
Henry masih saja terdiam, tangannya masih terus mengeringkan rambut Catherine.
Suara desing mesin pengering rambut membuat hati Catherine semakin bingung, dia tidak tahu apa yang dipikirkan Henry dalam hatinya, apa dia tidak peduli atau merasa tak enak untuk bertanya?
Tapi bagaimanapun, dia merasa memiliki kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya.
Catherine akhirnya meraih tangan Henry, mematikan pengering rambut, lalu berkata,
"Kamu berhenti dulu dan dengarkan aku. Dulu aku selalu ingin menyembunyikan urusan keluargaku darimu, tapi aku sadar, kalau aku tidak memberitahumu, itu tidak adil bagimu."
"Tadi aku mengatakan bahwa pernikahan ini adalah rencana yang bijaksana. Karena aku tiba-tiba menikah denganmu, perusahaan ayahku tidak bisa mendapatkan dana dari keluarga itu, jadi muncullah masalah. Akibatnya ayahku kesal, tekanan darahnya naik dan dirawat di rumah sakit. Hari ini aku pergi ke rumah sakit menjenguknya. Melihatnya, aku tiba-tiba sadar bahwa dia kelihatan jauh lebih tua. Dulu, aku selalu mengira dia masih muda, tanpa aku pun tidak akan jadi masalah buatnya."
"Tapi setelah melihatnya hari ini, aku baru sadar kalau aku salah. Sebagai seorang anak, walaupun dia bukan orang hebat, tapi dia sudah memberiku kehidupan, aku tidak bisa mengabaikannya. Jadi aku menghubungi pengusaha yang dulu pernah kuwawancarai sebelumnya, tapi tak kusangka dia adalah orang yang tidak tahu malu."
Selesai berkata demikian, hati Catherine akhirnya merasa lebih lega.
Memang sebenarnya hatinya sangat galau beberapa hari ini.
"Henry, maafkan aku, aku seharusnya memberitahumu hal ini sejak awal."
Dia menundukkan kepalanya seolah-olah telah melakukan sesuatu kesalahan.
Tapi Henry sama sekali tidak terlihat terkejut.
Sebenarnya dia sudah tahu hal ini sejak lama, hanya saja dia berpura-pura tidak tahu karena ingin mendengarnya langsung dari mulut Catherine.
__ADS_1
Karena dengan demikian, berarti Catherine sudah mau memercayainya.
Sebuah kelegaan muncul di hati Henry.
"Tidak ada yang salah dengan hal itu, satu-satunya kesalahanmu adalah melupakan keberadaanku."
Perkataan Henry membuat Catherine tertegun sesaat. Awalnya dia mengira Henry akan sangat marah, tidak disangka dia begitu tenang.
Sebenarnya, dia tidak melupakan keberadaan Henry, dia hanya takut pria itu tidak bisa menerima keadaan ini dan pergi darinya.
Catherine membuka mulutnya, tapi tidak tahu harus berkata apa.
"Maafkan aku, di kemudian hari, aku tidak akan menyembunyikan apa-apa lagi darimu."
Henry mengulurkan tangannya, merapikan rambut Catherine yang berantakan di atas dahinya, lalu berkata, "Jangan terlalu dipikirkan, sana tidur."
Sambil masih bertanya-tanya, Catherine berjalan kembali ke kamar.
Malam itu, keduanya tidur di kamar masing-masing.
Keesokan harinya, Catherine bangun pagi-pagi sekali.
Dia dua kali mondar-mandir di depan kamar Henry, ragu-ragu untuk mengetuk pintu.
Sebenarnya, tadi malam, ketika dia memutuskan untuk mengatakan semuanya, dia sudah siap menanggung konsekuensinya.
__ADS_1
Bahkan jika seandainya Henry berpikir bahwa Catherine membawa masalah baginya dan ingin bercerai, dia bisa menerimanya.
Tidak disangka, tadi malam Henry malah tidak mengatakan apa pun.
Tapi, justru karena dia tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, itu malah membuat Catherine merasa sangat tidak nyaman.
Dia berdiri di depan pintu kamar Henry, ragu-ragu untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya mengetuk pintu.
"Henry, kamu sudah bangun? Boleh aku masuk?"
Dia mengetuk pintu, tapi karena tidak ada jawaban dari dalam, jadi dia mencoba membukanya, dan ternyata pintu tidak terkunci.
Dia membuka pintu dengan mudah. Ketika dia masuk, tidak dilihatnya tanda-tanda Henry di ruangan itu, hanya ada suara gemercik air di kamar mandi.
Jadi, apa dia ada di kamar mandi?
Catherine ragu-ragu sesaat, lalu mengetuk pintu kamar mandi.
"Henry, apa kamu di dalam?"
Segera saja suara air berhenti, dan pintu kamar mandi terbuka sedikit.
Catherine tidak bisa melihat pemandangan di dalamnya karena berkabut.
"Tolong ambilkan aku handuk di lemari."
__ADS_1
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!