Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi

Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi
Anak selalu jadi korban pertama


__ADS_3

Tegar terus berjalan mengejar Angel dan mensejajarkan langkah kakinya.


"Kenapa tidak seperti biasanya? Aku jarang melihatmu? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Tegar setelah merasakan perubahan sikap Angel.


Angel sendiri sebenarnya merasa malu, karena ibunya sudah berpacaran dengan ayah Tegar. Tapi mungkin hingga sekarang Tegar tidak tahu, dan Angel tidak bisa membayangkan jika sampai temanya itu tahu.


Dia juga pasti akan menjauhinya. Menganggap dia sama buruknya dengan sikap ibunya. Dan jika sampai Tegar menjauhinya, maka dia benar-benar tidak akan punya teman sama sekali.


Jika seluruh siswa tahu, apa yang sudah ibunya lakukan, maka dia tidak akan sanggup menatap wajah seluruh temannya.


Angel lalu mempercepat langkahnya.


Tegar menarik pergelangan tangan Angel. Menatap wajah Angel yang tertunduk.


"Ada apa? Katakan?"


"Lepaskan, aku mau masuk kelas," jawab Angel tanpa menatap wajah Tegar.


Tegar hanya bengong saja saat Angel masuk dan Tegal juga kemudian ikut masuk.


Tegar duduk tidak jauh dari tempat duduk Angel. Hanya menatapnya dengan banyak pertanyaan. Tidak tahu sebabnya sikapnya berubah seperti itu.


Angel menghela nafas dalam. Dia tahu, Tegar sedang memperhatikannya. Namun dia tidak akan menoleh dan melihatnya.


Sepulang sekolah,


Angel bergegas pulang dan lupa tidak memasukkan satu buku paket. Padahal ada pr yang harus dikerjakan.


Tiba-tiba dia berdiri dan langsung keluar saat temanya masih berkemas. Tegar bahkan belum selesai berkemas. Maka saat dia melihat ada buku yang tertinggal, Tegar segera mengejarnya.


Namun, Angel sudah tidak kelihatan disekitar sekolah.


Tegar lalu memutuskan untuk naik ojek kerumah Angel. Kebetulan hari ini dia masih ada sedikit uang bisa digunakan untuk naik ojek.


"Bang, ojek!" Teriak Tegar.


Dia lalu naik dibelakang dan melihat jam ditanganya. Jam 4 sore. Ada les tambahan tadi untuk seluruh siswa, maka pulangnya mereka menjadi lebih sore.


Sampai dihalaman rumah, Tegar langsung masuk karena pintunya terbuka.


Dan saat masuk, Tegar melihat motor ayahnya terparkir disana.


Tanpa rasa curiga, tegar lalu masuk dan didalam sedang ada Sarita dan ayahnya duduk diruang tamu.


"Apa Angel ada?" Tanya Tegar berdiri dipintu yang terbuka.


Sarita dan Brigit sangat terkejut melihat Tegar. Untunglah sesi bermesraan batu saja selesai. Meskipun ada beberapa tanda merah dileher Sarita, namun Tegar tidak melihatnya karena Sarita segera mengambil syal disampingnya dan menutupinya.


Brigit tertegun dan menelan salivanya.


"Tegar?" papanya terkejut.


"Papa?" Tegar juga.

__ADS_1


"Kok papa disini?"


"Oh iya, tadi papa mengantarkan Tante Sarita pulang, kebetulan kantor papa berdekatan dengan tempat kerjanya," kata Brigit beralasan.


"Ohh, apakah Angel sudah pulang Tante?" Pada saat Tegar bertanya seperti itu, Angel berdiri dipintu.


Matanya menatap kaget karena ada Tegar. Dan menatap marah pada pria yang duduk didekat ibunya.


"Angel, kau batu pulang, aku datang untuk memberikan ini?" kata Tegar dan memberikan buku paket milik Angel.


"Terimakasih," hanya itu yang Angel katakan lalu berjalan ke kamarnya dan menutup pintu.


Merasa kepergok dengan Tegar maka Brigit juga berpamitan pulang pada Sarita.


"Aku juga akan pulang," kata Brigit lalu bangun.


"Iya, mas, terimakasih..." kata Sarita dan mengantarkan mereka sampai teras.


Tegar segera membonceng papanya dan meninggalkan rumah Sarita.


Sarita menutup pintunya dan membereskan ruang tamu.


Setelah tahu jika tamunya pulang, Angel segera keluar dari kamarnya.


