
Kembali kepada posisi pertarungan antara Warrior melawan Green Bull. Pertarungan mereka sangatlah sengit dan banyak berjatuhan anggota dari kedua belah pihak yang sudah terkapar di tanah.
Dari Warrior tersisa 20 orang, termasuk Roy&Ivan. Yang sedang bertarung melawan Green Bull.
Sedangkan di Pihak Green Bull tersisa 40 orang, termasuk Kenzo&Bima. Bima terlihat sedang bertatung melawan tiga anggota Warrior sekaligus! namun Kenzo masih memperhatikan jalannya pertempuran antara kedua belah pihak.
Bima terlihat sangat menikmati pertarunganya dan berkata! "Haha..., ini cukup menarik! kalian semua cukup kuat juga yah,"
Namun di posisi Ivan. Ivan terlihat sudah cukup kelelahan, sambil mencari solusi agar mereka bisa menang, "Ini gak ada habisnya bang, kita perlu bantuan," ucap Ivan sambil bertarung di dekat Roy!
"Berisik..., habisi saja yang ada di depan lo," saut Roy sambil melanjutkan pertarungannya.
Di posisi Kenzo. Kenzo terus memperhatikan jalan pertempurannya!
"Jadi ini kekuatan dari pemimpin Warrior. Cukup kuat juga yah!" ucap Kenzo sambil menatap kearah Roy.
"Jumlah pasukan Warrior sekarang 20 orang. Sedangkan di pihak gua 40 orang. Memang dari segi pasukan lebih unggulan pihak gua, tapi kalo dari segi jumlah pasukan yang tumbang di Warrior hanya 10 orang, sedangkan di pihak gua 20 orang. Dari segi jumlah mereka yang awalnya 30 melawan 60 ini terasa imbang. Padahal pasukan mereka lebih sedikit dari pada pasukan punya gua."
"Dika, kenapa lo belum balik ke Basecamp? padahal lo bawa 10 orang buat ngelawan Boy. Apa Boy sekuat itu? apa lo kalah dari Boy?" gumam Kenzo dalam hatinya.
"Jika ini terus di biarkan, mungkin Warrior bisa mengimbangin Green Bull."
Lalu Kenzo berdiri dari kursinya dan melangkah ke arah medan pertempuran mereka! "Wah...,wah..., ternya Geng Warrior lebih Kuat dari yang gua bayangkan," teriak Kenzo sambil menatap Roy.
"Berisik lo bajingan, diman Tiara? sini maju lo kalo lo punya nyali!" tang-tang Roy kepada Kenzo.
"Lo cari sajah sendiri," saut Kenzo, sambil iapun berlari ke medan pertempuran geng mereka! dan mulai menghajar angota Warrior satu persatu yang ada di dekatnya.
Berlanjut ke pertarungan antara Boy melawan Dika.
Boy berpikiran kalo penjelasan saja tak mungkin bisa membuat Dika sadar, bahwa mereka ini sedang salah paham. Akhirnya Boy pun mencoba untuk melawan serang Dika. Sambil mencoba menjelaskan ke salah pahaman di antara mereka.
"Mau sampai kapan lo Benci sama Gua, Dika?" tanya Boy sambil menatap Dika.
"Sampai lo mati di tangan gua," jawab Dika dengan tatapan benci.
"Apa lo bakalan puas jika lo sudah bunuh gua nantinya," tegas Boy.
"Membunuh orang munafik kaya lo itu adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi gua," cibir Dika.
"Apa lo gak inget, kenangan saat kita bersama dulu Ka?" ucap Boy berharap Dika bisa luluh dengan penjelasannya.
__ADS_1
"Dulu kita sering main Bola bersama! dulu kita suka tauran bersama! kita susah senang bersama&melakukan banyak hal bersama-sama! bahkan kita sempet membangun sebuah Geng bernama
Boy And Frand (B.A.F). Yang tujuannya adalah untuk mempererat tali persodara kita berempat. Ivan, Kevin, lo dan gua. Takkan pernah terpisahkan karna kita sudah bagaikan sodara."
"Itu dulu..., sebelum gua tau bahwa lo itu seorang munafik," bantah Dika sambil Dika melanjutkan pertarungannya dengan Boy.
saling serang antara Boy dan Dikapun terjadi!
Kemudian Boy&Dika pun saling menendang satu samalainnya, hingga keduanya tersungkur.
Boy pun melanjutkan perkataanya kepada Dika. Untuk menjelaskan letak dimana awal permasalahannya dengan Dika. salah paham kepada Boy.
"Waktu itu Ka..., di Taman ini, tepatnya di mana awal kita salah paham. tepat di tempat kita berantem sekarang juga dulu lo tiba-tiba datang tanpa lo tau kejadian awal dan akhirnya itu seperti apa," tutur Boy.
"Waktu itu lo datang tiba-tiba dan paswaktu itu juga entah kenapa Fitri nembak gua."
"Setelah lo pergi karna salah paham sama gua, mungkin lo hanya denger pas Fitri nembak gua saja, tapi lo gak taukan alasan mengapa Fitri nembak gua?" ucap Boy menegaskan ucapannya.
Akhirnya Dika pun telihat tenang dan mendengarkan penjelasan dari Boy.
