
Melihat ekspresi wajah dan tatapan mata Henry, wajah Catherine menjadi lebih merah, seolah ada api menyala di wajahnya.
Dia buru-buru mengulurkan tangan, mengambil bra itu dan menyembunyikan di balik punggungnya.
"Kamu...keluarlah, aku...bisa membereskannya sendiri."
Henry menatap wajahnya yang memerah karena malu, naluri ingin menggodanya pun muncul lagi. "Aku akan membantumu, lagi pula aku sedang tidak ada kerjaan."
Tanpa menunggu jawaban Catherine, dia mengulurkan tangannya dan melipat pakaian di atas tempat tidur.
Catherine tidak menghentikannya, dia hanya tersipu dan lanjut memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.
Saat membantu Catherine melipat pakaian, dia melihat bahwa kebanyakan pakaiannya adalah rok, terutama rok span pendek. Ketika dia membayangkan Catherine mengenakan pakaian seperti itu untuk wawancara, hatinya sedikit tergoda.
Henry mengerutkan kening.
"Kamu biasanya memakai ini untuk wawancara?"
Meskipun Catherine heran mengapa Henry bertanya seperti itu, tapi dia mengangguk.
Henry berkata lagi dengan ekspresi datar, "Rok ini terlalu pendek, pakai saja celana."
Nada suaranya terdengar seperti sebuah perintah.
Catherine yang awalnya tidak merasa ada masalah dengan rok itu, begitu mendengar nada bicaranya, ada sedikit perasaan tertekan di hatinya.
__ADS_1
Rok ini sebelah mananya yang terlalu pendek? Jelas-jelas itu lumayan panjang. Semuanya memiliki panjang di bawah lutut. Selain itu, apa masalahnya kalau dia mengenakan rok ini?
Tapi dia memilih untuk tidak memusingkannya.
Keesokan harinya, Catherine dan Rita pergi makan malam bersama.
Sebelum pergi, dia mengirim pesan whatsapp ke Henry, memberitahu bahwa dia tidak makan malam di rumah dan menyuruh Henry untuk tidak menunggunya.
Baru saja Catherine sampai di depan pintu restoran, Rita langsung melambaikan tangan padanya.
Catherine berjalan mendekat lalu duduk. Dia sangat senang bertemu Rita.
Rita adalah sahabat satu-satunya. Banyak hal yang telah terjadi belakangan ini, karena Rita sedang dalam perjalanan bisnis, jadi dia tidak sempat menceritakannya. Setelah melepas rindu beberapa saat, Catherine berkata,
"Rita, ada sesuatu yang mau aku ceritakan padamu, aku…sudah menikah."
Catherine menatapnya tanpa berkata-kata,
"Apa maksudmu? Ini karena masalah keluargaku, jadi mau tidak mau aku harus melakukannya."
Mengenai masalah keluarga Catherine, Rita sudah mengetahuinya, hanya saja dia tidak menyangka akan secepat ini.
Rita bertanya, "Siapa pria itu? Lalu bagaimana keadaan keluarganya? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?"
Rita bertanya tanpa henti.
__ADS_1
Catherine tidak tahu pertanyaan mana yang harus dijawab terlebih dahulu, dia berkata, "Pria itu tidak buruk, hanya saja keadaan keluarganya tidak terlalu baik. Tapi tidak masalah untukku."
"Kalau begitu baguslah."
Tapi masih ada sesuatu yang mengganjal di hati Rita, dia ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya memutuskan bertanya lagi, "Tapi, apa kamu benar-benar tidak mau menunggu Rafael Lukito lagi?"
Mendengar nama Rafael disebut, Catherine minum dari mangkuknya, suasana hatinya tiba-tiba memburuk.
Melihat tingkahnya, Rita tahu bahwa dia telah salah bicara, jadi dia buru-buru meralatnya.
"Maaf, tidak seharusnya aku menyebutkan namanya. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. Ayo, makan sayuran ini."
Rita buru-buru menaruh sayuran hijau ke mangkuknya.
Catherine berhenti sebentar dan berkata,
"Tidak apa-apa, aku sudah melupakannya."
Selesai makan malam, Catherine pulang ke rumah. Henry duduk di ruang tamu membaca berita finansial. Melihatnya kembali, Henry mengangkat kepala melihatnya. "Kamu sudah pulang."
Catherine merapikan tas tangannya, mengganti sandal lalu berjalan menghampiri Henry. "Kamu sudah makan?"
Henry mengangguk. Matanya menangkap ekspresi wajah wanita itu terlihat sedikit murung. Dia mematikan televisi dan berdiri. "Ada apa?"
Catherine menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa."
__ADS_1
Dia lalu berjalan ke kamar tidur, seakan sedang memikirkan sesuatu, lalu keluar lagi menghampiri Henry. "Ngomong-ngomong, papa menyuruhku mengajakmu ke rumah untuk makan malam besok."
Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!