Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi

Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi
Membuka lembaran baru


__ADS_3

Begitu mendapat persetujuan dari kedua anaknya, maka Martha segera mendaftarkan perceraian.


Namun, seperti janjinya pada Tegar dan Lucy, sebelum bercerai mereka akan makan bersama dirumah.


Hari ini, Martha libur kerja dan masak segala jenis masakan kesukaan Brigit dan juga kedua anaknya. Semua itu dia lakukan karena hatinya sedang bahagia, akhirnya bisa melepaskan diri setelah sekian lamanya dia hidup dalam kesedihan.


Martha tersenyum dan menyambut Brigit saat dia datang sore itu.


"Masuk mas," ucap Martha dan sudah tidak memanggil suaminya dengan sebutan papa lagi.


Kedua anaknya sudah duduk di meja makan dan tersenyum saat papa mereka datang.


"Papa," sapa Lucy dan menggandeng papanya duduk didekatnya.


Brigit yang sudah digugat cerai oleh Martha hanya bisa tertegun dan merasa kehilangan dengan keputusan Martha.


Namun, diapun tidak keberatan saat Martha menggugat cerai dirinya karena dia tahu jika dia tidak bisa hidup dengan satu wanita. Dan setelah selama ini Martha bertahan demi menunggu kedua anaknya dewasa, semua itu sudah cukup saat ini.


Brigit lalu duduk disamping Lucy dan Martha disamping Tegar.


"Hari ini, mama masak makanan kesukaan papa," kata Lucy dan membuka semua tutup mangkok itu.


Brigit tersenyum dan menatap Martha tertegun.


"Iya mas, aku sengaja memasak makanan kesukaanmu, karena mungkin ini terakhir kita akan makan dalam suasana seperti ini," kata Martha santai.


"Terimakasih," kata Brigit memandang Martha agak lama.


Martha segera mengalihkan pandangannya pada piring yang tertata diatas meja.


"Ayo, kita makan sekarang," ucap Martha dan melayani Brigit sebagaimana biasanya. Mengambilkan lauk dan juga makanan lain untuknya.


Brigit menatap setiap gerakan tangan Martha dan seperti ada yang sakit didalam hatinya. Namun dia berusaha untuk tidak menampakkanya.


Brigit lalu memakan semua makanan yang disuguhkan dan memuji masakan Martha.


"Masakanmu, masih sama seperti dulu, sangat enak,"


"Terimakasih," kata Martha ringan dan menatap pada Tegar.


"Pa, jika kalian berpisah, maka kami akan tinggal bersama kakek dan nenek, jadi kita akan jarang bertemu," kata Tegar menatap Papanya.


"Kenapa begitu? Kenapa tidak tinggal disini saja. Biar papa yang pergi," kata Brigit kaget saat mendengar mereka tidak akan tinggal dirumah ini lagi.


"Tidak mas, aku ingin menghilangkan segala kenangan yang pernah terjadi dirumah ini. Dan aku ingin menjualnya untuk biaya kuliah Tegar. Kami ingin membuka lembaran baru dirumah kedua orang tuaku,"

__ADS_1


"Apa? Kenapa kau tidak mengatakanya kemarin ma, eh maksudku, Martha," kata Brigit teringat jika sebutan itu akan segera berganti setelah surat cerai ada ditangan mereka.


"Karena kami baru saja terpikir seperti itu. Jika tetap tinggal disini, sulit bagi kami untuk terlepas dari bayangan kebersamaan kita. Maka dengan menjualnya, terasa lebih mudah bagi kami untuk melepaskan semuanya," kata Martha menatap pada Lucy.


Karena sebelum membuat keputusan untuk menjual rumah itu, Martha sudah meminta persetujuan Lucy dan Tegar.


"Baiklah, jika itu keputusanmu, aku bisa apa? Dan dulu kita sudah sepakat, jika salah satu dari kita ternyata tidak setia pada janji pernikahan maka dia harus pergi dari rumah ini. Maka, aku membebaskanmu untuk menjualnya," kata Brigit yang masih ingat dengan perjanjiannya dengan Martha diawal pernikahanya.


Setelah makan malam, Martha dan kedua anaknya berkemas untuk meninggalkan rumah yang ternyata sudah mendapatkan pembelinya.


