Salah Ranjang

Salah Ranjang
Bab 7 Kamu Ini Seorang Gadis Yang Belum Menikah, Suami Apa Maksudmu? Apa Kamu Tidak Malu?


__ADS_3

Catherine mendengus di dalam hatinya, bukankah Serina masih bersekolah ketika Serina mau menggantikannya menikah dengan putra Keluarga Kusuma? Kenapa Serina tidak merasa dia masih kecil pada saat itu?


"Ya benar, ya benar, Serina masih kecil. Dia masih polos dan tidak tahu apa-apa tentang kehidupan, dia tidak cocok." Lilik takut putrinya sendiri terlibat.


"Bibi, bibi salah mengatakan seperti itu. Serina belajar keuangan, loh. Bukankah papa dan bibi selalu memuji kepintarannya dan akan membiarkannya mengambil alih perusahaan nantinya? Kenapa tiba-tiba bibi mengatakan dia polos dan tidak tahu apa-apa tentang kehidupan?"


Lilik tidak dapat menjawab perkataan Catherine, dan buru-buru berkata, "Catherine, kamu dan Serina adalah adik kakak, kamu tidak bisa mengatakan siapa yang lebih pintar ataupun siapa yang serba bisa. Untuk sekarang yang terpenting adalah membantu perusahaan papamu melewati masa sulit ini. Ditambah lagi, papamu datang langsung untuk memohon padamu. Kamu setuju saja dan pulanglah bersama kami sebentar lagi."


Jika Catherine ikut pergi dengan mereka, dia tidak akan bisa keluar lagi. Catherine mendengus di dalam hatinya, dia tidak bodoh.


"Bibi, bagaimana bisa begitu, aku masih harus bekerja, loh?"


Lilik berkata, "Pekerjaanmu tidak lebih penting dibandingkan perusahaan papamu. Ditambah lagi, aku sudah memberitahu atasan stasiun televisimu."


Catherine tahu Lilik akan menggunakan cara ini, lalu dengan sedih Catherine berkata,


"Itu juga tidak bisa. Walaupun aku ingin membantu papa, tetapi Keluarga Kusuma juga tidak akan setuju. Ditambah lagi, aku harus mendiskusikan masalah ini dengan suamiku."


"Suami?" Lilik terkejut, lalu dia dan Josep saling memandang, dan langsung mengejeknya, "Catherine, kamu ini seorang gadis yang belum menikah, suami apa maksudmu? Apa kamu tidak malu?"


"Siapa yang bilang aku belum menikah?"kata Catherine.


"Kamu…apa maksudmu?"


Lilik merasa ada yang aneh.


Catherine menatap wajah Lilik yang berubah drastis, dan berkata,


"Oh, benar juga. Ada beberapa hal yang belum sempat kukatakan kepada kalian. Aku sudah menikah."

__ADS_1


Kata-kata Catherine bagaikan petir yang menyambar di siang bolong.


Semua orang tertegun untuk beberapa saat.


Mulut Lilik ternganga dalam waktu yang cukup lama, dan bertanya dengan syok, "Apa?"


Lilik begitu terkejut, tidak memedulikan penampilannya dan menggebrak meja. "Catherine, apa yang kamu katakan? Kapan kamu menikah?"


Melihat Lilik begitu emosional seperti ini, Catherine hanya dapat mengeluarkan akta nikah yang didapatkannya tadi pagi dan meletakkannya di depan mereka.


"Kalian lihat sendiri saja."


Lilik sedikit tidak percaya, lalu dengan cepat mengambil akta nikah itu dan melihatnya. Dia terpaku ketika melihat foto Catherine bersama seorang pria di akta nikah tersebut.


"Kamu…kamu ternyata…"


Lilik merasa pusing, dan jatuh terduduk di kursi.


"Catherine, kamu sengaja, kan?"


Serina bahkan sudah berhenti berakting menjadi orang yang baik, dan langsung berubah menjadi jahat, "Pa, ini pasti palsu. Dia tidak ingin menikah dengan putra Keluarga Kusuma, makanya dia sengaja memalsukan akta nikah ini."


"Ya benar, Catherine, bagaimana bisa kamu menikah secepat ini? Akta nikah ini pasti palsu," kata Lilik dengan tenang.


Catherine tersenyum dan berkata, "Bibi dapat menelepon Catatan Sipil untuk menanyakannya apakah ini palsu atau tidak."


Jawaban Catherine yang tenang dan yakin itu membuat Serina dan Lilik sedikit panik. Mereka memang akan mengetahui apakah akta nikah itu palsu atau tidak setelah memeriksanya. Ditambah lagi, Catherine adalah orang yang licik seperti ini, mana mungkin mereka tidak tahu?


Karena Catherine berani menunjukkannya pada mereka, itu berarti akta nikah ini pasti asli.

__ADS_1


Tetapi, jika Catherine benar-benar telah menikah, mereka harus bagaimana? Tidak mungkin mereka akan membiarkan Serina menikah dengan putra Keluarga Kusuma.


Lilik tidak akan rela membiarkan putrinya sendiri menderita.


"Josep, harus bagaimana? Katakan sesuatu."


Lilik sangatlah cemas.


"Cukup." Josep yang diam dalam waktu yang cukup lama, akhirnya pun berbicara, dan Lilik tidak berani untuk membuat keributan lagi.


Josep berkata dengan muka yang muram, "Catherine, kamu sudah keterlaluan. Kamu menikah pun tidak memberitahu keluargamu."


"Pa, itu karena aku takut papa tidak setuju. Keluarga suamiku ini berasal dari keluarga biasa dan tidak mempunyai uang. Aku takut papa tidak akan menyukainya."


Setelah mendengarkan perkataan Catherine, Josep menghela napas. Awalnya Josep memang sedikit tidak setuju dengan pernikahan antara Catherine dan putra Keluarga Kusuma. Tetapi karena Catherine sudah menikah, ya sudahlah lupakan saja, untuk urusan perusahaannya, dia hanya bisa pulang dan memikirkan solusi lainnya.


Pada akhirnya setelah mengatakan beberapa patah kata, Josep pun pergi dengan kecewa.


Serina dan Lilik juga mau tak mau pergi mengikuti Josep.


Begitu tiba di kamar hotel, Serina sambil menangis dan berkata, "Ma, dia sudah menikah, aku harus bagaimana? Mungkinkah aku harus benar-benar menikah dengan pemerkosa itu? Aku tidak mau!"


Serina menangis terisak-isak, padahal dia ingin membuang nasib buruknya itu, tetapi tak disangka dia akan ditipu oleh Catherine.


Lilik merasa hatinya sangat sakit melihat putrinya menangis. Dia begitu marah hingga menggertakkan giginya ketika mengingat penampilan Catherine yang mempermainkan mereka.


"Kamu tenang saja, mama akan mencari cara lain."


Terus kenapa jika Catherine sudah menikah? Dia masih bisa menemukan cara!

__ADS_1


Pembaca sayangku, novel ini gratis dan sudah diupdate lebih dari 200 bab di App F/izzo !!!


__ADS_2