Sang Pendendam

Sang Pendendam
Janji Sang Kaka.


__ADS_3

Berlanjut kepada pertarungan kaka beradik antara Roy dan Boy. Di tengah derasnya air hujan dan di saksikan oleh teman-temannya, dari Geng mereka!


"Apa lo inget bang, apa lo inget bang Roy, sewaktu kita kecil dulu, kita sering sekali hujan-hujanan kaya gini! udah lama gua gak ngerasain kaya gini lagi bang," ucap Boy yang berlutut, memegangi perutnya, sambil tersenyum kepada kakanya.


Roy hanya bisa terdiam, sambil menatap wajah Boy, bahkan dalam hatinya, Roy tak ingin memukul adiknya sendiri. Bahkan iapun berharap ini semua cepet berakhir, dan Roy berharap, dia bisa baikan lagi dengan adiknya, sama seperti dulu. Namun karna dia adalah pemimpin Warrior, jadi dia harus tegas bahkan sama adiknya sendiri. Karena yang ada dalam pikiran Roy, Boy sudah menghianati Warrior, Gengnya sendiri.


Kemudian, Boypun melanjutkan perkatannya, "Inget gak lo bang, dulu saat kita kecil, gua sempet di ganguin sama kaka kelas gua, tepat di tengah derasnya hujan seperti ini," tutur Boy, membahas masa kecilnya!


Namun Roy masih saja terdiam, tanpa berkata sepatah katapun, "Gua inget waktu itu, sewaktu gua masih anak kecil yang cengeng, yang suka main Bola di tengah derasnya hujan kaya Gini," lanjut Boy, "Waktu itu, tepatnya gua masih kelas 4sd, gua sedang asik maen bola sama temen-temen sekelas gua, sambil hujan-hujanan kaya gini!"


"Lalu tiba-tiba datanglah 4 orang anak smp, mereka berempat ingin ikuttan maen dan merebut bola punya kita,"


"Dengan konyolnya gua waktu itu, gua malah nangtangin mereka berantem! asal lo tau ajah bang, sebenernya waktu itu gua takut sama mereka," ucap Boy sambil tersenyum, mengingat masalalunya.


"Lalu kenapa lo nangtangin mereka berantem, kalo lo takut sama mereka?" saut Roy, sambil menatap Boy.

__ADS_1


"Karna gua yakin, abang gua bakalan dateng buat nolongin gua, buat ngehajar ke4 kaka kelas kita itu, yang pada waktu itu, lo masih anak kelas 6 SD kan, bang?" kata Boy, sambil menatap kakanya.


"Gua yang masih kecil itu, gua hanya anak cengeng bermulut besar doang bang, yang so-soan ingin jadi pahlawan kaya lo Bang," puji Boy kepada kakanya, sambil tertawa mengingat masa kecilnya yang amat konyol!


"Gua waktu kecil cuman bisa nangis, di gangguin ke empat kaka kelas itu, lalu tiba-tiba lo datang bang, lo datang buat nolongin gua bagaikan pahlawan bagi gua," ucap Boy tersenyum, sambil menatap Roy.


"Dengan beraninya lo bang melawan mereka berempat, yang bahkan mereka lebih tua satu tahun di atas lo, tapi lo bahkan gak sedikitpun takut melawan mereka berempat. Bahkan hanya lo seorang diri saja melawan mereka," ucap Boy dengan bangga kepada kakanya.


Sedangkan Roy dan Anggota Warrior lainnya hanya bisa terdiam dan mendengarkan cerita masalalunya Boy. Terutama Ivan&Kevin. Yang pada saat itu mereka ada di tempat kejadian, karna mereka sahabatan dari mereka kecil, sambil mengingat masa kecilnya mereka.


"Dan gua masih inget bang, lo dengan koyolnya berantem sama mereka, sehingga lo kalah dan lo sampai di injek-injek sama mereka, tapi lo masih saja bisa tersenyum tanpa merasa sedikitpun takut menghadapi mereka semua," tutur Boy.


"Pada waktu itu gua hanya bisa menangis saja, sambil memeluk lo bang, karna waktu itu gua berpikir, gua takut kehilangan lo bang, lalu lo bangun sambil memeluk gua, dan lo Bilang,"


"Dasar ade gua yang cengeng, lo jangan nangis kaya gitu, lo di sini masih punya abang lo, yang akan selalu ngelindungi lo, apapun yang terjadi, apapun kondisinya," ucap Roy kecil.

__ADS_1


"Apa bener bang, lo mau ngelindungin gua apapun yang terjadi?" tanya Boy kecil, sambil menangis.


"Tentu saja Boy, karna lo adalah ade gua satu-satunya yang gua punya, satu-satunya yang harus gua jaga, setelah kepergian Ayah setahun yang lalu, hanya lo Boy, harta yang paling berharga yang gua punya saat ini. Sampai kapanpun dan kondisi apapun, abang lo ini, akan selalu ada di sisi lo, buat ngelindungin lo. Karna itu adalah tugas seorang kaka," jawab Roy kecil, sambil memeluk Boy.


"Bener itu bang? lo janji mau ngelindungin gua, apapun yang terjadi dan kondisi apapun, lo bakalan ngelindungin gua?" tanya Boy Kecil.


"Iya Boy, karna lo adalah ade gua yang cengeng," jawab Roy sambil tersenyum, walaupun tubuhnya banyak luka, bekas di kroyok ke4 anak smp, kaka kelasnya.


"Lo sambil meluk gua di tengah derasnya air hujan pada waktu itu Bang, gua memegang janji lo, dan gua seneng banget bang, gua punya kaka yang siap melindungin gua apapun dan kapanpun yang bisa gua andelin sebagai pengganti Ayah. Yang dulu sudah di bunuh oleh Black Dragon, karna sedang bertugas di kepolisian," tutur Boy, yang ternyata ayah dari Roy&Boy ini adalah seorang Polisi, yang sudah di bunuh oleh kelompok mafia, (Black Dragon).


Kemudian Boypun melanjutkan perkataannya! "bahkan sampai sekarang, gua yakin abang gua masih menyayangi gua adek kandungnya sendiri, dan gua yakin bahwa abang gua akan ngelindungi gua, dan akan menyayangi gua apapun yang terjadi, sampai kapanpun, karna abang gua bukan hanya sebagai pengganti Ayah saja, tapi juga pahlawan bagi gua," puji Boy dengan bangganya, sambil memandang wajah Roy.


Roypun hanya bisa terdiam, sambil meneteskan air mata setelah mendengarkan ucappan dari Boy, di tengah derasnya air hujan, mereka berdua hanya bisa saling menatap dan meneteskan air mata.


Sedangkan di sisi lain, anggota warrior lainnya ikut terharu, mendengar kisah masa kecil kaka beradik antara Roy&Boy ini!

__ADS_1


Ayah dari Roy&Boy, adalah anggota dari kepolisian yang bernama,


(Bagas Hermawan). Ayah Roy&Boy meninggal pada saat Boy masih kelas 3sd dan Roy kelas 5sd.


__ADS_2