Salah Ranjang

Salah Ranjang
Bab 19 Siapa Wanita Yang Dibawa Henry?


__ADS_3

Dia menyipitkan matanya, lalu mengucapkan beberapa patah kata kepada pelayan yang lewat.


Pelayan itu tahu bahwa dia adalah tamu penting bos mereka, jadi dia tidak berani mengabaikannya. Pelayan itu lalu berjalan mendekati kerumunan dan tampak menjelaskan sesuatu kepada para pelayan lain yang ada di situ. Mereka dengan segera melepaskan wanita itu dan mengembalikan ponselnya.


Setelah Catherine mendapatkan kembali ponselnya, dia menghampiri Yanuar dan mendaratkan sebuah tamparan di wajahnya.


"Pak Yanuar, saya telah merekam perilaku Anda hari ini. Kalau begitu, sampai bertemu di televisi besok."


Catherine mengambil tas tangannya dan berbalik hendak pergi. Tapi pengawal Yanuar mencegahnya.


"Jangan biarkan wanita ini pergi! Serahkan ponselmu atau jangan pernah berpikir kamu bisa pergi dari sini," perintah Yanuar.


Beberapa pengawal segera maju menghalangi Catherine.


Catherine mencibir. "Saya sudah mengunggah video itu ke penyimpanan awan, bahkan kalau Anda menyita ponsel saya, itu tidak akan mengubah apa pun."


Perkataan Catherine ini membuat Yanuar marah. "Tangkap dia!"


Para pengawal baru hendak menangkap Catherine, tiba-tiba,


"Siapa yang berani menyentuh dia!"


Suara itu terdengar tajam, meledak seperti guntur, membuat semua orang menghentikan gerakan mereka dan menoleh ke arah suara itu.


Terlebih Catherine. Dia berbalik dan melihat ke belakang. Saat dilihatnya sesosok pria tinggi berjalan ke arahnya, dia sangat terkejut.


Henry?


Kenapa dia di sini?


Melihat kedatangan Henry, kerumunan itu otomatis memberinya jalan.


Dia berjalan ke hadapan Catherine, melirik wajahnya yang masih tercengang, lalu melepas mantel dan mengenakannya di tubuh wanita itu, kemudian berkata kepada Roni, "Kuserahkan pria ini padamu."

__ADS_1


Setelah berkata demikian, dia menarik Catherine keluar dari kerumunan.


Melihat Catherine dibawa pergi, Yanuar segera memerintahkan pengawalnya untuk mengejar, tetapi dihentikan oleh Roni.


"Pak Yanuar, hari-hari keberuntungan Anda sudah berakhir."


Roni tersenyum mencibir.


Yanuar sangat gemetar. "Apa yang akan kamu lakukan?"


Mikael dan Samuel berdiri di samping menyaksikan keramaian itu. Mereka melihat Roni melenturkan otot-ototnya.


"Ada apa ini? Siapa wanita yang dibawa Henry?" tanya Samuel sambil menyentuh dagunya.


Mikael mengerutkan kening. "Mana aku tahu."


Mereka ingin mencari seseorang yang bisa dimintai informasi mengenai hal ini.


Kelihatannya riwayat Yanuar akan tamat hari ini.


Henry menarik Catherine keluar dari klub. Saat mereka berjalan ke arah parkiran mobil, Henry mengulurkan tangannya. "Mana kuncinya?"


Catherine buru-buru mengeluarkan kunci mobil dari dalam tas tangannya.


Setelah menemukan mobil van yang biasa dipakai Catherine untuk wawancara, Henry langsung membuka pintu dan duduk di kursi pengemudi. Catherine tertegun sejenak, lalu berjalan menuju kursi penumpang dan duduk di sana.


Henry menunggu Catherine selesai memasang sabuk pengaman, baru mulai mengemudi.


Di perjalanan, keduanya diam seribu bahasa.


Mobil itu sunyi senyap.


Catherine duduk terdiam menatap Henry yang sedang mengemudi, ada banyak hal dalam hatinya yang dia pun tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.

__ADS_1


Bagaimanapun, kejadian di klub barusan dapat dengan mudah membuat orang-orang salah paham.


"Itu…kamu jangan salah paham, aku hanya..."


Saat Catherine hendak menjelaskan, Henry memotong perkataannya.


"Barusan, apa dia sempat menyakitimu?" tanya Henry.


Catherine terkejut, lalu buru-buru menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya sedikit ketumpahan anggur merah."


Henry tidak mengatakan apa-apa lagi.


Catherine masih memandangi wajahnya, tapi dia tidak berani berkata-kata lagi.


Mobil itu dengan cepat sampai di depan gerbang sebuah kompleks.


Catherine melihat-lihat lingkungan sekitarnya, terasa asing, dan ini membuatnya bingung. "Di mana ini? Bukankah kita mau pulang?"


Henry membuka sabuk pengamannya lalu melirik Catherine. "Malam ini kita menginap di sini dulu."


Dia membuka pintu dan turun dari mobil.


Catherine terkejut, tapi ia mengikuti.


Perhatiannya seketika tertuju pada tulisan besar di pintu gerbang.


Perumahan Langit?


Bukankah ini Apartemen Riverview paling mewah di Kota Rembulan?


Apa Henry yakin akan tinggal di sini malam ini?


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!

__ADS_1


__ADS_2