Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi

Saat Suamiku Ingin Menikah Lagi
Tergoda lagi


__ADS_3

Keesokan harinya, Brigit pulang kerumah dan masih ada kedua orang tua Martha disana. Brigit datang saat kedua anak mereka sudah sekolah. Dan Martha juga belum pulang dari mengantar mereka berdua.


Brigit terkejut saat melihat ayah dan ibu mertuanya datang.


"Pak, Bu,?" kata Brigit menyapa mereka dan mengangguk hormat dengan jantung berdebar.


"Kau begitu menyayangi Martha hingga kau harus lembur demi keluargamu," kata Ibunya sengaja berbicara begitu.


Lagi-lagi Brigit hanya mengangguk dan tersenyum kecut.


"Kata Martha kau pergi keluar kota," kata ibunya.


"Benar Bu," Brigit mengangguk pelan.


Ayah mertuanya nampak menganggukkan kepalanya.


Mereka lalu duduk diruang tamu, namun sebenarnya kedua orang tua Martha begitu kesal dengan pria yang saat ini duduk dihadapan mereka.


Namun, mereka menyerahkan keputusanya pada putrinya dan tidak ingin ikut campur terlalu jauh.


Saat malam hari, nampak, istrinya beres-beres baju dan akan pulang besok. Dia tidak tahan melihat rumah tangga Martha yang tidak semestinya lebih lama lagi.


"Pak, kita pulang besok saja," kata istrinya.


"Tapi Bu, katanya mau satu Minggu disini," kata suaminya menoleh pada istrinya.


"Ibu sudah tidak tahan melihat wajah menantumu itu. Kita pulang besok saja pak," kata istrinya dan dijawab anggukan kepala oleh suaminya.

__ADS_1


Pagi harinya, Martha terkejut saat ayah dan ibunya keluar kamar dengan menarik koper.


"Martha, kami akan pulang pagi ini, kami akan kerumah Iskan sekalian,"


"Kok buru-buru Bu, katanya mau seminggu disini?" Martha terkejut dengan perubahan jadwal yang tiba-tiba.


"Setelah ibu pikir-pikir, ternyata ibu kepikiran jika meninggalkan rumah terlalu lama," kata Ibunya beralasan.


"Sayang sekali, padahal hari Minggu Martha akan libur dan mengajak bapak dan ibu jalan-jalan," kata Martha yang sudah membuat rencana akan mengajak kedua orang tuanya jalan-jalan saat hari Minggu.


"Lain kali saja nak, kita akan datang lagi," kata ibunya.


"Sekarang sarapan dulu ya Bu, mas Brigit juga sudah berangkat pagi-pagi sekali, dan katanya minta maaf tidak bisa ikut sarapan bersama kalian," kata Martha tersenyum tipis.


"Ohh, suamimu sudah berangkat?" ayah Martha nampak terkejut.


Beberapa tahun kemudian,


Martha masih teguh dengan pendiriannya untuk tidak bercerai apapun yang terjadi selama dia anggap anaknya masih belum siap menerimanya.


Tegar sudah selesai sekolah menengah atas dan Luci sudah SD kelas 6.


Brigit mulai bosan dengan bekerja keras terus menerus demi ekonomi keluarganya. Dan saat ini dia sedang dekat dengan seorang janda kaya raya yang tertarik pada ketampanannya.


Anak Sarita juga sudah mulai sekolah TK.


Brigit sering diajak makan di restoran mahal oleh wanita itu. Dan bahkan pulangnya di beri uang jajan. Maka membuat hati Brigit menjadi senang dan timbul pikiran lain di benaknya.

__ADS_1


"Sepertinya, aku tidak perlu kerja keras lagi mulai sekarang, akhirnya aku bisa bersantai sejenak," kata Brigit saat wanita itu pulang mengantarkan Brigit dengan mobil mewahnya kerumah Sarita.


"Mas, besok temui aku disana lagi, aku tidak bisa jika sehari saja tidak melihatmu," kata Adela saat Brigit turun dari mobilnya,


"Ya, tentu saja," kata Brigit.


"Ohh ya, jangan lupa, sebelum tidur, vicol dulu ya," kata wanita itu mengedipkan mata dengan manja.


Brigit tersenyum dan mengangguk-angguk.


Saat masuk kedalam rumah, Sarita menatap suaminya dengan tajam.


"Siapa itu mas?" Tanyanya dengan nada suara tinggi.


"Ohh, itu bos aku yang baru," kata Brigit yang tidak ingin bertengkar dengan Sarita.


"Kok baik banget, sampai anterin kamu segala," kata Sarita mulai curiga.


"Ya, motor aku mogok tadi," kata Brigit yang mulai diantar jemput oleh Adela dengan mobil mewahnya.


Brigit langsung kekamar dan mulai cuek dengan Sarita. Didalam kamar dia segera menghitung uang yang diberikan Adela.


"Lumayan, seminggu gaji aku, dia berikan dalam satu kali pertemuan," gumam Brigit lalu menaruh uang itu dilaci.


Brigit melihat wajahnya di cermin. Dan berbisik, "Aku memang tampan, banyak wanita yang menyukai ketampanan ku ini,"


Dia lalu pergi kekamar mandi sambil bersiul karena sedang senang hatinya. Sarita masih terheran-heran diruang tamu dengan perubahan sikap Brigit saat ini.

__ADS_1


__ADS_2