Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
09.


__ADS_3

Pov Park Ji Su


Aku berada di sebuah padang rumput yg telah mengering , gemricik air terjun terdengar dari kejauhan , Aku berjalan mengikuti arah suara . Semilir agin musim gugur membawa guguran daun maple terbang ke segala erah . Ekor mataku tertuju pada sebuah batu dimana ada seorang gadis cantik tersenyum ke arahku , " Dae hyung , kemarilah ," teriaknya sembari melambaikan tanggan .


Seperti terhipnotin aku mendekat ke arahnya , namun tiba-tiba langit yg cerah menjadi gelap , angin lembut berubah menjadi badai seakan-akan menghalangi langkagku untuk mendekati gadis itu .


Gadis itu terus berteriak memanggil nama Dae hyung . Semakin aku berusaha mendekat ke arah gadis itu semakin besar angin yg datang , hingga sebuah kekuatan besar seakan mendorongku hingga aku terbanting ke tanah , darah segar keluar dari mulut dan hidungku , pandanganku semakin kabur , namun sebelum kesadaranku benar-benar menghilang aku melihat kilatan cahaya berwarna kemerahan , bukan itu bukan kilatan cahaya biasa . Seekor rubah raksaksa tengah menerjang badai itu menuju kearahku .


Langit semakin berwarna hitam pekat , saar badai itu benar-benar menghilang . Rubah raksaksa itu mendekat kearahku , berlahan-lahan wujudnya mengecil hingga berubah menjadi wujud manusia namun dengan sembilan ekor berkibar bak api di belakangnya . " Dae hyung , bertahanlah ," serunya , suaranya yg lembut membuat hatiku sedikit tenang . Semakin dia mendekat semakin bisa aku melihat wajahnya yg bersinar , 'seorang gadis ,'


gadis cantik dengan wajah mungil , hidung yg mancung yg runcing, mata bulat besar dengan pupil berwana keemasan . Matanya tampak sayu menatapku . Semakin dia mendekat pandanganku semakin kabur dan ahkirnya semuanya menjadi gelap .


......................


Karingat bercucuran membasahi tubuhku , nafasku kacau tak beraturan , mataku masih berkunang-kunang , sepuluh menit berlalu nafasku mulai kembali beraturan . Kembali ku amati sekitar , aku telah kembali kekamarku , namun masih bisa kurasakan nyeri di punggungku , seperti benar-benar terhempas ketanah dari ketinggian .


Dengan susah payah aku berjalan ke arah kamar mandi . Guyuran air dingin membuat badanku menjadi segar kembali , 'dae hyung,' nama itu kembali muncul dalam ingatanku , suara lembut kembali kudengar , 'Suaranya nampak tak asing , aku pernah mendengarnya , tapi dimana ? Suara siapa , dan dae hyung itu siapa ? ,' fikiranku terus terfokus pada mimpi itu .


'Dan perempuan itu , apakah siluman rubah ?'


deg.....


Mengingat wajah perempuan itu , darahku mengalir deras , kakiku lemas seketika , hingga aku terduduk di laintai kamar mandi .


Bagaimana mungkin mereka nampak sama , atau kah karna beberapa hari ini aku terfokus pada aeyong hingga bermimpi tentangnya . Namun bukan hanya sekali dua kali aku bermimpi tentang kejadian itu hanya saja kali ini aku benar-benar melihat wajah siluman rubah itu .



Pagi itu tak secerah biasanya hujan turun membuat semua orang enggan beraktifitas hari ini . Lalulintas nampak sepi , dibanding beraktifitas di pagi hari yg dingin mungkin orang-orang lebih memilih berdiam diri dirumah menunggu hujan reda .


Ku pacu mobilku dengan kecepatan sedang , sebenarnya aku enggan menemui sodam pagi ini , namun karna Aeyong terus mengusik fikiranku kuputuskan menemui sodam , mungkin informasi tentang aeyong dapat menenangkan fikiranku .


Di persimpangan jalan aku melihat mobil yg tak asing , mobil sedan mewah berwarna hitam . 'Aeyong!!hendak kemana dia ?'


Segera aku berbalik arah mengikuti mobil aeyong , jujur aku tak dapat mengalihkan fikiranku dari gadis ini , banyak gadis cantik diluar yg telah ku temui memang tak sencantik aeyong tapi ada sesuatu pada gadis ini yg membuatku tersihir hingga apapun dan bagaimanapun aeyong harus menjadi milikku .


Aku memacu laju mobilku sedikit kencang , karna takut kehilangan jejaknya .


Namun mobil hitam itu tiba-tiba menepi dan berhenti , spontanku kuinjak rem agar tak menabraknya , aku masih syok dengan itu namun aeyong turun dari dalam mobil berjalan ke arahku .

__ADS_1


tok..tok..tok


ketukan dari arah luar kaca mobil membuat aku gugup . Berlahan ku tarik gangang pintu mobil , aeyong nampak cantik dengan cardigan berwarna cream dipadu celana jeans navy panjang dengan tambahan ankle boots hitam manambah sempurna penampilannya , ahh,,, kapan gadis ini pernah terlihat jelek.


Ia nampak terkejut melihatku turun dari mobil , namun ia dapat segera menyesuaikannya . " Mengapa anda mengikuti saya ?" katanya sinis .


"Aku tak mengikutimu , mungkin kita satu arah ," ujarku berbohong , tak mungkin aku mengikutinya karna penasaran .


