Rubah Ekor Sembilan

Rubah Ekor Sembilan
06.


__ADS_3


Pov author


Menjelang malam sebuah mobil hitam melaju kencang ke arah timur laut .


Kabut mulai turun ketika Aeyong memasuki Provinsi Gangwon-do .


Mobil hitam Aeyong berhenti di sebuah rumah cukup mewah berwarna putih , ketika aeyong turun nampak barisan para pelayan menyambut kedatangannya .


"Selamat datang nona ," semua payalan membungkuk memberikan hormat pada Aeyong , Aeyong hanya membalas sapaan mereka kemudian naik ke lantai dua rumah tersebut .


1jam berlalu Aeyong menuruni tangga dengan anggun , gaun putih yg dikenakannya malam ini membuatnya semakin cantik .


Aeyong menatap ke langit , nampak bulan purnama bersinar cukup terang malam itu , ditambah dengan taburan bintang bak berlian berkilauan di langit .


Mobil aeyong berlahan meninggalkan halaman rumah mewah tersebut , para pelayan tak banyak berkomentar , mereka hanya bekerja mengurus rumah tanpa perlu banyak bertanya tentang Aeyong , yg mereka tau majikannya merupakan putri konglomerat , sudah biyasa majikannya itu datang dan pergi begitu saja , sesekali adiknya kim Hae jung juga datang menyambangi kediaman terebut .


Malam semakin larut , mobil aeyong berhenti di sebuah taman nasioal , banyak mobil para pendaki gunung yg juga terparkir di kawasan tersebut sehingga tak akan ada orang yg curiga padanya .


Aroma pinus di musim gugur yg khas begitu kental malam itu . Entah dari mana datangnya ribuan kunang-kunang seakan menyambut kedatang Aeyong . Aeyong terus berjalan ke tengah hutan , hingga di sebuah tebing yg curam curam , rambut panjang aeyong yg terurai berlahan-lahan terbang mengikuti tiuapan angin lembut yg menyelimutinya , sinar bulan membuat tubuh aeyong bersinar , pupil matanya berubah kuning keemasan , sembilan ekornya berlahan nampak jelas terlihat bak kilatan api yg berkobar . Malam ini aeyong menunjukan wujud aslinya sebagai seekor gumiho , kekuatannya sempurnah tepat dibulan purnama . Angin berhembus membuat pepohonan di sekitar bergoyang , seekor rubah raksaksa mucul dari kegelapan malam , berlahan wujud nya mengecil menjadi manusia , hampir menyerupai Aeyong .


" Apa yang membuatmu nampak gelisah nuna ," suara berat panuh wibawa menyapa aeyong .


" Entah lah , aku hanya ingin kesini . " Aeyong nampak ragu menceritakan apa yg telah ia alami .

__ADS_1


Hae jung mendekati aeyong , " Nuna , kau terlalu lama berbaur dengan manusia hingga kau lupa siapa dirimu yg sebenarnya , jangan pernah jatuh cinta pada mereka , itu akan membuatmu kecewa pada ahkirnya ," ucap Hae jung .


Aeyong tersenyum kecut , ia tak pernah mencintai yg lain kecuali Kang dae hyung , yang entah kapan muncul kembali ke dunia ini dan aeyong masih menantikan itu .


"Sudah seratus tahun berlalu nuna , apa kau yakin Dae hyung akan lahir kembali ? kembalilah ke alam dewa nuna , atau kembali sebagai penjaga gunung seperti dulu . " Hae jung menatap penuh harap pada nunanya tersebut , bukan tanpa alasan , sebagai penjaga gunung dengan kekuatan spiritual yg tinggi Hae jung dapat merasakan firasat buruk yg akan terjadi pada Aeyong .


" Hae jung , aku telah berjanji akan menunggu Dae hyung disini , entah berapa lama aku akan tetap menunggunya , kau tau usah khawatir , bukan kah selama ini aku tak pernah jatuh cinta pada manusia . " Aeyong berusaha menenangkan adiknya tersebut . " Benarkah , lantas mengapai nuna nampak gelisah ?" bukan Hae jung namanya jika menyerah begitu saja , ia akan terus mengorek isi hati kakak perempuan satu-satunya yg ia miliki .


" Aku merasakan kehadiran Dae hyung ahkir-ahkir ini , " ucap aeyong lirih , ia yakin akan kehadiran dae hyung karna manik rubah milik dae hyung selalu bercahaya ahkir-ahkir ini namun ada firasat lain yg membuatnya gelisah , aeyong masih tak dapat menjelaskannya .


