Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
24.


__ADS_3

Pov Park Ji su


Aku membawa aeyong ke kediamanku untuk bersantap siang bersama .


Ibuku sangat gembira melihat kedatangan aeyong , bahkan ibuku sangat antusias menyiapkan hidangan bersama calon menantunya itu .


Aku cukup lega melihat aeyong dengan cepat beradaptasi dengan ibukku .


waktu begitu cepat berlalu menjelang sore aeyong memintaku mengantarnya pulang .


" Tunggulah ayah ji su pulang , ada baiknya kita makan malam bersama sekalian ," ibuku mencoba menahan aeyong agar lebih lama tinggal disini .


Walaupun aeyong bersikeras untuk pulang namun ahkirnya ia bersedia untuk tinggal sampai makan malam nanti .


" ji su , bagaimana dengan keluarga aeyong ?" tanya ibuku selagi aeyong membersihkan diri dikamarku .


" aeyong hanya tinggal besama adik dan neneknya , sementara orangtuanya sudah meninggal ," jawabku ragu-ragu , karna belum pernah sekalipun aku bertemu dengan keluarga aeyong .


" Bukan itu , maksud ibu , astaga anak ini...


maksud ibu , apakah mereka tidak keberatan dengan hubunganmu dengan aeyong ? Bagaimanapun usia kalian terpaut lumayan jauh . Aeyong baru berusia 20an sedangkan kamu tahun depan usiamu sudah 33th. "


" emm .. Bagaimana ya , " aku bingung menjawab pertayaan ibukku apalagi seprtinya nenek dan adik aeyong lebih menyukai ha joon dibandingkan denganku.


aku menggaruk-garuk kepalaku yg sama sekali tidak gatal , ibu yg mengetahui glagat anehku memahaminya .


" Begini saja , ayo kita atur pertemuan untuk makan malam bersama keluarga aeyong , ibu yg akan menjelaskannya pada keluarganya ."


Bagaimana mungkin keluarga kami bertemu dan makan dalam satu meja yg sama sedangkan hubunganku dengan aeyong hanya sandiwara belaka.


Jika ibu sudah bersikeras seperti ini , aku hanya bisa mengangguk walaupun pasti aeyong akan menolaknya .


Praaangggg!!!


Aku terkejut dengan suara barang pecah dikamarku , dengan panik aku bergegas lari kesana .


Begitu aku melangkahkan kakiku ke dalam kamar , aeyong berdiri di depan yang , tatapan matanya menatap yang penuh kebencian . "apa aeyong bisa melihat yang ?" bisikku dalam hati . Dengan sangat hati-hati aku mendekati aeyong , benar saja sebuah vas bunga yg pecah berada tepat di sebelah yang . Tatapan mata yang cukup sulit ku artikan , dia terlihat santai tanpa rasa takut sedikitpun . yg lebih membuatku lebih terkejut adalah jari tangan aeyong , kuku-kuku aeyong begitu panjang , bahkan ada bulu merah kecoklatan yg lebat tumbuh di tangan aeyong . Aku bergidik ngeri dan mundur beberapa langkah , bahkan bola mata aeyong berubah menjadi keemasan seprti bola mata rubah .

__ADS_1


Aeyong secara tiba-tiba menoleh ke arahku , astagaa apakah dia benar-benar aeyong , mengapa yg kulihat sekarang benar-benar berbeda .


" Apakah kau takut ?" suara aeyong begitu berat dan serak , bukan seperti suara aeyong yg biasanya dingin namun terdengar lebih lembut .


" inilah diriku yg sebenarnya ji su , aku bukan manusia , " lanjutnya.


" jadi apakah kau masih menyukaiku dengan wujudku yg seprti ini ,"


Aku terlalu terkejut dengan hal ini walaupun sedari awal aku sudah merasa ada yg berbeda dengan aeyong namun aku tak sampai berfikir seperti ini , aku terus menatap aeyong lekat-lekat .


" Aku tak ... perduli siapapun kamu , aku akan tetap menyukaimu ...., " dengan suara berat yg terbata-bata aku mengatakannya dengan jujur . Dan aku mulai mendekati aeyong , dengan kaki yg masih bergetar aku mulai maju mendekat kan diri pada aeyong .


Bagiku tak penting siapa aeyong , yg aku tau aku memang benar-benar sudah cinta buta padanya .


" Kita tak bisa bersama ji su ," ucapnya dengan suara lirih .


" Kita berbeda , , " belum selesai aeyong berbicara aeyong terkulai lemas dia pingsan . Dengan sigap aku membopong tubuh lemas aeyong ke tempat tidur . Berlahan tubuh aeyong mulai normal seperti sedia kala . Setelah menyelimuti tubuh aeyong , pandanganku tertuju pada yang , dia sedari tadi hanya diam menatap kami berdua .


" Kau pasti tau semuanya kan ," suaraku sedikit meninggi kali ini .