" Pak park anda sangat tidak pandai berbohong , Saya harap anda behenti mengikuti saya sekarang atau saya akan melaporkan anda kepolisi sebagai penguntit ," ancamnya .


Wah dia cantik tapi juga sangat sadis , pantas banyak yg bilang jika aeyong adalah mahasiswi yg berhati dingin . Aeyong berbalik kembali ke mobilnya .


" Siapa dae hyung ?" ucapku pada ahkirnya , entah mengapa aku tak bisa menahan diri untuk tak mengucapkan nama itu .


Langkah kaki aeyong terhenti seketika , cukup lama ia berdiam menatap lurus ke depan sebelum ahkirnya dia berbalik ke arahku dan berkata ," Saya tidak mengerti apa yg anda ucapakan pak ,"


Tak ingin mengabaikan kesempatan aku mendekati aeyong ," benarkah , tapi aku rasa kau berbohong , katakan saja siapa itu dae hyung ."


Ekspresi aeyong sangat datar namun aku yakin jika aeyong pasti ada hubungannua dengan mimpiku juga dae hyung .


Aeyong hanya mengangkat bahunya sembari berbalik arah , sebelum ia berjalan meninggalkanku entah keberaniam dari mana kutarik tangannya hingga tubuhnya jatuh dalam pelukanku , ku angkat dagunya mendekat ke arahku ,


Aku berusaha memasukkan lidahku ke mulut aeyong namun sebuah gigitan yg kasar membuatku mundur .


"Kau ...?" makiku , belum pernah ada perempuan yg menolakku tapi gadis ini benar-benar membuatku frustasi .


" Cukup pak park , anda sudah sangat keterlaluan kali ini , jika anda berani melecehkan saya lagi saya tak akan segan-segan melaporkan anda ke polisi ," Aeyong benar-benar marah kali ini , mukanya memerah namun pupil matanya yg kecoklatan berubah menjadi keemasan , samar-samar aku melihat kilatan cahaya merah seperti ekor rubah dipunggung aeyong . Aku mundur beberapa langkah dari aeyong , matanya yg menatap tajam kearahku juga kilatan ekor itu semakin jelas kulihat . Dengan cepat aku berbalik arah ke arah mobilku , Apa yg aku lihat benar-benar diluar logika , namun mimpi itu benar adanya dan aeyong bukan manusia . Aku terus berfikir , tanpa menyadari mobil aeyong telah menghilang dari pandanganku .


Sampai dirumah park sodam , aku disambut kakaku yg nampak bingung melihatku basah kuyub . " aigoo ji su apa yg terjadi , mangapa kamu basah seperti ini ,"


" Tak apa nuna , aku hanya mengganti ban mobil tadi ," kilahku .


"Astaga , cepatlah mandi , akan kusiapkan baju ganti untukmu , jangan samapi kamu masuk angin ," ujarnya lembut penuh perhatian .


Selesai mandi aku menuju kamar sodam , ku ketuk berlahan .


Tok..tok..Tok...


"sodam ini aku , bisakah kita bicara ?"

__ADS_1


selang berberapa menit sodam membuka pintu dan mengizinkanku masuk ke kamarnya .


"Ada apa paman ? tumben sekali ?" tanyanya penasaran .


" Seberapa dekat kamu dengan aeyong ?"tanyaku .


"Hahaha jadi paman kesini pagi-pagi hanya untuk bertanya soal aeyong , wah tak ku sangka paman benar-benar tertarik dengan aeyong ," sodam tertawa menggodaku ,


Tak dapat ku pungkiri aku memang tertarik dengan aeyong bahkan hanya dengan seseorang yg menyebut namanya saja membuat jantungku berdebar . Tapi kali ini aku benar-benar harus tau siapa aeyong yg sebenarnya setelah apa yg kulihat tadi .


" Aeyong sangat susah untuk di dekati paman , aku mendukungmu untuk dekat dengannya tapi aku sarankan jangan terlalu berharap lebih padanya ,"


" Bukan itu , apakah kamu tau tempat tinggalnya ?"


"Tentu saja aku tau paman , kami dekat dari awal masuk universitas , kenapa ? Paman ingin mengunjungi rumahnya ?" tanya sodam penuh selidik .


" Apakah dia tinggal seorang diri ?" ah pertanya bodoh macam apa ini , kenapa saat membahas aeyong otakku serasa berenti bekerja .


Sodam tertawa melihatku salah tingkah .


" Wah kau benar-benar agresif kali ini paman , hahaha ,"


" dia tinggal dengan beberapa pelayannya ," lanjutnya .


" Dimana orangtuanya ?" aku semakin penasaran dengan sosok aeyong ini .


"Aku dengar orangtuanya sudah meninggal sejak aeyong kecil ," jawab sodam .


" Aeyong tidak memiliki saudara lain ?"


" Aku hanya pernah sesekali melihat adik laki-lakinya , namun sepertinya mereka tidak tinggal serumah ."


" Paman jika kamu benar-benar menyuka i aeyong , akan aku bantu , dia sahabatku ya walaupun sikapnya selalu dingin tapi aeyong adalah seseorang yg penyayang. Tapi tolong jika paman sudah bersamanya jangan sakiti aeyong, karna aku sangat berhutang budi padanya ," jelas sodam dengan wajah tertunduk .


Aku menatap sodam lekat-lekat kemudian dia mulai bercerita .


Cerita sodam membuatku semakin yakin ada yg tak biasa dalam diri aeyong . Fikiranku semakin kacau saat ini .


"Aeyong benarkah kamu siluman rubah,"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2