"Ibu, kenapa ada om Brigit dirumah?" Tanya Angel dengan nada suara tinggi.


Sarita kaget dan menoleh.


"Tadi om Brigit mengantarkan ibu kerumah," kata Sarita berusaha tenang.


"Apa maksudmu Angel?"


"Angel tahu, ibu dan om pacaran kan?"


"...." Sarita diam saja.


"Angel malu Bu. Jangan sampai ibu membuat Angel malu didepan teman-teman," kata Angel.


Ibunya hanya menatapnya lalu mengajak putrinya berbicara.


"Angel, duduklah disini." Angel lalu duduk.


"Kami merasa saling cocok dan saling menyayangi. Om Brigit ingin menikahi ibu,"


"Apa!?"


Angel kaget dan menatap tajam ibunya.


"Dengar nak, ibu kan sendirian, jadi apa salahnya kalau ibu menikah lagi?"


"Angel tidak setuju Bu. Om Brigit itu punya keluarga. Suami dari Tante Martha. Bagaimana ibu ingin menikah dengannya?" Masih dengan nada suara tinggi penuh kemarahan.


"Tante Martha sekutu kok jika ibu dan kamu menjadi bagian dari keluarganya," kata Sarita.

__ADS_1


"Apakah kedua anaknya juga setuju punya ibu baru? Apakah tegar tahu?" Angel mulai menangis.


"Angel, tolong mengerti ibu. Ibu tidak bahagia selama menikah dengan ayahmu, biarkan ibu bahagia dan menjadi istri dari om Brigit," kata Sarita.


"Angel tetap tidak setuju Bu. Angel malu!" Angel lalu berlari kekamarnya dan menangis kencang didalam kamar.


Sarita membiarkan dia menangis dan berharap besok bisa setuju dengan keinginanya.


*


*


Keesokan harinya, Angel berangkat sekolah tanpa sarapan dan tidak mau berbicara dengan ibunya.


Dia lalu menemui ayahnya disebuah bengkel.


Melihat putrinya datang, maka ayahnya menghentikan pekerjaannya dan mendekatinya.


"Jam segini, tidak ke sekolah?" tanya ayahnya.


Angel menggelengkan kepalanya.


"Sudah sarapan?" tanya ayahnya.


Angel hanya menggelengkan kepalanya.


"Ayah, apakah ayah sehat?"


"Haha, tentu saja. Kenapa putri ayah bertanya begitu?"


"Aku kangen yah, apakah ada waktu untuk jalan-jalan dan berbicara?"


"Tentu! Ayo kita sarapan sambil berbicara," Ayahnya nampak bingung dengan sikap putrinya yang tidak seperti biasanya.


Mereka lalu duduk diwarung nasi uduk tidak jauh dari bengkel tempat ayahnya bekerja.


"Ada apa?" tanya ayahnya.


"Ibu ingin menikah lagi, Angel tidak setuju, jika sampai ibu menikah lagi, maka Angel akan ikut ayah saja...." kata Angel dengan mata berkaca-kaca.


"Menikah lagi? Kenapa tidak setuju. Ibumu tidak bahagia selama menikah dengan ayah. Maka jika dia bahagia dengan menikah lagi, ya sudah tidak apa-apa." kata ayahnya juga dengan mata berkaca-kaca. Dia masih mencintai Sarita, namun Sarita tidak mencintainya.


"Masalah nya ibu akan menikah dengan om Brigit, dia adalah papa dari teman Angel. Angel malu pa. Om Brigit juga sudah punya keluarga. Kenapa ibu melakukan ini pa?"


Papanya lalu mengusap rambut putrinya dengan menahan sedih dan duka yang dalam.


"Karena mereka saling mencintai," saat mengatakan itu, Pak Budi, ayah dari Angel mengusap air matanya.


"hiks hiks...aku tidak mau ibu menikah lagi....aku malu pa...." kata Angel disela Isak tangisnya.


Mendengar jika pria yang akan menikahi ibunya adalah pria brengs*k bernama Brigit, maka sudah tidak membuat dirinya terkejut.


Mereka memang sudah lama berselingkuh bahkan saat Sarita masih menjadi istrinya.

__ADS_1


Dan karena alasan jatuh cinta pada pria itu, maka Sarita terus memicu pertengkaran dan meminta cerai.


"Sudah, jangan menangis, nanti ayah akan berbicara dengan ibumu..." kata Pak Budi agar Angel tenang.


__ADS_2