
Tanpa menunggu jawaban Henry, Catherine menyambung, "Kalau kamu merasa belum siap bertemu keluargaku, aku akan memberitahu papaku."
Bagaimanapun, tugas Henry belum selesai. Terlebih lagi semua pria memiliki ego yang besar.
Tepat setelah Catherine selesai berbicara, Henry berkata, "Tidak perlu. Besok jam berapa?"
"Eh?" Catherine terkejut, lalu mengangguk. "Besok malam, aku akan menjemputmu sepulang kerja.”
"Oke."
Lalu keduanya tidak mengatakan apa-apa lagi.
Catherine kembali ke kamar. Memikirkan besok akan mengajak Henry ke rumah, hatinya merasa agak frustrasi.
Henry tidak tahu keadaan di rumahnya, tapi dia sangat tahu.
Ibu dan anak itu pasti akan mencemoohnya lagi.
Malam keesokan harinya, Catherine yang baru pulang kerja mendapat telepon dari Henry.
Henry memberitahu bahwa dia sudah menunggu di depan pintu.
Catherine terkejut, bukankah kemarin mereka sudah sepakat, bahwa dia yang akan menjemput pria itu sepulang kerja?
Tidak disangka, malah dia yang datang menjemputnya.
__ADS_1
Setelah keluar dari stasiun televisi, dia melihat sebuah Bentley hitam yang mencolok diparkir di depan pintu. Mobil itu adalah mobil yang dilihatnya waktu itu saat pindahan rumah.
Catherine berjalan mendekat, Henry turun dari mobil. Dia mengenakan setelan jas rapi dan tampak bersemangat. Jelas bahwa dia sengaja berdandan untuk acara ini.
Catherine tahu bahwa Henry memang tampan, tapi setelah melihat penampilan Henry sekarang, hampir membuatnya berteriak histeris.
Bagaimana bisa suaminya ini begitu tampan.
Henry sudah membuka pintu kursi penumpang. "Masuklah."
Catherine tersadar lalu berjalan mendekat. Setelah dia duduk, Henry menutup pintu mobil, berjalan ke kursi pengemudi, dan duduk di dalamnya.
Catherine melirik Henry yang sedang mengenakan sabuk pengaman. "Apa ini tidak terlalu mencolok?"
Toh, keluarga Catherine sudah mengetahui keadaan Henry. Jadi kalau mereka sok-sokan mengendarai mobil semewah ini, ibu dan anak itu pasti akan semakin menertawakannya. Dia tidak ingin Henry menjadi bahan lelucon.
"Tidak apa-apa, kalau kamu merasa tidak nyaman, kita bisa memarkir mobil di tempat yang agak jauh dari rumah."
Catherine merasa ide ini cukup bagus, jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Mobil mulai melaju di jalan raya.
Catherine secara singkat menceritakan anggota keluarganya.
Saat membicarakan tentang Serina dan Lilik, wajahnya sedikit muram. "Nanti kalau mereka mengatakan sesuatu, jangan kamu masukkan ke hati. Mereka memang orang seperti itu, aku sudah terbiasa, hanya saja aku takut kamu..."
__ADS_1
Henry tahu apa yang ingin dia katakan. "Apa kamu lupa, ini bukan pertama kalinya aku bertemu mereka."
"Benar juga."
Mendengar perkataan Henry, hati Catherine yang gelisah menjadi sangat lega.
Mobil hampir sampai di dekat vila keluarga Saputra. Sesuai permintaan Catherine, Henry memarkir mobilnya di tempat berjarak sekitar 100 meter dari vila itu.
Setelah turun dari mobil, Catherine melihat Henry membuka bagasi. Dia bingung dan berjalan mendekat.
Tapi saat dia melihat Henry mengeluarkan beberapa bungkusan berisi tembakau dan anggur merek terkenal yang sangat mahal dari bagasi, dia sangat terkejut.
"Henry, bagaimana kamu bisa membeli barang sebanyak ini?"
Henry menjawab, "Datang ke rumahmu untuk pertama kali, tentu aku tidak boleh datang dengan tangan kosong."
"Tapi, ini terlalu mahal. Dari mana kamu mendapatkan uangnya? Harganya pasti mencapai lebih dari dua puluh juta 'kan?"
Catherine tidak percaya.
Tadi saat Henry meminta Roni untuk membelinya, dia tidak memperhatikan harganya. Sekarang, mendengar Catherine mengatakan hal ini, dia menyadari kesalahannya.
Dia berkata, "Saat menikah denganku, kamu bahkan tidak meminta uang mahar sedikit pun. Jadi tembakau dan anggur ini tidak ada apa-apanya."
Perkataan Henry cukup masuk akal, Catherine juga tidak dapat menemukan alasan untuk membantahnya. Tapi begitu teringat harganya bisa mencapai lebih dari dua puluh juta, Catherine merasa bersalah.
__ADS_1
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!