Hae jung menghela nafas panjang , sebelum ahkirnya berkata ," nuna kita tak akan pernah tahu apa yg akan terjadi nanti , kita tidak bisa menolak takdir , jika pada ahkirnya dae hyung telah kembali dengan identitas sebagai manusia , apakah dia mau kembali ke alam dewa bersamamu ? Karna sebagai manusia dia akan mempunya i keluarga , tentu akan ada rasa enggan meninggalkan keluarga yg selama ini telah bersamanya ."


Aeyong tau itu , tapi aeyong masih terlalu egois untuk mengakuinya yg dia inginkan adalah segera bertemu kembali dengan kekasihnya .


Aeyong melesat pergi ke pinggiran hutan , di tepi hutan ekor aeyong mulai menghilang , pupil matanya kembali normal seperti manusia pada umumnya .


Sinar matahari pagi menghangatkan tubuh Aeyong , ia berjalan di sekitar danau diamana banyak berdiri tenda-tenda para pecinta alam .


Musim gugur telah tiba , ia teringat kembali bagaimana tubuh kekasihnya menghilang dalam dekapannya .


......................


Pov park Ji su


Tidurku tak nyaman sedari tadi malam , tak terasa pagi pun telah tiba . Ku raih jam kecil di atas narkas sebelah tempat tidurku . Dengan malas aku beranjak dari tempat tidur , bagaimanapun hari ini adalah hari pertamaku mengajar .

__ADS_1


Selesai bernanah diri , aku keluar kamar , di meja makan nampak ayah dan ibuku telah menungguku . Aku berjalan menghampiri mereka .


"selamat pagi ," sapaku .


Ibu tersenyum cukup manis pagi ini , entah apa yg telah terjadi hingga suasana hatinya nampak baik . " Duduklah nak , ingin makan apa ?" katanya ramah .


segera aku duduk disamping ayahku .


"Roti saja ibu , aku ada kelas pagi ini," ucapku menolak nasi yg ibu ambilakan .


" Jadi kapan calon menantuku itu kau bawa kerumah ," kata-kata ayahku membuat sepotong roti yg tengah kukunyah hampir keluar karna terkejut . Dengan susah payah aku mengunyah roti yg entah sejak kapan berubah menjadi sangat hambar . Jadi ji yong sialan itu sudah mengadu pada ayah , pantas ibu nampak ceria pagi ini , untungnya respon merka cukup bagus dengan gadis itu yah walaupun aku tak tau siapa namanya , setidaknya kami satu universitas dan aku telah mencatat nomor plat kendaraannya jadi pasti akan segera ku temukan dia . Sial baru saja aku melupakannya bayangan wajah gadis itu membuat konsentrasiku buyar kembali . Segera kuambil air putih disampingku sebelum kujawab pertanyaan ayah ," mungkin ahkir pekan ini akan ku perkenalkan dia secara resmi ayah ," kataku asal , aku tak ingin berlama-lama membahas masalah ini . " Oh sungguh , kalau begitu ibu akan masak masakan yg sepesial ," ibuku terlihat sangat antusias 'astaga apa yg telah aku katakan ,' sesalku karna ucapanku yg asal . "Baik kenalkan dia segera , bagaimanapun usia kami sudah tidak muda lagi , lihat kakak-kakakmu semua telah berkeluarga , hanya kau yg masih melajang ," tambah ayahku .


Tak ingin melanjutkan obrolan ini aku bergegas pamit pergi ke kampus .


Baiklah , aku hanya harus mencari gadis itu dan memintanya berpura-pura menjadi kekasihku ahkir pekan nanti , bukannya tak ingin mencari gadis lain untuk kuajak bersandiwara tapi ji yong telah melihat gadis itu akan berahkir buruk jika gadis yg ku bawa berbeda dengan gadis yg dilihat ji yong .


......................


Parkiran kampus sudah cukup ramai pagi ini , mungkin banyak mahasiswa yg mengambil kelas pagi . Aku masih enggah beranjak keluar dari mobil , berharap bisa bertemu gadis itu . jantungku kembali berdetak kencang mengingat pertemuan pertama kami , dia benar-benar cantik membuatku ingin benar-benar memilikinya , bahkan aroma camellia yg lembut menambah kecantikannya yg sempurna , aku yakin dia adalah primadona di kampus ini .


Hampir 1jam aku menunggunya namun hasilnya nihil , 'mungkin dia tidak ada kelas hari ini ' fikirku segera aku turun dari mobil .


Di depan lift nampak ramai banyak mahasiswa -mahasiwi yg mengantri , aku ngendus kesal , harusnya aku lebih pagi agar tak berdesak-desakan . pintu lift pun terbuka bergegas aku masuk bersama yg lain . Tepat di saat pintu lift hampir tertutup semua aku melihatnya gadis cantik yg membuatku yak tidur semalaman . Aku berlari hendak keluar dari dalam lift namun syang pintu terlanjut tertutup sempurna .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2