
Mata Josep berkilat dan melirik Lilik.
"Selama kamu pulang, penyakit ayahmu akan sembuh." Lilik menggantikan Josep menjawab Catherine.
Catherine tidak bisa menahan tawanya dan berkata,
"Bibi, kamu memang lucu sekali. Aku bukanlah dokter, bagaimana mungkin begitu aku pulang penyakit papaku langsung sembuh?"
Lilik memberikan isyarat dengan matanya kepada Josep, dan Josep berkata, "Catherine, jadi begini, sekarang ada masalah di perusahaan dan aku membutuhkan bantuanmu."
"Aku?" Catherine berpura-pura terkejut. "Pa, aku sama sekali tidak mengerti apa pun mengenai perusahaan papa. Apakah papa tidak salah? Serinalah yang dapat membantu papa."
Catherine mengarahkan percakapan ke Serina, dan Serina menggigit bibirnya sambil menatap Josep.
"Ini…" Josep ragu-ragu.
Lilik yang mendengar itu merasa sedikit gelisah, dan langsung berbicara, "Biar aku yang menggantikan papamu berbicara. Perusahaan papamu ini sekarang sangat membutuhkan suntikan dana dari Keluarga Kusuma. Kamu juga tahu kalau putra keluarga Kusuma sudah bertunangan denganmu sejak kecil. Jadi sekarang selama kamu menikah dengannya, perusahaan papamu akan terselamatkan dan dapat berkembang."
Angan-angan Lilik ini memang sangat bagus. Catherine mencibir di dalam hatinya, tetapi dia berpura-pura tidak tahu.
"Bibi, apakah kamu tidak salah? Pertunanganku dengan Keluarga Kusuma sudah sejak lama digantikan oleh Serina. Bukankah Keluarga Kusuma juga telah mengetahui hal ini?"
__ADS_1
Wajah Lilik sedikit merasa canggung ketika masalah ini diungkit.
"Dari perkataanmu ini, apanya yang membiarkan Serina menggantikanmu? Itu adalah kamu yang mempunyai pertunangan dengan Keluarga Kusuma. Bagaimana bisa kamu mengatakan Serina yang menggantikanmu? Ditambah lagi, sejak awal karena pekerjaanmu sebagai reporter yang memalukan itu, makanya kita menyuruh adikmu menggantikanmu."
"Oh, ternyata begitu." Catherine sedikit tidak mengerti. "Aku sekarang masih menjadi reporter dan masih tetap memalukan."
"Bagaimana mungkin sekarang sama? Keluarga Kusuma…pendek kata sekarang mereka tidak akan mengkritik pekerjaanmu lagi."
"Oh, ya benar juga. Lagi pula putra Keluarga Kusuma pernah masuk penjara, dia juga tidak mempunyai hak untuk tidak menyukai orang lain," kata Catherine dengan setuju.
Josep sedikit merasa lega setelah melihat Catherine tidak menentang sama sekali. "Catherine, apakah ini artinya kamu sudah setuju?"
Catherine melihat perubahan ayahnya di matanya, dan hatinya merasa sedikit dingin. Mana ada ayah yang bersedia membiarkan putrinya menikahi orang seperti itu? Tetapi dia barusan melihat kelegaan di wajah ayahnya sendiri.
Catherine berkata, "Pa, kurasa Serina lebih cocok. Papa 'kan tahu Keluarga Kusuma adalah keluarga pengusaha. Jika nantinya Serina menikah dengan putra mereka, dia akan lebih bisa membantu bisnis papa, tetapi aku hanyalah seorang reporter yang khusus untuk mengorek rahasia yang tidak diketahui oleh umum. Aku pikir setelah muncul kejadian seperti itu, aku yakin Keluarga Kusuma tidak akan senang jika aku menikah dengan putranya. Seandainya aku tidak sengaja menyinggung mereka, menurut papa apakah mungkin mereka masih mau menyuntikkan dana ke perusahaan papa?"
Josep sedikit merasa ragu setelah mendengarkan kata-kata Catherine itu. Dia juga seorang pengusaha, tentunya dia tahu betul cara pemikiran dan hal tabu bagi seorang pengusaha, dan putrinya ini memang sedikit sembrono.
Lilik yang melihat Josep sedang bimbang, buru-buru berkata, "Kamu ini lebih tua 2 tahun daripada Serina, kamu juga lebih dewasa dan lebih tenang dalam menghadapi masalah dibandingkan dengannya. Ditambah lagi, ketika waktunya tiba, papamu akan memberikanmu posisi di perusahaan. Masalahnya akan selesai selama kamu berhenti bekerja menjadi reporter."
"Tapi aku tidak bisa mengubah kebiasaan pekerjaanku," kata Catherine.
__ADS_1
"Ini hanyalah masalah kecil. Selama kamu menikah dengannya, semuanya tidak akan menjadi masalah."
Lilik berharap Catherine sekarang dapat berinisiatif menikah dengan Keluarga Kusuma yang menyedihkan itu.
"Catherine, bantulah papamu demi mamamu. Perusahaan ini juga berdiri dengan usaha mamamu."
Josep mengatakannya dengan sedih.
Catherine yang mendengar itu merasa sangat menggelikan. Ketika mereka mengusir mamanya dari perusahaan, mereka tidak memikirkan usaha mamanya di perusahaan itu, tetapi sekarang mereka mengungkit hal ini.
"Pa, aku tahu. Aku sangat ingin membantumu, tetapi aku harus bagaimana? Aku sekarang juga tidak bisa berbuat apa-apa!" kata Catherine merasa terpojok.
Lilik yang berada di sebelah sudah kehilangan kesabarannya, dia paling tidak tahan dengan Catherine yang pandai bersilat kata ini, dan langsung berkata, "Kamu jangan bertele-tele dan menyalahkan orang lain. Kamu ini putri kandung ayahmu, siapa yang dapat membantunya selain kamu di saat seperti ini?"
"Ya benar, kakak, papa belakangan ini karena masalah ini tidak bisa makan ataupun tidur. Aku merasa kasihan melihatnya, Kak, bantulah papa."
Serina yang duduk diam dalam waktu yang lama akhirnya berbicara. Dia selalu bertingkah seperti gadis yang patuh dan berbakti, tak tahu seberapa sayangnya Josep padanya selama beberapa tahun ini.
Catherine membuka matanya. "Apa iya? Karena kamu begitu sayang dengan papa, kenapa kamu tidak berinisiatif menikah dengan Keluarga Kusuma? Dengan begitu kamu dapat membantu papa menyelesaikan masalahnya."
Serina tertegun sejenak, dia tidak menyangka Catherine akan menyuruhnya seperti itu, dan dia melirik ke Josep dengan tatapan melas, "Kak, apa kamu tidak tahu aku belum lulus kuliah? Aku tidak bisa menikah saat aku masih sekolah."
__ADS_1
Serina berbicara sambil menitikkan air matanya, penampilannya yang terlihat lemah itu bisa disandingkan dengan aktris Dian Anggara.
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!