
Henry berkata, "Makanlah dulu."
"…Oh." Catherine hanya bisa menundanya dan membicarakannya nanti.
Semua makanan sudah dihidangkan, dan mereka juga hampir selesai makan. Catherine terdiam melihat bonnya.
Mungkin…malam ini dia akan menjadi bangkrut karena suaminya ini.
Catherine mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya, merasa sakit di dadanya, dan memanggil pelayan untuk membayar bon.
Tetapi pelayan itu tersenyum dan menyelamatinya. "Selamat kalian berdua memenangkan undian makan gratis di restoran kami. Makanan hari ini gratis."
"Gratis?"
Catherine begitu terkejut dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia tidak menyangka orang yang sial seperti dirinya yang tidak pernah memenangkan undian satu pun dari kecil hingga besar, ternyata bisa memenangkan makan gratis.
Benar-benar bagai mendapat durian runtuh.
"Bagaimana? Yang kukatakan tidak salah, kan?" Henry mengedipkan matanya penuh arti kepada Catherine.
"…"
Catherine terdiam.
Hingga mereka berjalan keluar dari restoran, Catherine masih merasa ini tidak nyata, tetapi yang tidak diketahuinya adalah setelah mereka pergi dari restoran, Roni membayarkan bon mereka.
__ADS_1
Roni melihat bon yang panjang itu, mengernyitkan alisnya. Pak Henry ini benar-benar deh. Padahal dia kaya, tetapi berpura-pura miskin.
Mereka pun pulang ke rumah.
Catherine langsung menghempaskan dirinya ke sofa. Dia benar-benar kekenyangan. Karena semuanya gratis, jadi makanannya tidak boleh dibungkus. Dia takut membuang-buang makanan, jadi dia menghabiskan semua makanan yang tersisa, dan perutnya membengkak seperti bola.
Sakit sekali!
Henry menuangkan air, memberikan antasida kepada Catherine. "Makanlah ini dulu, kalau masih sakit, kita pergi ke rumah sakit."
Begitu mendengar "pergi ke rumah sakit", Catherine buru-buru duduk. "Tidak usah, biasanya makan 2 butir saja akan mendingan kok."
Pergi ke rumah sakit akan menghabiskan banyak uang.
Henry memandang istrinya yang terbaring di sofa dengan tidak berdaya. Dia hanya ingin mengajak Catherine makan makanan yang enak, tetapi tak disangka Catherine begitu kalap dan makan dengan porsi yang membuatnya takjub.
Ketika Catherine merasa tubuhnya membaik, dia ingat ingin bertanya kepada Henry.
Henry yang awalnya duduk di sebelah Catherine, begitu mendengar Catherine menanyakan ini, dia tiba-tiba berbalik. Kedua tangannya memegang bahu Catherine, wajah tampannya semakin mendekat, dan mata hitamnya terlihat panas.
Melihat situasinya sedikit aneh, Catherine buru-buru mencondongkan tubuhnya ke belakang. "Kamu…"
Henry mencium bibir Catherine dan melepaskannya. Tatapan Henry membuat wajah Catherine memerah, dan setelah beberapa saat dia tersadar. Henry ini…
"Kamu…"
__ADS_1
Melihat Catherine yang tertegun, Henry mencubit hidung Catherine dengan suasana hati yang baik.
"Bodoh, kamu ini istriku. Apakah mungkin aku akan meninggalkanmu hanya karena uang? Jika kamu masih tidak mempercayai suamimu lagi, hati-hati aku akan menghukummu."
Nada bicara Henry yang setengah marah dan setengah mengancam, membuat Catherine tercengang.
Henry…Henry ini apakah sedang memberitahunya bahwa Henry tidak akan meninggalkan dirinya hanya karena uang?
Entah kenapa walaupun itu jelas-jelas hanya janji secara lisan belaka, tetapi Catherine mempercayainya begitu saja, seakan-akan Henry akan menepati janjinya.
"Terima kasih, Henry. Dengan janjimu ini, walaupun aku harus menafkahimu seumur hidupku, aku pun rela,"
Kata Catherine merasa tersentuh.
"Menafkahiku seumur hidup?"
Mata Henry terlihat bingung.
Catherine baru menyadari dirinya mengatakan sesuatu yang salah, dan buru-buru menjelaskan, "Kamu jangan salah paham, maksudmu bukan seperti itu. Sebetulnya, walaupun kamu tidak mempunyai pekerjaan atau yang lainnya pun, aku tidak mempermasalahkannya. Aku lebih peduli dengan perasaanmu dibandingkan hal yang berhubungan dengan materi itu."
"Walaupun jaman sekarang banyak wanita sangat materialistis, tetapi sungguh tidak semua wanita seperti itu. Dibandingkan dengan orang-orang keturunan orang kaya, orang biasa sepertimu ini membuatku lebih merasa aman dan tenang."
Catherine takut jika karena perkataannya, harga diri Henry akan terluka, jadi Catherine buru-buru menambahkan kata-katanya.
Hanya saja Henry memandangnya dengan wajah yang bahagia.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku keturunan orang kaya?"
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!