Dan mereka akan pergi kerumah kakek dan neneknya esok hari setelah akad jual beli dilakukan.


Sementara Brigit pulang kerumahnya dan mendapati rumah itu kosong. Sarita meninggalkan surat diatas meja diruang tamu.


Dia juga menjual rumahnya dan akan rujuk dengan mantan suaminya setelah tahu jika Brigit punya hubungan rahasia dengan janda kaya raya itu.


Sarita tahu semua itu dari Budi, mantan suaminya. Budi yang masih mencintai Sarita lalu mengajaknya rujuk kembali dan bersedia menerima anaknya dari Brigit.


Karena status pernikahan mereka hanya nikah siri, maka Sarita tidak perlu repot-repot mendaftarkan perceraiannya.


Brigit meremas kertas itu dan membuangnya keluar halaman.


Dia tertunduk dan memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit. Dia ambruk dilantai ruang tamu.


"Saya ada dimana?" tanya Brigit pada seorang suster yang sedang memeriksanya.


"Bapak ada dirumah sakit."


"Tapi, siapa yang membawa saya kemari?" tanya Brigit melihat ke sekelilingnya yang tidak ada siapapun.


"Seorang pria, dan setelah itu dia pergi," kata Suster.


Dan ternyata yang menolong Brigit sebenarnya adalah Budi. Dia ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah itu, dan tidak tahunya melihat Brigit sudah terkapar dilantai. Maka dia segera memberikan pertolongan padanya.


Beberapa tahun kemudian,


Tegar sekarang sudah kuliah disebuah universitas di mana dulu Martha juga kuliah saat masih gadis.


Dan dengan hasil penjualan rumah itu, maka Martha sedikit lega karena punya tabungan untuk biaya kuliah Tegar.


Sedangkan kedua orang tua Martha merasa senang karena Martha akhirnya sadar dan membuat keputusan yang benar.


Di universitas yang baru itu, tanpa sengaja, Tegar menabrak seorang gadis didekat gerbang.


Dan saat membantunya mengambil beberapa buku yang tercecer, Tegar kaget karena gadis itu adalah Angel. Teman sekolahnya dulu yang pindah ke sekolah lain, dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu.

__ADS_1


"Angel?"


"Tegar?"


Mereka lalu tersenyum karena akhirnya bertemu lagi setelah sekian tahun berlalu.


Mereka lalu berbicara dan mereka ternyata kuliah di universitas yang sama. Hanya saja karena begitu banyaknya mahasiswa, maka mereka tidak menyadarinya.


Angel, tinggal di kos-kosan sementara Tegar tinggal bersama keluarganya.


Dan sejak saat itu, merekapun menjadi dekat kembali. Benih cinta mulai membuat hubungan mereka menjadi semakin berwarna.


Namun Martha pernah berpesan pada Tegar untuk tidak pacaran sampai dia menjadi sarjana. Maka sebelum dia menjadi Sarjana, cinta itu masih dia pendam didalam hati untuk Angel. Dan dia akan mengungkapkan ya nanti setelah berhasil menjadi sarjana dan bekerja untuk masa depannya.


Tamat


Terimakasih teman-teman semua yang sudah mendukung karya ini dari awal hingga akhir 🥰


Terimakasih juga bagi yang sudah memberikan dukungan, komentar dan meninggalkan jejak 🥰


Semoga kalian selalu dimudahkan rizkinya dan Allah akan membalas semua kebaikan kalian karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mendukung karya ini.


Sekali lagi, terima kasih sebanyak-banyaknya, semoga kalian selalu berbahagia 😘


Salam hangat dan sayang dari saya 🥰😍 untuk kalian semua 🤗🥰🥰🥰


Terimakasih atas dukungan teman-teman semua 🙏🥰😍😘


Dan silahkan mampir di judul novel yang lainnya 🤗😍


Promosi novel baru


judul "Menantu Agen Rahasia"


"Turun ranjang"


"Warisan dan Miringnya Batu Nisan"


"Tumbal pesugihan"


"Pernikahan Yang ternoda"


"Istri Rasa Simpanan"


"Benih CEO di rahimku"

__ADS_1


__ADS_2