
Boy dan anggota Warrior lainnyapun sampai di Basecamp mereka, Boy pun langsung melihat kondisi Kevin yang sedang di rawat oleh Fitri, "Fit, giman kondisi Kevin?" Boy panik, melihat kondisi Kevin babak belur yang cukup parah.
"Kevin udah agak baikan Boy," jawab Fitri sambil mengobati Kevin yang sedang tertidur di sebuah kursi panjang.
"Ehk, elu Boy, sory gua gak bantu kalian saat perang lawan Green Bull, badan gua masih sakit-sakit nih," Kevin terbangun, setelah ia mendengar Boy sudah kembali.
"Iya Vin gapapa..., lagi pula, lo juga tadi ikutan tarung kan, sama Green Bull! saat di taman," Boy sambil menatap Kondisi Kevin yang cukup parah dan mencoba menghiburnya!.
"Iya sih..., tapi sory gua gak bisa bantuin dan ikut ke markas Green Bull," Kevin masih merasa bersalah kepada Boy, karna dia tak mampu membantu Boy lebih, saat perang dengan Geng Gren Bull sebelumnya.
"Iya gapapa Vin, itu juga udah lebih daripada cukup," ucap Boy.
"Ngomong-ngomong siapa yang menang?" tanya Kevin.
"Kitalah...!" jawab Boy.
"Vin, gua juga ada info baru nih buat lo!" kata Boy.
"Info apa tuh, Boy?" tanya Kevin yang masih bingung dengan apa yang terjadi di kampung Duren.
"Warriors dan Green Bull sekarang bersatu menjalin Aliansi!" jawab Boy sambil tersenyum kepada Kevin!.
"Bagus dong kalo gitu..., berati kita juga bisa temenan lagi dong, seperti dulu sama Dika! ngomong-ngomong Dika mana Boy?" tanya Kevin.
"Iya Vin, kita bisa bertemen lagi kaya dulu, namun Dika tetep memilih tinggal dan jadi wakilnya [G.B.] di kampung Duren," Boy menundukan kepalanya, karna dia tak bisa membawa kembali Dika kepada Warior.
"Iya gapapa Boy, itu juga udah lebih daripada cukup, yang penting kita masih jadi sahabat dan salah paham antara lo udah bereskan, sama Dika?" Kevin memegang bahu Boy, agar Boy tak merasa bersalah lagi.
"Iya Vin, masalah gua sama Dika udah beres sekarang, gak ada lagi salah paham di antara kita," Boy pun menatap Kevin dengan raut wajah masih merasa bersalah.
"Baguslah kalau begitu," ucap Kevin sambil tersenyum kepada Boy, untuk menyemangati Boy.
__ADS_1
"Oh iya Fit, aku ada pesan dari Dika nih..., buat kamu, kamu baca yah!" Boy memberikan surat kepada Fitri yang sedang membereskan kotak [P3K].
"Iya makasih banyak Boy," Fitri mengambil surat itu, lalu membacanya!.
"Fitri..., ini aku Dika, ini pertama kalinya aku berani menulis namaku sendiri di surat ini sama kamu.
maafin aku yah, maafin aku yang selama 4 tahun ini aku gak pernah ngasih apa-apa di hari ulang tahun kamu, sama aku juga mau minta maaf, aku minta maaf selama 4 tahun ini, aku gak pernah ada di samping kamu.
Tapi asal kamu tau ajah Fit, rasa Cinta aku sama Kamu, gak pernah berkurang sedikitpun, bahkan setiap harinya Cinta aku sama Kamu malah makin bertambah! aku seneng banget bisa bertemu lagi sama kamu dan aku juga seneng banget bisa jadian sama kamu!
Dari pacar kamu...,
Yofi Hanan Dika (Dika)
"Isi pesan, dari surat Dika!
Lalu ada pesan tambahan di belakang suratnya? "Fit, ini ada uang 50 Ribu sengaja aku buat lecek, buat uang bensin ke si Boy, bilangin makasih dari aku, makasih sudah jadi kambing conge di antara hubungan kita selama ini!" pesan Dika yang di dalam suratnya ada Uang 50 Ribu, yang sudah lecek.
