninggalkan para kekasihnya ," ucapnya dingin .


"apa dia sedang cemburu ?? "


Nenek aeyong nampak kesal .


" Ha joon , anggap lah aku telah merestui kalian , jadi bisakah mulai sekarang kalian terbuka satu sama lain . Terutama aeyong , kamu harus bisa menjelaskan semuanya pada ha joon dan juga kamu ha joon karna aku sudah menerimamu , jadi berhentilah bermain-main . Laki-laki sejati tidak pernah bermain hati ," nasehat nenek itu benar , mungkin sudah waktunya bagiku mengahkiri hal gila yg kulakukan selama ini ditambah lagi kang hanna hampir saja menjadi sasaran mantan kekasihku .


Di tambah ucapan nenek aeyong tadi , dia sudah menerimaku , itu berarti aku bisa dengan leluasa dekat dengan aeyong sekarang .


" Bukankah anda sibuk , kami bisa mengatasinya disini , " bujuk aeyong , sepertinya dia kurang nyaman berada di dekat neneknya padahal menurutku neneknya orang cukup humbel dan menyenangkan walaupun agak sedikit galak sama seperti cucunya .


" Aku akan tinggal disini sampai besok lusa , jadi aku telah membawa semua pekerjaanku kemari lagi pula ada adikmu yg bisa membantuku disini . Jadi aeyong tidak usah repot-repot mengusirku dari sini ,"


Aigoo bener-benar nenek yg luar biasa , bahkan dia sudah mempersiapkan semuanya . Aku terkekeh melihat wajah kesal aeyong , dan tentu saja wajah penuh kemenangan nenek .


" Minum ini dan beristirahatlah , kau pasti sangat menderita hari ini ," ucap nenek aeyong lembut , ia menyerahkan guci kecil berwarna merah dengan ukiran bunga lotus emas . " lotus emas? Rasanya , aku pernah meliat itu sebelumnya."


Dengan cepat aeyong meraih botol itu , meminum cairan di dalamnya dengan sekali teguk .


" Ayo , biarkan aeyong beristirahat . " nenek itu menarikku pergi meninggalkan aeyong .


Apa memang semua keluarga aeyong sangat suka menarik tangan seseorang seperti ini .


Begitu keluar dari kamar aeyong , nenek aeyong mulai bercerita .


" Tolong maafkan aeyong , dia memang keras kepala tapi aku yakin dia tak bermaksud mempermainkanmu , berilah dia sedikit waktu agar aeyong bisa menerimamu ," ia berusaha menjelaskan padaku .


Aku hanya mengangguk memamahami walaupun masih banyak pertanyyan yg ada dalam benakku namum sulit bagiku untuk mengutarakannya sekarang , aku hanya bisa menunggu mereka menjelaskan kejanggalan-kejanggalan yg aku rasakan .


" Sebenarnya tanpa disadari aeyong , dia mulai menyukaimu , bahkan dia sangat perduli padamu , hanya saja dia bingung untuk menjelaskannya , karna ini adalah hal baru baginya . Dia butuh waktu untuk beradaptasi dan memerima semuanya ," tambahnya ..


Cukup terkejut aku mendengarnya , apa mungkin ini adalah cinta pertama bagi aeyong ? Tapi usia aeyong sudah 20tahun lebih di tambah lagi aeyong cukup cantik pasti banyak orang yg mengejarnya dan pasti salah seorang dari mereka yg bisa melulukhan hati aeyong , tunggu seingatku aeyong pernah menyebut nama kang dae hyung saat tertidur , mungkin itu adalah mantan kekasihnya atau cinta pertamanya.


Seakan mengerti isi hatiku nenek aeyong tersenyum maklum .


" Percaya atau tidak , aeyong adalah mahkluk yg sepesial , ia hanya akan jatuh cinta sekali seumur hidupnya dan kamu cukup beruntung karna aku telah memberkati kalian berdua ," ada yg berbeda dari nenek aeyong setelah mengatakan itu , aku merasa tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan yg sangat cantik . Nenek aeyong tersenyum penuh arti ke arahku dan mengajakku turun ke lantai satu dimana hae jung telah menunggu kami .

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2