Salah Ranjang

Salah Ranjang
Bab 12 Ternyata Dia Tidak Bisa Menahan Godaan Uang


__ADS_3

Henry hanya bisa terdiam mendengar Lilik memanggil Catherine "putrinya".


Lilik berbalik dan duduk di sofa, lalu mengedipkan matanya kepada Serina yang masih terpesona akan ketampanan Henry.


Serina yang tersadar, wajahnya memerah dan duduk di depan Lilik.


"Duduklah. Aku ingin berbicara denganmu."


Henry tidak menjawabnya dengan wajah yang dingin. Karena dia mempunyai tata krama yang baik, dia tidak langsung mengusir mereka.


Melihat Henry tidak bergerak, Lilik tidak memaksanya, dan berkata,


"Papa Catherine dan aku tidak setuju dengan pernikahanmu dengan Catherine. Jadi, lebih baik kamu menceraikannya sebelum kami melakukan sesuatu."


Terlihat jelas Lilik sedang mengancam Henry. Mata Henry yang awalnya tidak menunjukkan emosi, menjadi sedikit terprovokasi, tetapi dia tidak ada niat untuk berbicara.


Lilik merasa terkejut melihat Henry tak berbicara. Dia tidak menyangka Henry adalah orang yang keras kepala dan dingin!


Lilik dan Serina saling memandang, dan melanjutkan berbicara, "Aku juga orang yang berpikir rasional. Selama kamu setuju untuk segera bercerai dengan Catherine, aku akan memberikanmu uang."


Mata Henry sedikit bergerak ketika mendengar Lilik menyebutkan "uang". Henry ingin tahu berapa banyak uang yang akan diberikan Lilik kepadanya, Henry Limantara.


"Berapa?"


Lilik mendengus di dalam hatinya. Seperti yang diperkirakan, penampilan Henry terlihat dingin dan acuh tak acuh, tetapi ternyata dia tidak bisa menahan godaan uang.


"20 juta."

__ADS_1


Di mata Henry ini semua terlihat menggelikan. Dia tidak menyangka bahwa dirinya, Henry Limantara hanya dihargai sebesar 20 juta saja. Dunia memang semakin hari semakin buruk saja ya. Bahkan baju yang dikenakannya pun lebih mahal dibandingkan dirinya.


"Jika aku tidak setuju?" tanya Henry dengan dingin.


Lilik tertegun sejenak." Kamu benar-benar tidak sungkan ya. Kalau begitu, berapa banyak yang kamu mau?"


Memberi Henry 20 juta sudah sangat banyak. Jika bukan karena Lilik ingin dengan segera menyelesaikan masalah ini, jangankan 20 juta, Henry tidak akan mendapatkan uang sepeser pun.


"Hei anak muda, kamu jangan berpikir terlalu berlebihan. Kamu sudah tidur dengannya, dan masih bisa mendapatkan uang 20 juta ini. Anak muda sepertimu harusnya mengambilnya begitu melihat kesempatan yang bagus seperti ini."


Lilik pun mendengus di hatinya, untuk apa Henry berpura-pura? Jika dia memang mempunyai harga diri, maka dia tidak akan bermalas-malasan di sini dan menggantungkan hidupnya pada seorang wanita, tetapi dia sangat serakah, dan menginginkan lebih banyak.


Lilik tertawa di dalam hatinya, dan berkata,


"Aku tahu kamu ada di sini untuk mengincar kekayaan Keluarga Saputra, tetapi kuberitahu kamu, Catherine tidak mempunyai status di keluarga kami. Walaupun kamu menikah dengannya, kamu tidak akan mendapatkan uang sepeser pun. Jika kamu bijaksana, ambillah uang 20 juta ini dan ceraikan dia. Jika tidak, tunggu aku melakukan sesuatu padamu, kamu tidak akan mendapatkan uang sepeser pun, dan akhirnya kamu tidak akan bisa tinggal di Kota Rembulan."


"Begini saja, aku akan mempertimbangkannya jika kamu memberiku 1.8 triliun,"


Kata Henry sambil menaikkan alisnya.


"Apa? 1.8 triliun?" Lilik langsung berdiri, hampir tidak muntah darah.


Lilik tak pernah melihat uang 1.8 triliun seumur hidupnya. Henry ternyata berani meminta 1.8 triliun.


Dia masih berani berkata seperti itu, benar-benar tidak realistis dan sombong!


"Kenapa? Kamu tidak bisa memberikanku uang sebesar itu? Kalau begitu enyahlah dari tempat ini."

__ADS_1


Mata Henry tiba-tiba terlihat dingin, dia tidak ingin menghabiskan waktunya berbicara dengan mereka.


Lilik tertegun sejenak, merasa sedikit takut.


"Kamu…kamu jangan sombong. Tunggu saja. Aku akan membuatmu tidak bisa tinggal di Kota Rembulan."


Ini mungkin kalimat yang paling menggelikan yang didengar Henry sejak dia kembali ke Lyra.


"Kalau begitu kita lihat saja."


Pada akhirnya siapa yang akan membuat lawannya terjatuh dan tidak bisa bertahan di sini.


Tak tahu kenapa, Lilik merasa takut dengan pandangan Henry. Padahal Henry adalah pria miskin yang tidak mempunyai latar belakang yang mumpuni, tetapi kenapa kata-katanya membuat Lilik panik tanpa alasan.


"Oke, kita lihat dan tunggu saja."


Lilik tidak ingin menunjukkan kelemahannya, lalu menarik Serina yang masih terpesona dengan Henry, dan pergi.


Begitu kedua orang itu pergi, Roni datang. Melihat pintu yang terbuka, Roni langsung berjalan masuk.


Melihat ekspresi Henry yang muram, Roni langsung mengerti bahwa kedua perempuan itu baru saja keluar dari tempat ini.


"Pak Henry."


"Selidiki masalah Keluarga Saputra. Aku ingin mengetahui semuanya, baik masalah kecil ataupun besar. Dan juga buanglah sofa ini, kirimkan sofa yang sama persis dengan sofa ini, dan sterilkan tempat ini."


Henry tidak ingin tempat yang bersih seperti ini dikontaminasi oleh orang-orang kotor itu.

__ADS_1


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2