"Akhirnya lo bisa dengerin penjelasan gua," kata Boy, "ditempat ini gua sama lo awalnya salah paham dan ditempat ini juga gua harus akhiri ke salah pahaman ini. Agar permasalahan di antara kita bisa beres di tempat ini juga," tegas Boy.
"Setelah kepergian lo dari Kampung Dukuh waktu itu, gua menanyakan sesuatu kepada Fitri."
"Fitri, sebenernya apa alasan kamu bisa suka sama aku?" tutur Boy, sambil menjelaskan dirinya dengan Fitri sewaktu dulu mereka salah paham di taman.
"Aku suka sama kamu karna yang pertama kamu itu orangnya Baik. Kamu juga orangnya pemberani dan kamu juga orangnya selalu ngasih suatu kejutan ke aku," jawab Fitri saat itu.
"Kejutan? kejutan seperti apa yang kamu maksud?" Boy pun bingung dengan alasan Fitri.
"Contohnya..., dulu saat aku ulang tahun kamu sempetkan menyimpan setangkai bunga mawar merah di bangku kursi aku, sambil ada pesan bertulisan kata-kata yang sangat Romantis! karna aku suka sama cowo yang Romantis!" jelas Fitri yang pada saat itu Fitri, Boy dan Dika masih kelas 1 SMP. Mereka adalah teman satu kelas.
"Mulai dari situlah Boy aku mulai suka sama kamu. Bahkan bunga dan tulisan suratnya masih akurawat dan aku simpen sampe sekarang, karna aku pikir kamu punya perasaan yang sama ke aku," kata Fitri.
"Kamu salah besar Fit," jawab Boy.
"Maksudnya Boy?" tanya Fitri.
"Bunga dan surat di Bunga itu bukan dari aku Fit," jawab Boy.
"Tapi pas aku tanya temen sekelas kita yang melihat orang yang nyimpan bunga dan surat itu adalah kamu Boy?" tanya Fitri yang mulai bingung.
__ADS_1
"Iya itu emang aku yang nyimpan. Tapi sebernernya itu Bunga bukan dari aku," jelas Boy.
"Lalu itu Bunga dari siapa dong?" tanya Fitri.
"Itu dari Dika. Bahkan kata-kata dari surat itu adalah kata-kata yang di buat Dika nya langsung!" tutur Boy.
"Lalu kenapa Dika gapernah naro bunga nya sendiri?" heran Fitri.
"Mungkin dia malu sama kamu Fit, makannya dia nyuruh aku," jelas Boy.
"Emang kenapa kamu mau di suruh sama Dika?" tanya Fitri.
Boy pun menjawab dengan alasan konyolnya! "Karna aku dikasih permen sama di traktir maen (P.S) 2 jam di tempat rental PSnya mang Rijal."
Fitri pun cemberut, mendengar alasan Boy yang konyol, "Ihk..., dasar kamumah Boy, orangnya gampang di sogok."
"Maklumlah Fit, waktu itukan aku masih kaya Bocah yang gampang di sogok sama permen dan rental PS," jawab Boy.
"Kalo sekarang?" tanya Fitri.
"Kalo sekarangmah aku gak level di sogok pake permen sama rental PS mah," tegas Boy.
"Lalu, kalo mau nyogok kamu harus pakai apa dong?" tanya Fitri yang penasaran!
"Cukuplah sama Bakso 1Porsi+uang jalan goceng haha...," canda Boy sambil tertawa!
"Ihk, dasar kamu ini Boy, dari dulu kamu gak pernah berubah yah, masih kocak ajah orangnya," sindir Fitri sambil tertawa bersama Boy!
"Lalu kenapa Dika gak nyatumin namanya di surat yang ia tulis?" tanya Fitri.
"Emang Dika gak nulis nama dia di suratnya?" tanya balik Boy.
"Enggak...," jawab Fitri.
"Dasar Bocah Bucin berengsek, pantesan ajah kamu jadi salah paham sama aku, kamu kira aku suka sama kamu padahal yang suka sama kamu itu Dika," jelas Boy.
"Dia yang salah malah dia yang marah, salah dialah gak nyantumin namanya di suratnya. Sehingga kamu jadi salah sangka sama aku Fit, malah dia juga yang cemburu sama aku, buktinya pas dia denger kamu nembak aku dia langsung kabur karna cemburu. Emangnya aku ini cowo apakah bisa jadi kambing conge di hubungan kalian?" maki Boy kepada Dika yang tak punya nyali, mengungkapkan perasaannya kepada Fitri melalui Boy.
"Oh gitu yah Boy, berarti aku salah sangka dong slama ini suka sama kamu?" lirih Fitri yang merasa bersalah kepada Dika.
"Ya iyalah Fit, aku gak mungkin suka sama kamu, karna kamu dan Dika temen baik aku sekaligus mesin ATM berjalan punya aku. Karna cuman kalian berdualah yang sering nyogok aku pakai uang maupun makannan haha...," sindir Boy sambil tertawa!
__ADS_1
"Ihk dasar kamu ini Boy, orangnya gampang di sogok, haha...," canda Fitri sambil tertawa bersama, karna tingkah konyol mereka sendiri!
Kembali kemasa sekarang. Dika yang mendengar penjelasan dari Boy, hanya bisa menahan tawa membayangkan masa lalu mereka yang amat konyol!