"Makasih yah Boy, udah anterin suratnya ke aku," ucap Fitri sambil tersenyum menatap Boy.
"Makasih ajah nih..., apa gak ada uang bensinnya gitu?" Boy cemberut, sambil menatap ada maunya kepada Fitri.
"Dasar kamu ini Boy..., Boy, gak pernah berubah dari dulu juga, nih 50 Ribu cukupkan," sindir Fitri sambil memberikan uang leceknya.
"Apaanih, 50 Ribu? mana udah lecek lagi, kalo gak ihklas bilang ajah, jangan kaya gini," sindir Boy sambil ngedumel.
"Ya udah sini, kalau kamu gak mau," Fitri mengulurkan tangannya, untuk meminta uangnya di kembalikan.
"Enak ajah, Uang yang sudah di kasihkan gak Baik di minta lagi, pamali, kecuali kamu mau nambahin," sindir keras Boy dengan wajah juteknya, menatap wajah Fitri.
"Ya elah boy, ngomong ajah tambahin gitu," grutu Fitri, sambil merogoh saku celananya, untuk memberi tambahan uang bensin.
__ADS_1
"Iya, kalo kamu ada itu juga hehe..., aku gak maksa kok," Boy basa basi, sambil tersenyum kepada Fitri, berharap ia di kasih tambahan uang bensin lebih dari Fitri.
"Nih, aku cuman punya 2 Ribu lagi, itu juga sisa ongkos aku pulang pergi naik angkot saat cari sisa anggota [W.R.] tadi, terus cari kamu deh," Fitri pun memberikan sisa uang yang ia miliki kepada Boy.
"Apaan ini Fit? cuman 2 Ribu, mana lecek lagi, kamu ngasih uang ke aku kaya ngasih jajan anak TK ajah, 2 Ribu mana cukup buat aku beli Bakso Fit?" sindir Boy yang kembali dengan wajah jutek dan mulut yang manyun.
"Yaudah..., kalo kamu gak mau, sini uangnya, aku gak maksa kok," Fitri menarik lagi uang yang ia kasih kepada Boy.
"Enak ajah..., lumayannih 52Ribu, walau lecek juga, buat jajanin Keisya, Bidadari pohon gua," Boy langsung menyimpan uangnya di saku celananya, supaya tak di ambil lagi oleh Fitri.
"Lah elu mah Boy, gak tau malu, jajanin cewe gak modal, mana uangnya lecek lagi, malu dong sama tampang & motor lo...," sindir Kevin sambil menertawakan tingkah konyol Boy.
"Berisik lo Vin, iri bilang Bos...," saut Boy.
"Fit, kamu juga nora lagi, sekarang jaman canggih, masih ajah surat-surattan, norak banget kalian!" sindir Kevin sambil menatap Fitri, yang sedang memandangi surat dari Dika.
"Berisik lo Vin," bentak Fitri, sambil menendang kaki Kevin, sehabis di perban.
"Aw..., Aw...., sakit tau Fit, udah tau kaki aku lagi di perban, malah kamu tendang lagi," lirih Kevin sambil memegangi kakinya.
"Biarin, biar lo taurasa Fin," saut Fitri dengan wajah juteknya.
"Oh iya Fit, dan lo juga Vin, Kenzo minggu depan mengadakan pesta kecil-kecilan di Caffe miliknya! mereka mengundang kalian juga, kalian hadir yah, kepestanya!
terutama kamu Fit, Dika bilang, dia nungguin Kamu di pesta minggu depan!" ajak Boy.
"Siap Boy, nanti kita berangkat bareng kesana! iya kan Fit?" kevin pun mengajak Fitri untuk pergi bersama-sama.
"Iya Vin, pastinya!" jawab Fitri sambil tersenyum.
mereka bertigapun, seperti biasanya saling mengobrol dan bercanda di Basecamp Warriors, sambil mengenang masa lalu mereka, yang sering bersama-sama dari semenjak mereka semasih S.D. mereka selalu bersama!
__ADS_1