" Namun anda tenang saja , sesuai janji saya , pasti saya akan membuat anda dan rubah betina ini bersama ," lanjutnya.


" Dia bilang jika aku tak bisa bersamanya ," kataku pasrah mengetahui identitas aeyong .


" Asalkan liontin lotusnya tidak kembali , saya bisa menjamin aeyong akan menjadi milik anda seonsaengnim. " ujuar yang , yg masih begitu percaya diri. Tentu yang tau segalanya entah siapa yang , pastinya dia juga bukan manusia .


" Lalu bagaimana dengan keluarga aeyong ?"


jika aeyong adalah rubah ekor sembilan lantas siapa nenek dan adiknya , apakah mereka akan membiarkanku dekat dengan aeyong ? rasa cemasku kian menjadi .


" itu memang benar adik aeyong , dia juga rubah ekor sembilan namun sudah menjadi roh penjaga gunung yg agung , sedangkan nenek itu adalah mago , dia yg membimbing aeyong sedari kecil ," jelas yang .


" anda tak perlu cemas , selama mantra saya masih bekerja pada aeyong , nenek dan adiknya tak akan berkutik ," tambahnya lagi.


Aku menatap aeyong yg masih belum siuman , dia nampak seperti manusia oada umumnya namun siapa sangka jika seperti ini kenyataannya , benar ucapan sodam jika terkadang prilaku aeyong seperti seseorang yg datang dari dunia lain . Aku mengelus pucuk kepala aeyong berlahan . Memang aku mengingginkannya tapi jika dia bukan manusia sepertiku akankah kami dapat bersama , yang mungkin berkata dapat menyatukan kami namun aku sedikit ragu , jika liontin lotus yg dimaksud yang telah kembali pada aeyong dan kekuatan aeyong pulih mungkin dia akan pergi meninggalkanku .


Tubuh aeyong sedikit menggeliat ,

__ADS_1


" Aeyong , apakah kau baik-baik saja ?" tanyaku cemas .


berlahan-lahan aeyong membuka matanya dan kemudian menatapku.


seperti sebelum-sebelumya . Aeyong hanya mengangguk , namun itu sudah cukup melegakan untukku .


Waktu makan malam , aku mengajak aeyong keluar kamar , aku masih memapah aeyong berjakan karna tubuhnya masih lemas .


Saat berada di ruang makan nampak sodam dan kedua orangtuanya sudah duduk di meja makan , mereka tersenyum ke arah kami. Aeyong yg sedikit canggung dengan kehadiran sodam dan keluarganya berusaha mendorongku menjauh namun spertinya aeyong benar-benar kehilangan tenaganya hingga dia nyaris terjatuh , aku tersenyum sembari menahan tangannya dan menggandengnya ke arah meja makan.


" aigoo ,, pasangan baru yg sangat romantis ," ibu sodam mulai menggoda .


" behentilah menggoda mereka , nanti adik iparmu malu dan enggan mengunjungiku lagi ," ibuku membelaku namun menatap penuh arti ke arah aeyong.


" ji su , tega sekali kamu membuat adik iparku sampai lemas seperti itu , aku juga pernah muda tapi tak sepertimu yg begitu agresif ." ayah sodam pun tak luput menggoda kami . bahkan ibu sodam pun tertawa kecil menanggapi perkataan suaminya .


tunggu. .. Apa yg mereka fikirkan. astaga bisa-bisanya mereka berfikir aku berbuat tak senonoh pada aeyong ,


aku melirik ke arah aeyong , mukanya memerah dan menunduk kan wajahnya ke arah bawah karna malu .


Aku melotot ke arah kakak iparku ini , bisa-bisanya dia berkata seperti itu.


" hyeong ,, jangan seperti itu ..," aku hendak menjawab ledekan kakak iparku namun ayahku memotongnya terlebih dahulu.


" sudah , sudah ayo makan , ini adalah pertama kalinya aeyong makan bersama kita jangan sampai membuatnya tak nyaman ,"


lega rasanya jika ayah sudah berkata demikian . Namun tetap saja sodam menatapku penuh selidik .


Aeyong cukup pengertian kali ini dia membantuku mengambil beberapa lauk yg ada di meja makan , seprti pasangan yh sesungguhnya , aku berharap hal itu akan benar-benar terjadi nantinya .


Selesai makan aeyong hendak membantu membereskan piring-piring kotor namun ibukku melarangnya dia berkata jika aeyong harus banyak-banyak istirahat sekarang sembari mengedipkan sebelah matanya seperti memberikan kode , benar saja muka aeyong kembali memerah . Astaga.. Keluargaku ini ,


jika melihat keadaan aeyong yg lemah sekarang mungkin semua orang akan berfikiran sama . apalagi kami cukup lama berada di kamarku tadi sore .


Aku hendak mengantar aeyong pulang namun semenjak pertengkaran aeyong denga yang tadi sore , aku tak melihat keberadaannya . Biasanya dia akan menempel kepadaku tapi sekarang dia benar-benar menghilang entah kemana .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2