Salah Ranjang

Salah Ranjang
Bab 24 Jangan-Jangan Itu Sebuah Kesalahan?


__ADS_3

"Menyuntikkan modal? Henry, itu kan perusahaan yang sangat kecil, dengar-dengar belakangan ini mereka juga sedang ada masalah keuangan."


Mikael merasa heran.


Henry berkata, "Masalah itu tidak penting."


Tidak penting?


Mikael benar-benar tidak bisa memahaminya.


"Henry, kamu adalah ahli investasi terbaik di kelompok kita. Ini adalah bisnis yang merugi. Jelaskan padaku alasan kenapa kamu memintaku melakukan ini."


Wajah Henry tidak menunjukkan ekspresi apa-apa. "Kalau saatnya sudah tiba, aku akan memberitahumu."


Dengan kata lain, sekarang belum saatnya dia tahu?


"Baiklah, aku setuju."


Mikael segera menyetujuinya.


Catherine sudah sampai di stasiun televisi, hatinya masih sedikit gelisah. Dia tidak tahu apakah Yanuar akan berbalik menyerangnya karena kejadian kemarin malam, meskipun dirinya memiliki rekaman video itu.


Tetapi Yanuar juga memiliki pengaruh dalam lingkaran bisnis. Bagaimana kalau orang itu benar-benar menyerangnya, sedangkan dia hanya seorang reporter biasa. Dia jelas bukan tandingan pria itu.


Memikirkan hal ini, hati Catherine menjadi lebih khawatir.


Ketika dia masuk ke Departemen Berita, dia melihat temannya, Anneke Hutama, tidur di meja. Dia heran, apa pekerjaan kemarin sangat banyak?

__ADS_1


Tapi, Catherine tiba-tiba teringat untuk memeriksa apakah ada berita terbaru, jadi dia tidak ambil pusing akan hal itu. Dia memperlambat gerakannya lalu duduk di tempatnya sendiri, tapi masih berusaha membangunkan Anneke.


Anneke bangkit dari meja, meregangkan tubuh, dan terkejut saat melihat Catherine. "Kenapa kamu datang sangat awal?"


Catherine mengerutkan kening. "Awal apanya? Ini sudah telat, sudah jam delapan lebih. Kemarin malam kamu tidak pulang ke rumah?"


Anneke mengeluarkan unek-uneknya. "Mana bisa pulang ke rumah, ini karena Yanuar Efendi, aku harus mengejar menulis naskah sepanjang malam."


Mendengar Anneke menyebut nama Yanuar, Catherine tiba-tiba tegang. "Yanuar Efendi? Dia...kenapa?"


Anneke melihat sekeliling, lalu berbisik, "Memang kamu tidak tahu? Yanuar Efendi mendapat masalah, dia dilaporkan oleh seseorang. Kemarin malam dia bahkan ditangkap secara diam-diam."


"Dilaporkan?"


Tiba-tiba Catherine menjadi semakin penasaran.


"Lihat, ada lusinan, mereka semua adalah korban dari kasus pelecehan seksual, semuanya ada informasi pribadi dan bukti fisik. Kali ini riwayat Keluarga Efendi bisa tamat."


Catherine memandangi naskah berita yang diberikan Anneke padanya, ada perasaan bingung.


Kenapa bisa kebetulan sekali?


Dia baru saja berselisih dengan Yanuar kemarin malam, tak disangka hari ini Yanuar mendapat masalah.


Jangan-jangan, inikah yang disebut karma?


Tapi tiba-tiba Catherine berpikir, toh masalah ini tidak berhubungan dengannya, jadi dia memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi.

__ADS_1


Saat makan siang.


Catherine mendapat telepon dari ayahnya, Josep.


"Catherine, papa ada kabar baik untukmu, perusahaan papa baru saja menerima suntikan modal, sekarang masalahnya sudah teratasi."


Suara Josep terdengar melalui telepon. Dari suaranya, dapat ditebak suasana hatinya sedang baik.


"Benarkah?" Catherine juga sangat senang. "Papa memang selalu punya banyak cara."


Josep terkejut. "Apa? Bukannya kamu yang menarik investor?"


Catherine terdiam, dia memang bertemu dengan calon investornya kemarin, tapi tidak berhasil.


"Pa, coba jelaskan, aku tidak mengerti."


Akhirnya, Josep menjelaskan sekali lagi tentang suntikan modal itu. Bahkan, dia juga dengan sengaja berkata.


"Catherine, papa tidak menyangka, ternyata kamu mengenal Mikael."


Mikael?


Catherine sama sekali tidak ingat nama ini.


Jangan-jangan, itu adalah suatu kesalahan?


Tapi mengingat masalah di perusahaan ayahnya akhirnya teratasi, dengan kata lain, satu beban sudah terselesaikan, siapa pun orang itu tidaklah penting.

__ADS_1


Malam harinya, saat Catherine masih sedang bekerja, Henry meneleponnya.


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2